
Santika langsung saja memeluk tubuh sahabatnya itu , Begitupun iNtan yang langsung berlari kencang menghampiri ibunya dan bersimpuh memeluk ibunya, orang2 sudah mengerubungi dan menyelamatkan para korban temasuk sang supir mobil juga , INtan yang menanis merangung2 melihat ibunya bersimbah darah di pelukan sahabatnya ,Begitupun iNdah yg masih setia memeluk sahabatnya itu dengan erat merasa takut kehilangan
" INdahhh , bangunn , kita baru bertemu , jangan pergi !! huhuhu" itulah kata2 santika meraung nangis memeluk sahabatnya
" Mamam , mama , bangun , huhuuu" Begitupun intan yang sudah memeluk ibunya juga
Tidak selang lama ambulan datang dan membawa korban mereka di bawa ke rumah sakit , iNtan dan Santika setia menunggu di Ambulan bersama INdah ,mereka saling berpelukan menangis dan berdoa berharap akan baik2 saja , Sampai di rumah sakit INdah langsung menyuruh rumah sakit melakukan perawatan terbaik di rumah sakit itu ,
Santika sangat shok dia hanya bisa menangis dan menyalahkan diri sendri, dia berpikir andaikan saja dia tidak menerima telfon pasti tidak akan seperti ini sahabatnya menyelamatkan dia, sekarang sahabatnya sedang berjuang di ruang operasi , Santika melihat itu gemetar apakah sahabatnya akan baik2 saja,dia menangis meraung dengan semua ini dia menangis menutup muka huhuhhuhhu suara tangisan yg pilu juga terdengar di sampingnya , itu surar tangis iNtan , lalu beralih menatap INtan yg seng duduk dan Santika menghapap intan berjongkok di depan Intan sambil memegang tangannya (bersimpuh)
" INtan sayang ,maafkan tante sayang , maafkan tante , semua gara2 tante, andaikan tadi tante tidak lengah ibu kamu tidak akan seperti ini , maaf kan tante " ujarnya sambil memegang tangan iNtan masih bersimpuh
" Tante jangan seperti ini , bangun tante , ini bukan salah tante , kalo tante seperti ini malah mama akan sedih , ini sudah jadi pilihan mama untuk nolongin tante , sekarang bangun tante , kita berdoa untuk mama tante , " ujarnya ambil menyuruh Santika berdiri
" Sayangg mafkan tante huhuhuuhhuuhuhuhuhuh" mereka berpelukan dan menangis bersama ,
" Sayang maafkan tante " hanya ata2 itu yang keluar dari mulut Santika , masih berpelukan sesegukan
" Tante tolong jangan seperti ini , kita harus saling menguatkan berdoa , iNtan mohon tante , jangan terus meminta maaf , aku takut mama kenapa2 kalo tante bilang maaf terus , INtan gak mau dengar itu tante " SEru INtan mengintrupsi , tegas.
Intan yang pura2 tegar , padahal hatinya sangat teriris melihat ruangan di depannya , ruangan yang sama seperti dulu ayahnya meregang nyawa , dia panas dingin gemetar , manun melihat tante Santika terpuruk menyalahkan diri sendiri itu justru membuat dia sadar ada yg lebih dulu untuk di kuatkan ,
" Iya sayang kamu benar , sahabat tante itu kuat ,kita berdoa sekarang , maafka tante tadi sayang "
" SEkarang tante duduk di samping INtan , mari kita berdoa , mudah2an tuhan mengabulkan doa kita tante ,"
" Iya sayang "
Tidak lama hp iNtan berbunyi tetera nama Tami di sana , dia pun mengangkatnya
__ADS_1
" Halo Tam " Suara INtan bergetar menahan tangis
" Halo INtan lo di mana , lo kenapa , suara lo ko kaya gitu , jawab gue cepet ! " Intan yg mendengar sahabatnya kuatir tidak tega menyembunyikan semua , Tami juga sudah di anggap keluarga sendiri
"Gue ada di rumah sakit , mamah Tam , mamah ketabrak , huhuhu gue takut Tam ,," Pecahlah tangis Intan kala mengadu , sambil Santika masih memeluk iNtan
" inalillahi , ! ya allah, ,,,INtan gue susul lo lo tenang dulu ,, kirim alamt rumah sakit , sekarang ,"
" iya"
Baru saja menutup telfon ada sebuah suara bariton yang mendekat mengangetkan mereka
" Mamah !!! , mamah gak pa pa , katakan sama ADam mana yg sakit " Adam abraham yang mendapat kabar tentang penabrakan dari salah satu mata2 yg di tempatkan di samping Santika langsung bergegas menyusul ke rUmah sakit
