
Adam masuk perlahan2 ke dalam ruangan rumah sakit yang di huni oleh keluarga si penabarak almarhum ibu Indah yaitu Egi , Egi yang saat ini sudah meninggal akibat bunuh diri tanpa meninggalkan informasi apapun mengenai siapa dalang di baliknya ,alhasil Adam hanya bisa mengorek informasi dari keluarganya saja , dan perlahan2 Adam berharap akan bisa menuntaskan semuanya sendiri,
Ceklek , , Tap tap tap , Adam masuk ruangan pasien ia mendapati seorang anak kecil perempuan berumur 3 th dan seorang perempuan berumur (27)terbaring tertidur berjejer dengan selang infus di masing2 tangan mereke , namun ia tak mendapati sosok nenek tua yang merawat mereka seperti kata informasi tomy sebutkan , karena ia penasaran ia menyuruh bodyguarnya untuk mencari nya , Adam pun hanya duduk menunggu di ruangan itu dengan terpakasa karena ini salahnya ia masuk tanpa mengeceknya dahulu padahal ia sangat tidak suka rumah sakit ,
Sedangkan Intan yang sekarang di balkon rumah sakit sedang menikmati angin dan menenangkan diri di kagetkan dengan tangisan seseorang ,ia mencarinya teryata tangisan itu berasal dari balik meja ia sedang meringkuk di pojokan tembok ,andai orang itu tak bersuara mungkin intan tidak tau teryata ia tidak sendiri dan intan sempat buang nafas lega bersukur itu suara manusia bukan suara setan , Intan mulai mendekati secara perlahan ia mendengarkan tangisan orang itu seperti sesak sekali , intan memberanikan diri mendekat lagi dan berjongkok menyamainya , teryata itu ibu2 yang sudah cukup sepuh ( berumur 60 th) sedang menangis meringkuk seperti merasakan sakit karena ia selalu memegang dadanya ,
" Nenek " panggil Intan , namun orang yang di sapa diam saja , hanya berhenti menangis seperti kaget tangisannya di ketahui orang padahal ia meringkuk di pojokan ,
" Nenek kenapa , sedang apa disini ? apa nenek sakit , ? , ayo saya antar periksa , ?" Ucap intan lagi sambil ia mengelus bahu si nenek itu dengan lembut , namun lagi2 si nenek itu diam saja hannya menengok dan menatap wajah Intan ,
"Lebih baik duduk di kursi saja ayo nek , di lantai kotor dan dingin, nanti nenek sakit" Bujuk Intan ,
Dan setelah Intan membujuk dan berkata bisa sakit kalau duduk di lantai akhirnya si nenek mau duduk di kursi dan berhenti menangis ,
Intan penasaran sedang apa nenek2 disini menangis mengumpet , Intan pun bermonolog di hati " Bukannya kalau pasien itu tidak boleh keluar di cuaca dingin seperti ini karena cuaca saat ini berangin dan mendung ,tak ada selang infus di tangannya berarti dia bukan pasien , apa dia salah satu keluarga pasien tapi kenapa dia seperti kesakitan tadi " pikir Intan , Intan masih diam begitu pula si nenek, Intan hanya membantu mengelus2 bahunya saja menenangkan walau hatinya sangat penasaran dengan sosok di hadapannya itu ,
__ADS_1
" Nenek kenapa ? Apakah sakit , tadi saya lihat nenek memegang dada nenek , apa nenek sesak nafas ? " Tanya Intan lagi.
