Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
weekend


__ADS_3

pagi ini setelah melaksanakan shalat subuh. Raisa turun ke bawah menuju dapur dia berencana memasak untuk sarapan keluarganya.


"pagi bi, sapa Raisa.


"pagi juga non, eh non Raisa sudah bangun?" tanya bi Ijah.


"iya bi, hari ini biar Raisa aja yang masak ya, Raisa pengen masakin papa mama sama Abang. ucap Raisa.


"ya sudah non, bibi ngerjakan yang lain saja. bi Ijah berlalu ke belakang mengerjakan pekerjaan lainnya.


Raisa memulai ritual masaknya, hari ini dia berencana memasak nasi goreng seafood. Raisa dengan telaten mengupas bumbu dan memotong beberapa sayur. setelah 1 jam berkutat di dapur terdengar suara ketukan pintu . karena belum ada yang membukakan pintu. saat pintu terbuka tampaklah


"assalamualaikum, ucap mereka kompak.


"waalaikumsalam kak, ucap Raisa sambil tersenyum.


"kemana bian dek kok belum kelihatan? tanya vano.


"Abang masih di kamar kak, kakak ke kamar Abang saja. ucap Raisa akhirnya mereka naik menuju kamar bian.


tok tok tok suara ketukan pintu kamar bian. bian yang baru selesai mengenakan bajunya mulai berjalan ke arah pintu dan mulai membuka pintunya. cklek terlihatlah wajah 3 pria tampan sambil tersenyum. "assalamualaikum bro, ucap ketiganya kompak.


"waalaikumsalam, tumben pagi" udah kompak pada kesini. ucap bian.


"yaelah bro bukannya seneng kita main kesini malah gitu, ucap Andre kesal.


akhirnya mereka masuk ke kamar bian untuk main game. sementara di bawah Raisa sudah selesai menata makanannya. papa Anto dan mama Lidia sedang berjalan menuju meja makan.


"wah princes mama pagi-pagi udah masak aja, jadi laper ini pengen cepat makan. ucap mama Lidia.


"wah aromanya menggoda sekali sayang, ucap papa Anto sambil duduk.

__ADS_1


"ya sudah papa sama Mama sarapan aja, aku panggil Abang dulu. papa Anto dan mama Lidia hanya mengangguk.


Raisa menaiki anak tangga menuju kamar bian. saat di depan kamar Raisa mendengar suara abangnya dan tiga sahabatnya sedang kegirangan main game. tok tok tok tiba-tiba pintu kamar bian langsung terbuka Raisa yang tak siap terhuyung dan jatuh ke pelukan Al varo. mereka diam karena kaget.


"princes kamu gak papa kan? tanya bian.


seketika Raisa langsung berdiri. "gak papa kok bang, Oya bang ayo sarapan dulu sudah di tunggu mama dan papa. ucap raisa.


"ya udah ayo bro sarapan dulu. bian berjalan sambil menggandeng tangan princesnya.


"ehm andai aja aku bisa gandengan sama Raisa kayak gitu. gumam vano.


"duh kenapa si jantung gue, kenapa dag Dig dug gini sih. gumam Alvaro.


"pagi ma, pa. ucap bian saat tiba di meja makan.


"pagi om Tante, ucap ketiganya sambil mencium tangan papa Anto dan mama Lidia.


mereka mulai mengambil nasi gorengnya dan mengisi ke piring masing-masing. mereka mulai memakan nasi gorengnya.


"Tante enak banget nasi gorengnya. ucap vano.


"iya dong, siapa dulu yang masak. ucap mama Lidia.


"ya pasti tantelah, ucap Andre percaya diri.


"ini masakan princes Tante, dia gak bisa diem pengen masak meskipun sudah kami larang. tutur mama Lidia.


"wah calon istri idaman ini namanya, kalo aku jadi suami Raisa aku gak bakalan pernah mau makan di restoran, ucap Andre.


"mimpi aja Sono, siapa juga yang ngijinin princes gue nikah sama Lo. ucap bian sinis.

__ADS_1


"selain cantik, Soleha, cerdas dia juga mandiri dan pinter masak. Al tersenyum sambil melirik Raisa.


"dek kapan" boleh masakin aku ya, ucap vano.


"iya kak nanti aku masakin buat kak vano, ucap Raisa sambil tersenyum.


mendengar itu vano langsung tersenyum bahagia. hubungan vano dan Raisa kini semakin dekat. tapi Raisa hanya menganggap vano kakaknya saja.


Al varo yang mendengar penuturan Raisa dan vano mulai kesal. mungkin Al cemburu tapi belum menyadarinya.


setelah sarapan mereka berkumpul di ruang tengah. Raisa yang hendak masuk ke kamarnya di panggil bian. "duduk sini aja dek, biar gak di kamar terus. ucap bian.


"iya bang. Raisa duduk dan terus memandangi handphonenya. rupanya Al mencuri pandang pada Raisa.


sampai siang mereka terus mengobrol. dan Raisa ketiduran di sofa sebelah Al varo. Alvaro tersenyum meliahat wajah cantik dan damai itu. diam-diam Al memotret Raisa.


"ya princes gue ketiduran ni, ucap bian.


"biar gue angkat lagi bi, ucap vano.


"gak usah biar gue aja, bian mulai menggendong Raisa menuju kamarnya.


"bro Lo bilang mau ngangkat Raisa lagi, emang kapan Lo ngangkat Raisa? tanya Andre.


"kemaren sepulang jalan-jalan Raisa ketiduran di mobil, jadinya gue angkat sampek kamar. ucap vano.


"Al hanya mendengarkan obrolan dua sahabatnya itu. dadanya terasa sesak ada rasa tidak suka saat mendengar sahabatnya.


setelah cukup lama mengobrol mereka bertiga mulai berpamitan untuk pulang.


mohon dukungannya semua, mohon kritik dan sarannya. saya masih belajar membuat cerita ini.😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2