Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
episode 55


__ADS_3

(di ruang spikiater)


Adam kecil sedang di smbuhkan namun terkadang ia mengamuk dan mmberontak jika itu adalah dokter perempuan maka semua dokter dan perawat adiganti laki2,, Melihat itu Santika sangat terpukul , ia tidak bisa menyembunyikan keresahan hati dan pikirannya ia tidak tega melihat anak kesayangannya seperti itu ,


"Sayang kita istirahat saja ingat kau sedang hamil , Adam sudah lebih baik sekarang , dan sayang maafkan aku karena aku anak kita jadi seperti ini , sekali lagi maaf kan aku " ucap Hery sedih menunduk di hadapan Santika


"Tidak sayang bukan salah kamu, ini memang ujian buat keluarga kita , " mereka berpelukan erat meluapkan kesedihan mereka dan saling menguatkan , ,


Setelah melalui beberapa konsultasi dan pemulihan Adam dinyatakan sudah sembuh dan pulang , namun sekarang Adam yang ceria dan optimis menjadi pribadi yang diam dan kritis juga bengis , orangtua Adam menganggap itu wajar karena masa2 pemulihan , dan dokter berharap orang tua Adam bisa menjauhkan sesuatu yang akan membuatnya trauma itu kemnbali yaitu perempuan berbaju seksi,


,,,,,,,


" Permisi pak saya Sari pembantu baru rumah ini , yang mengantikan juru masak keluarga Abraham , " seseorang perempuan muda melapor di kediaman Abraham .


" Oh iya saya sudah di beritahu , silahkan masuk dan nanti akan ada kepala pembantu yang menunggu anda di dalam " Sang penjaga menyuruhnya masuk " oiya ingat masuklah lewat pintu barat , jangan pintu utama , kalau kau masih ingin bekerja disini dan ingin aman , karena semua pembantu dan pegawai masuk lewat pintu khusus di barat , " penjaga memperingatkan melihat sang pembantu itu menggunakan baju seksi membuat sang penjGa was2 bila ia masuk rumah utama ,


" Ya , " ucap santai sang juru masak , ia melangkah namun ......" Apaan pintu utama juga sepi kok , ngapain lewat pintu barat lagian pintu barat aku juga males kejauhan , tinggal minta maaf saja kalau di marahi kan aku baru pertama kesini , lagian aku penasaran dengan ruangan utama , heheh , " gumamnya dengan percaya diri


Klek ,,, pintu Utama ia buka " Wahhh sangat megah dan bagus sekali , ck ck ck pelit sekali kita tidak boleh lewat sini , ini benaar2 bagus pantas di sebut orang terkaya , " ia bergumam sambil melihat2 seisi ruangan sehingga ia tak sadar dengan apa yang ada di sekitarnya ,


" Siapa kau kenapa kau di sini , Dasar penyihir jahat , pergi kau , jangan kesini dasar perempuan jahat , Pergiii !! " Suara Adam melengking membuat seisi rumah gempar dan mendekat ,

__ADS_1


Brakkk , Brakkk, Adam melempar sang perempuan juru masak itu dengan benda2 yang ada di depanya itu apapun ,


"Stopp , dasar anak sialan siapa kau , beraninya kau melemparku , kalau kena badanku kau harus bertanggung jawab , akan ku pukul kau anak nakal , !!" ,balas sang pembantu baru dengan berteriak


" Arhhh , dasar perempuan jahat , " Adam masih marah2 dan melempari perempuan itu sengan benda2


" Stop Adam , stop ,, " Sang ibu yang sedang hamil datang menenangkan anaknya yang mengamuk,


" Semuanya cepat seret perempuan itu pergi , kurung dia ,berani dia lancang di sini , cepat !! Teriak santi pada pembantu yang sudah mulai datang sambil ia memeluk Adam


" Baik nyonya !!" jawab lantang beberapa penjaga rumah ,


Namun ,,,,,,,Bruakkkkk ,,, Santika terhempas oleh kekuatan Adam yang memberontak


" Baik nyonya , " .


namun mereka tidak sadar babwa darah juga sudah merembes keluar dari baju yang di kenakan Santika akibat hempasan Adam ,


" Nyonya anda berdarah , sebaiknya nyonya kerumah sakit sekarang " pinta sang kepala pembantu.


