
hari ini negri alaric benar benar sibuk,
masyarakat alaric begitu bahagia, mereka menyiapkan segalanya dengan baik
mereka bergotong royong bersama sama, agar acara terlihat sangat meriah
sedangkan ambara diam dikamar nya,
ia tidak tahu sama sekali tentang pesta malam ini
yang ia tahu hanya malam ini semua rencana nya, harus berjalan dengan baik
ambara menyiapkan beberapa pakaiannya
ambara juga sudah menyiapkan beberapa barang barang kesayangan miliknya
sekarang ia hanya perlu menunggu sampai bulan benar benar muncul di langit dengan indah
setelah selesai ia kembali merenung di atas kasur milik suaminya
seketika pintu kamarnya terbuka
zayden masuk kedalam kamar
ambara sedikit kaget melihatnya , setelah sekian lama ia akhirnya melihat zayden kemari
ambara hanya diam tidak tahu apa yang harus dia ucapkan, berdebat seperti biasa? , menantang zayden seperti biasa? ,atau membentaknya?
Entah kenapa semua kejadian itu selalu terngiang-ngiang dia kepalannya,
marah zayden, senyum ngeselin zayden, dan tatapan tajamnya , benar benar membuat ambara sangat merindukannya
zayden menoleh ke arah ambara
semuanya hanya saling tatap, diam tanpa ada yang bicara sepatah katapun
ruangan sunyi seketika
zayden menggerakkan bibirnya untuk bicara
"amb- (terpotong)
"zayden!!!!!!!
seorang wanita berlari menghampiri zayden dan memeluknya
ambara terdiam, seketika perasaan aneh itu muncul lagi, entah kenapa ia merasa sangat tidak suka melihat zayden dan Celia berpelukan didepannya
Celia menatap sinis kearah ambara
ia semakin erat memeluk zayden
zayden hanya diam , tidak ada penolakan
seakan membiarkan Celia memeluknya untuk waktu yang lama
mata ambara kembali membendung air matanya
"zayden.. aku mau makan, masakin dong...
rengek Celia
zayden menoleh kearah Celia
"tunggu dikamar
ucap zayden ke Celia
Celia tersenyum dan memeluk zayden semakin erat
"makasih zayden..
Celia mencium pipi zayden dan berlalu pergi kekamarnya
ambara terdiam melihatnya
zayden hanya diam , dia melihat ke arah Celia yang berlalu pergi
ambara beranjak dari kasurnya ingin pergi ke kamar mandi
__ADS_1
"tunggu ambara!!
zayden menahan tangannya
ambara dengan kuat menghempaskan tangan zayden
"kumohon, mulai sekarang jangan ganggu hidupku lagi!!
ucap ambara dengan nada tegas
entah keberanian dari mana ia dapatkan sehingga berani melawan zayden
"apa maksudmu?
tanya zayden kepadanya
"menjauh lah dariku, aku tidak ingin melihat mu sekarang..
ucap ambara dengan suara yang lemah
air matanya mulai menetes perlahan
ambara mendorong zayden untuk menjauh dan pergi berlalu kekamar mandi dan mengurung diri
air matanya sudah tidak bisa tertahan
zayden menatap kosong ambara yang sudah tidak ada lagi didepannya
"maafkan aku ambara
gumam zayden lalu berlalu pergi
ambara mendengar langkah kaki zayden yang terdengar mulai menjauh dari kamar, ia mengusap air matanya dan pergi ke kamarnya
cahaya bulan menembus jendela kamarnya
ambara menatap kearah bulan yang terlihat sangat indah dari kamar
ambara terpesona melihat pemandangannya
"mulai hari ini aku akan mulai kehidupan baru yang sangat menyenangkan seperti yang ku harapkan sejak dulu
saat melihat bulan sudah muncul dengan sempurna
ambara bergegas bersiap siap
ia menyiapkan beberapa bekal makanan, dan menyembunyikannya didalam tas berukuran sedang
ambara mengambil beberapa pakaiannya yang sudah ia siapkan, ia berlalu pergi lewat jendela dengan menggunakan tali yang sudah ia siapkan
ambara segera bergegas menuju tempat buah buahan yang sudah disiapkan untuk orang tuannya
sesampainya disana
ia melihat para pengawal yang sudah ingin berangkat bersama buah buahan itu
ambara diam diam memasukkan barang barangnya kedalam tumpukan Buah buahan itu
setelah menyiapkan segalanya para prajurit pergi membawa buah buahan itu menuju pelabuhan
ambara mengikuti mereka menggunakan kuda yang sudah ia siapkan sore tadi
sesampainya disana , disaat yang lain lengah, ambara masuk kedalam ruangan tempat mereka menyembunyikan buah buahan di kapal
para prajurit yang tidak menyadarinya
segera mengunci pintu ruangan itu, agar buah buahan didalamnya tetap aman sampai tujuan
ambara yang sudah berada didalam merasa sangat damai dan tenang , dia menyembunyikan dirinya di sela sela tumpukan buah buahan
agar tidak ada para prajurit yang melihatnya saat mereka men cek buah buahan yang ingin diantarkan
ia juga menutup tubuhnya menggunakan kain penutup buah buahan
agar semakin aman.
