Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
epsode 50


__ADS_3

" Ada apa , hari ini tidak membuka diskon , sebaiknya ibu tak melakukan keributan seperti tempo dulu " ucap Ratna angkuh dan berani


Sekarang di hadapan Ratna ada Jane si lampir ijo yang sedang berkunjung ke butik seprti biasa dengan angkuh dan sombongnya


" Heh kau karyawan rendahan , jangan sok2an kamu ,lihat nanti kau anak ku jadi menantu boss mu kamu saya pastikan akan di usir dan di pecat , aku kesini untuk menemui Santika calon besanku ada yang perlu di bicarakan , jangan halangi aku "


Belum selesai bicara Ratna sudah di hampiri Nita yang memberi tahu untuk mengantar Jane ke ruangannnya


" Baiklah akan saya antar ibu Jane ke ruangan ibu Santika mari ikuti saya " Ujar Ratna pada Jane


" HUh dari tadi kek , bikin emosi saja kamu"gerutu Jane


kini JaNe sudah berhadapan dengan Santika di ruangannya


" Ada apa , sebaiknya langsung katakan saja , saya sedang sibuk " ujar Santika malas , ia sudah menebak pasti akan ada Lampir Setya yang datang berhubung dengan ulang tahun ABM yang sudah tersebar beritannya


" Begini nyonya Santika behubung saya mendengar akan ada perayaan ulang tahun ABM saya minta permohnan kecil pada anda , "


" Permohonan ?!, permohonan apa ? " tanya Santika judes,


" Saya minta anda adakan juga pertunangan dadakan di acara tersebut , pertunangan antara ADam dan Feronika anak saya , bagaimana nyonya , bukannya waktunya pas , " UJar Jane to the point

__ADS_1


(" Kena kau ") Ujar Santika di hati sambil tersenyum sinis ("dan apa katanya permintaan kecil dasar lampir cih")


" Baik , akan saya adakan pengumuman di situ , kau tenang saja akan aku bikin menggemparkan juga di situ nanti , dan kau tidak usah repot semua akan saya atur ,kau hanya perlu merias diri dan putrimu agar tak malu2in keluarga kami nantinya , tapi kau hanya bisa umumin pertunangan itu dengan nama besar saja, kau cetak undanga hanya lampirkan saja keluarga Abraham dan keluarga Setya , tak usah cantumkan nama Adam dan Feronika , simple agar semua penasaran , "


" Baik nyonya ide anda sangat bagus saya setuju ,namun bagaimana dengan Adam nyonya , kita harus tetap melakukan sembunyi2 kan nyonya biar surprise nanti di acara tersebut ? , apa tidak apa saya menyebar undangan ?" UJar Jane takut takut , , karena kalau ADam tau ia akan di tunangkan dengan anaknya pasti dia akan menolak dan membatalkannya , walau pun sebenarnya ia agak senang karena ia bisa menyebar undangan tanpa ragu2 dan tanpa mulut ke mulut ,


" TEnang saja , Adam tidak akan tau "( bahkan tidak akan pernah tau ) ujar Santika dalam hati " ADam akan saya kasih tau pas di hari acaranya jadi kau tidak perlu cemas , kejutan kita pasti berhasil , kau juga sebaiknya tak usah kasih tau suamimu dulu soalnya kalau suamimu tau dia akan menceritakan dengan relasinya dan akan sampai ke telinga Adam sebaiknya kasih tau pas hari itu saja , kau boleh undang siapapun sehari sebelumnya bilang akan ada pengumuman pernikahan juga tak masalah , " ujar Santika bersandiwara meyakinkan


" Baik nyonya , kalau begitu saya permisi akan menyampaikan berita ini ke anak saya , dan terima kasih waktunya "


" ya , oh sebentar , kamu waktu itu berniat membeli gaun rancangan saya yang buat Sasmitha namun tak jadi ,kenapa ? apa rancangan saya tidak bagus dan bukan selera kamu , saya merasa sangat sedih ketika kamu tak jadi beli rancangan ku , padahal aku udah merayu Sasmitha agar kamu bisa memilikinya " dengan raut sedih (ku kerjain kau) ujarnya dalam hati


" Bukan begitu nyonya , maaf membuat anda kecewa, tapi waktu itu memang gaunnya kurang sesuai dengan karakter saya dan sepertinya kekecilan jadi tidak jadi , hehe " Jane bersilat lidah mencari alasan , mencoba mengelak


