
Mimin skip ceritanya biar gak bulet-bulet seperti cerita ikan terbang, dan endingnya kelamaan.
Lima bulan, tahun sudah berganti. Ara sudah kembali dengan gelar yang baru, baru satu minggu pulang ke tanah air. Banyak perusahaan yang menawarkan bekerja di perusahaannya, termasuk perusahaan kakak iparnya.
Dengan alasan ingin menikmati waktunya bareng keluarga, Ara menolak semua tawaran nya. Kini Ara tinggal di apartemen yang tidak jauh dari rumah kakaknya, padahal Ara sendiri di minta di tinggal di rumah kakaknya.
Beribu alasan ingin mandiri sebagai kakak Kania bisa apa? semua keputusan ada di tangan Ara, dia yang menjalani, yang merasakan kenyamanan.
"Huffttt sepi." gumamnya Ara membolak-balik badannya untuk mencari posisi nyaman. Hari juga masih pagi, rasanya sangat mager bila harus cepat-cepat bangun tidur, aku juga belum bekerja ini.
Ara mengotak-atik ponselnya untuk berselancar di dunia Maya, dunia yang penuh dengan kepalsuan, karena semua yang di posting di akun sosial media nya belum tentu sesuai dengan dunia nyatanya.
Susah nya mencari teman itu wajar adanya, di zaman yang serba modern dan canggih ini banyak orang-orang tidak terlalu respek dengan orang baik, ekonomi biasa-biasa saja seperti dirinya.
Maka dari itu aku harus pintar-pintar mencari teman, bisa menempatkan diriku di mana aku berada. mencari musuh itu gampang, dan memerlukan biaya yang tak sedikit. Uang bisa berbicara, uang juga bisa membeli segalanya termasuk kejujuran atau ketulusan.
*****
Lama berdiam diri diatas kasur membuat Ara jenuh, bosan tidak melakukan apa-apa kecuali otak-atik ponsel di genggaman tangan. Tetap saja ada yang kurang, menurutnya benda mati seperti ponsel, dan telivisi tidak bisa untuk diajak bicara, atau curhat.
"Hmm membosankan, kemana ya?"
Ujar Ara mengetuk-ngetuk pelipisnya untuk menemukan ide, ide untuk mempersiapkan acara yang membuatnya tidak bosan di apartemen terus-menerus.
__ADS_1
5menit berfikir Ara menemukan ide yang baik, yaitu berkunjung ke rumah kakaknya dan bermain dengan keponakan nya pasti menghilangkan rasa bosan ku.
"Ide yang bagus sepertinya!"
Ara turun dari pembaringan, langsung berlari ke kamar kecil untuk menyelesaikan urusan nya yang tidak bisa ia tunda lagi. Akhirnya bisa tersenyum lega karena hajatnya sudah selesai. Tinggal dirinya bersiap untuk berangkat ke rumah sang kakak.
"Wuuusshh..." mobil sedan keluar terbaru sudah melaju membelah jalanan ibu kota, sore ini nampak sekali sangat lengang jalannya.
Ara bisa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tetapi tetap dengan hati-hati.
*****
"Assalamualaikum keponakan onty yang tampan dan cantik, onty datang!" teriaknya Ara setelah masuk ke dalam rumah kakaknya, kebetulan keponakannya sedang bermain di ruangan depan. Mereka nampak sekali akur, main dengan benda kesukaannya, asalkan tidak ada yang usil pasti akan anteng, aman terkendali.
"Waalaikumsalam onty tantik!" Seru mereka sangat kegirangan melihat onty nya datang di waktu yang tepat, tepat karena mereka butuh teman bermain.
"Ullluuuhhh keponakan onty udah tampan dan cantik, hmm wangi lagi." Ara mengendus pakaian keponakannya, dan juga ketiak mereka yang tetap wangi.
Selesai berpelukan mesra, mereka melanjutkan mainnya di temani dengan onty Ara.
"Eehhh ada mbak Ara, kapan datang mba?" tanya bibi yang bekerja di rumahnya kak Kania, dan kak Yudha yang merupakan pemilik rumah besar bak istana negeri dongeng.
"Baru saja Bi, di apartemen bosen makanya Ara kesini!" Jawab Ara dengan cengengesan, menampilkan deretan giginya.
__ADS_1
"Kog sepi Bi, pada kemana bi?" tanya Ara melihat sudut ruangan yang sangat sepi, hanya ada celotehan keponakannya.
"Bapak dan ibu pergi ke mall, si adik minta di belikan baju renang yang ada gambarnya hello Kitty, mbak Ara." jelas bibi kepada Ara, meskipun lama tidak tinggal di sini! bukan berarti keduanya tidak saling mengenal.
"Ohhhh!"
"Mbak Ara mau di buatkan minum apa?"
tanya bibi menawarkan minum kepada tamunya. Bagaimana pun Ara adalah tamunya, wajib di hormati seperti tamu yang lainnya.
"Enggak bi, terimakasih nanti biar Ara ngambil sendiri!"
"Ya udah kalau gitu bibi tinggal, selamat menjaga keponakan nya, mbak Ara yang sabar ya!"
*Hehehe siap Bi!"
******
Sudah hampir isya sepasang suami istri baru saja tiba di rumah dengan barang belanjaan nya memenuhi sofa ruang tamu. Nampak raut kebahagiaan di wajah keduanya, mereka baru saja berbelanja sekalian diner romantis di restoran favoritnya.
"Ehhh ada Ara, kapan datangnya kog sampai Kakak enggak tahu bahwa ada adik cantik Kakak di sini!"
"Hmmm mulai dech gombalan recehnya, Ara udah kebal kak. dan tidak mempan untuk memberikan uang dolar untuk Kakak wkwkwk..."
__ADS_1
"Kamu ini!"
Setelah berbincang sebentar, Kania ijin untuk masuk ke kamarnya untuk membersihkan badannya dari luar. Tidak ingin anak-anak mendekatinya dalam keadaan belum bersih-bersih, dan masih menggunakan pakaian yang sama seperti dirinya pergi keluar rumah.