
Santika yang sudah di ruangnan butiknya langsung saja fokus pada kerjaannya , banyak email yang belum ia baca dan lihat sampai pada email yang membuatnya kagum yaitu desain busana yang cantik dan unik memusat perhatiannya , dia sangat menyukai itu , ia coba membaca dengan detail data pengirimnya , alangakah kagetnya bahwa pengirimnya yaitu menantunya sendiri karena dia tau nama dan alamat dulu INtan tinggal secara rinci dan ia pastikan bahwa memang itu adalah desain menantunya , ia lantas tersenyum bangga melihat desain di lampiran trsebut , ia simpan lampiran itu berniat akan menunjukan pada suaminya juga nanti ,
Menjelang siang Butik sudah ramai , namun kegaduhan tejadi membuat Santika sedang fokus itu pun terganggu , ia lantas memanggil karyawannya
" Ratna , Nita !!!!
Ratna dan Nita pun mendekat
" Iya bu !!" jawab mereka kompak dan lantang
"Ada apa di bawah , ko berisik sekali , kan saya sudah bilang , jagan sampai ada yang gaduh , saya hari ini tidak mau di ganggu "
"Maaf bu , kami sedang berusaha membujuk , itu ,, " Ucap Nita berhenti
" Apa gak usah setengah2 bicarannya ?! "
" Itu bu ada yang ngaku2 jadi calon besan ibu , ia sedang ngotot pengen ketemu sma ibu, padahal saya sudah bilang ibu tidak bisa di ganggu , satpam juga sudah menasehati juga dan menenangkan tapi ibu itu tetap kekeh bu ingin ktemu ibu , makannya kami takut karena dia menybut bahwa ibu itu calon besan ibu , " Jawab Ratna dengan takut2
" Siapa dia berani sekali bikin gaduh dan fitnah disini, menantuku cuma satu , enak saja ngada2 , coba aku lihat cctv penasaran siapa itu " ujar Santika lngsung melihat arah cctv di situ ia lihat perempuan sedang berdiri dengan angkuhnya di halau oleh satpam
" BUkankah itu orang dulu yang baru masuk member dan nunjukin foto anaknya , dia yang beli baju paling murah di sini kan , minta diskon pula , cihh , enak saja lagak sombong kaya gitu besanan sama saya , gayanya selangit sudah kaya mau ke musim dingin aja ini kan musim panas ,ga gerah tuh orang , salah kostum, bibir menor , aduh ampun anaknya akan kaya apa yah , bisa kaya ondel2 lagi , " Ujar Santika sinis
__ADS_1
Nita dan Ratna ya mendengan ocehan majikannya itu tersenyum menahan tawa , menurut mereka memang benar yang di katakan Santika itu ,
" Sudahla kalian kalau mau tertawa ya tertawa saja , emang bener dia seperti itu , benarkan "
Dan di jawab anggukan dan tawa mereka bertiga , Santika memang sosok yang apa adannya kadang galak dan kadang simple , membuat kayawanya betah dn nyaman bekerja ,
Akhirnya Santika turun dan menemui ibu si pembuat onar itu ,
"Ada apa ini , ! Kenapa berisik sekali , ini Butik terbaik dan menjujung tinggi kenyamanan bukan arena bermain , kenapa kalian berisik seperti sedang di taman bermain !!??" Ujar Santika tegas menatap orang2 yang di bawah sedang berdebat
" Maaf bu saya han,,,," Ucapan satpam berheti karena langsung di sela oleh ibu2 dan itu adalah Jane SEtya si pebuat onar di butik
" Saya sibuk , maaf lain kali, kalau anda tidak belanja baju di sini , lebih baik pergi saja , permisi , oya dan tolong jangan bikin riut di butik saya " Ucap TEgas Santika diiringi senyum tipis melangkah masuk ke dalam
Jane yang mendengar itu sangat marah geram ia merasa di permalukan , namun ia tidak patah semangat ia harus meluluhkan Santika , urusan sakit hatinya biar nanti setelah anaknya ia menaklukan Adam akan ia balas pehinan ini ,