"Eh nyonya sangat perhatian , " ucapnya gugup


" Sebentar aku tunjukan ," ujarnya semangat


Santika menunjukan gaun ke pada Jane sebenarnya gaun itu justru model lama ia hanya ingin mengerjai Jane saja , Santika amat geram dengan sikap arogan Jane yang selalu semena2 di butiknya ,


"Bagaimana ? bagus kan .,cocok untuk mu ,, cuma harganya itu dua ratus juta , apa kamu sanggup , dan hari ini tidak ada diskon " Santika senyum meremehkan

__ADS_1


" Mampu lah ibu Jane kan calon besan ibu Santika bos Butik ini,masa ga mampu iya kan ibu Jane ," ujar Ratna menimpali dengan tersenyum cerah bermaksud memojokan tak memberi muka , , Ratna yang bertugas mengambilkan gaun tersebut tak mau menyia2kan kesempatan untuk ikut memanas2i lampir ijo Jane itu, sungguh dendam kusumat dari para karyawan yang terdzolimi harus terealisasikan , bagaimana tidak dendam seluruh karyawan butik di perlakukan sangat semena2 oleh Jane , seperti babu jika ia datang , semua karyawan tidak membantah karena masih memandang Santika untuk tidak menambah masalah butik jadi tidak memperpanjang dan mereka tidak mau ada keributan di butik walau pasti karyawan yakin mereka di bela oleh Santika namun para karyawan hanya diam saja menunggu sang boss mereka turun titah karena mereka juga yakin pasti Santika tau polah Jane di butik, alhasil jika Jane datang menindas dan menyuruh2 seperti babu dan memarahi kadang juga menghina mereka hanya diam , menurut mereka belum saatnya membalas , karena sang boss besar pemilik butik belum turun titah ,


" Wah bagaimana kalau kau coba saja dulu , sana sana kau coba dulu ," Santika mendorong Jane ke ruang ganti pakaian , ia sengaja agar Jane tidK bersilat lidah ,


Jane tak kuasa ia hanya menurut saja karena ia merasa terpojok ia menuju ke bilik ganti dan membawa gaun tersebut sambil bengong , dia terbengong memikirkan cara untuk menolak gaun mahal itu , dan membuat alibi yang cocok ,


" Hahahah , ibu liat tadi wajah si Lampir itu udah kaya mayat idup pucet sekali , hahaha " Ujar Ratna Berbisik senang karena kamar pas berda di ruangan itu juga walau sedikit jauh alhasil mereka hanya berbisik2 ria


"Haisss sesenang itu kah kau , dasar ,, hahah tapi betul juga , mental diskonan dan rampokan di suruh bayar full pasti langsung pucet hahah" Santika menimpali dengan suara pelan


" Benar bu dan saya juga senang sekali sudah lama ingin mengerjai tuh lampir , ia sombong arogan selalu semena2 sama karYawan di sini bu , untung kita tahan banting ,, " masih mode pelan


"Tenang saja untuk masalah kalian di tindas selagi gak main fisik aku masih mentolelirnya dan itu aku juga masih pantau kalian , itu juga buat kalian belajar menghadapi sifat2 klayen kita kedepannya ,karena tempramen manusia berbeda2 kalian harus bisa mengatasinya , karena kerjaan kita juga berhadapan dengan pembeli yang memiliki macam2 sifat , karena itu aku bikin Jane itu seperti bahan percobaan kalian , tapi tenang setelah ini kamu dan lainnya juga akan dapat bonus , "


" Wah ibu teryata bijak sekali , Terimakasih bu " tepat seperti dugaan Ratna Jane itu sebagai umpan latihan para karyawan , Ratna pun kagum dengan cara pandang dan cara didik Santika ,


"Ck kamu urusan Gaji naik, pasti cepet respon sekali " Ujar Santika menyindir


" Ah ibu saya jadi malu , pokoknya aku padamu bu hehe " Ratna memang suka bercanda dan bisa di bilang sangat dekat dengan Santika karena hanya Ratna yang paham sifat2 Santikan yang berubah2 dan hanya Ratna yang kadang sangat sabar dengan omelan2 Santika dan tidak mengeluh , ia selalu menengahi masalah butik jadi dia sangat di percaya Santika ,sehingga mereka seperti teman walau umur mereka jauh ,


"Dasar Basi , udah sana jemput si lampir ijo itu , nanti kabur bahaya ga jadi kita senangnya , , "

__ADS_1


" Siap boss ,, "


__ADS_2