
" Hahahah ibu sungguh berbakat jadi artis bu , akting ibu menjajnjikan , haha" puji Ratna pada Santika
" ish kau ini , lagi2 membual , "Santika menimpali
"Tapi bu saya benar2 senang akhirnya lampir ijo mau di hasut dan beli tuh baju , walau bayarnya setengah hati , hahaha, wajahnya yang kaya mumi itu pas bayar semua karyawan hampir ngakak bu , "
" Hahahah , betul , termasuk hiburan buat ku juga , hahahah ," Santika dan Ratna puas menertawai Jane yang mau tidk mau harus membeli bajunya karena Santika yangvterus memojokannya ,
Sedangkan Jane yang di rumah senang uring2an uang yang buat hobinya berjudi nanti malam berkurang , ia tidak mungkin meminta uang lagi dengan suaminya atau anaknya mereka bisa curiga , selama ini ia sangat lihai menyembunyikan hobinya itu " Dasar sialan karyawan sinting , bisa2nya dia mojokin aku di depan Santika , kalo tak beli kan malu dan Santika kecewa bahaya bisa turun reputasi calon besan bermartabat di depan dia,tapi emang sih bajunya bagus banget jadi berasa muda lagi , tapi sekarang uang tabungan ku nipis gimana buat ntar malem , oh iya mawar aku pinjam dulu saja ke dia , "
,,,,,,,,,,,,,,,,..............
" lo udah selesai abis ini mau kemana ?" Tanya Tami pada Intan mreka baru selesai dari perpus
" Gue biasa mo anter2in makanan sama uang buat orang2 yang membutuhkan , biasa blusukan , lumayan lama semenjak ibu meninggal gue ga muter , " lo ikut gak ?" tanya Intan
" gue pengen ikut tapi gue gak bisa lama , gk pa pa kan Tan ? , ada janji sama nyokap soalnya , "
"Ya elah , santai aja kali gak pa pa , lo gak usah ikut juga gak pa pa , nanti pahalannya buat gue semua hahahaha "
"Sory yah gue juga mau , ya udah cuss,,, "
"Cuss,,."
Sampai di pinggiran jalan banyak anak2 jalanan dan orang2 terlantar juga pengemis tak luput dari pembagian INtan dan Tami ,mereka memang hanya membagikan makanan dan sedikit uang , namun karena Intan sekarang memegang kartu dari Adam ia tak tanggung2 lagi menggunakan , menurutnya itu juga buat pahala suaminya itu ,
Dari jauh seperti biasa suruhan Adam dan suruhan Hery mengamati dan menjaga dari jauh , sungguh Intan di kelilingi orang yang peduli dengannya , para suruhan itu juga ada yang membaur di sekitar Intan tak mencolok sehingga Intan tak menyadarinya
Brug, ,!," awhh , " Intan jatuh terduduk , Intan tanpa sengaja menbrak orang karena ia tak fokus saat berjalan sambil menghitung nasi bungkus sisa ,
__ADS_1
"Sory gue gak sengaja , " Ucap laki2 itu " sini gue bantu berdiri " ujarnya lagi menyodorkan tangan
" Gak usah kak , gue baik2 aja ,harusnya aku yang bilang maaf , aku meleng tadi , hehe " ucap Intan tersenyum ramah
Deg ,, " manisnya " ucap orang tersebut tanpa sadar
"Apa kak ? " tanya Intn krena ia tidak dengar gumaman Orang tersebut
" Eh enggak , maksud gue , kamu ngapain di sini , maksudnya ini tempat kaum bar2 biasanya banyak preman disini , gak aman buat kamu , ayo kita pergi kamu kayanya kesesat"
" Haha kaum bar2 apa ka, aku dah biasa ke sini , mereka udah kenal aku , lah kaka ngapain di sini , dari dandanan kakak yang necis justru kakak yang sepertinya tersesat , "Ujar Intan mengembalikan omongan
"hehehe gitu yah ,, aku ke sini mengunjungi kawan lama , gue Galih , kalo lo ?" menyodorkan tangan
" Intan , " Intan menjawab sambil meraih uluran tangan Galih , baru mereka mau mulai ngobrol lagi setelah berjabat tangan Tami menghampiri
"Tann !!! " Tami menghampiri sambil teriak
" Iya nih , gue juga udah di telponi sama Nyai ratu Lusiana terus ,suruh balik gue , "
