
Intan yang masih berada di pelukan Adam karena hampir limbung, Intan hanya terbengong dengan tatapan kosong Adam mencoba menepuk2 pipinya dan memanggil namannya . barulah INtan sadar dari keterkejutannya tadi
" Kamu lelah ?, istirahat aja , biar aku yang urus semua yag disini ," ujar ADam karena melihat iNtan msih bingung dan pucat itu
" Kak , aku tadi,, " tes,,, kata iNtan berhenti namun air mata yang keluar tak dapat di kontrol mengingat apa yang ia lihat tadi antara benar dan tidak
" Kenapa ? apa kamu sakit , kenapa menangis , ayo aku antar ke kamar saja ," ujar Adam perhatian pada istri barunya itu
" Tapi kak ini masih ramai , " ujar INtan tak enak hati dan matanya masih aktif melihat sekeliling rumah dan para tamu seperti mencari seseorang
" Yang terpenting itu kamu, biar tamu jadi urusan mama nanti , kamu sekarang istirahat saja , ayo " bujuk Adam
Adam pun pamit kepada orang tuanya membawa iNtan istirahat , mereka menuju kamar Adam karena kamar pengantin mereka di sana kata Santika , INtan yang di papah ADam pun kaget setelah sampai di kamar ADam teryata kamar Adam sudah di dekorasi seperti kamar pengantin lainnya , dengan taburan kelopak bunga juga beberapa lilin menghiasi kamar tersebut , INtan seketika memerah malu melihat semuanya itu membayangkan perihal interaksi romantis yang nanti akan mereka lakukan , namun iNtan mencoba tenang , BEgitu pun Adam yang kaget juga malu mlihat suasana kamarnya yang berubah romantis itu namun masih diam dan mencoba membantu istrinya untuk berbaring, Adam yang juga mencoba berbaring mulai merasa ada kecanggungan menghiasi mereka tak kala mereka sama2 terdiam sedari tadi ,
"EHEmmmm , " DEHem Adam mengurangi kecanggungan "sebaiknya kamu istirahat saja , aku lebih baik keluar dan meyambut tamu lagi , nanti kalau kamu perlu apa2 tinggal pencet 002 telepon rumah di atas meja, nanti langsung terhubung ruang pembantu di bawah , apa aku perlu panggilkan mama ? "
" Tidak usah kak , makasih , tapi kak apa ada baju ku di sini "
" Sudah ada di lemari , mama yang siapain buat kamu , "
" oh baik kak , " ucap iNtan ,
Adam yang masih penasaran dengan yang terjadi pada iNtan pada saat di limbung tadi pun mencoba beranikan bertanya
" iNtan apa kamu gak ingin cerita tentang tadi kamu shok , sepetinya kamu melihat sesuatu ? " ADam yang memang sempat melihat gelagat aneh Intan setelah lemas seperti orang mencari2 seseorang dengan pandangan menyusuri ruangan dan tamu
" ITu ,,, " Intan yang masih ragu pun sempat tediam
__ADS_1
" ya sudah tidak usah di katakan kalau kamu masih ragu , aku keluar , kamu istirahatlah ,"
" Maaf " ucap Itan menunduk
" Tdak apa2 , "
Adam keluar kamar menghampiri para tamu lagi , berharap INtan istirahat dan melupakan kesedihnnya .
