
Ara sudah bekerja beberapa bulan yang lalu, suka duka Ara rasakan sejak pertama kali bekerja di perusahaan Permata Group. Meskipun masih dalam tahap belajar, setidaknya Ara berusaha untuk terus belajar, dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi.
Berjalannya sang waktu Ara sudah lebih dewasa, bisa memilah antara kepentingan pribadi maupun pekerjaan.
Banyak waktu yang di habiskan dengan kertas-kertas diatas meja, sampai melupakan waktu untuk berkunjung ke rumah sang kakak.
Sebenarnya sudah ada rasa rindu terhadap sang keponakannya, tetapi kesibukannya akhir-akhir ini membuatnya harus pulang malam.
Uhhh kapan ya selesainya
Ara masih sibuk di ruang kerjanya, banyak kertas berserakan diatas meja siap Ara eksekusi. Meskipun rasa kantuk mendominasi tetapi pekerjaan ini harus segera di selesaikan sebelum kertas-kertas menumpuk lagi di meja nya.
"Ra udah selesai belum?" tanya Lina teman satu kantornya.
Mereka berdua sedang melaksanakan ritualnya untuk lembur, sering nya mereka libur bersama membuat keduanya akrab.
Kini keduanya sudah berteman, mereka sering menghabiskan waktunya untuk hanghout bareng.
"Belum Lin, kayaknya aku pulang malam lagi deh Lin." jawabnya Ara dengan lemes, suaranya tak bersemangat .
"Sini aku bantuin biar kita bisa pulang bareng!" Ujar Lina dengan cekatan membantu Ara menyelesaikan pekerjaan.
"Makasih Lin, kamu yang terbaik." puji Ara mengacungkan jempol.
Mereka tergelak tawanya sebelum selesai menyelesaikan pekerjaan nya, bila terlalu serius bisa-bisa cepat tua hehehe.
Berkutat hampir satu jam lamanya, mereka baru saja menyelesaikan pekerjaan tepat pukul 9malam.
Akhirnya Alhamdulillah juga
__ADS_1
Selesai menutup layar laptop nya, keduanya mengistirahatkan sebentar untuk merenggangkan otot-otot di tangannya.
Mereka sudah membereskan meja kerjanya, siap untuk meninggalkan kantor untuk segera pulang ke apartemen.
Langkah kakinya sangat ringan memasuki lift untuk turun ke bassement, beban pekerjaan sudah hilang, karena pekerjaan sudah selesai.
Beberapa kali mereka beradu obrolan ringan, sebelum keduanya terpisah untuk memasuki kamarnya masing-masing.
Sampai mereka di unit apartemen nya, keduanya berpisah di lantai tempat mereka tinggal di apartemen yang sama. Keduanya berbeda kamar saja, hanya beberapa pintu jarak kamar Ara dan Lina.
Setelah membersihkan tubuhnya, Ara menikmati satu cangkir teh hangat di temani satu kota roti brownis kesukaan nya.
Nyam..nyamm.
%%%
Langkah kakinya sedikit gontai, lunglai karena rasanya sangat enggan untuk masuk ke dalam.
Walaupun langkah nya berat, Reksa berusaha untuk menapaki jalan, tas tenteng masih setia ia genggam untuk masuk ke dalam lift tertinggi.
Semenjak dirinya mendirikan perusahaan sendiri, kesibukan nya semakin bertambah, tidak ada waktu lagi untuk bermain-main dengan pekerjaan.
Kali ini Reksa harus lebih serius karena menanggung kelangsungan hidup pegawai nya. Beberapa orang bergantung hidup terhadap perusahaan nya.
Bruuk..., Reksa meletakkan tas kerja nya diatas sofa kamarnya. Lalu menubruk tubuhnya diatas kasur, bunyi nya sangat terdengar.
Reksa hanya ingin merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya untuk menghilangkan sedikit penat, capek, lelah hanya dengan memejamkan kelopak matanya.
Zzzzzz...., dengkuran halus Reksa menandakan bahwa dirinya sudah terbang ke dalam mimpi. Tidak memperdulikan dirinya bau matahari, terpenting dirinya ketemu kasur dan beristirahat sejenak.
__ADS_1
Jam 12malam Reksa terbangun dari tidurnya masih memakai pakaian kerjanya, ekor matanya melirik sudut ruangan yang belum di matikan lampu nya.
Setelah menyelesaikan penglihatannya Reksa bangkit dari tempat tidurnya, lalu mengambil handuk guna membersihkan badannya dari bau-bau matahari.
Udara malam ini sangat dingin, bintang diatas tidak menampakkan sinarnya seakan tahu perasaan Reksa yang gersang tanpa seseorang yang menemani nya.
Di balkon kamarnya, Reksa memandangi langit malam dengan secangkir kopi hangat menemani malam nya. Malam yang redup, seperti hatinya yang belum bersinar, belum bisa membuka pintu hati untuk orang lain, tepatnya cinta yang lain.
Patah hatinya akibat luka di masa lalunya meninggalkan luka yang teramat sakit, untuk moven on pun masih membutuhkan waktu tidak hanya sebentar.
Banyak kaum hawa mendekati dirinya dengan menawarkan cinta, kencan satu malam, atau hanya penghangat ranjang. Dengan mentah-mentah Reksa menolak, bukan munafik hanya saja Reksa tidak ingin menyakiti perasaan perempuan.
%%%
Keluarga Yudha nampak sekali riweuh dengan aks my twins yang mengundang banyak tawa. Kania pun tidak bisa diam untuk tidak mengangumi aksi keduanya, aksi hiperaktif mengundang gelak tawa .
Kenzi sudah tumbuh jadi dewasa sudah memasuki bangku SMA, sedang kedua My twins Kalila dan Kama sudah bangku SMP.
Kaynuna dan Kaffa pun juga sudah masuk sekolah dasar, rak heran bila Nuna memiliki sifat yang manja kepada orang-orang terdekat.
Berbicara Kaffa, ia memiliki sifat yang lebih pendiam beda banget dengan kembarannya Nuna yang sangat aktif, centil, dan keinginan tahunya sangat tinggi.
Tak heran Nuna memiliki sifat pemberani, beda dengan kembarannya yang sedikit malu-malu tetapi dalam bidang akademik sangat mumpuni.
Ada yang masih suka enggak ya sama cerita ini? Vote nya dong karena Mimin punya cerita baru untuk di publikasikan, tetapi Mimin mau minta pendapat dengan cerita ini dulu baru Mimin post cerita baru.
Jika kalian menyukai cerita ini.
Tinggalkan jejak nya ya.
__ADS_1