Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
kumpul para sahabat


__ADS_3

pagi hari Raisa sudah terbangun dari tidurnya, setelah melaksanakan shalat subuh dia turun ke bawah menuju dapur. seperti biasa dia selalu membantu Bik Ijah memasak.


"dek jalan-jalan keliling kompleks yuk, ajak bian pada Raisa.


"ayo bang, aku siap siap dulu ya. Raisa pun masuk ke kamarnya dan bersiap siap.


"ayo bang kita berangkat, ajak Raisa.


mereka mulai berjalan mengelilingi kompleks. sampai hp bian berbunyi. "halo iya apa sudah selesai? tanyanya.


"baik aku pulang sekarang. ucap bian sambil menutup panggilan telfonnya.


"ayo dek kita pulang, ajak bian dan di angguki Raisa.


mereka terus berjalan sampai kerumahnya. setelah 10 menit mereka tiba di rumah. Raisa bingung melihat kotak besar yang ada di halaman rumahnya.


"bang itu apa, perasaan tadi waktu kita berangkat belum ada deh. ucap Raisa pada bian.


"ini buat kamu, ayo kita lihat. setelah mereka berada tepat di depan kado besar itu bian langsung memberi aba-aba untuk membukanya.


3 2 1......dibukalah kado besar itu dan ternyata ada mobil sport merah keluaran terbaru di sana. "ini buat kamu princes, Abang sengaja belikan ini buat kamu. ucap bian pada Raisa.


"apa ini tidak berlebihan bang, ucap Raisa.


"tidak princes, ini memang buat kamu. ucap bian sambil merangkul adik kesayangannya.


"aku tidak bisa naik mobil bang. ucap Raisa.


"nanti biar Abang dan David yang ngajarin kamu. Raisa hanya mengangguk.


setelah sarapan Raisa dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga, karena hari ini weekend semua keluarga ada di rumah.


"Gimana sayang kamu suka mobilnya. tanya papa Anto.


"iya pa, aku suka sekali tapi aku belum bisa mengendarainya pa. ucap Raisa.

__ADS_1


"nanti kak dafit dan Abang yang ngajarin nak. ucap mama.


Raisa memang selalu di manjakan oleh keluarganya. dia selalu di perlakukan seperti anak kandung mereka sendiri.


saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba bel rumah berbunyi. bi Ijah yang mendengar langsung berjalan keluar membuka pintu. "selamat pagi bi, bian ada? tanya vano. para sahabat bian datang untuk berkumpul di rumah bian, tapi tidak dengan Anisa karena Anisa sedang pergi ke luar kota.


"silahkan masuk den, den bian ada di dalam. mereka masuk kedalam rumah dan langsung menuju ruang keluarga.


"assalamualaikum semua, ucap mereka kompak.


"waalaikumsalam. jawab papa Anto sekeluarga.


"wah kalian akhirnya bisa kumpul ya, ucap papa Anto tersenyum.


"iya dong om, apa lagi sekarang tambah ada princes di rumah ini bikin kita pengen kesini terus. ucap Andre sambil senyum pada Raisa.


"kalian ini ada ada saja, yaudah lanjut aja ngobrolnya om sama Tante ke kamar dulu. ucap mama Lidia.


mereka duduk di sana, Andre dengan sifat play boynya terus duduk mendekati Raisa. Raisa yang tak nyaman dengan sikap Andre terus mendekat pada bian.


"oya bi Lo beli mobil baru lagi? tanya vano.


"o iya itu mobil raisa. tapi dia masih belum bisa nyetir mobil. jawab bian.


"ya udah gue ajarin mau gak Rai? tanya Andre.


"maaf kak Andre biar nanti kak David atau Abang aja yang ngajarin aku.


hahahhah mereka semua menertawakan Andre, kecuali Alvaro si pria dingin dia hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya. diam diam vano terus memperhatikan Raisa ada ketertarikan dirinya pada Raisa.


"bang aku ambil cemilan dulu ya, ucap Raisa pada bian. bian hanya mengangguk.


di dapur Raisa menyiapkan camilan dan minuman untuk Abang dan sahabat abangnya. dengan nampan yang lumayan besar Raisa membawa minumannya ke taman belakang karena abangnya sudah duduk di gazebo.


"ini bang minumannya, ucap Raisa sambil menyodorkan minumannya.

__ADS_1


"saat Raisa memberikan minumannya pada Alvaro tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan Alvaro. maaf kak, ucap Raisa.


vano terus memperhatikan Raisa. ada perasaan damai dan senang saat memandang wajah adik sahabatnya.


Raisa masuk kedalam rumah dan mulai masuk ke kamarnya. dia mulai menyiapkan berkas untuk di bawa besok ke universitasnya.


ditaman para sahabat itu tengah asyik main game online sampai lupa waktu. saat jam makan siang papa Anto dan mama Lidia turun kebawah menuju meja makan. Raisa akhirnya turun juga setelah tadi di panggil mamanya. "nak sana panggil abangmu dulu, pinta mama Lidia pada Raisa. Raisa pun berjalan ke taman belakang memanggil abangnya.


"bang udah di tunggu mama dan papa di meja makan. ucap Raisa pada bian.


"iya dek, ayo bro makan dulu ajak bian pada sahabatnya. mereka semua masuk menuju meja makan.


"ayo makan dulu, ucap mama Lidia.


"Tante tau aja kita semua lagi kelaparan, ucap Andre.


"Lo benar-benar gak tahu Malu ndre, ucap vano.


"udah gak apa-apa Tante seneng kok kalian bisa makan siang bareng di sini. mereka terus menikmati makanannya.


"dek gmn besok jadi mendaftar di universitas b, tanya bian.


"iya bang, semua berkasnya sudah siap, ucap Raisa.


"dek besok bareng kak vano aja kesana kebetulan kak vano dosen disana. ucap vano pada Raisa.


"gak apa-apa kak, biar di anter Abang aja. ucap Raisa.


gagal deh rencana vano buat deketin Raisa. tapi dia tidak menyerah begitu saja.


setelah selesai makan siang mereka semua pamit pulang.


bantu like dan vote readers😊😊


jangan lupa kritik dan sarannya ya author belajar ini😁

__ADS_1


__ADS_2