Intan yg melihat itu kaget teyata tante santika adalah ibunya Adam ,namun INtan hanya diam dan menunduk terus berdoa tidak mau menghiraukan mereka ,karena yg terpenting adalah ibunya yg berada di ruang OPerasi ,
" Sayang ,, mamah gak papa , tapi gara2 mamah demi mamah sahabat mamah sedang berjuang nak , " uJarnya memeluk anaknya sambil lagi2 menangis ,
" Sayangg ,, !!!" suara menggelegar lagi datang dan itu dari suami Santika Hery Abraham ,
Sontak orang yang berpelukan itu menoleh , Dan Santika bergegas memeluk suaminya dan melepaskan pelukan anaknya
" Pah , INdah pah , " Ujarnya yg memeluk suaminya , lupa bahwa seharusnya yg dihibur disini adalah Intan , lagi2 Santika menangis meraung merasa bersalah
"Tenang saja semua akan baik baik saja " Ujar suaminya , Hery juga udah tau kronologi semua nya ,
Adam yg melihat intan menunduk dia tau iNtan sedang menngis terpuruk sekarang , dia sebenarnya kaget sahabat mamanya yg mengorbankan nyawnnya adalah ibunya Intan namun dia sebisa mungkin biasa saja , juga Adam dia bingung bagaimana menghibur seseorang selain orang tuannya , alhasil dia hannya menemani duduk saja , dan sesekali melirik INtan yg INtan sama sekali tak memnghiraukan kedatangan Adam ,lagi mereka di kagekan dengan suara , namun kali ini suara lengkingan gadis ,yaitu suara tami dia langsung berlagi memanggil sahabatnya itu
" INtann!! " Tami yg berlari dan melihat INtan tertunduk langsung saja memeluk sahabatnya , Intan yg tau itu Tami dia menyambut pelukan itu dan menumpahkan tangisannya meraung , sungguh tidak kuat mereka menangis bersama saling memluk ,Santika melihat itu hatinya teriris sembilu , Santika menghampiri mereka berdua dan memeluknya juga , berharap meringankan mereka
__ADS_1
" sayang jangan menangis lagi, kita berdoa saja, berhrap allah memberikan yg terbaik " Ujar Hery abraham terhadap iNtan dan mengelus kepala INtan
" Iya paman " UJar INtan masih .
Akhirnya suasana sedikit tenang walau INtan dan santika masih mennagis namun tidak mengeluarkan suara , hanya tangisan diam dengan di iringi doa di dalam hati masing2. Adam masih setia di situ menenangkan mamahnya dan sesekali dia meperhatikan INtan yg di peluk oleh sahabatnya , dan untuk si penabrak Adam sudah bertindak duluan ,
CEKLEKK,,,,,,,Suara ruang operasi terbuka mkeluarlah dokter , dan beberapa perawat , seketika itu juga semua yg menunggu menoleh dan mendekat
" Keluarga pasien ibu INdah ? " Tanya sang dokter
" Saya anaknya dok , bagaimana mama saya dokter , "tanya iNtan
" Pasien sudah sadar , dia iNgin berbicara dengan anaknya , juga yg bernama Santi , beliau beberapa kali menyebut anaknya dan santi , apakah ada yg bernama Santi ? " ujar dokter
" Saya Santi dan ini intan anaknya , bolehkan kami masuk , ?" ujar Santika mengkonfirmasi ,
" Baik silahkan dan tetap hati2 jangan membikin pasien lelah untuk berbicara, dan tentang kondisi ada yg perlu saya bicarakan , siapa yg ikut dengan saya ke ruangan saya ? " tannya sang dokter
" Biar saya saja dokter ," ujar Hery Abraham
" Apakah Anda tuan Hery abraham? ," Tanya sang dokter memastikan karena wajahnya baru saja ia lihat yg biasannya hanya di majalah bisnis , walau rumah sakit ini milik ABM COMPANY juga namun dia mempercakan bawahannya dia jarang ke rumah sakit ini,
"iya Saya Hery "
" Maaf tuan , maaf kan saya yg tidak megenali anda terlebih dahulu , mari tuan , ke ruangan saya ,
" Baik , "
Akhirnya Intan dan tante Santika ,masuk dengan berbagai mcam aturan dan larangan saat masuk mengingat pasien baru saja di operasi ,
__ADS_1
Tami masih setia di depan ruangan operasi beserta Adam , mereka saling diam ,berbagai macam pikiran menghinggapi pikiran mereka