Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
kecewa


__ADS_3

hari inj weekend seperti biasa bian dan para sahabatnya akan kumpul di rumah bian. jam sudah menunjukkan pukul 10 kini sahabat bian mulai berdatangan, mulai Andre dan Alvaro, Anisa dan terakhir vano.


"assalamualaikum bro, ucap Al dan Andre.


"waalaikumsalam, ayo masuk. ucap bian.


"assalamualaikum mas, ucap Anisa.


"waalaikumsalam jawab mereka kompak.


mereka lanjut masuk dan mengobrol di ruang tamu.


"dimana Raisa mas? tanya Anisa.


"ada di kamarnya biar mas suruh dia turun dulu. bian mengambil ponselnya dan menghubungi Raisa.


"princes kamu sedang apa ehm, ini ada kak Anisa cepet turun ya.


"iya bang aku mandi dulu. ucap Anisa.


"dia masih mau mandi katanya, ucap bian pada Anisa.


Alvaro tersenyum dia bahagia akhirnya bisa bertemu Raisa. Al belum mengetahui hubungan Raisa dan vano. Al varo blum berani mendekati Raisa karena masih meyakinkan perasaannya.


"gimana bisnis Loe Al, tanya bian.


"Alhamdulillah semua lancar bro.


"iya lah selama ada gue di samping dia semuanya beres. cerocos Andre.


"PD banget loe bro, ngomong-ngomong cewek mana lagi yang loe dekati. tanya bian.


"dia lagi deketin resepsionis kantor bro, ucap Alvaro.


Anisa hanya tersenyum melihat interaksi sahabat dan kekasihnya itu. dan saat itu juga vano tiba di rumah bian. vano langsung menghampiri sahabatnya sambil menenteng paperbag untuk Raisa.


"assalamualaikum semua sorry ya gue telat, ucap vano sambil menyalami para sahabatnya.

__ADS_1


"emang kebiasaan loe bro telat, ucap Andre.


"enak aja loe baru juga gue telat.


di dalam kamar Raisa baru selesai mandi. dia memakai baju pembelian David dan perhiasan yang di berikan mama vano. kemudian bergegas turun kebawah.


dibawah Abang dan para sahabatnya sedang asyik bergurau dan tertawa. Raisa mulai menuruni tangga dan berjalan menuju abangnya.


"assalamualaikum semua, sapa raisa.


"waalaikumsalam jawab mereka kompak.


"kak Nisa udah tadi sampai tanya Raisa sambil memeluk Anisa.


"iya kamu tumben lama sekali di kamar. ucap Nisa.


"iya kak, aku tadi keasyikan baca buku pas mandi lagi.


"apa kabar kak Andre tanya Anisa sambil menyalami Andre.


"kak Andre gombal Mulu, awas ya kalo ada cewek pasti bakal kakak gombalin terus.


"ya bener banget tu princes, bian membenarkan ucapan adiknya.


"kak Al, ucap Raisa sambil tersenyum.


"iya dek, Alvaro juga tersenyum pada Raisa.


vano yang melihat interaksi Al dan Raisa merasa kurang nyaman.


"kakak baru datang, tanya Raisa sambil mancium tangan vano.


mereka yang melihat interaksi vano dan Raisa merasa aneh karena sedari tadi Raisa hanya bersalaman dengan Al dan Andre.


"iya sayang kakak baru datang, ni buat kamu vano memberikan paperbag yang dia bawa kepada Raisa.


deggg

__ADS_1


bagai di tusuk belati dada Alvaro sakit mendengar vano memanggil sayang pada Raisa. dan Raisa begitu nyaman dekat dengan vano. semua yang ada di sana di buat bingung dan bertanya ada hubungan apa vano dan Raisa.


"makasih ya kak, Raisa tersenyum pada vano.


"semoga kamu suka ya sayang, Oya mama titip salam buat kamu.


"waalaikumsalam, sampain juga salam aku buat Mama ya kak. ucap Raisa.


"iya sayang, sana kamu Taruh dulu paperbagenya. Raisa pun melangkah menuju kamarnya.


"sejauh apa hubungan vano dan Raisa, kenapa Raisa sampai memanggil mama pada mama vano. gumam Al varo dalam hati.


bian dan Andre melirik Al varo, mereka bisa melihat perubahan mimik wajah Al varo.


"ehm gak tau malu loe sama kita-kita bro sayang-sayang kayak gitu, cecar Andre.


"apa salah gue panggil pacar gue sayang, aneh ya Loe pada.


"pacar, jadi sudah sejauh itu mereka. kenapa rasanya sesakit ini sih. gumam Alvaro.


mereka semua terdiam dan hanyut dalam fikiran masing-masing. sampai Raisa kembali lagi kebawah dan duduk di sebelah Anisa.


"dek cincin dan gelangmu sama satu set ya, tanya Nisa.


"iya kak, ini tadi malam mama kak vano yang memberinya buat aku, Sama kalung juga. vano tersenyum pada Raisa.


"wah jadi kalian sudah sedekat itu ternyata, ucap Andre.


"doain aja ya bro semoga Allah mudahkan semuanya. ujar vano.


tiba-tiba mimik wajah Alvaro kian berubah. rasa sakit kecewa semua jadi satu. sampai akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


"gue pulang duluan ya, ini tiba-tiba ada client yang ngirim email gue harus cek sekarang. ucap Alvaro.


"yaelah bro baru juga sebentar. ucap bian.


"ya udah deh gue duluan ya Assalamualaikum. Alvaro segera bergegas keluar menuju mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2