Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
episode 31


__ADS_3

Disinilah mereka suasana keluarga Abraham , ramai riuh ,namun privat , suasana akad nikah sederhana hannya megundang keluarga inti , Intan dengan busana kebaya brokat putih yang susuai dengan lekuk tubuhnya sangat anggun duduk di depan meja rias kamar tamu di rumah Abraham tempat di adakannya akad nikah ,ia sesekali menyeka air mata yang tak sengaja keluar kala mengingat ibunya yang seminggu ini sudah tiada ,


*Flashback*


" IN,tan m,a,ma mo,hon ka,mu turuti m,a,mah , un,tuk ter,akhir k,ali , apa ka,mu ,mau, n,ak " ucap Indah memohon


" Mah tolong jangan bicara seperti itu , jangan nakutin iNtan " UJar iNtan sesegukan


" Sa,yang ma,mah moh,on , ag,ar ma,ma te,nang " INdah menatp Anaknya


" INtan sayang tante mohon turuti mamah kamu yah , tante mohon jawab iya ntuk permohonan mamah kamu ," ujar Santika menimpali memohon dan memandang penuh harap


Intan sangat bimbang melihat ibunya yang amat di sayanginya memohon dengan gigih di saat2 terlemahnya , iNtan sangat tidak tega namun dia juga tidak mencintai Adam , apakah dia bisa hidup tanpa cinta dengan Adam dan berrumah tangga , bahkan dia belum ingin untuk menikah


" Sayang , tante mohon turuti mamah kamu menikah dengan anak tante Adam , demi mamah kamu , bikin dia bahagia sayang " ujar Santika lagi menekankan dengan tegas


INtan lagi2 melihat ibunya yang juga sedang menatapnya dengan berucaap lirih memohon ,intan tau ibunya sedang menunggu jawabannya ,


" Baik mah , iNtan akan turuti permintaan mamah , tapi iNtan mohon mamah sehat lagi dan melihat iNtan menikah , " ujar INtan menatap dan menggenggam tangan ibunya

__ADS_1


Indah dan Santika yang mendengar itu pun lega , Indah beralih menatap sahabatnya , dan tersenyum


" Teri,maka,sih sa,yang ma,mah say,ang sekali de,ngan iN,tan , ,ma,mah, pas,ti me,li,hat in,tan me,ni,kah wa,lau di tem,pat ber,be,da sa,yang" Intan yang mendengar itu hnya menggelenggang bermaksuk untuk jangan berbicara sembrangan ,INdah menatap anaknya,


lalu beralih menatap Santika ," teri,ma,ka,sih sa,ha,bat,ku to,long,jaga,anak,kku ,dan to,long ka,lian jang,an me,nang,isi,ku te,lalu la,ma , " ujarnya tersenyum memandang anaknya untk terakhir kali di depan sudah ada Rudy setya sang ayah intan yang mengulurkan tangan nya menyambut istrinya dan iNdah mnyambut uluran tangan tersebut memejamkan matanya


,,,,,,,,,,,,,,Tiiiitttttttttt,,,,,,,,, Alat pendeteksi detak jantung itu menunjukan garis lurus dengan bunyi yang sangat nyaring ,


Intan sudah tidak bisa lagi diam dia langsung saja memeluk ibunya sambil menangis meraung memanggil2 ibunya , santika tak kalah histerisnya dia juga memamngil2 sahabatnya itu dengan lantang mereka menaggissss meraung tanpa peduli mereka sedang di rumah sakit ,


" Mamamhhh, mamamhh ,bangun , katanya mau lihat iNtan menikah , mamah bangun jangan tinggalin INtan sendiri , mamah !!!!!!!,,"


Santika memeluk iNtan erat Santika juga shok namun dia merasa perlu memeluk anak sahabatnya itu menyalurkan kekuatan, mereka menangis bersama , tidak lama dokter masuk , menyuruh mereka berdua keluar ketika mereka keluar sudah ada keluarga Tami dan Adam juga ayahnya , INtan langsung berhambur memeluk sahabatnya itu dengan erat menangis hebat begitupun dengan Lusiana yang langsung memeluk Intan dan Tami , Santika yang juga menangis di pelukan suaminya , ,semuannya sudah tau dengan apa yang terjadi di dalam karena dokter sudah menjelasan pada keluarga korban yang di luar bahwa cidera kepala INdah parah dan dokter tidak bisa berbuat lebih , setelah dokter mengumumkan bahwa iNdah meninggal iNtan seketika shok langsung pingsan di tempat tak kuasa menahan berita tersebut.


