
Malam harinya INtan terbangun karena merasa lapar , Namun ia kaget karena teryata Adam tidur di sampingnya dengan tenang ia mendengus sebal niat hati mau jailin suaminya itu agar tidur di lantai malah sekarang sedang tidur nyenyak di sampingnya , namun iNtan tak ambil pusing selagi Adam tidak melakukan hal aneh saat tidur, Intan bergegas turun dari ranjang dengan hati2 tanpa suara agar Adam tidak terbangun , namun sebelum turun mengambil makan intan sholat iysha dahulu ,
Di ruangan makan sudah tidak ada makanan hanya ada roti tawar dan selai , akhirnya iNtan makan itu untuk mengganjal perut , baru saja iNtan sesuap mengunyah ia di kagetkan dengan suara Adam yang menyapa dan duduk di sampingnya
" ehemm,, kau lapar ? " Tanyanya basa basi
" Ya , bukankah kau sudah lelap tidur tadi?" jawab INtan masih dengan mengunyah
" aku terbangun , Mau aku siapin makanan , aku suruh bibi buatkan ,makan roti saja aku tau kau tidak akan kenyang , ?"
" Maksud kaka ?" tanya iNtan
" Kau kan biasa makan banyak kan ,karena aku lihat di kampus porsi makanmu banyak ,?"
" Maksud kakak mobilang aku rakus gitu , " ucapnya sedikit kesal, Adam yang melihat INtan kesal merasa gemas dengan istrinya itu entah sejak kapan ia jadi suka mengekpresikan diri jika bersama iNtan , bisa tersenyum samar itu mukjizat menurutnya sendiri , dia memang sengaja menggoda , "dasar , , sudahah aku sudah kenyang , mau tidur lagi , gak mau berdebat dulu irit emosi , "
" Tunggu ! " Ucap Adam sat INtan hendak pergi
" Apa ? ! " tanya iNtan jutek
" Ada yang mau aku omogin jangan tidur dulu, tunggu aku di kamar , aku mau bikin kopi , kau mau ku butkan apa ?"
" Aku udah kenyang kalau kepenuhan perut gak enak buat tidur , kakak aja, kalau gitu aku ke kamar dulu , "
" Ya, "
Setelah Adam selesai dengan urusan di dapur ia bergegs ke kamar , di kamar ia melihat INtan sedang bermain ponsel dengan sandaran di sandaran ranjang ,
" kita bicara di balkon saja , pakailah selimut " Perintah ADam ke INtan
INtan yang mendengar itu lasung saja kebalkon menuruti Adam dan berjalan di belakangnya tak lupa ia mengambil selimut guna mnutupi tubuhnya agar tidak kedinginan
" NIh ku buatkan susu hangat , minumlah agar kau tak kedinginan " Ucap Adam sambil menyerahkan susu ke hadpan iNtan
__ADS_1
" makasih, kita mau ngomongin apa ? "
"Banyak ! " Ucap Adam tegas dan jelas ketika menatap INtan Dalam
" Baiklah , mulai dari apa" Tanya INtan
"Surat tuntutan July , " ucap Adam to the point
Intan yang mendengar Adam meyebut surat tuntutan jadi teringan surat tempo hari yang di kirim kepadanya mengenai Pelaporan July ,
" Kakak tahu , aku hampir saja lupa kalau kaka tidak menyinggungnya , "
" ya aku tau , Terus langkah kamu gimana ? "
" Aku gak tau ka, aku paling sewa pengacara , tapi kelanjutannya gimana ,kalau aku salah , apa aku di penjara kak, " Ucap INtan menunduk bingung dan takut," UNtung dulu mama iNdah ga sempet lihat surat yang di kirim pengacara JUly kalau tau mamah pasti kcewa sama iNtan , " ujarnya sedih ,
Adam yang melihat gelagat iNtan sedih pun ikut diam namun ia tau bukan saat nya sedih2 lagi , dia harus bisa menghibur istri kecinya ,
"itu sudah jadi kewajiban ku sebagai menantu buat mama Santi bahagia kakak tenang saja , tapi Benarkah bisa kakak atasi tuntutan July , jujur Intan takut kalo sampe ada sidang2 dan anak2 kampus tau , Intan malu juga dan Intan masih pengen kuliah dengan tenang , , ""
" Ya kau tenang sja , kau hanya teruskan saja kuliah seperti biasa "
" benarkah , terimakasih " ujarnya tersenyum lebar ,
Adam yang baru melihat iNtan tersenyum lebar merasa dirinya berjasa sekali sehingga menimbulkan unsur bangga di dalam dirinya , entahlah dia merasa sudah membuat INtan bahagia dia juga bahagia
" Terus apa lagi kak , bukankah tadi banyak yang akan kita diskusikan ? atau aku perlu membuat peryataan untuk kakak agar bisa mengahalau tuntutan jUly " Tanya INtan kala ADam hanya diam memandangnya saja
