
Di sebuah ruangan, dengan banyaknya bunga yang menghiasai di setiap sudut ruangan dan bau desinfektan yang menyengat seorang ibu muda cantik bersandar dengan selang infus menancap di tangannya . ia adalah Santika ,pasca operasi ia hanya diam merawang jauh tatapan mata kosong, mencoba menguatkan diri sendiri dan berdamai dengan keadaan .pasalnya akibat kandungannya lemah dan stres terus2 menerus dan di tambah insiden jatuh membuat ia tak bisa mempertahankan anaknya dan rahimnya .
ceklekk,,,
" Mahh ,, " Sapa Adam kecil saat mendekat ke sang ibunda dengan ragu2.
" Sayangg , kau di sini , apa kau sudah tidak apa2 ? " tanya sang ibunda merentangkan tangan menyambut anaknya.
" Sayang ayo sini , mama kangen sekali sama kamu Adam , kenapa diam saja sayang ?? " tanya ibunya lagi karena Adam hanya memandangnya saja,
Adam tak menjawab dan tak juga melangkah ,ia masih berdiri di dekat pintu hanya diam memandang sang ibu dengan lemas dan sedih , Adam melihat ibunya dengan kondisi memprihatinkan itu tumbuh lagi rasa penyesalan , dipandanginya perut ibunya yang mengempis ia mulai ingin menangis dan meraung meminta maaf ,sebab ia tau adiknya itu sudah tidak ada lagi di dalam perut sang ibundanya .
"Maaf , " hanya itu kata yang Adam mampu keluarkan dari mulutnya sambil menunduk.
" Kenapa minta maaf , sini sayang , apa anak mama ini tidak mau mendekat . " Santika lagi2 menyuruhnya mendekat
" Adam , kenapa ? mama kamu memanggil , ayo papa anter mendekat , dia sangat rindu dengnmu , " Ucap sang ayah yang ikut melihat haru pertemuan itu , Hery tau Adam terpukul dengan melihat kondisi ibunya karena Hery tau Adam itu anak cerdas ia pasti sudah menebak bahwa adiknya yang ia sayangi sudah tiada di dalam perut sang ibunda , namun ia juga bangga dengan anaknya itu sudah berubah lebih baik dan mentalnya lebih berani buktinya rumah sakit ini banyak suster dan dokter perempuan lalu lalang namun Adam tak gentar dan mengamuk , Santika juga sudah tau perubahan baik anaknya dan rasa sedih anaknya itu.
Adam di tuntun sang ayah mendekat ke ibunya , ia masih menundukan kepala.hingga sampai di samping tempat tidur Santika ia memberanikan menatap ibunya , sang ibu langsung saja tersenyum dan memeluk sang anak dengan bahagia . Adam kecil makin meraung2 nagis di dalam pelukan sang ibu ,sang ibu menguatkan dan membelai sayang Adam .
__ADS_1
" Jangan menangis sayang , mama bangga sama kamu , katanya kamu sudah bisa beradaptasi ,kenapa sekarang sedih hem, mama tidak apa2 sayang , " ucapnya sambil membelai lembuh Adam yang masih di pelukaknnya mengalihkan pikiran Adam .
" Mama apa adik sudah tidak ada ? " Tanya Adam dengan sedih , Adam juga sangat mengharapkan sang adik lahir dan menemaninya bermain .Namun setelah melihat perut sang ibu sudah kempes dan itu i sebabkan olehnya ia sangat kecewaa pada diri sendiri ,
Deg , Jantung Santika seketika langung berdetak cepatvia bingung harus bilang apa , Santika tau jika Adsm merasa bersslah atas insiden itu , Hery sudah tak kuasa menahan sedih di hatinya tak kala sang anak menanyakan adiknya yang sudah tiada itu , ia hanya memeluk Adam dengan erat sambil menjelaskan pelan2 .
" Sayang kamu percaya sama mama dan papah kan? " tutur Santika.