pemakaman pun dilanjutkan dengan hadirnya INtan setelah pingsan ia langsung meminta ikut ke pemakaman ibunya , dia memaksa, akhirny Santika pun menuruti iNtan , suasana sudah sepi setelah pemakaman usai dengan doa2 , sekarang tinggal Intan dan keluarga Tami juga keluarga Adam yang masih setia menunggu iNtan selesai berdoa sesekali masih menyeka air mata yang keluar ,


" Sayang udah yuk pulang , besok lagi kita ke sini , " Bujuk santika kepada iNtan yang sedang jongkok di samping makam ibunya namun iNtan masih diam tak bergeming


"iya iNtan besok lagi kita knjungi ibu kamu , sekarang pulang , kamu juga butuh istirahat sayang , ibu kamu pasti sedih bila lihat kamu sakit nanti , pulang yuk sayang " Lusiana ikut membujuk iNtan , lagi2 iNtan diam , dia masih berharap ini semua mimpi

__ADS_1


" iya iNtan , ayuk , kita pulang , aku temanin yah di rumah kamu " Kali ini Tami yang berucap membujuk


Adam dan ayahnya hanya mengamati saja , biar para prempuan yang membujuk , setelah beberapa kali di bujuk akhirnya iNtan mau untuk pulang , awalnya lusiana dan Santika menawarka tempat tingal agar intan tidak kesepian namun INtan menolak ,iNtan lebih memilih di rumahnya sediri di temani lusinan dan Tami , Santika yang juga masih lemas juga pulang dengan keluargannya , niat Santika pulang ingin mengutarakan perihal janjinya saat di rumah sakit ke suami dan anaknya agar cepat terlaksanan,


,,,,,,,,,,,,......


Di rumah Adam sedang duduk mehadap kedua orang tuannya dia sedang kaget degan kata2 ibunya yang menyuruhnya untuk menikahi iNtan perihal permintaan terakhir dari ibu Indah ,


" Sayang , mama tau kami memang sedikit memaksa kalian ,namun kami tahu lama2 kalian pasti akan saling mencintai , bantu mama membalas kebaikan mendiang sahabat mama nak , " Ujar Santika berharap ,ia memandang anaknya memohon raut keraguan terpancar di wajah anaknya sungguh ia hanya ingin anaknya bahagia dan iNtan adalah gadis yang cocok , selama ini hanya gadis2 seksi dan gadis2 matre yang mendekati Adam itupun mereka mengincar karena tau Adam keturunan Abraham , berbeda dengan INtan dia gadis sederhana , sangat cocok untuk berpasangan dengan ADam itulah yang di fikirkan santika


Setelah lama Adam berfikir ,memang dia tidak menampik bahwa berdekatan lama dengan iNtan tidak membuatnya traumanya kambuh , apalagi dengan insiden ini aDam sangat berterimasih dengan mediang ibu iNdah yang sudah berkorban menyelamatkan ibunya ,setidaknya menjaga anaknya itu tugas dia sekarang dan mungkin ini sudah takdir dia menikahi iNtan ,


" Baiklah mah , ADam akan menuruti mamah , sekarang mama jangan merasa bersalah lagi , mama harus melupakan insiden itu , " kata ADam tegas memandang ibunya , aDam tau raut rasa bersalah masih memenuhi hati ibunya , dia ingin ibunya berhenti menyalahkan diri sendiriri ,


" Makasih sayang , Namun mama mohon kamu melakukan ini dengan ikhlas bukan untuk semata2 karena mendiang ibunya berkorban buat ibu , mama juga benar2 ingin kalian bahagia sayang , apa kamu mengerti ?"


" Iya mah , ADam ihklas dan Adam mengerti , Adam akan mencoba membuka hati untuk iNtan dan pernkahan kita nanti , " Adam memang sangat menyayangi mamanya itu , apapun untuk mamahnya , setelah insiden mamahnya keguguran adik yang belum lahir rasa melindungi dan rasa sayang terhadap ibunya itu sangat besar , tidak mau trauma bersalah menghinggapi ibunya lagi , Santika mendengar anaknya setuju aakhirnya bernafas lega , ia bahagia permintaan terakhir sahabatnya bisa terlaksanan


" Papah bangga sama kamu nak, papah doakan semoga kalian selalu bahagia dengan pernikahan ini , " ujar papahnya mantap manatap anaknya bangga

__ADS_1


" Mama juga bangga dengan anak mama , terima kasih sayang " Santika menghampiri anaknya itu da memeluk erat , dia sangat bahagia ,


Adam mebalas pelukan ibunya erat ,menyalurkan semangat juga untuk ibunya ,


__ADS_2