Setelah mejelang sore tamu sudah mulai pulang dan tinggalalh keluarga Adam saja , bahkan keluarga Tami pun sudah pulang , Tomy yang sedari tadi mendampingi bosnya itu pun tak luput dari perhatian Adam
" Tom terimakasih kau sudah sibuk dan pasti kau sangat lelah beberapa hari ini, pulanglah , sisanya biar di urus yang lain ,"
" Siap tuan , dan selamat tuan sekarang sudah menikah , semoga tuan bahagia selalu " Ucap Tomy tulus
" Aminn,, dan Terimakasih " jawab Adam mengamini doa Tomy
" Hemm" jawab Adam
Tomi pun pulang tinggalah Adam dan kedua orang tuannya
"sayang , gimana iNtan" Tanya Santika
" Mungkin tidur mah , ADam belum melihatnya lagi di kamar , "
" Kalau begitu kamu ke kamar saja susul istri kamu , kasian dia menangis terus , masih kepikiran orangtuannya " ujar santika , Adam yang mendengar kata istri di ucapakan ibunya serasa aneh masih belum percaya bahwa dia sekarang sudah berstatus suami , dia hanya diam tak menanggapi ucapan ibunya ,
" Adam ? kenapa , ko bengong , sana , mama mu menyuruh untuk menyusul INtan , siapa tau dia butuh sesuatu , temani dia , " Ayahnya ikut menimpali,
__ADS_1
Sesaat ADam sadar bahwa benar kata ayahnya mungkin intan membutuhkannya , mengingat Intan masih bersedih ,pikir Adam mungkin butuh teman , sebenarnya ADam masih belum membuka hatinya untuk INtan ,ia masih belum sepenuhnya menerima pernikahan ini ,walau dia iklas melangsungkan pernikahan ini ,namun hatinya masih bimbang ia masih belum tau akan bagaimana kisah mereka ,
" Iya pah,,kalau begitu Adam permisi " ADam pun naik enuju kamar pengntinya ,
Sampai di kamar ADam melihat Intan yang sudah tertidur pulas dengan selimut menutupi sampai leher , Adam pun mencoba membangunkan iNtan karena sebentar lagi waktu sholat magrib dan mereka juga harus bersiap2 makan malam , sEtelah mencoba membangunkan iNtan , akhirnya iNtan pun bangun namun ada yang aneh dari iNtan , sedari tadi dia tidak melepaskan selimutnya yang menempel sampai kelehernya posisinya masih sama yaitu bersandar di sandaran kasur ,
" Apa dia sakit " pikir ADam
" Apa kamu sakit , ? sebaiknya cepat kamu ambil wudlu , kita berjamah " ujar aDam tegas
" em itu ,, apa aku boleh pinjam baju kakak ,, soalnya baju yang di siapkan mama santi kurang cocok buat aku ," ujar Intan malu2
*flashback*
SEtelah Adam turun untuk menyambut tamu lagi , iNtan yang masih terpikirkan dengan yang dilihatnya tadi ,sontak pikiran INtan melayang bahwa yang dilihatnya memang kedua orang tuannya ,mereka menyaksikan anaknya menikah Intan tak kuasa menahan air mata yang turun , merasa bahagia karena orang tuannya melihat ia menikah , walau hanya sesaat namun sudah lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan dan membuktikan bahwa pernikahan nya di restui mereka karena iNtan melihat mereka terlihat tesenyum bahagia , iNtan pun tak kuasa menangis menyembunyikan wajahnya di bawah bantal agar tidak kedengaran orang luar , hingga dia sadar belum mengganti bajunya ,ia bergegas mandi lalu ke lemari hendak mengganti baju ,namun ia hanya menemukan baju tidur seksi yang tergantung di lemari itu , mungkinkah mama Santika sengaja pikir INtan , iNtan bukan tidak tau baju apa saja yang di siapakan mama santika karena dia juga perancang busana dia tau baju yang di lemari itu memang identik dengan penganten baru yaitu lingerie sexi namun iNtan belum siap memakainya ,Intan sebenarnya bisa saja telepon guna minta baju di kopernya namun ia tidak enak dengan mama Santi yang sudah menyiapkan baju itu , mau minjam baju Adam pun ia tak berani karena belum ijin ,Akhirnya karena mendesak Intan pun mengganti bajunya dengan bau tidur satin yang lumayan tertutup dari baju yang lain namun masih terlihat seksi karena membentuk tubuh ketat iNtan , INtan bergegas tidur dan menutup seluruh tubuhnya karena merasa malu ,
*off*
Adam menatap iNtan dalam , seolah bertannya kenapa meminjam baju , namun dia urungkan lebih baik tidak beselisih karena memang mereka sudah sangat lelah
" Pakaian ku ada di lemari samping lemarimu , pilihlah sendiri , aku mau mandi , tapi jangan buat berantakan" ujar Adam memperingatkan " Tapi apa benar kamu gak sakit ? "
" Aku baik2 saja kak , , sebaiknya kaka ke kamar mandi , sebentar lagi waktu sholat " Kata iNtan mengingatkan sebenarnya juga Intan ingin Adam cepat2 masuk kamar mandi agar dia bisa cepat juga berganti baju
" hemm, " Jawabnya lalu begegas masuk ke kamar mandi
Intan yang mlihat Adam sudah berada di kamar mandi langsung saja ia bergegas turun dari ranjang untuk mengganti pakaiannya ,ia berjalan dan sampai di depan lemari ADam hendak memilih baju
__ADS_1