Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
kantor bian


__ADS_3

bian Wijaya putra tunggal bapak Anto Wijaya dan ibu Lidia. bian putra kesayangan keluarga Anto. dia menjadi CEO Wijaya company. papa Anto menyerahkan kantor pusat kepada bian. sedangkan papa Anto memilih fokus di anak cababng Anto gruop. bian adalah pria dewasa tampan dan juga smart. sedari dulu dia ingin memiliki saudara sampai akhirnya papa Anto mengangkat Raisa menjadi anaknya. bian sangat bahagia memiliki adik meskipun bukan saudara kandung, dia sangat menyayangi Raisa dan memanjakan Raisa.


"dek kamu kan masih Minggu depan masuk kuliah, ikut Abang ke kantor yuk. ajak bian pada Raisa.


"iya bang, aku takut ganggu Abang kerja. ucap Raisa.


"udah gak apa-apa, sekalian kamu bisa sambil belajar bisnis bareng abangmu. sambung pak Anto.


"ya udah aku siap siap dulu ya bang. Raisa berlalu ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"bang jaga adik kamu ya, ajarin dia bisnis biar dia bisa bantu kamu nanti di kantor. ucap pak Anto.


"iya pa, tapi aku gak mau maksain adek kalo dia belum tertarik terjun ke dunia bisnis pa. jawab bian.


"sudah kita ikuti saja kemauan Raisa biarkan dia memilih sendiri bidang apa yang bakal dia tekuni. ucap mama Lidia.


Raisa turun dari atas dan sangat cantik, dan semua yang melekat pada tubuhnya adalah barang branded karena mama Lidia selalu memanjakan Raisa.


"ayo bang aku udah siap. ajak Raisa pada bian.


"ayo princes, bian beranjak dari duduknya sambil menyalami kedua orang tuanya.


"ma, pa Raisa pamit dulu ya, ucapnya sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka tiba di kantor Sanjaya company. bian dan Raisa keluar dari mobil sport milik bian. saat berjalan menuju ruangan bian banyak yang kagum melihat kecantikan putri dari pak Anto.


"wah putri pak Anto cantik sekali,ucap karyawan yang berada di lobi.


"iya pasti pak bian akan posesif pada adiknya. ucap karyawan lainnya.


setelah tiba di lantai 4, mereka masuk keruangan bian. Raisa kagum dengan interior ruangan bian. sederhana tapi sangat mewah. terdapat banyak buku untuk bacaan dan juga kamar pribadi bian.

__ADS_1


"bang bagus sekali ruangannya. ucap Raisa pada bian.


"benarkah apa kamu menyukainya princes, tanya bian.


"tentu aku sangat menyukainya bang, aku bisa betah berlama-lama disini, aku akan ikut Abang kesini dan belajar bisnis. ucap Raisa mantap.


"Abang senang mendengarnya, kamu bisa belajar dan membantu Abang nanti mengurus perusahaan. ucap bian.


akhirnya bian mulai memeriksa berkas yang sudah ada di mejanya. Raisa mulai membaca berkas-berkas itu juga. tak butuh waktu lama Raisa sudah memahami semua isi berkas yang ada di meja bian.


"kamu memang smart peinces tak butuh waktu lama, kamu sudah bisa memahami semuanya. bian memuji Raisa.


"gak lah bang aku harus banyak belajar dari Abang. ucap Raisa.


tak terasa waktu makan siang sudah tiba Raisa dan bian memakan makanan yang sudah bian order. mereka menikmati makanan mereka tanpa berbicara. setelah makan Raisa dan bian masih duduk di sofa. sampai akhirnya Raisa mengantuk bian menyuruh Raisa untuk tidur di kamarnya. Raisa menuruti perintah bian. tak butuh waktu lama Raisa tertidur di kamar bian sangat lelap.


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar ruangan bian. "maaf pak ada pak Al, pak Andre dan vano. ucap Sofi sekretaris bian.


"assalamualaikum bro, ucap ketiganya kompak.


"waalaikumsalam. ucap bian.


mereka langsung duduk di sofa ruangan bian. mereka mulai membahas kerjasama pembangunan restoran yang mereka kelola berlima dengan Anisa juga tapi Anisa sedang ada meeting jadi tidak bisa berkumpul siang ini.


"Gimana pembangunannya, ucap bian pada ketiga temannya.


"semua sudah berjalan 80 persen, mungkin 3blan kedepan semua bisa terselesaikan. ucap Al pada mereka bertiga.


saat mereka sedang membahas proyek yang sedang berlangsung, Al pamit untuk ke toilet di kamar pribadi bian. "gue ke toilet dulu bro ucap Al pada sahabatnya.

__ADS_1


"Hem, mereka semua hanya mengangguk.


saat masuk kamar bian langsung menuju toilet karena dia sudah kebelet. saat keluar dari toilet Al memandangi sosok wanita yang mengusik hatinya tertidur sangat lelap di ranjang king size. Al berjalan mendekati ranjang dia terus memandangi wajah Raisa. "cantik sekali, ucap Al sambil tersenyum.


Al tidak membuang kesamaptaan mengambil foto Raisa menggunakan ponselnya. saat bian asyik memotret wajah cantik Raisa. tiba-tiba Raisa mulai membuka matanya. Al pun panik karena tertangkap Raisa sedang memandang wajahnya.


"loh kak Al ngapain di sini. ucap Raisa.


"kakak baru dari toilet dek, ya udah kakak keluar dulu ya. Al langsung keluar dan berkumpul dengan temannya.


Raisa turun dari ranjangnya menuju toilet untuk membasuh wajahnya. tak lama Raisa pun keluar dari kamar. wajahnya yang cantik membuat siapa saja yang melihatnya terpesona.


"princes kamu sudah bangun? tanya bian.


"iya bang, lagian ini udah sore aku udah lama banget tidurnya. ucap Raisa langsung duduk di dekat bian.


"hai dek, makin cantik aja kalo bangun tidur. ucap Andre.


"bisa aja kak Andre. ucap Raisa.


"dek kamu ikut kesini, tanya vano.


"iya kak, sebelum sibuk kuliah aku ikut Abang aja ke kantor. jawab Raisa.


"gimana nyetirnya udah makin lancar. tanya vano.


"Alhamdulillah kak, tapi masih perlu belajar lagi. ucap raisa.


"ya udah besok aku ajarin mau gak? tawar vano.


"ijin ke Abang aja kak, aku ikut aja kalo Abang ngijinin dan gak ngerepotin kak vano gak papa.

__ADS_1


Al hanya diam saja mendengarkan interaksi vano dan Raisa. "seandainya besok aku gak ada meeting pasti aku yang bakalan ngajarin Raisa. batin Al.


setelah cukup lama mengobrol akhirnya mereka pulang kerumah. Raisa dan bian juga pulang karena kerjaan mereka sudah selesai.


__ADS_2