
pagi mulai terdengar sayup suara adzan subuh. Raisa mulai menggeliat dan perlahan mulai membuka matanya. setelah itu Raisa mulai membersihkan badannya dan berwudhu untuk shalat subuh. setelah shalat Raisa melanjutkan mengaji karena ini sudah menjadi kebiasaanya. merasa cukup mengaji Raisa keluar dari kamarnya menuju dapur. tak di sangka sang mama sudah berada di dapur. "pagi ma, kenapa mama gak panggil aku sih?tanya Raisa pada mama Lidia.
"tidak apa-apa nak tadi mama dengar kamu sedang mengaji, jadi mama putuskan untuk langsung ke dapur.
"ya udah ma kita masak bareng aja ya. pinta Raisa.
"gak usah biar mama yang masak aja lagian mama cuma mau buat nasi goreng aja. tolak mama Lidia lembut.
"ya sudah ma, Raisa beberes aja, oya ma papa sama Abang kemana? tanya Raisa.
"papa sama Abang ada di kamar.
Raisa pun mulai membersihkan ruang tamu, teras rumah dan juga halaman rumah. meskipun masi gadis tapi Raisa sangat rajin dalam urusan mengurus rumah. kini Raisa mulai menyirami tanaman yang berada di halaman. setelah semua selesai Raisa masuk kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap pergi kesekolah. 20 menit Raisa bersiap-siap kini dia keluar dari kamar menuju meja makan. disana suda ada pak Anto ibu Lidia dan juga bian.
"pagi pa bang, ucap Raisa sambil tersenyum pada keluarga barunya.
"pagi nak, gimana sudah siap kesekolah? tanya pak Anto.
"dek cepat habiskan makananmu bentar lagi kita berangkat kesekolahmu. ucap bian.
Raisa pun langsung menyelesaikan makanannya. begitu juga pak Anto dan Bu Lidia. "ma nasi gorengnya enak sekali Raisa suka banget ma. ucap Raisa sambil tersenyum
"syukurlah sayang kalo kamu suka masakan mama. Bu Lidia senang putrinya menyukai masakannya.
setelah selesai sarapan Raisa pun pamit pada pak Anto dan Bu Lidia. "pa ma Raisa berangkat ke sekolah dulu ya. ucapnya sambil menyalami kedua orang tuanya.begitu juga dengan bian. "pa ma kita berangkat dulu ya. ucap bian.
bian dan Raisa mulai masuk kedalam mobilnya. mereka pun berangkat ke sekolah raisa. "dek nanti Abang tunggu di parkiran aja ya". ucap bian pada Raisa.
__ADS_1
"iya bang, tapi tidak apa-apa kan bang?. ucap Raisa sambil menghadap abangnya.
"gak papa kok princes Abang seneng kok bisa nganter dan nungguin kamu. jawab bian sambil tersenyum.
"mulai sekarang Abang bakalan jagain dan lindungin kamu, Abang sayang sama kamu karena kamu adik Abang, kamu saudara Abang. Raisa pun meneteskan air mata karena terharu dengan sikap abangnya.
bian melihat sang adik menangis akhirnya menepikan mobilnya. "hey kenapa kamu menangis sayang?. tanya bian sambil mengusap kepala Raisa.
"aku bahagia sekali Abang ternyata sayang sama aku, Abang menerima aku jadi saudara Abang, makasih ya bang. bian pun langsung memeluk adik kesayannya itu.
mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju sekolah raisa. sepanjang jalan mereka terus mengobrol saling bertanya satu sama lain membuat mereka makin Deket. selang 10 menit akhirnya mobil yang di kendarai bian masuk area sekolah dan bian langsung memarkirkan mobilnya. Raisa pun pamit pada sang Abang untuk turun. "bang, adik turun dulu ya nanti kalo sudah selesai kita langsung pulang. ucap Raisa sambil menyalami tangan bian. "iya Abang tunggu disini ya. ucap bian lembut.
saat Raisa turun dari mobil abangnya. ada dua orang yang menatap Raisa penuh tanya. "liat Raisa turun dari mobil itu. "iya siapa ya dia, ya udah yuk kita langsung tanya aja sama Raisa.
saat sedang berjalan menuju ruang guru tiba tiba Raisa berhenti karena ada yang memanggil namanya. "raisa... panggil ana dan Nabila yang berada di belakang Raisa.
"kami baik kok, kamu sendiri gimana? ucap Nabila.
"Alhamdulillah aku baik.jawab Raisa pada ana dan Nabila.
"kami turut berdukacita ya Rai, maaf kami gak sempat nemuin kamu karena kami baru pulang dari kota j ada acara keluarga. ucap ana sambil memeluk Raisa.
"iya gak papa kok, mungkin ini sudah takdirku dan Allah lebih sayang keluargaku.ucap Raisa sambil memaksakan senyumnya.
tak berselang lama mereka di panggil untuk mengambil berkas-berkas mereka. setelah semua urusan selesai Raisa berjalan menuju parkiran menemui abangnya.
"ya udah aku pamit dulu ya, kalian sering sering hubungin aku ya meskipun kita udah gak Deket lagi. ucap Raisa pada kedua sahabatnya.
__ADS_1
"iya kamu baik-baik disana ya, jaga kesehatan jangan pernah lupain kita. akhirnya mereka bertiga berpelukan. melepas sedih karena harus berpisah.
"ayo dek udah siang, panggil bian dari arah belakang. kedua sahabat Raisa melongo melihat ketampanan bian Wijaya.
"eh iya bang, oya bang kenalin ini Nabila dan
ana sahabat adek di sini. akhirnya bian menyalami Nabila dan ana bergantian.
"ya udah kami permisi dulu ya, assalamualaikum. ucap bian pada sahabat adeknya.
"waalaikumsalam. ucap mereka kompak.
akhirnya mobil mereka keluar dari halaman sekolah menuju rumah pak Herman Bu Yanti. sesampainya di rumah pak Anto dan ibu Lidia sudah bersiap untuk berangkat ke kota M.
setelah mengambil barang bawaan akhirnya mereka berangkat ke kota M. Raisa terdiam di sepanjang perjalanan pikiran nya masih berputar memikirkan Almarhum keluarganya. tanpa terasa perjalanan yang di tempuh hampir 2jam kini sudah terlewatkan. mereka telah tiba di rumah mewah milik keluarga Anto wijaya.
"selamat datang di rumah ini nak, ucap Bu Lidia lembut.
"makasih ma pa bang, kalian sudah mau merawat dan jagain aku.jawab Raisa sambil memeluk ibu Lidia.
"udah sayang tidak usah bicara seperti itu, karena kamu sekarang adalah putri dari keluarga Anto Wijaya. ucap pak Anto sambil mengusap kepala Raisa.
"ayo nak mama tunjukin kamar kamu. ayo dek biar Abang bawain barang kamu. akhirnya mereka berjalan menuju lantai 2.
"nah ini kamar kamu nak, dan di sebelah sana kamar mama dan yang ini kamar Abang kamu. ucap ibu Lidia sambil menunjuk kamar mereka masing-masing.
"sekarang kamu istirahat aja sudah malem, biar besok barang kamu bibi yang menata di walk in closet. ucap ibu Lidia dan berlalu meninggalkan Raisa untuk istirahat.
__ADS_1