Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
belanja


__ADS_3

terdengar sayup adzan subuh dari masjid Deket rumah pak Anto. Raisa mulai mengerjakan matanya mengumpulkan kesadarannya sebelum bener bener bangun dari tempat tidur king sizenya. setelah bangun Raisa langsung membereskan tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan berwudhu. setelah 15 menit berada di kamar mandi Raisa mulai melaksanakan shalat subuh di dalam kamarnya.


"ya Allah tolong jaga Abi umi dan adik hamba agar mereka bisa bahagia di surgamu. aku ikhlas menerima semua takdir ini. terimakasih karena telah mengirimkan ku keluarga yang sangat menyayangiku semoga aku bisa terus merasakan kasih sayang orang tua dari papa dan mama. aamiin. doa Raisa tulus.


setelah melaksanakan shalat Raisa keluar dari kamarnya dengan menggunakan hijab instannya. Raisa menuruni tangga menuju dapur karena sudah menjadi kebiasaan Raisa mulai dari dulu membantu uminya memasak setiap hari . di dapur sudah ada bi Ijah yang sedang memotong sayuran.


"pagi bi, ada yang bisa aku bantu tidak bik? tanyaku pada bi Ijah.


"eh non Raisa, gak usah deh non bibi masih bisa mengerjakan sendiri. tolak bi Ijah halus.


"gak apa-apa kok bi aku sudah biasa masak sarapan, biar aku bantu ya. ucapku sambil mengambil alih kerjaan bi Ijah motong sayur.


"ya udah makasih ya non. ucap Bik Ijah ramah.


saat masakan kami hampir masak tiba-tiba mama datang nyamperin kami ke dapur. "loh nak kamu disini rupanya, udah yok ikut mama ke taman belakang. ajak mama padaku.


"iya ma. akhirnya aku ikut mama ke taman belakang. di sini aku melihat banyak sekali tanaman bunga yang sangat terawat. membuat sejuk udara dan jadi pemandangan yang sangat bagus.


"ini semua tanaman mama. ucap mama padaku.


"Bagus sekali ma Raisa suka sekali boleh Raisa nyiramin tanemannya ma? ijinku pada mama.


"tentu sayang ayo kita siram bareng-bareng kayaknya lebih seru. ajak mama padaku.


akhirnya aku dan mama mulai menyiram tanaman, membersihkan daun yang kering memetik bunga yang sudah layu. aku senang sekali bisa merawat tanaman.


"Alhamdulillah ya Allah dari dulu aku pengen sekali merawat tanamanku bareng putriku, akhirnya kau mengabulkan doa ku, meskipun dia hanya anak angkatku tapi aku sangat bahagia memilikinya. gumam ibu Lidia dalam hati.


di tengah kegiatan kami ada orang yang memperhatikan kami dan terus tersenyum bahagia karena merasa keluarganya sudah lengkap dengan adanya putra dan Putri mereka. ya dia adalah pak Anto Wijaya yang sedang memperhatikan mereka dari pintu. kemudian mulai mendekat pada kedua wanita kesayangannya.

__ADS_1


"mama, Raisa panggilnya pada istri dan anaknya.


"eh papa sejak kapan papa di situ kok mama gak ngelihat papa, tanya ibu Lidia pada suaminya.


"Giman kalian mau lihat papa, orang kalian lagi asyik ngurus tanaman, ucap pak Anto pura-pura merajuk.


"maafin Raisa ya pa, ucapnya sambil mendekat ke arah papanya.


"gak apa-apa kok sayang papa cuma bercanda, bujuknya karena melihat putrinya merasa bersalah.


"ya sudah yuk kita masuk kedalam kita sarapan dulu, nanti papa kesiangan lagi ke kantor. ajak mama Lidia.


akhirnya kini mereka bertiga sudah berada di meja makan. namun belum memulai ritual sarapan mereka karena masih menunggu putra kesayangan mereka siapa lagi kalo bukan bian Wijaya.


"bi tolong panggilan bian ya, ucap mama pada Ijah.


di dalam kamar di lantai atas rumah Anto Wijaya putra kesayangan mereka baru keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju santainya karena hari ini dia memang tidak berncana pergi ke kantor melainkan ingin pergi ke mall untuk belanja ke perlu adik kesayangannya. tok tok tok suara ketukan pintu kamar bian. dan kemudian terdengar suara Bik Ijah "den bian, di tunggu tuan di meja makan. panggilnya dari luar kamar.


bian menuruni tangga dan bergabung dengan orang tuanya dan duduk di sebelah princesnya.


"selamat pagi semua, sapanya sambil duduk.


"loh bang kamu gak ke kantor kok masih pakai baju itu. tanya sang mama.


"enggak ma, hari ini aku mau ngajakin princes kita belanja ke mall, boleh kan pa. ucapnya sambil minta ijin pada papanya.


"boleh dong, sekalian kalian jalan-jalan biar makin akrab. ucap sang papa.


"kalo gitu mama ikut, biar mama bisa pilih semua kebutuhan adik kamu. ucap mama Lidia.

__ADS_1


"tapi ma, pa barang-barang aku masih ada kok, aku belum perlu apa-apa. tolak Raisa pada keluarganya.


"no princes gak ada penolakan, oke. ucap bian sambil menatap adiknya.


"ya bang, makasih ya bang, ma pa kalian banget sama Raisa. ucap Raisa terharu.


"udah jangan pernah bicara seperti itu lagi kita semua keluarga, Abang akan terus bahagiakan kamu nurutin semua mau kamu. jawab bian sambil memeluk adiknya.


Raisa yang awalnya canggung dengan perlakuan sang Abang akhirnya juga membalas pelukan sang Abang. papa Anto dan mama Lidia yang melihatkan kedekatan anak-anak mereka hanya bisa tersenyum. akhirnya mereka memulai sarapan mereka setelah selesai papa Anto mulai pamit untuk berangkat ke kantor.


"papa berangkat dulu ya, ma. ucapnya sambil mencium kening istrinya.


"Raisa ini nak pakai kartu ini untuk membeli semua keperluan kamu. ucapnya sambil menyerahkan kartu ATM dan black card pada putrinya.


"tapi pa Raisa belum butuh pa, nanti Raisa minta aja ke papa. tolaknya.


"gak ada penolakan sayang, PINnya tanggal lahir kamu.


"makasih pa, ucapnya sambil mencium tangan papanya dan langsung di peluk oleh pak Anto.


"hati-hati pa, ucap bian sambil mencium tangan papanya.


"iya, kamu juga harus jaga mama dan adik kamu. ucap papa Anto.


"siap boss. ucap bian sambil memberi hormat.


setelah pak Anto berangkat mereka masuk ke kamar untuk bersiap-siap pergi belanja. di dalam kamar Raisa terus menerus mengucap syukur karena dia bisa mendapat keluarga yang luar bisa baiknya selain almarhum keluarganya. setelah siap mereka akhirnya berangkat ke mall menggunakan mobil bian. bian pun ngersa seperti sopir karena mama dan princesnya duduk di belakang.


sabar ya bianπŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


teman teman jangan lupa terus dukung author ya😊😊


__ADS_2