
FLASHBACK
Ketika sifa memberitahu raisya yang kecelakaan dia langsung menelpon detektif nya dan menyuruhnya menyelidiki semua yang terjadi. Tak butuh waktu lama detektif nya langsung menelpon dan memberi tahu reyhan,dia memberi tahu kalau kania,janet dan silvia yang sudah merencanakan ini bahkan janet dan kania sudah memikirkan nya jauh jauh hari.
Reyhan tak bisa menahan amarahnya lagi dia langsung menghubungi assisten keluarga dirgantara dan memutuskan kontrak kerja sama mereka bahkan reyhan meminta uang yang sudah di investasikan perusahaan nya segera di kembalikan.
***Keluarga Dirgantara
"Sialan hancur semua nya,perusahaan kita bangkrut" teriak ayah janet
Semua keluarga janet langsung masuk ke dalam ruang kerja ayahnya dan mulai menenangkan ayahnya.
"Ada apa yah?" tanya ibu janet
"Keluarga aditama memutuskan kontrak dan meminta uang investasi nya di kembalikan,sekarang kita hanya bisa menjual saham yang tersisa" ucap ayah janet
"Loh kenapa kok tiba-tiba gitu yah?" tanya ibu janet
Janet yang hanya diam tubuh nya bergetar,keringat nya bercucuran dia tidak bisa membayangkan masa depan nya kalau keluarganya bangkrut.
"Berapa jumlah investasi mereka yah?" tanya janet dengan gemetar
__ADS_1
"20 milyar dan mereka minta segera di kembalikan" jawab ayah janet
Semua orang pun langsung terdiam mereka mulai berpikir dan khawatir kelanjutan keluarga Dirgantara.
FLASHBACK OFF
***Rumah sakit
Reyhan dan semua keluarga termasuk sifa menunggu hampir 6 jam,dokter tak kunjung keluar dan reyhan pun khawatir dia tidak bisa membayangkan akan jadi seperti apa hidupnya tanpa istri yang sangat dia cintai. Reyhan pun meneteskan air mata nya kekuatan yang dia bangun hancur ketika melihat istri nya hanya terbaring lemah bertaruh hidup dan mati.
Sofia pun menghampiri anak kesayangan nya dan mulai memeluknya,dia tahu kalau anak nya tidak bisa menahan sakit nya itu.
"Menangis lah nak mami tahu kamu tidak bisa menahan nya lagi" ucap sofia sambil memeluk tubuh kekar anaknya itu
Semua orang pun menangis dan berdoa untuk hasil yang terbaik,sanjaya terus memeluk tubuh istrinya yang tidak berhenti menangis dan sempat beberapa kali pingsan. Hanan terus menelpon assisten nya menyuruh dia membereskan keluarga Dirgantara,sebenarnya hanan pun khawatir sedari tadi dia bulak balik melihat kaca kecil di pintu operasi.
Tak lama dokter pun keluar dan semua orang pun berdiri,reyhan yang tidak sabar langsung bertanya kepada dokter tentang keadaan istri nya.
"Dok gimana istri saya dia baik baik saja kan?" tanya reyhan
"Alhamdulillah operasi nya selesai dan pasien keluar dari masa kritisnya,sekarang sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap" ucap dokter dengan perasaan yang lega.
__ADS_1
Seperti biasa hanan pergi ke ruang administrasi dan meminta ruang VVIP untuk menantu kesayangan nya itu. Raisya pun sudah dipindahkan ke ruang VVIP,reyhan yang dari tadi terus duduk di samping raisya sambil menggenggam sesekali mencium tangan nya. Dia pun membisikan sesuatu yang memberi raisya semangat untuk bangun
"Sayang bangun ya,kalo kamu bangun aku janji bakal turutin semua kemauan kamu" bisik reyhan
Semua orang yang melihat reyhan begitu menyayangi raisya merasa tersentuh dengan perlakuan nya,dia tidak pernah meninggalkan istrinya sedikit pun.Bahkan dia belum makan sampai malam.
"Rey ibu pulang dulu untu masak dan membawa makanan untuk semua orang,nanti ibu kesini lagi" ucap mertuanya
"Iya bu" jawab reyhan
Tak lama setelah mertuanya pulang datang dua orang paruh baya menghampiri mereka,sifa melihat mereka dan menghampirinya.
"Ini orang tua saya tante" ucap sifa memperkenalkan
"Oh halo jeng,saya ibu mertua nya raisya dan ini suami saya" jawab sonia
Mereka pun mulai duduk dan mengobrol tentang keadaan raisya sekarang. Karena ini sudah malam sifa dan orang tua nya langsung pamit dan pulang.
***Kediaman Sanjaya
"Liat yah anak didikan kamu yang kamu bangga kan malah menghancurkan keluarga nya sendiri" ucap sonia tak tahan menahan amarahnya
__ADS_1
Sanjaya yang terdiam mendengar ucapan istri nya langsung menghubungi assisten nya menyuruh dia membawa kania kehadapan nya besok,dia benar benar kecewa karena ulah putri nya. Sebenar nya sanjaya memang kurang dekat dengan raisya tapi sejak kejadian identitas raisya terbongkar dia menyadari kalau dia begitu menyayangi anak nya.
Dia menyesal karena dari raisya kecil dia tidak dekat seperti raisya dan istri nya yang tak bisa terpisahkan. Sanjaya naik ke ruang kerjanya dan melihat foto anak kedua nya itu,dia pun mulai meneteskan air mata mengingat keadaan nya sekarang.