
July pergi dengan angkuhnya tanpa berpamitan itu membuat Agung sang ayah was2 kawatir kelakuan putrinya akan membuat keluarga Abraham tersinggun dan menggoyangkan perusahaannya ,
" Maaf kan kelakuan putri kami tadi tuan Adam , dan kami pamit pergi maaf telah mengganggu ,dan terimakasih makanannya tuan Hery . permisi , " Ucap Agung pergi dengan rasa takut2 dan menunduk , Begitupun dengan Niar yang menunduk malu juga takut , Mereka berdua masih terbilang orang yang mentingkan harta jadi lebih baik merendah dari pada harta mereka berkurang dengan menyinggung keluarga besar ini ,
"Ya pergi lah , " Ucap Hery cuek
Setelah kepergian keluarga Agung Santika langsung saja menghambur memeluk menantunya itu dengan sayang
" Sayang , jangan dengarkan mereka yah , mereka itu makannya bukan nasi mereka makannya sesajen , makannya kelakuannya gak jauh2 dari setan ," Ujar Santika mencoba menenangkan Intan
Hery dan Adam yang mendengar ucapan Santika lantas tersenyum ia tidak menyangka Santika akan berbicara ngawur seperti itu untuk menenangkan INtan ,
" Heheheh mama ada2 saja , INtan gak papa ma, " INtan balas memeluk
Adam jadi teringat tentang kata2 Santika yang menyebutkan tentang ia menolak JUly tadi berarti orang tuannya sudah mengetahui tentang video yang INtan rekam , Adam tidak heran karena memang kedua orang tuannya pasti meiliki informan tentang dirinya di mana pun , Adam tau orang tuannya menempatkan penjaga bayangan atau mata2 untuk menjaga dirinya , Dan adam juga tidak keberatan untuk itu , sekarang ia malah menambah mata2 juga namun di dekat INtan kemanapun iNtan pergi , karena INtan sekarang bagian terpenting dalam keluarga Abraham juga , dan Adam pun tidak keberatan ia juga menempatkan INtan penjaga juga jadi Penjaga tak terlihat sekarang dari dua kubu , Kubunya dan kedua orang tuannya
sekarang INtan berada di mobil bersama ADam hendak pulang Namun iNtan masih terngiang bisikan JUly ia merasa harus melindungi suaminya kelak , INtan sangat takut dengan ancaman JUly selama perjalanan tak ada kata yang keluar dari mulut iNtan ia bungkam larut dalam kegelisahaan
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.................
" Bagaimana kelanjutan kegiatan kamu , apakah sudah bisa membuat pasokan hotel baru ABM tersendat , aku sudah tidak sabar masuk dalam proyek ini menggantikan mereka sayang , apakah orang2mu bisa di andalkan ? " tannya Feronika pada Galih , ia sedang melakukan pertemuan rutin dengan kekasihnya , SEmenjak ia megira berhasil menghasut Santika ia merasa di atas angin sekarang ,langkah selanjutnya hannya menggunakan kekasih simpanannya untuk memuluskan rencana lainnya jika di keluarga Abraham sudah ada yang di pegang dan di peralat sekarang perusahaan ADam juga harus bisa ia kuasai , ia tidak mau buang2 waktu lagi ia sangat bersemangat melancarkan aksinnya ia terobsesi akan Adam dan kekayaannya itu , sungguh manusia serakah ,
" Kau tenang saja , orang2ku sudah bergerak dan kupastikan mereka tidak akan gagal karena mereka orang2 kepercayaan dari relasi Adam yang aku suap , tunggu saja , ," ujar Galih yakin
" Ah kau memang bisa di andalkan sayang , " Feronika sekarang makin merasa puas diri tinggal beberapa langkah lagi menggapai inginnya
" Terus kelanjutan kau mendekati Adam bagaimana , apa ada kemajuan ? , jika belum kita gunakan cara ppintas saja ? "
__ADS_1
" Maksudmu ? " tannya Feronika
" Jalan pintas menjerat Adam kau tenang saja , aku juga bisa mengaturnya , " UJar Galih menjelaskan .
" Bagaimana ?" tannya Feronika condong ke Galih
" Begini , ,,,,(mereka berbisik2 ) bagaimana ? " Tanya Galih
"Baik itu juga bisa , pastikan kau tidak gagal juga , "
" Tenang , otak ku terlalu cerdas hannya untuk rencana sepertti ini"
" Baiklah aku percaya dengan mu , " Ujar feronika antusias
,,,,,,,,,,,,,,,...........