" Saya tidak apa2 nona , ini karena saya merindukan anak saya yang telah meninggal , jadi hati saya serasa sesak" Jawab si nenek sedih ,
Jawaban si nenek membuat Intan sejenak memikirkan ibunya juga yang telah meninggal , memang sulit menahan rindu untuk orang yang tersayang apalagi sudah tidak ada di dunia ini, intan tau betul perasaan itu ,
" Nenek boleh merindukan anak nenek saya juga selalu merindukan ibu saya yang telah meninggal bahkan rindunya tak tertahan , tapi jangan seperti ini , nanti nenek malah bikin diri sendiri sakit , siapa nama nenek , dimana keluarga nenek , .? tanya Intan ,karena kondisi sudah tidak memungkinkan untuk terus di balkon karena angin kencang dan mendung Intan ingin segera mengantar si nenek itu ,
" Nama saya nenek Muti , nona bisa panggil saya nekti saja , saya disini menjaga menantu dan cucu saya , mereka sakit akibat kecelakaan , dan anak lelaki saya meninggal beberapa bulan lau karena mencari biaya perawatan mereka ,akhirnya hanya nama saja yang kembali , bahkan jasadnya saja tidak bisa kami jumpai , " Si nenek tanpa sadar bercerita kepada Intan dengan sedih dan air mata yang menetes ,
"Nona sendiri sedang apa di rumah sakit ? " ujar Nekti lagi membuyarkan lamunan Intan ,
" Saya menemani suami saya bertemu seseorang nek , oya Nenek sebaiknya kita lanjutin mengobrolnya di dalam saja yuk , di kantin kita bisa pesan teh hangat , saya takut nekti sakit karena di sini sangat berangin , tidak baik buat orang seusia nenek , nanti saya juga ingin bertemu sama menantu dan cucu nenek kalau boleh " Bujuk Intan membuat taktik ,
" Tak apa nona disini saya merasa tidak sesak , kalau ke dalam banyak orang saya tidak terlalu suka dan kalau ke ruang rawat saya melihat cucu saya yang sadang sakit juga merasa sedih , disini dulu untuk sementara menghirup aroma sebelum hujan , sebaiknya nona masuk saja tidak apa2 tinggalkan saya sendiri , " Kekeh si nenek ,
__ADS_1
Intan pasrah akhirnya menurut saja dan juga menemaninya ,
" Baiklah kalau begitu Intan temani , nama saya Intan nek , "
" Nama yang cantik , nona juga sangat sopan dan baik , "
" Terimakasih nekti , panggil Intan saja , dan kalau nekti mau cerita , cerita saja , agar perasaan rindu nenek terobati dan meringankan beban nenek , Intan tau nekti sedang butuh teman mengobrol"
Nekti diam memandang langit mendung , dan Setelah diam beberapa saat nekti diam akhirnya memberanikan diri berbicara lagi dengan Intan ,
" Benarkah Intan mau mendengarkan nenek tua ini berbagi keluh kesah , sesungguhnya nekti juga ingin berbagi beban karena nekti tidak ada siapa2 lagi untuk berbagi keluh kesah karena menantuku sedang sakit aku tak ingin membebaninya lagi ,namun ini sangat sesak di hati jika saya simpan sendiri , tapi jika nekti cerita akan membahayakan kamu lebih baik kita sekedar kenal saja nona Intan jangan lebih , " Ucap sang nenek lesu ,
" Nenek percaya saja , tidak akan terjadi apa2 , nenek cerita saja , tidak apa , jangan pikul sendirian , sesungguhnya Intan tak pernah tau rasanya memiliki nenek karena almarhum ibu saya adalah anak panti asuhan dan nenek kakek dari ayah sudah meninggal semua sewaktu aku bayi , mungkin sekarang Intan bisa memiliki nenek untuk sejenak karena nekti ada di sini untuk bercerita , " Ucap Intan tulus ,
Mendengar itu nekti jadi terharu sekaligus prihatin , ia juga jadi tau Teryata Intan orang yang gigih tak kenal takut, sungguh baik hati sekali , padahal ia sudah mengatakan itu berbahaya, ia jadi percaya mungkin tak apa jika ia bercerita sedikit toh nanti tak akan bertemu lagi pikir si nenek, ini hanya pertemuan sesaat menurutnya ,
__ADS_1
" Baiklah nak Intan , Sebenarnya nekti sedang di landa takut sekarang , dan kalau boleh bercerita nekti sekarang juga sedang bingung, anak saya sebelum meninggal , semenjak cucu dan menantuku kecelakkan pola hidupnya menjadi berantakan ,selalu pulang malam dan berantakan ,juga banyak luka di tubuhnya , juga seperti ketakutan setiap hari ,resah selalu seperti orang yang melakukan kesalahan juga katannya banyak orang yang memata2i nya jadi saya dilarang kemana2 , hanya di rumah sakit terus menjaga menantu dan cucuku ,sewaktu di rumah sakit lama kami benar2 tak keluar , juga sebelum anak Nekti di kabarkan hilang dan meninggal dalam tugas ada seseorang yang mengancam Nekti untuk tutup mulut jika ada orang yang menanyai perihal anak nekti , orang tersebut selalu mengancam , untung sekarang ada dermawan yang memindahkan ke rumah sakit ini jadi nekti bisa lebih lega sedikit , walau begitu nekti masih penasaran dengn kematian anak nekti , benarkah sudah meninggal , nekti sangat ingin tau , kenapa ada orang yang mengancam nekti , nekti sangat takut, " ucap nekti gemetaran ,