Jodohku Ya Kamu

Jodohku Ya Kamu
Meminta Tolong


__ADS_3

*Happy Reading Guys*


"Lo bisa engga sih gak usah ngajak ribut diluar? malu-maluin gue tau gak? gue gak pulang karena gue pening tiap pulang lo ributin duit terus, pusing gue Vin, yang gue bawa cuma sedikit lo langsung marah!" ucap Ronald yakni suami dari Vina.


Pria itu berusaha memberikan banyak alasan dan pembelaan diri karena Vina baru saja memergokinya sedang menginap di rumah kosan seorang perempuan muda. Namun pria itu tetap mengelak dengan segala alasannya dan berusaha mengalihkan topik pembicaraan dengan menyalahkan Vina.


Ronald melengos enggan menatap istrinya. Karena dia tahu Vina sangat marah besar. Dan dia sedang berusaha menahan amarahnya agar tidak melakukan hal yang kasar. Atau membalas dengan amukan yang besar.


"Gue gak masalah lo mau sama dia! gue gak peduli! Tapi lo juga harus mikir Nal! lo ninggalin gue sama Dino berdua, gue cape setiap hari setiap jam gue harus rawat Dino! duit gak ada! makanan gak ada! tenaga gue kekuras habis! Lo malah pergi sama perempuan itu dan enak-enakan!" balas Vina dengan membentak.


Vina dan Ronald awalnya adalah sepasang kekasih. Namun Vina meninggalkan Ronald dan lebih memilih Kafa. Alasan utamanya karena Kafa anak orang kaya. Sedangkan Ronald hanyalah anak buruh tani.


Namun setelah satu bulan berpacaran dengan Kafa. Vina hamil anak Ronald. Awalnya Vina mengelak kalau ini anak Ronald dan meminta pertanggungjawaban pada Kafa.


Namun Kafa pun kekeuh mengelak karena tidak merasa pernah berhubungan intim dengan perempuan itu. Akhirnya Kafa memutuskan hubungannya dengan Vina. Dan pergi mencari Ronald untuk menikahi Vina.


"Enak-enakan apa sih?! di sini gue cuma cari hiburan buat ngilangin penat! karena tiap gue pulang lo selalu marah dan selalu cari ribut sama gue! besok juga gue bakal cari duit lagi!" ucap Ronald melakukan pembelaan.


"Gue cape! harus ladenin lo pas lo lagi sama cewe jalanan itu! sekarang lo mau kasih gue duit apa engga?! jangan banyak alesan dan pembelaan, yang gue butuh itu duit buat gue makan dan susu buat Dino! terserah kalo lo mau lanjut sama cewe-cewe jalanan itu! gak peduli! mana duitnya?" Vina membuka lebar telapak tangannya pada Ronald berharap Ronald memberinya uang.


"Nih!" Uang senilai 100 ribu Ronald simpan dengan kasar di atas telapak tangan Vina. Hingga telapak tangannya terasa panas seperti disabet.


"100 ribu?" Vina mengerutkan alis dan melipat uangnya. Kemudian memandang rendah pada Ronald. Vina begitu kesal padanya kenapa dia tidak bisa bekerja lebih keras dan menghasilkan banyak uang. Setiap hari pulang malam bahkan pernah tidak pulang. Tapi uang yang dia bawa hanya segitu.


"Seharian lo kerja cuma hasilin 100 ribu? kemana uang yang lainnya? Lo pake buat manjain cewe simpenan lo itu hah? ini gak cukup! susu Dino mahal! dan gue juga butuh makan buat gue sendiri!" Vina terus menuntut haknya sebagai seorang istri dan menuntut hak untuk Dino.


"Matre amat sih! kurang mulu! dasar cewe boros!"


Dikata seperti itu Vina makin naik pitam. Dan mendorong tubuh Ronald hingga jatuh ke aspal.

__ADS_1


"Lo cowo miskin! gak mampu! dan gak bertanggung jawab!" makinya menskakmat Ronald dan terakhir kalinya sebelum akhirnya dia angkat kaki dari sana meninggalkan Ronald. Kesal, marah, lelah bercampur menjadi satu.


"Sialan tuh laki! udah buntingin gue! gue ngurus anaknya sampe gede! tetep aja kurang ajar! Kalau tau bakal mlarat begini, gue mending maksa dinikahin sama Kafa aja!" makinya kesal.