Adam merasa aneh dengan iNtan sejak mereka sekembalinnya dari restoran sosok Intan yang cerewet seolah olah lenyap ,
Intan menoleh merasa ada yang memakaikan selimut
" terimakasih , " ujar INtan saat Adam memakaikan selimut pada Intan " kaka sudah selesai di ruang kerja , kalo kaka ngantuk tidur saja duluan , Intan masih ingin disini "
" Ada apa ?, apa mau cerita sepertinya ada yang menganggu pikiranmu , ? "
" Gak ada ka , cuma sebentar lagi bikin skripsi dan iNtan lagi pusing tentang itu , " Ucap INtan berbohong
" Oh tenang saja nanti aku bantu, sudah sana tidur , sudah malam gak baik angin malam , tidurlah , " Adam sebenarnya tau INtan sedang berbohog
__ADS_1
"Iya deh , " Intan masuk dan merebahkan dirinya
Adam yang sudah selesai berganti piyama tidur juga ikut merebahkan tubuhnya
" Kak sudah tidur ?" tannya Intan
"Kenapa ? " Jawab Adam yag teryata belum tidur
" Intan mau minta maaf tentang tadi , INtan malu2in keluarga kakak ya, ? , "
" Tak ada yang merasa di per malu kan oleh kamu , sudah jangan di pikirkan omongan orang lain , bukannya mama sangat menyayangimu , itu yang perlu kamu rekam di ingatan kalau ada yang memprofokasimu, "
" Baik kak ,dan terimakasih sudah berbicara seperti itu aku juga sangat menyayangi mama Santika , terus kelanjutan kita di kampus gimana ? July sudah tau kita menikah ? apa JUly akan mebocorkannya kak ,?" tannya INtan
" Kau tenang saja , dia tidak akan berani , " Ujar adam menenangkan iNtan , ia menengok ke arah intan berbaring , Adam melihat iNtan tanpa make up sungguh sangat manis , entah kenapa ia merasa betah memandangi wajah polos istri dadakannya itu , sangat cantik , ujarnya dalam hati tanpa sadar
" Sukur deh kalau gitu , hommm " Ucap INtan dengan sedikit menguap dan tak lama ia terlelap , di luar hujan sangat deras , membuat suasana kamar yang temaram menjadi sedikit romatis dengan suara2 rintik hujan , Adam tak kuasa lagi ingin menyentuh wajah cantik istrinya ia sangat ingin memeluknya entah perasaan apa yang hinggap sekarang ,rasannya Intan yang sekarang di sampingnya bagaikan magnet yang ingin ia terus selami, Adam membelai wajah Intan dengan lembut ia ingin mendekap tubuh INtan sekarang namun ia urungkan ia takut menginginkan lebih karena ini belum saatnya, sungguh menyiksanya,ia juga masih mencoba menerka hatiya , ia juga masih mendalami hatinya apakah INtan sudah masuk di hatinya atau belum , sekarang hannya bisa memandangi wajah lembut istrinya saja itu sudah cukup menenangkan ,
,,,,,,,,,,,,,,,,...........
Adam mengantar Intan ke kampus namun hanya sampai dekat kampus saja , INtan minta di turunkan di jalan ia tidak mau anak2 kampus tau ia berangkat dengan Adam bisa jadi buli2an sekampus pikir INtan, Adam pun tak keberatan selama INtan baik2 saja ,
" Tan , lo di anter Kak ADam , gue lihat dia di depan , " Ujar Tami saat keduannya di dalam kelas dengan bisik2 ,
Tami yang sudah di beri tahu oleh Tomy semalam saat petemuan di cafe Grenn perihal ia harus menyembunyikan pernikahan sahabatnya itu dan menjaga iNtan dari bebagai serangan sewaktu2 pernikahan mereka terungkap , Tomy sebagai tangan kanan Adam tidak tinggal diam , ia ikut menjaga majikannya itu dengan membuat Tami berada di pihaknya yang menjadi mata2 Intan untuknya , ia tau musuh keluarga Abraham sangat banyak dan ia tidak mau kecolongan ,
" Iya dia anter tapi aku turun di persimpangan dekat kampus gak di depan kampus , lo tau kan gue mau senbunyiin pernikahan gue " Jawab INtan berbisik
__ADS_1