Jodohku Sahabat Abangku

Jodohku Sahabat Abangku
sahabat baru


__ADS_3

hari ini hari pertama Raisa mengikuti perkuliahan. Raisa bersiap dengan hijab navynya. mengambil tas dan buku yang perlu di bawa. Raisa mulai berjalan dengan mengendarai mobil sportnya.


setibanya di kampus Raisa langsung berjalan menuju fakultas ekonomi. disana Raisa mulai memasuki kelas yang ternyata juga ada Devi dan Adel. sejak ospek mereka bertiga mulai dekat.


"assalamualaikum, ucap Raisa.


"waalaikumsalam, ucap mereka kompak.


"Rai kita akhirnya sekelas ya, ucap Devi.


"iya, senang akhirnya bisa langsung ada teman.


jawab Raisa.


akhirnya dosen pengajar mulai masuk kedalam kelas. sang dosen langsung tersenyum kepada Raisa dan Raisa langsung membalas senyuman dosennya. dosennya adalah vano orang yang mulai sayang pada Raisa .


selamat pagi semua". sapa vano.


"selamat pagi pak, ucap mereka kompak.


" perkenalkan nama saya vano, saya dosen kalian di mata kuliah akuntansi. ucap vano.


"semoga kalian bisa mengikuti mata kuliah saya dengan baik. tambah vano.


setelah satu jam pelajaran di isi perkenalan vano mengakhiri mata kuliahnya. setelah vano keluar Adel mengajak Devi dan Raisa ke kantin.


"ke kantin yuk, kan masih ada waktu istirahat satu jam buat mata kuliah berikutnya. ajak Adel.


"ya udah ayok, ucap mereka sambil beranjak dari bangkunya.


setibanya di kantin raisa langsung memesan makanan dan duduk di bangku kantin sambil bersenda gurau. tiba" dari arah belakang terdengar suara seseorang yang ingin duduk bergabung dengan mereka.


"boleh aku gabung disini, ucap Devan.


"kak Dev, boleh kak silahkan. ucap mereka kompak.

__ADS_1


"Giman hari pertama kuliah Rai, tanya Devan.


"menyenangkan kak, jawab Raisa.


"syukurlah semoga kamu betah belajar disini, ucap Devan.


Devan terus mencuri pandang pada Raisa, hal itu tak lepas dari pengawasan Adel dan Devi. mereka tersenyum dan mengerti kalo Devan sedang berusaha mendekati Raisa.


pesanan mereka akhirnya datang. mereka berempat menikmati makanan masing-masing tanpa ada suara. saat selesai makan Devan mulai membuka suara.


"biar aku yang bayar makanan kalian. ucap Devan.


"gak usah kak Dev, biar kita bayar sendiri aja.


"udah Rai gak papa kok, itung-itung ini tanda persahabatan kita. ucap Devan.


"makasih ya kak, ucap Devi dan Adel.


"makasih ya kak Dev, ucap Raisa.


mereka terus mengobrol di kantin. karena masih ada waktu 45 menit sebelum kembali ke kelas. mereka berempat sudah mulai dekat. sudah tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka. meskipun Devan kakak senior tapi dia tidak sangat ramah.


"dek, ucap seseorang tepat di belakang Raisa.


mereka langsung melihat ke sumber suara. ternyata vano sudah berdiri di sana. mereka bertiga langsung menundukkan kepala.


"siang pak, sapa Devi, Adel dan Devan.


"siang, vano tersenyum pada mereka.


"dek, ucap vano lagi.


"iya kak kenapa? tanya Raisa.


mereka bertiga disana bingung dan bertanya-tanya ada hubungan apa antara vano dan Raisa. karena kelihatannya mereka sudah sangat dekat. karena setahu Devan vano orang yang dingin terlebih pada orang yang baru dia kenal.

__ADS_1


"ikut kakak ke ruangan yuk, ada yang mau di bicarakan. ucap vano.


"kok gak wa sih kak, ucap Raisa.


"udah tapi kamu gak baca, udah ikut aja lagian masih ada waktu untuk mata kuliah kedua kamu. ucap vano.


"ya uda, ayo. Raisa berdiri dan berjalan ke arah vano.


"saya bawa Raisa sebentar ya. ucap vano.


"silahkan pak. ucap ketiganya.


mereka berjalan menyusuri koridor kampus. banyak yang melihat mereka karena berjalan beriringan. tapi vano orang yang cuek dia terus berjalan tanpa menggubris tatapan para mahasiswanya.


"ada apa sih kak, tanya Raisa setelah berada di ruangan vano.


"mama dan papa ngajak kamu makan malam. ucap vano.


"emang kenapa kak, tanya Raisa karena Raisa belum pernah bertemu orang tua vano.


"mereka hanya ingin mengenal kamu. ucap vano.


"gimana ya kak, memang kapan? tanya Raisa.


"besok malam, kan malam Minggu jadi kamu gak sibuk kan. ucap vano.


"ehm iya kak, nanti aku ijin sama Mama papa dan Abang dulu ya. ucap Raisa.


"iya, makasih ya. vano mulai mengusap kepala Raisa.


Deg!!


Raisa merasa aneh atas perhatian vano padanya. Raisa menyadari kalo dirinya mulai nyaman di dekat vano. terlebih selama beberapa bulan ini mereka memang mulai dekat. Dengan terus berkomunikasi.


setelah kembali ke kelas Raisa mengikuti mata kuliah keduanya. tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Raisa akhirnya keluar dari kelas dan bergegas pulang kerumah.

__ADS_1


mohon dukungannya kakak. masih butuh kritik dan sarannya.😊😊


__ADS_2