Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
makin dekat


__ADS_3

saat ini vino dan Raisa sudah tiba di mall. mereka berncana untuk nonton dan makan bareng. vino merasa bahagia karena dia bisa makin dekat dengan Raisa.


"makasih ya Rai, kamu mau jalan bareng kakak. ucap vano.


"iya kak, aku yang makasih kakak sering ngajak aku nonton juga makan. ujar Raisa.


"mau kemana dulu ni,? mau nonton apa makan dulu? tanya vano.


"kayaknya nonton aja deh kak, aku masih kenyang soalnya. ucap Raisa.


akhirnya mereka menuju bioskop. mereka memilih menonton film romantis. setelah membeli tiket dan makanan mereka mulai masuk ke dalam bioskop. Raisa sangat menikmati filmnya. sedangkan vano diam-diam terus mencuri pandang pada Raisa dan terus tersenyum.


"aku bahagia sekali Rai, semoga kamu tidak hanya menganggap ku sebagai kakakmu, karena aku mulai cinta dan nyaman sama kamu. gumam vano.


Raisa tidak menyadari jika vano memperhatikannya. sampai film berakhir di putar mereka akhirnya keluar.


"makan dulu yuk, nanti kita keliling dulu ok. ajak vano.


"siap kak. jawab Raisa sambil memberi hormat.


mereka masuk kedalam restoran. Raisa mulai memesan makanannya dia memilih nasi goreng seafood dan lemon tea. "Kakak pesan apa tanyanya pada vano.


"samakan aja aku juga suka itu kok.jawab vano.


sambil menunggu pesanan datang mereka terus mengobrol. tidak ada lagi kecanggungan antara keduanya.


"Giman kuliahmu sudah mau mulai kan. tanya vano.

__ADS_1


"iya kak, mulai Minggu depan. kak vano dosen di fakultas apa? tanya Raisa.


"fakultas ekonomi, kayaknya aku juga bakal ngajar di kelasku deh. ucap vano.


"jangan galak-galak ya kak, ucap Raisa.


"kakak gak galak kok, tapi tegas. kakak tidak suka orang yang tidak disiplin ucap vano.


"ehm ok lah. dan pelayanpun datang mengantar pesanan mereka. mereka diam dan menikamti makanan masing-masing. vano terus melihat Raisa dia juga mengambil foto Raisa saat Raisa makan.


"dek pelan-pelan dong makannya, sampek belepotan gini sih. ucap vano sambil mengusap bibir Raisa.


"makasih ya kak. ucap Raisa sambil tersenyum.


setelah makan mereka jalan-jalan keliling mall. vano dan Raisa berhenti di toko boneka. "kak ngapain berhenti? tanya Raisa.


"kamu suka boneka apa? tanya vano.


"aku suka Doraemon kak, jawab Raisa.


akhirnya vano membelikan boneka Doraemon ukuran besar untuk Raisa. "ini buat kamu. vano menyodorkan bonekanya pada Raisa.


"makasih ya kak, bonekanya besar bisa aku peluk. ucap Raisa tersenyum senang.


"andai aku yang kamu peluk dek, gumam vano.


"yaudah yuk pulang aja udah malem juga, gak enak sama Tante dan om. ucap vano.

__ADS_1


"ayo kak, pasti Abang juga sudah pulang, dia pasti nyari aku kalo sudah di rumah. dia kadang posesif ke aku. ucap Raisa.


"iya kan kamu adik kesayangannya, bian dari dulu emang sudah pengen punyak adik. ucap vano.


30 menit perjalan kini mereka telah tiba di rumah Raisa. karena kelelahan Raisa tertidur di mobil. walpun vano membangunkannya tapi belum ada pergerakan dari Raisa. setelah 10 menit menunggu Raisa belum bangun juga. akhirnya vano memutuskan untuk menggendong Raisa. saat di depan pintu mobil bian masuk ke halaman rumah. dia panik melihat Raisa di gendong vano.


"Van princes gue kenapa, lu gak macem-macem kan? tanya bian.


"yaelah bi dia cuma tidur di bangunin malah gak bangun, yaudah gue gendong. jawab vano.


"ya udah low naik aja anter Raisa ke kamarnya. ucap bian.


"bi sekalian bawain boneka dan tas Raisa di mobil. pinta vano.


vano langsung menuju lantai atas dimana kamar Raisa berada. dia mulai menidurkan Raisa di ranjang king sizenya. vano tersenyum melihat wajah damai Raisa saat tidur. cup vano mencium kening Raisa.


"semoga kamu bisa jadi milik aku Rai, aku sayang banget sama kamu. gumam bian.


dia melangkah keluar kamar Raisa dan turun ke bawah. ternyata papa Anto, mama Lidia dan bian sudah ada di ruang tengah.


"malam om Tante, ucap vano sambil mencium tangan mereka.


"maaf ya Raisa jadi ngerepotin kamu. ucap papa Anto.


"gak kok om aku seneng bisa jalan sama Raisa. makasih sudah ngijinin aku jalan sama Raisa. ucap vano.


"iya, om dan Tante percaya kamu bisa jagain Raisa. ucap papa Anto.

__ADS_1


"ya udah om aku pulang dulu ya udah malem, vano langsung mencium tangan papa Anto dan mama Lidia, dan tak lupa dia berpamitan pada bian.


__ADS_2