
hari ini Raisa berangkat ke kampus diantar bian. vano meminta bian mengantar Raisa karena vano tidak bisa menjemputnya.
vano
"assalamualaikum bro, gue minta tolong loe anterin Raisa ke kampus ya, gue gak bisa jemput.
bian
"iya, lagian princes gue udah ada mobilnya kok jadi loe gak perlu repot-repot anter jemput."
vano
"enak aja loe, gue mau kesayangan gue di lirik cowok lain. gue gak mau cewek gue kenapa-napa."
bian
"loe posesif banget ya sama princes gue. awas aja kalo princes gue tertekan karena sifat loe."
vano
"dia bahagia banget sama gue, udah deh makasih ya sebelumnya.🙏🙏🙏
bian
"iya.
setelah sarapan bian langsung mengajak Raisa berangkat. Raisa langsung berpamitan pada orangtuanya dan segera keluar menuju mobil bian. setelah siap mobil bian mulai keluar dari halaman rumahnya.
"bang maaf ya jadi ngerepotin Abang."
"gak papa kok sayang, Abang senang bisa nganter kamu kekampus. udah lama Abang gak anter jemput kamu."
"mau gimana lagi bang, kak vano tiap aku ke kampus selalu antar jemput aku.
"iya dia bucin banget sama kamu, sampek posesif gitu.
__ADS_1
"iya bang.
tak terasa kini mobil bian sudah masuk area kampus. terlihat vano sudah menunggu mereka disana. Raisa turun setelah vano membukakan pintu mobilnya. tak lama bian juga turun dari mobilnya.
"pagi sayang, sapa vano.
"pagi kak. jawab Raisa sambil tersenyum.
"makasih kakak ipar udah nganter kesayangan aku.
"CK, kalo ada maunya aja kakak ipar.
"ya udah princes Abang berangkat dulu ya, kamu semangat belajarnya jangan mau di ajak pacaran Mulu sama ni bocah.
"iya bang makasih ya, Abang hati-hati ya. ucapnya sambil mencium tangan bian.
"iya, Abang berangkat ya. ucapnya sambil mencium kening Raisa.
"gak usah cium-cium juga kali. sloroh bian.
kini vano dan Raisa berjalan beriringan. banyak pasang mata yang melihat mereka dengan banyak macam perasaan, ada yang penasaran, ada yang tidak suka tapi mereka tidak ambil pusing.
"kak udah ya aku masuk sendiri aja.
"gak papa kok sayang, biar aku anter aja, aku gak mau banyak cowok liatin kamu.
"apaan sih kak, posesif banget sih.
vano mengantar Raisa sampai di kelasnya. teman-teman Raisa banyak yang memandang mereka penasaran. karena dosen dingin mereka nganter mahasiswanya sampai ke kelas.
"sana gih masuk, nanti pulangnya aku anter.
"makasih ya kak, aku masuk dulu assalamualaikum.
"cie yang di anter pujaan hati sampek ke kelas. ucap Devi dan Adel.
__ADS_1
"apaan sih kalian.
"pak dosen posesif banget kayaknya sama kamu Rai. ucap Devi.
"iyalah doi kan takut Raisa di deketin cowok lain , sambung Devi.
"ehm kalian emang ya, kompak banget julidnya.
akhirnya perbincangan mereka berhenti saat dosen masuk kedalam kelas. pagi ini Raisa di ajar oleh pak Rey dosen kiler yang dingin kayak kulkas.
"selamat pagi semua."
"pagi pak. jawab mereka kompak.
kemudian pak Rey mulai mengabsen mahasiswanya satu persatu. saat memanggil nama Raisa beliau memandang Raisa. ada rasa tertarik pak Rey pada Raisa.
Rey mulai menjelaskan materinya, terkadang sia mencuri pandang pada Raisa. setelah 2jam akhirnya berakhir mata kuliah yang di ajarkan Rey. sebelum keluar Rey melirik Raisa yang tengah merapikan bukunya.
setelah 10 menit berlalu kini giliran vano yang mengajar di kelas Raisa. vano begitu bersemangat mengajar kelas Raisa karena disana ada vitaminnya.
"selamat siang semua, ucap vano ketika berada di dalam kelas.
"selamat siang pak, jawab semua kompak.
"baik kita lanjutkan pembahasan materi Minggu lalu.
vano mulai menjelaskan beberapa materi pada mahasiswanya. semua mahasiswanya memperhatikan setiap penjelasan yang di berikan vano. tak jarang dari mereka bertanya yang tidak mereka pahami.
jam mata kuliah vano pun berakhir. setelah vano menutup penjelasannya kini semua mahasiswanya satu persatu keluar dari kelas.
vano langsung menghampiri Raisa yang sedang vokus pada ponselnya.
"ayo sayang kita pulang,ucap vano.
"iya kak, mereka berjalan beriringan menuju parkiraan mobil vano.
__ADS_1
tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap intens pada mereka. "sebenarnya apa hubungan mereka, kenapa mereka bisa sedekat itu. gumam Rey yang tak lain adalah dosen kiler yang mulai mengagumi Raisa.