Kemudian Vina menghampiri seorang ibu-ibu di pinggir jalan yang tadi dia mintai tolong untuk menjaga anaknya. Karena dia tidak mau Dino melihat langsung Ronald dan dirinya bertengkar.


"Lama banget mba, habis kemana?" tanya ibu tersebut dengan ramah.


"Maaf ya bu, tadi ada urusan, maaf ngerepotin, makasih banyak ya udah jagain anak saya," Vina berterima kasih pada ibu tua tersebut.


"Gak papa, itung-itung hiburan, saya kan suka anak bayi,"


"Ayo Dino mama gendong lagi, kita pergi jalan-jalan!" ucap Vina lembut pada anak laki-lakinya itu.


Dino bayi menggemaskan itu sudah lebih dulu mengangkat kedua tangannya ketika Vina hendak membuka tangannya lebar.


"Saya pergi dulu ya bu,"


"Dadahh," ujar Dino dengan suara lucunya sembari membalas dengan lambaian tangan pula. Tangan mungilnya terangkat bergantian.


Vina membawa uang 100 ribu yang dia dapat dari Ronald dan dia akan membelanjakannya untuk membeli susu formula Dino dan untuk makanan sehari-hari. Dia juga perlu membeli popok karena kebetulan stok popoknya habis.


Namun saat dia masuk ke dalam warung kelontong. Vina terdiam sejenak di depan pintu warung untuk menghitung-hitung kembali, apa saja yang bisa dia beli dari uang sebesar 100 ribu itu. Bahkan uang yang dia pegang hanya cukup untuk membeli susu saja.


"Uangnya gak cukup kalau buat beli lauk, cuma cukup buat beli susu aja," keluhnya dengan kesal.


Vina yang dari dulu selalu hidup berkecukupan dan selalu menjadi benalu orang-orang kaya di sekitarnya. Merasa hidupnya yang sekarang begitu menderita dan melelahkan baginya. Nasib memang tidak selalu beruntung. Kenyataannya sekarang dia harus hidup bersama pria seperti Ronald yang sama-sama benalu juga.


Lalu dia memutar otak agar uang 100 ribu itu bertambah 2 kali lipat atau 3 kali lipat. Vina mempunyai ide cemerlang. Vina merogoh benda kotak hidup yang ada di sakunya. Sebuah senyum terukir lebar di bibirnya. Inilah satu-satunya harapan yang dia punya.

__ADS_1


"Dino mama punya ide, doain ya biar rencana mama berhasil, semoga kita bisa makan enak ya hari ini," ujar Vina dengan senyum sumringah pada anaknya.


Tut Tut Tut (Panggilan Vina kepada Kafa)


Perempuan itu menunggu panggilannya diangkat dengan tak sabar oleh pria yang pernah mengisi hatinya. Setelah tersambung Vina buru-buru menyapa.


(Hallo Kafa apa kabar?) sapa Vina dengan ramah dan sopan.


(Hallo Vin, iya aku baik, ada apa? aku baru aja pulang dari kantor, kalau ada kepentingan nanti sore baru aku bisa ada waktu luang) balas Kafa tak mau basa-basi.


(Uhmm jangan buru-buru gitu, aku pengen ngobrol sama kamu) ucapnya yang dilembut-lembutkan.


(Tapi aku gak bisa ngobrol lewat telpon sekarang, aku masih ada keperluan lain) balas Kafa yang memang sedang sibuk. Tentu Vina sedikit kecewa dan memikirkan cara lain.


(Uhmm gitu ya, ya udah kalo gak bisa telpon sekarang, gimana kalau kita ketemu?)


(Ketemu?)


(Iya ketemu, hari ini, tapi waktunya kamu yang atur, sesenggangnya kamu aja) ucap Vina agak memaksa.


(Gimana ya?) Kafa menimbang-nimbang.


(Aku mohon pliss! aku pengen ketemu sama kamu)


(Uhmm oke, jam 5 kira-kira aku baru bisa)


(Ya udah gak papa, aku setuju)


(Oke)

__ADS_1


Panggilan telepon pun berakhir. Vina sangat senang akhirnya Kafa sepakat akan bertemu hari ini. Dia berharap Kafa mau membantu meringankan keadaannya yang sedang serba sulit sekarang.


Author : Nur Isthifaiyatunnisa


__ADS_2