
" Tuan ada kabar juga dari PT.ligh, tuan Surya dan Nona Monika kecelakaan sepulangnya dari rapat dengan anda waktu lalu , sepertinya parah , sekarang mereka masih kritis di rumah sakit , "
" Kronologinya ??" Tanya Adam setengah kaget mendengar Surya dan Monika kecelakaan ,
" Dari informasi yang saya dapàt, mereka mengendari mobil dengan kecepatan tinggi lalu menabrak pemobil lain , sepertinya murni kecelakaan tuan " ujar Tomy lugas.
Adam diam sesaat mendengar penuturan Tomy ,
" Baiklah biarkan saja , itu bukan urusan kita , tidak ada kaitannya dengan kita , tapi apa kamu sudah konfirmasi mengenai hasil rapat kita dengan PT.light sebelum itu ?"
" Sudah tuan , sudah saya konfirmasi langsung hari itu juga dengan Pt.light setelah rapat anda selesai "
" Baik , aku harap Pt.light tidak menyangkutkan kita dengan insiden tabrakkan ini , kamu tetap kumpulkan bukti2 mengenai kecelakaan Surya dan Monika , mungkin bisa berguna suatu saat nanti ,dan ingat harus terperinci , " Perintah Adam
" Baik tuan , "
"Hari ini apa jadwal saya lagi ? " tanya Adam ,
" Pertemuan rutin dengan beberapa meneger cabang tuan " jawab Tomy.
" Baiklah , setelah itu kita ke rumah sakit , aku ingin melihat keluarga si penabrak mama Indah , kau persiapkan semua, "
" Baik tuan , "
__ADS_1
Tomy langsung saja melaksanakan perintah sang bos nya , sedangkan Adam ia masih memikirkan kejadian beruntun belakangan ini ,
" Aku curiga dengan kecelakaan Mama Indah dan kecelakaan Surya juga Monika , apakah mereka sudah di targetkan sebelumya untuk membuatku jadi kambing hitam ,seperti menyambung pazle, sesuatu sedang menunggu ku jatuh dengan skenario mereka , tapi siapa di balik ini , siapapun kamu , akan ku pancing kau keluar sarang , tak ada yang boleh menyakiti keluargaku , beraninya memprovokasiku " Gumaman Adam dengan intuisinya , ya Adam merasa ia jadi target buruan namun melalui tangan2 orang lain yang menyalakan kebencian kepadanya ,karena ia tak pernah salah dengan firasat dan intuisinya ,
kringggg ,, kringggg,, Hp Adam berbunyi , tertera Fery di layar itu ,
" Ada apa ..? " Tanya Adam setelah mengangkat telepon.
" Bro malam ini nongkrong yuk , ada yang ulang tahun , mereka mengadakan party di bar Blue, lo dateng bareng gue , ?! " Ajak Fery bersemangat .
"Gak tertarik gue , " jawab Adam ,
" Ayolah , gue ga nyaman kalo tanpa lo , temenin gue bro , gebetan gue deteng ntar malem , masa loe tega sama gue , " bujuknya,
" Lah itu urusan loe ,ngapa bawa2 gue, yang ada tar malah gebetan loe nempel gue mulu , mau loe , gue mah ogah " jawab Adam cuek .
" Sialan maksa banget nih bocah , party topeng ?, seperti anak kecil saja , sudahlah sekali2 bukan masalah lagian gue juga butuh rehat kayannya , " Ujar Adam sendiri ,
Tak lama Rapat yang di beritahu Tomy pun terlaksanan , jadwal mereka sudah terlaksana semua , saatnya menjemput Intan , namun Adam menyempatkan berhenti di sebuah toko kue , semenjak menikah Adam sadar belum pernah membelikan apapun kepada Intan , bahkan ATM nya yang Intan pegang pun tak banyak keluar hanya Intan gunakan untuk sehari2 saja di kampus , sungguh istri yang irit menurutnya , jadi Adam menyempatkan membelikan Intan kue coklat brharap Intan menyukainya , ia akan memulai hal2 kecil untuk mencoba mendekatkannya ,
.......,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,...................................................