Galih yang melihat mereka mengobrol hanya diam memandang saja dan menyimak , sungguh tak terduga ia niat hati ingin merekrut para preman buat jadi suruhannya melawan Adam dan orang2nya malah ketemu perempuan manis yang baik hati , ia tak akan menyia2kan kesempatan ini , ("kapan lagi bisa dekat dengan cewek muda manis baik pula , sengguh membuat hati bergetar" )Ujarnya dalam hati
"Eh nih cogan siapa dari tadi liatin kita terus lo kenal " tnya Tami pada Intan menunjuk Galuh dengan dagunya
" Oh sini gue kenalin ,"Intan menyeret Tami ke hadapan galih " galih ini temen gue Tami , dia juga ikut bagi'in bantuan tadi , " Intan memperkenlkan
"Galih , salam kenal " Galih menyodorkan tangan
"Tami , salam kenal juga , " Tami menerima uluran tangan Tami
__ADS_1
Sekarang situasi sudah sepi hanya ada Intan dan Galih mereka menyempatkan beristirahat di sebuah kafe dekat situ setelah semua bahan bantuan di bagiakan karena Tami harus pulang lebih dulu dan itu di jadikan kesempatan Galih mengajak Intan makan berdua , sebenarnya Intan menolak karena tidak enak baru kenal namun Galih memaksa dan Intan pun tak kuasa menolak karena Galih tadi sudah membantunya , selama lebih dari satu jam mereka mengobrol Galih makin menikmati suasana itu ia terpikat dengan sifat Intan yang ceria itu dan senyuman yang manis sungguh ia sangat suka situasi ini ,
"Maaf ka aku harus pulang , permisi ka "
" Tunggu Intan , lain kali jika butuh bantuan hubungi aku , dan masalah bantuan buat kamu bagikan juga aku siap jadi donatur kamu , lain kali aku juga hubungi kamu kalo aku mau bagikan2 bantuan , kamu tak keberatan kan ,?"
" Tidak kak , nanti kalo aku bisa bantu , aku pasti bantu , kakak tinggal hubungi aku aja , kalo gitu aku pulang permisi kak ," Sebetulnya Intan sudah sangat risih bersama Galih ia ingin cepat pergi ,
" Benar tak mau aku antar ."
" Gak usah kak , terimakasih , asalamualaikum kak , " ujar Intan akhirnya ,
Galih terbengong ia bingung harus jawab apa sudah lama ia tak mendengar orang salam dan ia pun ragu2 mebjawab salam Intan ,
"Wa alaikum salam " ucapnya terbata2 , hatinya merasa di remas tak kala ia mengucapkannya , ia memandang Intan yang sudah pergi , entah apa yang terjadi hatinya tiba2 ter'iris dan sedih , apa mungkin karena sekarang ia mengingat sang mendiang ibunya karena ucapan salam Intan
,,,,,,..,,
"Apa Intan ketemu Galih ? apa yamg kau katakan itu benar Tom ?" Tanya Adam
" Benar tuan , tapi itu tidak di sengaja ,nona Intan sedang membagi bantuan dan Galih sedang mengunjungi teman lamanya kebetulan tempat mereka berdekatan jadi bertemu "Ujar Tomy menjelaskan
" Apa galih tau Intan itu istriku Tom , ?" tanya Adam
" Seprtinya tidak tuan , "
" Baiklah Tom , kau pantau Galih , sepertinya ada yang sedang ia rencanakan , kerjasama ku dengan Pt.LIGHT sangat lancar dan cepat ,aku takut Galih sedang merencanakan hal lainnya dibelakang ku mengingat papa Hery dan ayahnya musuh bebuyutan , sebaiknya kita tetap waspada , ."
" Baik tuan , dan untuk nona Intan ,apa perlu kita kasih tau tuan agar jangan dekat2 dengan Galih ?"
__ADS_1
" Tak perlu selagi masih batas wajar , karena aku juga gak mau mengekangnya , cukup jaga dia saja agar aman , dan kau juga pantau sahabatnya itu,kalo sahabatnya kenapa2 juga istriku akan sedih "
Tomy mendengar itu sangat janggal pasalnya sejak kapan tuannya memikirkan orang lain agar tidak sedih , ("wah teryata tuannya sudah bucin dengan nona Intan heheheh ") ucapnya dalam hati