Adam mengangguk ,
" Dengarkan ibu yayang , jadi dede bayinya sudah berada di langit surga , ia sudah bahagia di sana , jadi jangan sedih yah , tuhan lebih sayang adik kamu , dan yang perlu Adam ingat ini semua bukan salah Adam , kita hanya ditakdirkan belum bisa ketemu sama adek , jangan sedih dan merasa bersalah ya sayang ,kalau kamu sedih terus dan murung, nanti adek kamu di sana marah dan sedih juga , kita harus tetap semangat biar adek di sana juga bahagia ." ucap Santika memberi pengertian.
" Enggak dong , Adam kan kakak yang hebat, anak kebangga'an mamah sama papah, Adek pasti bangga punya kakak yang hebat , bukannya Adam sudah berani lihat tante suster dan dokter perempun tanpa dendam , hebat anak papah benarkan mah ? , " Ucap Hery menimpali .
" Benar pah " Jawab Santika menjawab sang suami .7l
Adam Melihat mereka senantiasa medukung dan menyemangati satu sama lain , di dalam hati Adam merasa bahagia pasalnya sekarang ibu dan ayahnya nampak bahaia walau Adam tau mereka masih sedih dengan semuanya ,Adam tau pasalnya ia juga msih sedih tidak mungkin segampang itu melupakan adik yang ingin sekali ia punya apalagi Adam merasa ia juga termasuk orang yang mencelakainya , sekarang Adam berjanji dan berumpah akan menjaga dan melindungi orangtuanya , ia tak mau orangtuaya sedih lagi seperti ini , terutama ia akan membahagiakan sang ibu ia harus bisa melawan rasa traumanya itu . itulah tekad Adam kecil .
Tak tak tak, suara sepatu fantofel yang mendekat terdengr oleh para penjaga yang berjaga di sebuah kamar bawah tanah rumah keluarga Abraham .
__ADS_1
" Buka " Ucap Hery
" Baik tuan " jawab sang penjaga lalu membuka pintu kamar yang terlihat lusuh dan pengap ,
" Heh kalian sudah dengar , katanya tuan besar sudah masuk ke ruangan perempuan ****** itu , huh padahal aku belum puas menyiksanya , aku masih ingin menamparnya , gara2 dia tuan muda kecil memberontak dan nyonya jadi keguguran " Ucap salah satu pembantu yang mulai berkumpul ,
" Betul , tapi aku cukup puas melihatnya , karena aku hanya memberikannya satu kali makan bubur sehari biar dia tau rasa macam2 disini, sudah di peringati masih saja ngeyel masuk rumahbutama , ya modyar koe , mampus o , . " ucap yang lainnya lagi
" Hehe aku penasaran akan ada kejadian apa sama si koki ****** itu nanti , Semoga tuan besar memberikan hukuman setimpal untuk si koki baru sombong itu, "
Teryata para pembantu juga tak luput dari membalas demdam untuk sang majikan , sungguh mengerikan mereka , namun mereka merasa tindakan mereka itu sepadan dengan ulahnya untuk seseorang yang lancang dan sombong seperti Sari .
Ceklek , Hery masuk dan melihat seorang perempuan dengan lemas duduk terikat , dan dia melihat penampilan perempuan itu sangat menyedihkan dengan beberapa luka memar di tubuhnya sungguh pemandangan yang memuaskan batin Hery dia tersemyum devil , Hery tau itu pasti kerjaan para pembantunya yang geram dengan perempuan ini ,ia tak mempermasalahkannya karena menurut Hery itu tanda mereka mereka setia dan menyayangi keluarganya .
" Siram dia dengan air es , buat dia mau nuka mata " Suruh Hery pada pengawalnya.
Byurrrrrr ,,,,,,,
Sari gelagapan dan kaget pasalnya ia sangat lemah hanya untuk mengangkat wajahnya , namun ia paksa melihat ke depan ,sosok orang yang memerintahkan untuk menyiramnya , di pandanginya dengan seksama laki2 gagah di depannya itu dan,
__ADS_1
" Apakah anda Tuan Besar , tuan Hery , tolong lepaskan saya , saya minta maaf tuan , tolong lepaskan saya , "