"TUnggu nyonya , saya tidk bermaksud menggangu , saya hanya ingin berbincang sebentar perihal anak kita , aku ingin menujukan foko anak kita , mereka serasi sekali , jadi saya inisiatif kesini karena anak2 jaman sekarang itu sangat malu2 , padahal mereka menjalin hubungan namun tidak terus terang , kita sebagai orang tua harus maju duluan bukan begitu nyonya , " UJar Jane to the point karena merasa terdesak dia akhirnya membuka kartu As nya untuk membujuk santika , Jane yang teryata dapat foto anaknya yang sedang bermesraan dengan Adam temppo dulu di restoran , ia menyimpann nya untuk memojokan santiika ,
"Oh ,kalau begitu mari ikut saya ke dalam , " UJar Santika penasaran , setau ia , Adam sangat anti perempuan karena traumannya , lau apa ini , ada foto mesra , ia tidak percaya namun ia harus buktikan sendiri ,
Sampai di ruangan Santika Jane sedang mengirim pesan keanaknya yaitu fEronika untuk meyuruhanaknya kesini secepatnya untuk melihat Santika karena rencanannya berhasil
__ADS_1
" Langsung saja , apakah boleh saya melihat ffoto itu , " Ujar Santia saat sudah berhadapan di meja tamu ruangan Santika
" Bisa saja nyonya tapi kita tunggu anak saya dulu , agar anda percaya ,karena anak saya cantik jadi pasti ADam itu suka dan foto itu bukan rekayasa , " UJar Jane dengan percayanya
" Oh begitu , kalau begitu sekarang saya Tanya dengan anda , kalau itu foto asli namun saya tidak menyetujuinya bagaimana , karena saya punya kriteria sendiri buat calon mantu saya . " UJar Santika
" Hahaha , tenang saja NYonya , anak saja akan bisa jadi calon mantu nyonya , karena saya yakin anak saya itu cerdas dan cantik berbakat cocok untuk jadi menantu keluarga Abraham ," ujarnya masih dengan bangganya
(" Oh jadi mereka sudah menyelidiki latar belakang kami , dan sekarang menargetkan ADam , kalain ini sungguh bodoh , " pikir Santika , " tapi tunggu bukannya SEtya itu nama keluarga paman INtan , mereka yang tega ngusir dan merajah harta iNdah sahabatku , oH aku baru sadar Teryata ini toh keluarga busuk itu , TUnggu saja akan aku permalukan kamu ,aku angkat kau dan ku jatuhkan dengan sakit ) tatapannya tajam dan menusuk ada seringai licik yang di tunjukan Santika saat ini , tangannya mengepal , namun ia sadar bukan sekarang saatnya ,
" Benarkah , wah pasti bisa langsung cocok dengan keluarga Abraham kalau dia memang cantik dan cerdas , apakah dia juga suka barang murah dan diskonan , " UJar Santika menyindir ,
" HAhaha , nyonya bercanda saja , sebentar lagi anak saya datang nyonya , " ucapnya mengalihkan pembcaraan
Benar saja kata Jane ,Santika yang mendapat laporan bahwa ada sesorang wanita yang megaku ingin bertemu dengan ibunya yang sekarang sedang bersamanya , langsung saja ia suruh karyawan mengantarnya masuk menemui mereka,
" Selamat siang tannte , saya Feronika Setya , " ucapnya menyapa dan menyalami Santika sat tiba di hadapannya
Santika yang dengan terpaksa mengulurkan tangan menjabat Feronika ,
" Siang , " ucap Santika enggan karena melihat busana Feronika yang terkesan sangat minim mebuatnnya ingin muntah , seperti wanita pekerja malam di club bukan wanita cerdas yang seperti di katakan jane , entah bagaimana jika dia jadi menantunya bisa sakit struk kali jantugan terus menghadapi mereka setiap saat , " HUFFFT " Santika membuang nafas pelan menetralkan pikirannya yang terganggu
__ADS_1