Jodohku Tetangga Apartemen

Jodohku Tetangga Apartemen
Draft


__ADS_3

Beberapa kali sudah aku berusaha untuk menelepon kembali, sama saja nihil. Tidak ada yang mau mengangkat, mungkin juga adiknya sibuk dengan Esha. Bisa jadi si kecil menangis, susah untuk diajak damai.


"Kamu ngangenin."


Di sela-sela melamun, aku teringat kedua orang tua ku yang sudah tak muda lagi. Tetapi keduanya masih aktif beraktivitas, tak ingin menyusahkan anak-anak.


"Apa kabarnya mereka?"


"Lama juga aku tak pernah pulang, kesibukan atau karena malas terkadang membuat aku malas."


Bila ingat mereka, ingat perjuangan ku dulu sebelum aku bisa seperti ini. Semuanya juga penuh perjuangan, usaha dan juga tanggungjawab yang besar.


Masih di ruang kerja, tempat yang sama aku termenung seorang diri. Memikirkan sudah membuat kepala ku ikutan pusing.


Hari makin sore, matahari pun sudah mulai tenggelam di ufuk barat. Beda dengan Reksa yang sibuk dengan kertas, dokumen, dan beberapa yang harus ia kerjakan sebelum ia pulang ke apartemen.


Pukul sepuluh malam Reksa baru saja menutup dokumen, mulai membereskan kekacauan yang telah di buatnya.


"Capek juga ternyata." guman Reksa berulang-ulang menguap, rasa kantuk terasa berat.


Kenapa aku tiba-tiba mengantuk?

__ADS_1


Selesai menyelesaikan pekerjaan, membersihkan ruangannya. Reksa siap untuk meninggalkan ruangannya, siap untuk pulang ke kediamannya.


Pukul dua belas malam Reksa baru saja bisa rebahan diatas tempat tidur, memainkan gadget adalah rutinitas paginya sebelum berangkat ke tempat kerja.


Berdiam diri di kamar pilihan yang tepat, dengan begitu aku bisa scroll sosial media yang lagi ngetrend dengan mida-mudi zaman sekarang ini.


Kediaman Pradipta.


Esha masih badmood, bibirnya sungguh mengerucut lucu. Wajah kecil nya cantik, perpaduan daddy, dan mommy yang luar biasa.


"Aku ngambek tama cle Sa. Nda." tutur Echa yang sudah pintar protes.


"Udah dong ngambeknya, entar cantiknya hilang lho. "


"Enggak-enggak Esha yang terbaik, paling segalanya. "


Bukannya marah malah aku tertawa melihat si centil yang tak mau berada di belakang, ingin maju berada di depan.


Di tempat yang berbeda, bukannya istirahat merilekskan badannya malah sibuk dengan membaca buku.


Dia adalah Ara, gadis cantik, manis sangat sederhana idaman para pria. Sampai berjam-jam aku membaca, di tambah author itu kesukaan ku pasti aku lupa waktu.

__ADS_1


Jarum jam terus saja berputar pada porosnya, sama halnya dengan buku yang ada di tangannya sudah ia baca dengan seksama walaupun belum selesai.


🍏


Reksa sudah bersiap untuk membaringkan badannya, rasa kantuk sudah menderanya. Pekerjaan yang padat membuat suka capek, lelah, dan kadang juga malas untuk bangun pagi


Kalau bukan demi pegawai yang bergantung padanya, aku pasti sudah malas-malasan tapi demi orang banyak, perusahaan, keluarga aku harus semangat.


Di kamar yang berbeda, kebetulan masih satu unit yang sama. Ara sudah selesai ritual di kamar mandinya, sudah siap untuk keatas pembaringan.


"Nyaman, empuk, hmm bahagianya aku."


Ara senyum-senyum sendiri, karena baru saja menyelesaikan membaca author favorite aku. Dengan cerita lain dari pada yang lain, ini spesial.


Baru saja berbicara, Ara langsung tepar. sudah hilang konsentrasi, karena author yang ia nanti akhinya


ada bab baru.


Gadget yang ia gengam sudah tak tahu dimana? pikiranya hanya tidur, beristirahat supaya kuat menghadapi kenyataan hidup.


Masih ada yang suka engga cerita ini?

__ADS_1


__ADS_2