Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
episode 58


__ADS_3

* flash back of*


Intan lemas di kamar mandi bersender pintu , ia sedari tadi hanya bengong memegang baju yang di bagian dadanya sudah terbuka oleh Adam ,dengan erat masih dengan nafas memburu serta jantung yang berdekup kencang, masih terlihat jelas rona merah menghiasi pipinya yang bersemburat malu , " Ya ampun , hampir saja aku dan kak Adam ,,,,,, huftt , jantung udah dong jangan deg deg an terus , tarik nafas , buang nafas huh , gue harus berendam ngademin ni jantung ku , ishh kenapa juga aku ikutan terlena sama ciumannya lagi sih , huwa huwa malunya !! ," clas clas clas begitulah racauan Intan d kamar mandi dengan air rendamanya sebagai pelampiasannya ,


Adam di ruang kerjannya juga sesekali tidak fokus , pikirannya terbagi , antara kejadian tadi dan niatan berbicara dengan ibunya mengeni ulang tahun ABM , Adam yang menunggu intan siap2 ke kampus rencana akan mengobrol di dalam mobil , Adam ingin meminta maaf dan meluruskan kejadian tadi , namun sampai sekadang sang istri tak juga keluar kamar , orang tuanya sudah berangkat semua ke kantor dan butik , hanya mereka , namun Adam curiga kenapa Intan tak juga keluar kamar , ,


Tok tok tok , "Intan kenapa lama sekali , bukannya kamu ada kelas pagi , ayo keluar biar aku antar ," Suara Adam nyaring di luar pintu kamar , Adam tak berani masuk kamar karena merasa masih canggung ,


Intan yang mendengar Adam menunggunya bingung namun mau bagaimana lagi akhirnnya Intan percepat dandannanya ,


" Ya ampun apa lagi itu , bukannya senior galak harusnya sudah ke kantor yah , padahal aku lama2in niat menghindar , pasti canggung nanti , ish ini juga dasar senior galak bikin kissmark di area leher terbuka aku kan gak jago make up , untung pake foundation doang bisa ketutup , kalo Tami tau malu banget , , " racaunya di depan cermin .


" Intan !! kamu baik2 aja kan" panggil Adam lagi karena Intan tak ada resoon dari dalem kamar ,


ceklek Intan keluar kamar , bertatapan dengan Adam mereka saling pandang sesaat , benar dugaan mereka kecanggungan terjadi ,


" kamu gak papa , kenapa lama sekali , ? " Tannya Adam .


" Aku baik2 aja kak , yuk sekarang aja langsung berangkat , " jawab Intan.

__ADS_1


" Ya , " balas Adam .


Di dalam mobil Intan menghadap keluar jendela terus tak berani memandang dan juga memulai pembicaraan , benar2 situasi absurd ,


" Ehem , Intan itu di belakang ada bekal buat kamu sarapan , kamu perlu sarapan , bawa ke kelas , kalo ga kamu makan di sini juga bisa tak masalah , , " Ucap adam memulai pembicaraan .


Intan menengok ke belakang jok mobil dan benar di sana ada tas bekal , Intan mengambilnya . ia tersenyum sesaat merasa sedikit terharu karena Adam memikirkannya ,


" Terimakasih , kenapa cuma satu, buat kakak mana . ?"


" Aku sudah sarapan , nunggu kamu lama , aku sarapan duluan , ini aku antar kamu masuk kampus atau di luar seperti biasa , ?"


" Baiklah ," ucap Adam , keheningan menerpa suasana mereka lagi , namun Adam yang memang sudah berniat meminta maaf ia tak pantang mundur ,ia tak mau membuat Intan sakit hati padannya , ia sudah bertekad untuk membahagiakan Intan apapun itu demi sang ibu , namun entahlah ia tak mau membuat Intan sedih demi sang ibu atau demi dirinya sendiri, Adam belum bisa mencrrna keadaan perasaannya sendiri itu , " Dan Intan , aku mau minta maaf dengan kejadian pagi tadi yang ,,,"