" tentang tuntutan kau tidak perlu melakukan apa2 , anggap saja sudah selesai , dan untuk diskusi kita selanjutnya teteng pernikahan kita "
DEG DEG,,,,,, Entah kenapa sewaktu aDam menyebutkan kata pernikahan kita hati iNtan jadi brdebar sngat gugup ,
" Maksud kaka ? "
__ADS_1
" Masudku , pernikahan kita ini kan mendadak tanpa adanya cinta , namun kita sudah menyetujuinya dan mengikhlaskan pada pernikahan ini , aku cuma mau tau tentang pendapat kamu tentang pernikahan ini , kita akan bagaimana kedepannya , " ujar Adam dengan serius menatap iNtan ,
INtan memandang ADam balik dan meyakinkan dirinya untuk berbicara apa yang dia mau tentang pernikahan ini,
" HUH !! "iNtan membuang nafas kasar guna memeberanikan diri lalu mulai menatap yakin Adam " Kalau kaka tanya INtan , jujur saja walau pernikahan ini cuma wasiat mama iNdah ,intan sudah mengiklaskan dan betekad tidak mau mengakhirinya , iNtan pengen menikah sekali seumur hidup apa lagi ini perintah orangtua kandung iNtan , INtan yakin mama INdah tidak sembarang memilih suami untuk intan , kalau kaka ? dan apakah kakak sebelumya punya pacar ?" Ucapnya tegas sambil menatap mata aDam intim
Adam yang mendengar ucapan iNtan entah kenapa merasa lega dan senang
" EHEMM " Adam berdehem guna menutupi rasa bahagianya itu " Teryata kita sama , akupun juga tidak mau mengecewakan mereka yaitu ibumu dan ibuku , mereka orang2 yang kita hormati dan sayangi , jadi kita akan tetap menjalani pernikahan ini dan mencoba membuka hati kita berusaha untuk saling mencintai , dan aku juga tidak memiliki kekasaih , apakah kamu keberatan?" ucap ADam to the point
" tidak , aku setuju kak, tapi apakah benar kakak tidak punya pacar , ? bukankah kakak terkenal di taksir semua mahasiswi? " Ucap iNtan penasaran
" Tidak ada karena aku malas saja , terus apa lagi yang mau kau tanyakan " ujar ADam mengalihkan pertanyaan
" Em , itu ,,, Apakah kaka akan minta hak *itu * sebagai suami ? " tanya iNtan ya di barengi dengan dua jari yang di angkat dan di tekuk2an sembari bilang *ITU* dengan takut2 , dan ADam tau maksud intan dengan kata *ITU* ialah malam pertama namun ADam melihat ekspresi iNtan justru IMut ingin sekali dia tertawa namun ia tahan,
" Kenapa bukankah kita sudah sah ya ? " uJar ADam mengggoda menjhili
" kakak !!, kan kita belum saling mecintai, gak mau pokoknya gak mau , lagian gak enak belum saling mencntai terus gitu2an " Ujarnya sambil ngotot dan meminum susunya "BRAK" bunyi gelas yang di hentakan keras oleh iNtan setelah meminumnya akibat emosi
" HAHAHAHAHAH !!!! " pecahlah tawa Adam dia sudah tidak kuat lagi dengan eksprsi dan ucapan iNtan , dia sangat gemas dengan semua tingkah iNtan ditambah dengan bekas susu yg diminum intan membekas di samping bibir membuat Adam tambah gemas
" Kau ini kata siapa harus saling mencitai buat gituan , terus kata kamu gak enak , emang kamu pernah , ?" Tanya Adam memancing
" Kak ko malah di ketawain , lah memang aku belum pernah , pacaran aja engga ,,tapi kalau kata artikel2 yang pernah INtan baca kaya gitu, " Ucap iNtan dengan pedenya
" Kau itu yah , sudahlah , tenang saja , aku gak akan memaksa kamu jika kamu menolak dan tidak setuju , sekarang kita mulai saja dari saling terbuka dan saling medukung , bagaimana , ?" INtan hanya mengangguk mengiyakan ucapan Adam dengan lega , " Dan ini , "Adam menyerahkan kartu Atm
" Buat aku ? " tanya iNtan
" Ya , kau peganglah dan gunakan, pinnya tanngal pernikahan kita, itu salah satu kewajiban suami , kau gunakan dengan bijak , sekarang kamu tanggung jawabku " UJar adam Tegas
" Baiklah ," ucap INtan mengambil Atm nya " oya kak , masalah pernikahan kita jangan sampai kampus tau ya kak, aku gak mau di serang netijennya kakak, , aku mau tenang kuliah , hehe , bolehkah ? "
__ADS_1