
hari ini hari pertama Raisa mengikuti ospek di kampusnya. Raisa mengecek kembali barang bawaannya. setelah semua siap Raisa menuruni tangga menuju meja makan dimana orang tua dan abangnya tengah sarapan. "pagi semua, sapa raisa"
"pagi nak, ucap papa dan mamanya kompak".
"pagi princes, ucap bian"
"gimana udah siap ikut ospeknya, sambung bian".
"siap dong bang, pasti seru nanti pas ospek nguji mental banget". ucap Raisa.
"ya udah semangat, bian menyemangati Raisa.
akhirnya Raisa mulai mengendarai mobilnya menuju kampus B. setibanya disana suasana kampus sudah mulai ramai. banyak yang melihat kedatangan apalagi dengan Raisa yang mengendarai mobil sportnya. Raisa turun dari mobilnya langsung berjalan menuju barisan kelompoknya.
"baru datang, sapa Adel teman kelompok Raisa.
"iya, kenalin aku Raisa. ucap Raisa mengulurkan tangannya.
"aku Adel, dan ini Devi teman kita juga.
"hai Dev, aku Raisa. ucap Raisa.
__ADS_1
mulai saat itu mereka mulai dekat. saling bertukar nomor.
Raisa menikmati semua acara ospeknya. kakak senior yang membina kelompoknya adalah Devan. diam-diam Devan terus memperhatikan Raisa. ada rasa kagum dari Devan kepada Raisa. Devan mulai mendekati Raisa.
"Raisa, gimana tugas kamu sudah selesai? tanya Devan basa-basi.
"sudah kak Dev, ucap Raisa tersenyum ramah.
Raisa senyummu mengalihkan duniaku. gumam Devan.
"kak Dev, kenapa bengong kak. Raisa membuyarkan lamunan Devan.
"eh iya Rai, Oya Rai nanti kamu ada rencana gak aktif di organisasi kampus? tanya Devan.
Devan Handoko seorang Presma di kampus B. Devan yang mempunyai perawakan cool dan tergolong mahasiswa yang cerdas. membuat semua mahasiswa kagum padanya.
tak terasa hari ini hari penutupan ospek kampus B. semua Maba di kumpulkan di lapangan mereka di beri kalertas untuk menulis surat cinta dan surat benci pada kakak senior mereka.
Raisa mulai menulis surat cinta yang di tujukan untuk Devan. "makasih kak Dev udah baik sama Raisa, makasih sudah membimbing Raisa semoga kita bisa jadi teman." tulis Raisa.
Raisa lalu memberikan suratnya pada Devan. banyak semua Maba yang memberi surat benci dan cinta pada seniornya. Raisa hanya menulis surat cinta saja.
__ADS_1
Dev yang menerima banyak surat cinta daripada surat benci mulai membukanya satu persatu. sampai di surat ke sekian Devan mulai tersenyum tepis membaca suratnya. ya itu surat dari Raisa. "makasih kak Dev udah baik sama Raisa, makasih sudah membimbing Raisa semoga kita jadi teman." isi surat Raisa.
"aku berharap kita bisa dekat lebih dari teman Rai aku mulai mengagumimu, karena kepribadianmu. gumam Devan dalam hati.
akhirnya ospekpun di tutup dan mulai besok para mahasiswa sudah mulai aktif mengikuti perkuliahan. semua Maba membubarkan diri banyak yang masih berada di sekitar kampus, sedangkan Raisa menuju mobilnya karena sudah mulai lelah dan hendak pulang.
diparkiran tanpa sengaja Raisa bertemu Devan. Devan menghampiri Raisa.
"udah mau pulang Raisa? tanya Devan.
"iya kak Dev, mau istirahat biar besok lebih semangat ngampusnya. ucap Raisa.
"boleh aku minta nomor telepon kamu,? ucap Dev .
"mana handphone kakak, Dev langsung menyodorkan handphonenya.
Raisa langsung mengetik nomernya dan menyarahkan kembali hp Devan.
"aku duluan ya kak, ucap Raisa membuka pintu mobilnya.
"iya hati-hati ya. ucap Devan sambil tersenyum-senyum.
__ADS_1
Raisa akhirnya mulai meninggalkan kampusnya menuju rumah.