
Sekolah
Setelah selesai kelas terakhir raisya mengeluarkan ponselnya memberi tahu kepada suami nya kalau dia akan pulang terlambat hari ini. Sifa yang menghampiri raisya yang sedang berdiri di depan pintu kelas langsung menarik tangan raisya. Sifa sudah tidak sabar ingin mengahadapi silvia,raisya pun yang diseret hanya bisa pasrah.
Sebelum ke halte bis depan dia membawa mobilnya terlebih dulu,mereka tidak ingin bulak balik untuk membawa mobil. Setelah mereka sampai di halte bus silvia dan janet sudah berdiri di samping mobil janet.
"Waaahhh musuh bebuyutan nih sya" ujar sifa sambil menyunggingkan bibir atas nya.
Sifa mendekati mereka terlebih dulu,aku melihatnya mulai kesal karena silvia dan janet mendorong sifa. Aku mendekatinya dan langsung mendorong silvia,janet yang berdiri di sampingnya langsung mendorong ku ke tengah jalan dan tiba tiba dari arah depan ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
*Bruukkkkk* badan ku terpental cukup jauh dan semua yang melihat ku terdiam. Dengan cepat silvia dan janet masuk ke dalam mobil meninggalkan aku dan sifa. Sifa langsung berlari ke arah ku,aku yang saat itu setengah sadar hanya bisa tersenyum kepada sifa,dia menangis sejadi jadi nya dan langsung menelpon ambulance. Tak lama ambulance pun datang dan tubuhku langsung dimasukan ke dalam mobil.
Sifa sangat panik melihat hidung ku sudah terpasang selang oksigen,tangan ku terpasang jarum infus,dada ku sudah dipasang alat untuk mendeteksi detak jantung,tekanan darah,dll. Sifa mengeluarkan ponselnya dan menelpon reyhan,dengan suara yang serak karena menangis dia pun mulai memberi tahu kalau aku saat ini sedang di bawa ke rumah sakit.
📞
"Kak,raisya kak"
"Raisya kenapa?"
"Raisya kecelakaan,dia sekarang akan di bawa ke rumah sakit"
__ADS_1
"Apa,kamu jangan becanda deh"
"Serius kak,tolong datang ke rumah sakit ya kak"
Sifa menutup telpon dan terus menangis. Saat itu perawat sudah menenangkan sifa.
***Apartemen
Reyhan dengan panik langsung pergi keluar apartemen dan menghubungi mami dan ibu. Reyhan sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya dia pun menangis dalam perjalanan menuju rumah sakit.
***Rumah sakit
Reyhan sampai di rumah sakit tak lama di susul dengan ambulance yang membawa raisya,reyhan menghampiri sifa yang sudah lemas dia pun mulai mengikuti raisya yang akan di bawa ke ruang ICU. Dia langsung menghampiri sifa yang duduk didepan ruang tersebut sambil menangis,dia menepuk punggung sifa dan menenangkan nya.
Tak lama semua keluarga sudah datang dan berkumpul didepan ruangan ICU,sonia dan sofia hanya bisa menangis melihat tubuh raisya yang sudah terbaring dipenuhi alat alat medis. Karena detak jantung raisya sempat menghilang dokter langsung mengambil Defibrilator dan menempelkannya di dada raisya,tapi tak ada respon dari jantung nya. Kedua kali nya dokter menempelkan lagi Defibrilator untungnya detak jantung raisya kembali lagi,sudah 1 jam dokter didalam ruangan dan dia pun keluar.
Semua orang langsung mendekati dokter dan reyhan mulai bertanya dia tidak bisa lagi menyembunyikan asa panik dan khawatirnya.
"Dok istri saya gimana?" tanya reyhan tak sabar
__ADS_1
"Pasien mengalami pendarahan harus segera dioperasi dan pasien sempat kehilangan detak jantung nya" jawab dokter menjelaskan dengan detail
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dok" ucap sonia dan sofia sambil menangis
"Baiklah,mari suami pasien ikut saya untuk mengisi formulir" ajak dokter
Reyhan pun mulai mengikuti dokter yang masuk ke dalam ruangan nya,dokter menyerahkan formulir dan menandatangani nya. Setelah semua selesai reyhan keluar dan menghampiri keluarganya.
Sanjaya yang akan pergi untuk membayar semua perawatan raisya langsung di cegah oleh hanan.
"Biar aku saja jay,dia sekarang anak ku itu tanggung jawab ku juga" ucap hanan.
Tiba tiba seseorang datang menghampiri reyhan dan memberikan amplop besar berisi kejadian hari ini. Reyhan mulai mengeluarkan isi amplop tersebut,dia terkejut ketika melihat foto seorang wanita yang menabrak istri nya itu. Reyhan langsung bertanya kepada sanjaya tentang keberadaan kania.
"Dimana kania yah? tanya reyhan
" Dia di kantor tadi dia menghandle semua kerjaan ayah,kenapa?" tanya sanjaya penasaran..
"Ayah yakin dia di kantor?" tanya reyhan meyakinkan diri nya
"Iya ayah yakin" jawab sanjaya
__ADS_1
Dia pun memberikan amplop tentang semua kejadian hari ini dan semua orang kaget melihat kania yang mencelakai raisya,dan transaksi pemesanan tiket ke US. Betapa terpukulnya sanjaya ketika anak yang dia besarkan malah berbuat hal keji kepada keluarga nya sendiri.