
hari ini Raisa tidak ada kegiatan apapun. dia ikut bian ke kantornya seperti kemaren karena dia merasa bosan di rumah tanpa kegiatan.
"bang aku ikut lagi ya ke kantor. kata Raisa.
"boleh dong, Abang seneng banget kamu mau ikut Abang. jawab bian.
"ya udah turun yuk sarapan dulu kita, ajak bian.
mereka menuruni tangga, melihat mama dan papanya sudah berada di meja makan. "pagi ma pa". sapa keduanya kompak.
"pagi nak, kompak bener anak-anak mama mau kemana udah pada rapi gini. tanya mama Lidia.
"aku mau ikut Abang ke kantor ma, bosen di rumah gak ada kerjaan juga.jawab Raisa.
"ya udah biar kmu juga bisa membantu Abang di perusahaan. ucap papa.
mereka semu berangkat dan pamit pada mama Lidia. papa Anto di antar mang Udin sedangkan bian dan Raisa naik mobil Raisa.
"princes ayo kamu nyetir biar makin bisa, biar nanti ke kampus kamu bisa naik mobil sendiri.
"ok, siapa takut. jawab Raisa.
mobil Raisa mulai melaju keluar dari pekarangan rumah membelah jalanan dengan kecepatan sedang menuju kantor. bian tersenyum melihat kemampuan adiknya.
"wah princes kamu beneran udah bisa loh, kamu boleh bepergian dengan mobilmu sendiri. ujar bian.
__ADS_1
"ok, makasih ya bang.
akhirnya mereka sampai di kantor bian, semua karyawan menunduk menyapa Raisa dan bian. mereka menggunakan lift menuju ruangan bian.
"princes, ni kamu pelajarin berkas ini. ucap bian.
"ok bang siap. Raisa langsung membaca berkasnya sedikit demi sedikit dia mulai paham .
"bagaimana, apa kamu sudah paham Tanya bian.
"iya bang aku udah paham, jawab Raisa.
"ayo ikut Abang meeting, akhirnya mereka mulai masuk ke ruang meeting. Raisa kagum pada abangnya saat berprestasi. setelah itu mereka kembali keruang bian kembali.
drt drt drt
"assalamualaikum dek lagi ngapain, gimana kabar kamu hari ini. ucap sang pengirim pesan.
"waalaikumsalam, Alhamdulillah baik maaf ini siapa? tanya Raisa.
"apa aku mengganggumu? isi pesannya.
Raisa langsung mengacuhkan pesannya, dia tidak suka meladeni orang yang belum dia kenal. sampai akhirnya ponselnya bergetar.
akhirnya Raisa membuka kembali pesan yang masuk.
__ADS_1
"aku vano dek, kok kamu jutek amat sih? ucap vano.
"habisnya kakak gak bilang sih, aku gak terbiasa ngeladenin orang yang gak aku kenal. ucap Raisa.
"kalo udah kenal, boleh di ladenin kanππ. ucap vano.
"ehm, ada apa kakak tumben chat aku. tanya Raisa to the point.
"aku mau ngajak kamu jalan, mau gak? tanya vano.
"aku ijin bang bian dulu ya kak. Raisa langsung meminta ijin pada bian. "bang aku boleh jalan bareng kak vano. ucap Raisa pada bian.
"boleh kok, asalkan jangan malem pulangnya. suruh vano kesini. ucap bian.
"kak kata Abang kak vano suruh ke sini ke kantor, aku lagi di kantor Abang. ucap Raisa.
30 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan bian. tok tok tok
masuk, ucap bian. dan dia adalah vano yang datang menjemput Raisa.
"assalamualaikum semua. ucap vano.
"waalaikumsalam, ucap mereka kompak.
"bro gue ajak Raisa jalan dulu ya, bolehkan tenang aja gue jagain dan gak bakalan lecet. ucap vano.
__ADS_1
"iya, awas Lo jagain princes gue, inget jangan macem-macem dan pulangnya jangan malam. ucap bian.
akhirnya vano dan Raisa pamit pada vano, mereka akhirnya menuju Mall disana. sesampainya di mall. mereka turun dan berjalan beriringan. "akhirnya bisa jalan bareng". gumam vano.