Di kampus lagi2 Intan berpapasan dengan July , seperti biasa July menatap Intan dengan sinis , namun kali ini July hanya menatap saja tanpa pergerakan , Intan pun mencoba biasa aja dengan intimidasi July, selagi masih wajar2 saja tak menyakitinya ,
__ADS_1
" Hey Tan, lihat tuh si Gadis Halu haters loe, liatin lo terus kaya mo nerkam , gila yah tuh orang gak cape hidupnya gangguin orang terus, bisa2 dia gila beneran deh , menakutkan , loe hati2 Tan kalo gak ada gue di samping loe , gue jadi merinding liat espresinya" Ucap Tami dengan ekspresi takutnya ,
Kata2 Tami mengandung keseriusan dalam menanggapi sifat July , itupun yang Intan rasakan ia mulai merasa kurang nyaman dengan intimidasi July dan sifatnya yang seperti mengikutinya setiap saat membuatnya risih , lagi dan lagi jadi mengingatkan ancaman July terhadapnya tentang mencelakai Adam , namun ia tak mau sahabatnya merasa terbebani ia sebisa mungkin menutupi kegundahan hatinya itu ,
" Ish apa'an sih lo , emang July gitu anaknya , kan loe tau tu anak memang sinis dari dulu ke gue , jadi gak usah khawatir, gue akan selalu waspada , aduh makasih Tami cayang udah perhatian banget sama istri idolannya , heheh " Ujar Intan mencairkan suasana ,
" Idih bawa2 status istri idola , gue belum akuin loe istri idola gue yah , enak aja , " jawab Tami membalas gurauan Intan ,
" Hahaha , masa sih , sini coba lihat hp nya, kan lo nyimpen foto gue sama suami gue waktu nikah kan , hayo , hahaha , "
" Tau ah , pokoknya kak Adam itu singgle yah kalo di kampus , wleee , " Canda Tami.
" iya deh , cayangnya gue , kalo gitu gue pulang dulu , Idola loe udah jemput permaisurinya , kasian kalo dia nunggu lama , dah gue pulang dulu , bayyy ,, " Intan pergi dengan jalan cepat mengejek Tami yang masih tertinggal di belakangnya ,
" Eh kampr3t loe yah , permaisuri apa an gaya lo kaya cilok pecicilan kaya gitu , " Ucapnya sambil teriak menggoda Intan , Intan yang sudah jauh hanya melambaikan tangan ke Tami begitu juga Tami membalas lambaian tangan Intan ,
Tanpa mereka sadari seseorang yang mereka bicarakan beberapa menit lalu masih memperhatikan mereka , dengan tatapan tajam kepada mereka berdua July mengepalkan tangan dan sesa'at kemudian ia tersenyum sinis , entah apa yang membuatnya tersenyum jahat seperti itu , ia menelepon seseorang ,
" Sudah kau lakukan .?" Tanya July kepada orang yang di telfonnya ,
",,,,,,,,...
" Bagus , ingat hapus semua jejak CCTV nya , jangan ada petunjuk sedikitpun , sisa uangnya aku tranfer setelah kau berhasil " Ujar July serius ,
__ADS_1
Tut ,tut , July mengakhiri telfonnya , lagi2 senyum sinis terbit di bibitnya ," Rasakan kau ja lang siapa suruh kau ikut campur urusanku , " Ujar July dalam hati ,
Dan Tami yang saat ini sedang menuju ke parkiran di bekap oleh seseorang , ia di bius dan samar2 di batas kesadarannya Tami melihat ada seseorang perempuan yang mirip dengannya menuju dirinya namun ia sudah tak kuat lagi ia pingsan dan terkulai , seseorang laki2 memapahnya dan membawanya pergi ,