"Ahhh , perutku , bawa aku kerumah sakit , ini sangat sakit , dan tolong suruh beberapa menjaga Adam , jangan smpai ia keluar kamar takut membahayakan Adam, telpon tuan kalian cepat , "

__ADS_1


" Baik nyonya , cepat kalian bantu nyonya Santika ke mobil dan bawa ke rumah akit , Cepaat " ucap kepala pembantu ,.


,,,,,


Sedangkan Adam sebelum masuk di bawa ke ruangannya sempat melihat ibunya berdarah, ia sangat takut dengan keadaan ibunya nanti , apa yang ia lakukan pada ibunya itulah yang ia pikiran selalu , " tolong jangan sakiti ibuku , biarkan dia selamat ,dan tolong jaga adiku agar baik2 saja , aku takut , tuhan jangan sakiti ibu dan adik ku , maaf kan aku yang jahat sama ibu , aku mendorongnya , akulah yang salah , maaf kan akku mama , maaf kan aku " aku membuat ibuku berdarah maaf kan aku ",gumaman Adam , kecemasan itu di bawa tidur oleh obat bius yang di suntikannya


Sedangkan Santika kini sedang menjalani operasa


.........


"Mahh " Adam siuman dan langsung mencari Santika ,


" Tuan muda kecil apakah anda baik2 saja apa ysng anda rasakan sekarang , apakah tuan muda kecil mau menceritakan , dan untuk ibu Santika sedang ada urusan jadi beliau tidak menemani , sebaiknya tuan istrahat lagi atau bercerita saya akan mendengarkan ," Ucap sang dokter psikologi pribadi karena sang dokter tau gumamam Adam sebelum Adam pingsan oleh obat bius


" Tidak mau aku ingin mama ku , bawa aku menemui dia, aku takut terjadi sesuatu tadi aku melihat mama berdarah karena ku , aku takut , cepat bawa aku menemui mama , jangan sampai adikku dan ibuku kenapa2 " Adam mulai histers lagi .


" Tuan muda kecil tenang , " Di peluklah Adam kecil untuk menenangkan " anda tidak bersalah , ibu anda pasti baik2 saja , lebih baik kita berdoa untuk ibu tuan muda bagaimana ?, " ucap sang dokter pria itu membujuk


" Kalau aku tenang dan berdoa apa kau akan memenuhi pinta ku untuk menemui ibuku , kalau kau setuju aku akan jadi tenang dan tidak melawan , " Sang Adam kecil bernegosiasi , tanpa sadar Adam sedang di sebuhkan oleh sang psikiater dengan metodenya agar mentalnya membaik dan kuat juga jadi lebih baik pribadinya, sang psikiater sangat senang dengan perubahan Adam ia yakin itu di picu oleh rasa bersalahnya pada ibunya namun itu juga bagus untuk ia timbul rasa simpati dan rasa tanggung jawab , sang spikologi pelan2 namun pasti menyembuhkan gejala2 awal. sang pewaris kecil itu ,


Beberapa hari berlalu sang pewaris kecil sudah tenang dan mulai berani dengan situasi juga sudah bisa beradaptasi, semua pembantu yang di dominasi laki2 juga bersyukur sang tuan kecilnya sudah mulai sembuh mereka ikut bersyukur . Sang Ayah Hery Abraham juga sangat bersyukur melihat perubahan anaknya itu , ia sangat senang walau terbesit sedih mengingat sekarang kondisi istrinya keguguran dan tidak bisa untuk mengandung lagi , namun ia tau bukan saatnya ia untuk bersedih , ia berjanji akan melindungi dua orang yang amat ia sayangi itu, dan di masa depan ia akan lakukan apapun untuk kebahagiaan anak dan istrinya ,

__ADS_1


" Apakah aku sudsh bisa menjumpai ibu ku , aku akan janji tidak akan berbuat sesuatu yang menyakiti ibu , aku tau ibu akan sedih bila aku marah dan memberontak , aku tak mau bikin ibu sedih , aku akan berusaha sembuh , aku akan kuat bila ada penyihir , aku akan coba lawan rasa takut dan jijik itu " ucap sang pewaris kecil , teryata ia sadar dengan kondisinya itu namun ia berjanji untuk sembuh demi ibunya aagar tersenyum kembali ,


__ADS_2