Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
episode 30


__ADS_3

Adam dan Tami menunggu di depan ruang operasi ,suasana masih hening hanya Tami yang masih sedikit sesegukan menangis lirih menutup matanya , suara hp Adam yg berbunyi membangunkan lamunan ADam , lekas dia mengangkatnya


" IYa Tom , gimana ?" tanya ADam kepada tomy di sebrang telfon


" Sudah tuan orangnya sudah saya amankan , dan sepertinya memang ada unsur kesengajaan dan targetnya orang tua anda ,dia sepertinya suruhan seseorang , sampai skarang belum mengaku , " ujar TOmy


Adam yg mendengar itu lagsung mengepalkan tangannya , dia sangat geram mendengar informasi dari TOmy ,informasi mengenai pengendara mobil yang sengaja menabrakan mobilnya ke pengendara lain agar pengendara lain banting setir menabrak orangtuanya , namun ia harus tahan sampai semua kondisi memungkinkan buat dia bergerak


" TErus tahan dia , sampai urusanku selesai aku sendiri yg akan membuat perhitungan , aku masih harus menemani orangtua ku disini , kalau kau sudah selesai kau kesini ,juga , bawa baju ganti buat mamaku dan INtan , " Perintah Adam kepada tomy , Adam yg tau bahwa baju INtan dan ibunya banyak noda darah mama INdah yang menempel.


" Baik Tuan , " Jawab Tomy ,


Mereka mengakhiri obrolan , dan di situ Tami baru sadar bahwa ADam berada di sampingnya dan menghadap ruang operasi


" Kak ADam , aku baru sadar kaka disini dan apa kaka mendengar juga menyaksikan semuanya , kak ADam itu ngapain disini ? " tanya Tami heran


Namun Adam hanya menengok sesaat dan diam menghadap ruang operasi lagi,


"Kak jawab , kaka yg nolongin Intan lagi " Tanya tami menatap tegas


" Aku anak dari ibu tadi yg masuk bersma iNtan ," UJar aDam cuek


" Maksud kaka , kaka anaknya tante SAnti , ?"


Adam hanya mengangguk

__ADS_1


" OH ,, " Hanya itu jawaban yg keluar dari mulut Tami ,


Dia saat ini mengabaikan sosok Adam sang idolannya , di otaknya hanya ada mamah INdah dan INtan sekarang , bahkan dia lupa tidak menghubungi orang tuanya mengenai mama iNdah .


Terdengar lagkah kaki mendekat lorong operasi , dan benar , ada sesorang laki2 berpakaian rapi dengan jas menghampiri mereka Tami yg melihat itu berdecak kaget pasalnya sosok yg melangkah itu dia sangat kenal ,seseorang yg yg telah menolongnya namun sekarang dengan dandanan yg maskulin dengan jasnya , melangkah mendekat berdiri di hadapan ADam , Tami yg sedari tadi memperhatikan itu terbengong bingung sosok Tomy itu bahkan melewatinya saja tanpa menyapa , Tomy yg tadi tau itu Tami pun kaget namun hanya sesaat dia menetralkan lagi dan mendekat kearah tUannya , tanpa menyapa Tami yg memperhatikannya ,


"TUan ini baju nyonya santi dan nona Intan tuan , saya mengambilnya di bUtik nyonya , " ujar tomy sambil menyerahkan 2 paper bag ke hadapan ADam


" iya , kau duduk lah temani aku " UJar ADam .


"Baik tuan , Tapi ijinkan saya menyapa teman saya dulu tuan , dia di samping anda ,


aDam yg mendengar itu sontak menghapat ke Tami , walau kaget tapi biasa saja ,


" HEm , , " Ujar aDam cuek


", kenapa kau disini ? apa kau kenal dengan nona iNtan? " tanya Tomy


" , aku sahabat iNtan , aku juga anggap mamah iNdah mamaku sendiri " Sesaat Tami mengucap kata mama dia ingat sesuatu ," oH ya ampun aku belum mengabari orang tuaku , " uJar Tami panik , " maaf ya kak aku mau menelfon orang tua ku dulu , " Pamit tami , TOmy yg hanya mengangguk saja dia berdiri dan mendekat ke ADam lagi , menemani sang tUannya itu


Dilihatnnya tami sudah selesai menelfon orangtuanya , sekarang lorong itu kembali sepi , hanya lalu lalang suster saja yg sibuk ,


Adam teringat sopir mobil yang menabraknya di ingin tanya perihal itu ke Tomy namun di urungkan karena tOmy justru melaporkan duluan bahwa yang menabrak Mama iNdah sudah meninggal di tempat akibat menabrak bangunnan ruko ,


,,,,,,,,..................