" Stop ,, sudah kak aku gak papa , sebenarnya aku yang harusnya minta maaf karena sebagai istri seharusnya tak menolak ajakan kakak untuk itu , aku tau di agama kita itu dosa , namun aku belum siap kak , aku minta maaf , hiks hiks , maafkanaku kak " Intan tertunduk menangis , ia sedari tadi memang dilema dengan hatinya yang ingin berterus terang tentang ini , ia sangat malu juga sangat marah pada dirinya sendiri , kadang ia merasa benarkah mereka menikah itu tindakan tepat , bahkan mereka awalnya sangat bermusuhan ,


" Hey tak apa , jangan menangis , " ucap Adam , ia langsung saja menepikan mobilnya ,lalu menatap Intan yang masih tertunduk ," Dengarkan aku , aku yang salah sudah melewati batas yang kita janjikan , masalah kamu menolaknya itu aku ikhlas tak apa , aku membebaskanmu, kita memang butuh ruang untuk memahami diri kita dan pasangan kita , aku sangat menghargai kamu , jadi jangan bersedih dan merasa terbebani dengan pernikahan ini ,aku tau kita menikah mendadak tanpa persiapan yang matang untuk hati kita sejujurnya begitupun aku , aku tau kamu belum mencintaiku , kita lakukan saja perlahan , sekali lagi maafkan aku , dan jangan menyalahkan diri sendiri , pernikahan ini memang difikirkan sangat berat untuk kita, mengingat kita tak saling kenal bahkan tak jarang kita bermusuhan , namun aku ingin membahagiakan kamu ,dan menjalankan bersama mu , apa kamu mau menyambutku menerimaku perlahan , ? " Adam dengan beraninya mengungkpkan rasa gelisah di otak dan hatinya , entah dorongan dari mana ia bisa berbicara seperti ini , apa karena ia tak tega dengan Intan yang menangis menyalahkan dirinya sendiri atau ia sudah mulai merasa ia menyukai Intan, entahlah , namun Intan yang mendengar itu lagi2 terharu ,


Intan menatap Adam , pandangan mereka terkunci , air mata Intan masih keluar walau tak mengeluarkan suara isaknya lagi, Intan memandang sambil membulatkan tekadnya , ia akan berusaha juga untuk bisa menyayangi suaminya itu dan membuatnya bahagia juga ,

__ADS_1


" Iya , mari kita menjalankan pernikahan ini dengan sungguh2 , aku juga ingin bahagia , mungkin dengan kakak aku bisa bahagia , jadi makasih kak sudah mau menerima ku , "


" Boleh kupeluk , sepertinya kita memang perlu . " ucap Adam tersenyum ,


" Ya sepertinya kita perlu pelukan untuk memulai ini , " jawb Intan mengiyakan .


Mereka berpelukan lama , hanya berpelukan , pelukan itu adalah pelukan teryaman dan hangat selama mereka menikah , tanpa takut dengan perasaan mereka setelahnya , karena mereka sudah bertekad untuk menjalankan mahligai pernikahan dengan sungguh2 dan tanpa terpaksa ,


Drettt dretttttttt , Hp adam bergetar berbunyi , mereka melepas pelukanya , dan Adam mengangkat telfony ,


" Tuan ada yang penting ingin saya sampaikan , anda sekarang dimana , ke kantor tidak ? " tanya orang sebrang telepon .


" Aku sebentar lagi sampai, kau tunggu saja " Hanya itu yang adam ucapkan di telfon dan langsung menutupnya , Adam beralih menatap Intan ,


" Sebaiknya kamu makan sarapanmu sekarang saja , di kelas nanti kamu tak sempat kita hampir terlambat , aku juga bawakan kamu minum , jadi makanlah disini saja , " Ucap Adam perhatian .


" Baiklah , aku rasa juga begitu kita sudah sangat mepet ke jam kelas pagi ku "


Intan memakan bekalnya di mobil sesekali ia melirik Adam , namun ia melihat ekpresi Adam yang dingin seolah2 ia orang yang berbeda dari yang tadi memeluknya , ada apa kah , apa telfon tadi yang membuatnya seperti itu , Intan masih memandang Adam dengan tanda tannya , namun ia tau itu bukan urusannya walau di hatinya juga takut terjadi sesuatu , mengingat ulang lagi ucapan July tempo lalu , ia berharap Adam akan baik2 saja nantinya ,

__ADS_1


__ADS_2