Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
belajar nyetir


__ADS_3

sesusai rencana kemaren hari ini Raisa pergi ke universitas B di antar bian. mereka kesana mengendarai mobil Raisa karena bian berencana ngajarin Raisa nyetir mobil.


"dek, Giman apa sudah siap semua?, kita berangkat sekarang. ucap bian pada Raisa.


"ayo bang semua sudah beres. jawab Raisa.


setelah pamitan pada mama Lidia Raisa dan bian berangkat menuju universitas B. Raisa sangat antusias untuk segera tiba di sana. "bang doain semoga adek bisa keterima disini ya bang, ucap Raisa pada bian.


"tentu princes Abang bakalan selalu doain kamu. ucap bian sambil mengelus kepala sang adik.


setibanya disana mereka langsung berjalan menuju ruang pendaftaran. setelah selesai mendaftar mereka berjalan mengelili kampus. sampai terdengar seseorang memanggil mereka. "bian Raisa ada disini? tanya vano.


"iya bro gue lagi nemenin Raisa buat daftar, ini gue mau keliling mau lihat fakultas ekonomi. ucap bian pada vano.


"kamu ambil prodi apa Rai, tanya vano.


"aku ambil akuntansi kak. ucap Raisa.


"ya udah ayo aku anter keliling fakultas ekonomi. ajak vano.


mereka bertiga akhirnya berjalan menuju fakultas ekonomi. di tengah perjalanan tiba-tiba bian mendapat telfon dari kantornya agar dia bisa kekantor sekarang.


"princes Abang harus ke kantor, ucap bian pada Raisa.


"biar Raisa bareng aku bi, nanti aku anter pulang. vano menawarkan diri.


"gimana mau bareng vano, tanya bian.


"apa tidak merepotkan kak, biar aku naik taksi aja. ucap Raisa.

__ADS_1


"gak apa-apa kok. ucap vano sambil tersenyum akhirnya dia bisa deketin Raisa.


"ya udah gue titip princes gue bro, tolong jagain dia. ucap bian pada vano.


"ya udah princes Abang berangkat dulu ya, ucapnya sambil mencium pucuk kepala Raisa.


vano dan Raisa terus melangkah menuju fakultas ekonomi. mereka saling mengobrol mulai masalah kampus sampai vano menawarkan diri untuk ngajarin Raisa nyetir mobil.


"ayo Rai kakak ajarin kamu nyetir. ucap vano stelah mereka masuk kedalam mobil vano.


"tapi aku takut kak, nanti kalo nabrak gimana? Raisa nampak khawatir.


"nanti pelan-pelan aja, ya udah ayo kamu pindah. titah vano.


akhirnya Raisa mulai mengemudikan mobil vano, meskipun awalnya masih agak takut lama kelamaan akhirnya Raisa mulai bisa mengemudikannya. karena Raisa memang tergolong orang yang smart jadi dia cepat dalam belajar.


"ternyata kamu hebat Rai, belum apa-apa kamu udah mulai lancar nyetirnya. puji vano.


"makan siang dulu ya Rai aku mulai laper ni, ucap vano.


"ya udah ayo kak aku juga mulai laper. ucap Raisa.


mereka berhenti di sebuah restoran yang menjadi tempat favorit vano dan sahabatnya makan atau sekedar nongkrong.


"ayo Rai masuk. ucap bian.


mereka berjalan beriringan masuk kedalam restoran. sampai di sana mereka melihat 4 orang yang mereka kenal ya mereka bian, Alvaro, Andre dan Anisa.


"loh kalian di sini juga, tanya vano pada sahabatnya.

__ADS_1


"iyalah kenapa kaget gitu liat kita, takut keganggu acara kencannya. ucap Andre pada vino.


"apaan si Lo gue kesini mau makan udah laper. akhirnya mereka kumpul satu meja dan mulai makan.


"bi, adek Lo udah bisa nyetir mobil dia cepat banget belajarnya langsung bisa. puji vano.


"benar princes, Raisa hanya mengangguk pada abangnya.


"makasih ya bro udah ngajarin adek gue nyetir. ucap bian.


"santai aja bro kayak pada siapa aja Lo.


"kak Nisa kok gak kerumah kemaren, tanya Raisa pada Anisa.


"kakak kemaren keluar kota dek. kapan-kapan kita jalan bareng yuk ajak Raisa dan mereka semua setuju.


Raisa melirik Al yang selalu bersikap dingin sampai tatapan mereka bertemu Raisa langsung menunduk karena malu. Al varo merasa ada yang aneh saat dirinya memandang Risa.


setelah makan mereka mulai keluar dari restoran. "princes Abang gak bisa anter kamu pulang karena masih ada meeting dengan client. ucap bian.


"gue juga mintaa maaf ni harus ke kantor bokap karena ada urusan mendadak. ucap vano.


"biar gue sama Al yang nganter lagian kita udah gak terlalu banyak kerjaan. Andre dan Alvaro satu perusahaan karena Andre adalah asisten Al varo.


"gak usah kak aku naik taksi aja, ucap raisa.


"udah gak apa-apa kok, ucap Andre.


mereka mulai masuk ke mobil masing-masing. Andre mulai melajukan mobil Alvaro dan Raisa duduk di samping Andre. Al terus saja curi pandang pada Raisa sedangkan Andre yang baru melihat Al menatap wanita mulai pura-pura batuk. akhirnya dia memalingkan wajahnya menghadap jendela.

__ADS_1


tidak ada percakap di dalam mobil sampai mereka tiba di rumah Raisa. "makasih kak Andre kak Al udah mau nganter aku pulang ucap Raisa tulus.


"ya udah sana masuk. Andre pun mulai melajukan mobilnya menuju kantor.


__ADS_2