
brakkkkk!!!!
mobil yang kami tumpangi oleng dan terjadilah kecelakaan. saat itu juga pasanganku gelap dan aku tidak ingat apapun. hingga pada akhirnya saat aku mulai membuka mataku aku berada di ruangan serba putih. seorang dokter datang menghampiriku. "nona Alhamdulillah anda sudah sadar gimana apa yang anda rasakan?? tanyanya padaku.
"saya sedikit pusing dok. bagaimana kondisi orang tua dan adik saya?? namun dokter itu hanya diam saja.
setelah beberapa menit diam akhirnya dokter pun memberi tahuku bahwa Abi umi dan adikku telah meninggal dunia saat perjalan kerumah sakit.
Deggg...
seketika hatiku sakit air mataku menetes tak terbendung lagi. duniaku runtuh saat itu juga aku menangis sejadi-jadinya. "Abi umi adek kenapa kalian jahat sama kakak kenapa kalian ninggalin kakak sendirian" hiks hiks.
saat itu juga dokter memberikan suntikan untukku sampai aku tertidur.
seminggu telah berlalu kini aku duduk diantara 3 makam orang-orang yang aku cintai. aku meratapi nasibku yang kini hidup sebatang kara.
__ADS_1
"Abi, sekarang udah gak ada lagi yang bakalan nasehatin kakak, yang terus suport kakak. umi kakak kangen masak bareng umi, makan masakan umi hiks, adek maafin kakak gak bisa jaga kamu semoga kalian tenang di sana. hiks hiks
aku masih enggan beranjak dari pemakaman. rasanya aku ingin menyusul mereka karena cuma mereka yang aku punya tapi semua kini sudah tiada tinggal aku sendiri.
hari mulai sore akhirnya aku pulang kerumah. di depan rumah aku masih terus menangis teringat semua kejadian yang aku lewati di rumah ini.
aku duduk di ruang tamu sambil memeluk foto keluargaku aku menangis dan terus menangis rasanya air mata ini enggan berhenti menetes. "aku rapuh bi mi aku gak kuat harus menjalani ini semua sendiri." aku terus menangis sampai tertidur di sofa.
sementara di tempat lain tepatnya di kediaman Anto Wijaya sedang dilanda kesedihan karena mereka mendengar sahabat mereka telah meninggal akibat kecelakaan.
"inalillahi wa innailaihi rojiun, hiks papa kenapa secepat ini Yanti pergi, mama gak nyangka sahabat baik kita telah meninggal. padahal mama berncana untuk menemui mereka.ucap Bu Lidia sambil ðŸ˜
"pa besok kita harus kerumah mas Herman kasian Raisa pasti saat ini dia sangat terpukul.
iya mama benar, papa berencana akan mengangkat Raisa menjadi anak kita kasihan kalo dia harus hidup sendirian. iya pa mama juga setuju.
__ADS_1
ya pak Herman dan Bu Yanti adalah sahabat pak Anto dan ibu Lidia. mereka bersahabat sejak masih sekolah sampai saat ini tapi mereka jarang bertemu karena pak Anto yang harus berpindah ke kota M mengurus perusahaannya. tetapi pak Anto masih terus berkomunikasi dengan pak Herman.
dimeja makan saat makan malam. papa anto menyampaikan niatnya pada sang putra "bian ada yang ingin papa bicarakan kepadamu nak.ucap pak Anto pada bian putra semata wayangnya.
"iya pa, ada apa sepertinya serius sekali sampai papa bicara di meja makan seperti ini.
"kamu tahukan om Herman dan Tante yanti. iya pa gimana kabar mereka?. pak Anto masih terdiam.
"mereka dan anak bungsunya telah meninggal nak seminggu yang lalu setelah mengalami kecelakaan. innalilah kasian mereka pa. terus gimana dengan anak sulungnya.?
"Raisa baik-baik saja dia sudah pulang dari rumah sakit. rencananya papa dan mama akan mengangkat Raisa jadi anak papa dan mama apa kamu setuju nak?.tanya pak Anto pada putranya.
"iya pa, bian sangat setuju kasian Raisa kalo harus hidup sendirian. Alhamdulillah ucap syukur pak Anto dan Bu Lidia.
ya udah kalo gitu besok kita bakalan berangkat ke kota s untuk menjemput Raisa dan ziarah ke makam om Herman dan Yanti. setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mempersiapkan semua keperluan mereka.
__ADS_1
mohon semangatnya reader author masih pemula mohon koreksinya.😊😊