Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin

Jodohku Tuan Muda Galak Dan Dingin
epizode 57


__ADS_3

Sari menatap Hery Abraham nyalang , sosok tinggi besar berkharisma itu sedng menahan marah padanya , ia paksakan berbicara dan memelas sungguh tak ia duga niat hati ingin bekerja dengan gaji besar di rumah keluarga Abrham justru berakhir menyedihkan , ia sungguh takut saat ini hanya untuk menatap saja ia tidak sanggup , hatinya bergetar rasa putus asa menyelimuti hatinya mana kala sang tuan besar hanya diam melihatnya tersiksa .


Braham menatap marah den jijik , ia melihatnya masih merintih kesakitan bekas cambuk dan bukulan para pembantu mension nya ,


" Bagaimana , menyenangkan kan di sini ,tapi sepertinya kau kurang pelajaran sehingga masih bisa berbicara , "


" Tuan ampuni saya tuan , saya benar tidak sengaja masuk ke ruang utama tuan , saya sudah tidak kuat tuan , " ucap Sari lirih .


" BANGSAT !!!! , kau bilang tidak sengaja HA !! " Heri maju mencengkeram dagu Sari dengan tangaannya meremas dagu itu sehingga kuku2 Heri menancap di pipi Sari dalam ,


"Kau masuk ruang utama padahal sudah di beritahu penjaga mension untuk tak masuk ruang utama , dan kau dengan sombongnya memukul anakku Adam dan mengatainya anak sialan , apa kau ingat sekarang , berdoalah agar malaikat maut mau menjemputmu segera kaLau tidak kau akan leBih menderita dari kematian , " BRAKK !!! , Hery melempar Sari hingga ia tersungkur,


" Kalian semua siram dia dengan air cuka garam dan cambuk dia lagi , salah satu dari kalian ambil katana ku , aku ingin bermain sedkit , sepertinya menyenangkan , " Ujarnya pada bawahannya sambil mengusap tangannya dengan sapu tangan dan membuangnya karena merasa jijik menyuntuh Sari tadi .


" Baik tuan !! " ujar para bawahan.

__ADS_1


" Tuan jangan tuan ,lepaskan aku , tuan saya mohon " Sari memohon dengan memelas ia ngeri dan takut mendengar perintah sang tuan besar itu ,


Sari melihat sang bawahan membawa ember itu pasti air cuka dan garam , Sari makin histeris melihat itu mendekat , " Tidak jangan , ampun , tidak tidak ,kalian jangan mendekat " Ucapany meronta memohon.


Byurrrrr ,,,, "arrggggh , Bangsat kalian , dasar babu sialan , arggghh , lepaskan aku , bangsat , arggghhh , ini sungguh perih , huhuhu ,huhuhu " Sri menangis merasakan tubuhnya perih bagai tersayat2 dengan darah yang masih mengalir di sela2 bekas cambukan itu .


" Cambuk dia lagi , sepertinya dia senang dengan itu , " Ucap Abraham sinis ,


cetarrr ,,, "Argggggg , plashhh, Cetarrrr ,,arggghh , berhenti , ampun , kaalian babu sialan !!, Cetarr ,,,,,,,,,.,arggggg,,," dengan sedikit tenaga yang masih ada ia meronta2


" Cukup , biar aku yang lanjutkan , " Ucap Hery pada bawhannya .


" Mau apa kau , tolong lepaskan aku , aku sudah takmkuat lagi , siapapun tolong " ucapnya lirih , ia sangat takut ,


Srett , srett , sretttt, "Argggghhhh , Bangsatt !! " umpat Sari , ia masih saja berani mengatai sang Singa besar selagu sang tuan besar menyayat2 tubuhnya yang sekarang sudah lebam dan gores bekas cambuk ,

__ADS_1


" Haha merintihlah ****** itu untuk anakku yang kau bilang sialan dan kau pukul " Heri semakin kesetanan menyayat Sari , Srett , srett , srett ,


Sari yang sekarang sudah hanya mampu diam membisu meneteskan air mata , dia hanyya berharap bisa keluar dari situ dan ada yang menolongnya , ia akan ingat semua perlakuan di mension ini terutama sang Hery abraham , ia merintih kecil saat sayatan2 masih ia rasakan di tubuhnya , srett srettt , ia tak kuat lagi lagi Sari pingsan darah keluar dari sayatan2 itu pun tak terelaka , tubuh putih mulusnya kini terbungkus cairran merah dari tubuhnya,


" Kenapa diam , Bangsat teriak lagi , Hahaha , " Hery masih dengan menyayat2 namun suara Sari sudah tak terdengar, saat ia cek teryata masih bernafas ,


" Lanjutkan siram air cuka lagi , " Ucap Abraham sinis , ia sungguh tak bisa mengampuni Sari gara2 dia ia kehilangan anak dan rahim istrinya , ia lampiaskan semua pada Sari ,


Byurrrrr,,, Sari hanya menggigit bibirnya agar tak keluar suara ,di sela2 ia berharap akan selamat , sungguh sudah mendendam mereka semua , ia akan membelas dendam , ia pandangi satu2 sang babu atau sang penjaga juga bawahan Hery yang menyiksannya , ia bertekad tak akan mati di sini demi kalian yang menyiksaku terutama Hery ngbtuan besar itu , sorot mata yang tadi sayu memelas kini berubah bengis ,


" Oh kau masih ada tenaga melototi ku Hah ! kenapa , kau mau menyerangku dengan tatapan bengis mu , sungguh tak mengukur kemampuan , tenang aku belum selesai ****** kau nikmati lagi KU PASTIKAN INI AKAN MEMBUTMU BERSUARA LAGI dan sekarang sentuhan terakhir , SRETTETT!! itu untuk istriku dan anak kedua ku yang kau bunuh " Ucap Hery bengiss ,


Argggggggghh , " Bangsat kau , apa yang kau lakukan pada tanganku , sialan , arggghhhhhh"


Hery memotong tangan kanan Sari ia tau bagi sang koki tangan adalah aset masa depan Hery tidak akan mebunuh Sari karena ia juga tau konsekuensi membunuh , ia juga tak mau keluarganya menyebutnya seorang pembunuh , cukup siksa saja dan membiarkanya sengsara itu lebih dari kematian , namun siapa sangka teryata kegiatan mereka itu di ketahui oleh sang anak ,Adam yang menyelinap mengintip , namun Adam tau ayahnya sedang mengadili wanita yang membikin keluarganya bersedih , dan ia juga sudah tidak kaget dan takut lagi akan penyiksaan ayahnya , ia menanamkan sendirii pikiran positif saat ayahnta nenyiksa Sari bahwa ayahnya sedang memberi pelajaran bawahan yang salah .

__ADS_1


__ADS_2