beberapa menit kemudian ,kapal berlalu pergi meninggalkan negri alaric menuju negri lucifer
ambara begitu senang, entah kenapa ia merasa sangat bahagia dan tanpa ia akui ada perasaan sedih yang ia rasakan saat meninggalkan negri alaric
__ADS_1
namun ia berusaha menutupi segalanya
kapal mereka meneruskan perjalanan hingga sampai ke tujuan
sepertinya ambara sedang beruntung, tidak ada satupun pengawal yang men cek keadaan buah buahan itu.
sehingga tidak ada yang mengetahui jika Ambara telah ikut di dalam kapal
ambara menghabiskan malam malam nya dilautan sambil melihat pemandangan dari jendela kecil yang terdapat di ruangan itu
melihat bulan yang indah menyinari malam dilautan
ia merasa senang
terkadang juga dia melihat beberapa hewan laut yang tidak pernah ia lihat sebelumnya
tapi entah kenapa dibalik semua kesenangan nya, ada perasaan yang selalu menghantuinya
seakan ingin menyeretnya kembali ke negri alaric
entah perasaan apakah itu?
.........
(disisi lain)
di kastil alaric
"aku sudah bilang sampai kapan pun aku tidak ingin meninggalkan ambara,
ucap zayden ke Celia yang sedari tadi membujuknya untuk bercerai dengan ambara
Celia kesal
"tapi kenapa zayden bukannya kau bilang jika kau tidak mencintai ambara, lalu kenapa kau tidak mau berpisah dengannya zayden??!
Celia menatap lekat kedua mata zayden
"aku memang tidak mencintai ambara, ini semua karena aku tidak ingin melawan perintah kedua orang tua ku,
Celia memalingkan wajahnya
"zayden kau benar benar jahat zayden!!, AKU MEMBENCIMU ZAYDEN!!!
Celia pergi meninggalkan zayden sendirian
zayden menghela napasnya
ia melihat kearah bulan yang semakin terang menyinari malam itu
zayden melihat ke arah kertas kelulusannya, yang tergelatak di atas meja dikamar Celia
ia mengambilnya
ada perasaan senang yang menyelimutinya
bertahun tahun lamanya menempuh pendidikan, akhirnya kertas kelulusan itu kini berada ditangannya
zayden tersenyum,
seketika ia teringat jika dia belum memberitahukan hal ini kepada ambara, dia ingin menyombongkan nya kepada ambara, ingin melihat ekspresi kesal ambara dan mendengar ambara mengoceh kepadanya
pasti menyenangkan
zayden keluar dari kamar celia dan ingin kekamarnya
tapi langkahnya berhenti, mengingat ambara yang mengusir yang terakhir kali,
zayden terdiam dan mengurungkan niatnya
ia memilih untuk pergi ke keluar kastil untuk merayakan pesta bersama masyarakat yang lain
dan berpikir untuk membiarkan ambara menyendiri di kamarnya
sedangkan Celia bergegas menyiapkan barang barangnya, untuk pulang ke negerinya
dia sudah putus asa, dan ingin menyerah karena tidak bisa mengambil hati zayden, setelah berhari hari tinggal di negri alaric
dia merencanakan besok pagi akan berangkat sebelum acara pelantikan dilaksanakan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...