__ADS_1


Di ruangan yang penuh alat2 medis dan bau desinfektan yang menyengat seseorang wanita dengan sekuat tenaga menatap dua orang yang di sayangi sedang menatapnya lembut , dia ADalah INdah dengan segala alat medis yang masih menempel di tubuhnya , INtan yang sudah masuk dengan Tante Santi menatap ibunya sedih hatinya teriris ,Ibunya yang amat disayanginya sedang berbaring hanya menggerakan mata saja , INtan ingin menangis namun dia urungkan karena dia tau ibunya butuh dukungan sekarang , Santika juga sama , dia hanya mentap sedih dan sakit di hatinya kala melihat sahabatnya terbaring lemah rasa bersalah itu muncul lagi , INtan dan iNdah sesekali menyeka air mata tanpa berucap sedikitpun takut mengganggu sang pasien , mereka bertiga hanya saling menatap ,Intan memegang tangan ibunya erat seolah enggan melepaskan walau hanya untuk sedetik pun , ,


" Say ,,ang anak,,, ku " ucap Indah dengan lirih dan tersendet2 menatap anaknya


" iya mah , mamah istirahat saja , tidak usah bicara , kita hanya melihat mamah saja sudah senang , jangan bicara yah " itu yang keluar dari bibir Intan , sungguh iNtan tidak ingin ibunya berbicara sekarang ,bukan karena dia tidak suka ibunya berbicara ,tapi iNtan merasa jika ibunya berbicara seolah ingin mengucapkan perpisahan , itu yang membuat iNtan sangat takut untuk mendengar dan menghadapinya,


Santika masih saja diam dan mendengarkan , tidak mau menggangu dan juga tidak tega dengan apa yang di lihatnya , sahabatnya itu yang biasa cerewet sekarang di hadapannya lemah dan tak berdaya , bahkan suaranya sangat lirih dengan nafas tersengal2 ,teriris hati melihat itu , sesekali dia masih menyeka air mata yang sesekali keluar dan mengalihkan pandangannya saat menyeka,


" Sansan " ucapnya INdah beralih ke sahabatnya


"Iya INdah sahabatku , " ucap Santi lirih dengan memejamkan mata sungguh tidak kuat ia melihatnya , namun beberapa saat ia menguatkan diri untuk menatap sahabatnya itu


"Iya Indah " ulang Santika dengar tegar menjawab dan menatap


" A ku punya per minta an ke pada mu tol long ja ga ana k ku jad ikan dia anak mu juga , ja ga dia, se per ti ka u men ja ga ana kmu sen diri, Dia sendi ri di sini ,dia tidak pun ya si apa sia pa lagi , Apa ka mu bi sa me menu hi per min ta an a ku , " Ujar iNdah to the point dengan nafas yang tersengal sengal dia keluarkan sekuat tenaga ,


Deg , sungguh mengagetkan Santika terutama iNtan , permohonan yg keluar dari iNdah sungguh bermakna dalam


"Mah , apa maksud mama, aku masih punya mamah , mamah akan sembuh , jangan banyak bericara mah, , tolong mah , mamah istirahat saja, INtan mohon mah ,mamah akan sembuh , jangan seperti ini , " Tangis iNtan pecah , tidak bisa di bendung lagi ,


" Baik , aku siap sahabatku , akan ku jaga harta berhargamu ini dengan baik , dia sudah menjadi anakku , dia adalah menantuku kelak , kau bisa tenang Sahabatku " cess , satu air mata lolos di pelupuk mata Santika ,ia tau Sahabatnya itu sedang meminta pemintaan terakhir dan ia tau bahwa dia akan kehilangan sahabatnya itu untuk selamanya , Santika sambil mengelus kepala Intan Santika berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga dan menyayangi Intan dengan baik mulai sekarang, iNdah mendengar itu sangat lega , dia bisa tenang ,


"Terimakasih sansan , " ujar iNdah menatap Santika sendu sahabat lama yang baru bertemu ,masih tersisa rindu di sana ,


" Mamah dan tante apa yang kalain ucapakan " ujar Intan protes

__ADS_1


" Sayang sebaiknya kia dengarkan mamah kamu dulu yah sayang" ucap Santika lirih kepada iNtan .


,,,,,,,,,,,,


__ADS_2