Jodoh Terbaik

Jodoh Terbaik
Kebersamaan


__ADS_3

Rumah sakit


Jam menunjukan pukul 19.00 semua keluarga sudah memenuhi ruangan. Ada papi,ayah,ibu,mami dan raka.



Ini raka ya gengs.


Malam ini bunda membawa banyak makanan kami semua bercanda bersama,suasana menjadi hangat.


"Hai raka" sapa ku


"Kenapa nih wonder women kok tumbang" tanya raka


"Biasa nih kena perangkap batmen" jawabku dan raka duduk si sampingku


"Siapa yang buat kakak kaya gini?" tanya raka dengan suara pelan


"Orang kurang kerjaan biasa" jawabku singkat


"Katanya adik kakak udah jadi gamer pro sampai sampai di kontrak ya" tanyaku


"Iya padahal males banget tapi kalo di tolak sayang" jawab raka


Raka pun pergi duduk di sofa dan langsung mengeluarkan ponselnya. Aku sudah tidak tahan untuk mengeluarkan isi kantung kemih ku,dan aku pun memanggil ibu.


"Bu raisya pengen ke toilet" ujar ku


"Rey,raisya pengen ke toilet nih bantuin" seru ibu


Reyhan pun menghampiriku dan membantu ku ke toilet.


"Sakit mas kakinya" ucap ku meringis kesakitan


"Serius?" tanya reyhan dan langsung menggendongku


"Bisa sendiri gak?" sambung reyhan


"Susah mas" jawabku singkat


Reyhan pun membuka kan celana ku dan membantu ku duduk

__ADS_1


"Mas keluar aja,aku malu" ujar ku


"Kenapa? Malu? Bagian tubuh mana yang belum pernah aku lihat raisya?" tanya reyhan membuatku diam


Setelah selesai reyhan menggendongku dan membaringkan ku di ranjang.


"Terimakasih mas" ucapku


Papi menghampiri ku dan mengelus rambutku


"Anak papi kan kuat masa ditindas diem aja" ujar papi mengejek ku


"Raisya cuma gak mau cari masalah aja pi,lagian janet juga ngancem raisya cuma pengen liat aja kemampuan dia. Ini baru pertama dia giniin raisya tapi gak akan ada yang ke dua kalinya pi" jawabku


"Gitu dong itu baru anak papi" ucap hanan


Reyhan yang melihatku hanya tersenyum,sebelumnya ketika dia berpacaran dengan mila ayah nya tidak pernah menyetujuinya.


Reyhan pun mulai membuka laptopnya dan melihat email yang pak anto kirim kan. Dia pun menelpon seseorang dan keluar dari ruangan ku.


**Di luar ruangan


"Tutup semua akses yang berhubungan dengan keluarga Dirgantara"


"Baik tuan muda"


"Jangan pernah biarkan kelurga Dirgantara menyentuh keluarga Sanjaya dan Aditama"


"Baik"


Reyhan pun masuk kembali ke ruangan raisya. Dia pun duduk di sebelah raisya dan membenarkan poni nya yang menutupi mata


"Laper gak yang??" tanya reyhan


"Lumayan tapi mau nasi goreng yang pedes dan ati ampelanya banyak" ucapku bersemangat


"Makan yang dibawa mami aja ya..?" jawab reyhan


"Yaaaahhh,ya udah gak apa apa deh makan yang ada aja takutnya kamu juga cape terus bulak balik beliin semua yang aku mau" ujar ku sambil tersenyum


"Hari ini aku pengen di suapin ayah,boleh?" tanyaku ragu

__ADS_1


Ayah pun mendekat mengambil piring dan mulai menyuapiku


"Dari sejak kamu kecil baru kali ini ayah nyuapin kamu lo" ucap ayah


"Masa sih yah? Dulu raisya nakal ya yah?" tanya ku


"Kamu gak nakal cuma kamu pasti takut kalo ayah deketin,kamu baik banget pas kecil. Kamu putri kecil ayah,gak pernah berubah sampai kapan pun" ujar ayah


"Terimakasih yah,raisya sayang ayah" jawabku sambil memeluk ayah


Jam sudah menunjukan pukul 21.00


Ayah,ibu,mami,papi dan raka semuanya sudah pulang.Kini tinggal aku dan reyhan,reyhan yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Mas udah dulu sekarang waktunya istirahat kan besok sekolah" ujar ku


"Iya sebentar lagi sayang" jawab reyhan


"Mass" ucapku dengan nada sedikit tinggi


"Iya aku tidur tapi tidur bareng ya" ucap nya


"Ih di sofa aja,kan sempit disini" ujar ku


"Ya udah aku mau lanjut aja ya" ancam reyhan yang membuat ku terpaksa mengikuti kemauan nya


"Iya boleh deh" jawab ku


Reyhan pun menutup kembali laptop nya dan membaringkan tubuhnya di ranjang yang sama dengan ku.


"Jangan macem macem ya mas" ucap ku dengan hati hati


"Iya" jawab reyhan singkat


Reyhan pun mulai tertidur dengan posisi memeluk ku,aku pun mulai tertidur. Ruangan ku memang tidak di pasang cctv karena reyhan bilang itu mengganggu privasi kami.


Aku pun tidur dengan pulas tapi aku merasakan seperti ada yang meraba payuda*a ku,aku pun kembali tidur karena aku pikir itu hanya mimpi.


Tak lama aku merasa ada sesuatu yang menjelajah di dalam bibir ku,aku pun bangun dan aku lihat wajah reyhan begitu dekat dengan wajah ku. Aku yang mencoba mendorong reyhan tapi tenaga ku tidak sebanding dengan tenaga reyhan.


Reyhan pun mulai meraba bagian privasi ku,aku tidak bisa melawan karena kaki ku sedang sakit. Aku pun meneteskan air mata.

__ADS_1


__ADS_2