Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
pergi


__ADS_3

hari ini negri alaric benar benar sibuk,


masyarakat alaric begitu bahagia, mereka menyiapkan segalanya dengan baik


mereka bergotong royong bersama sama, agar acara terlihat sangat meriah


sedangkan ambara diam dikamar nya,


ia tidak tahu sama sekali tentang pesta malam ini


yang ia tahu hanya malam ini semua rencana nya, harus berjalan dengan baik


ambara menyiapkan beberapa pakaiannya


ambara juga sudah menyiapkan beberapa barang barang kesayangan miliknya


sekarang ia hanya perlu menunggu sampai bulan benar benar muncul di langit dengan indah


setelah selesai ia kembali merenung di atas kasur milik suaminya


seketika pintu kamarnya terbuka


zayden masuk kedalam kamar


ambara sedikit kaget melihatnya , setelah sekian lama ia akhirnya melihat zayden kemari


ambara hanya diam tidak tahu apa yang harus dia ucapkan, berdebat seperti biasa? , menantang zayden seperti biasa? ,atau membentaknya?


Entah kenapa semua kejadian itu selalu terngiang-ngiang dia kepalannya,


marah zayden, senyum ngeselin zayden, dan tatapan tajamnya , benar benar membuat ambara sangat merindukannya


zayden menoleh ke arah ambara


semuanya hanya saling tatap, diam tanpa ada yang bicara sepatah katapun


ruangan sunyi seketika


zayden menggerakkan bibirnya untuk bicara


"amb- (terpotong)


"zayden!!!!!!!


seorang wanita berlari menghampiri zayden dan memeluknya


ambara terdiam, seketika perasaan aneh itu muncul lagi, entah kenapa ia merasa sangat tidak suka melihat zayden dan Celia berpelukan didepannya


Celia menatap sinis kearah ambara


ia semakin erat memeluk zayden


zayden hanya diam , tidak ada penolakan


seakan membiarkan Celia memeluknya untuk waktu yang lama


mata ambara kembali membendung air matanya


"zayden.. aku mau makan, masakin dong...


rengek Celia


zayden menoleh kearah Celia


"tunggu dikamar


ucap zayden ke Celia


Celia tersenyum dan memeluk zayden semakin erat


"makasih zayden..


Celia mencium pipi zayden dan berlalu pergi kekamarnya


ambara terdiam melihatnya


zayden hanya diam , dia melihat ke arah Celia yang berlalu pergi


ambara beranjak dari kasurnya ingin pergi ke kamar mandi

__ADS_1


"tunggu ambara!!


zayden menahan tangannya


ambara dengan kuat menghempaskan tangan zayden


"kumohon, mulai sekarang jangan ganggu hidupku lagi!!


ucap ambara dengan nada tegas


entah keberanian dari mana ia dapatkan sehingga berani melawan zayden


"apa maksudmu?


tanya zayden kepadanya


"menjauh lah dariku, aku tidak ingin melihat mu sekarang..


ucap ambara dengan suara yang lemah


air matanya mulai menetes perlahan


ambara mendorong zayden untuk menjauh dan pergi berlalu kekamar mandi dan mengurung diri


air matanya sudah tidak bisa tertahan


zayden menatap kosong ambara yang sudah tidak ada lagi didepannya


"maafkan aku ambara


gumam zayden lalu berlalu pergi


ambara mendengar langkah kaki zayden yang terdengar mulai menjauh dari kamar, ia mengusap air matanya dan pergi ke kamarnya


cahaya bulan menembus jendela kamarnya


ambara menatap kearah bulan yang terlihat sangat indah dari kamar


ambara terpesona melihat pemandangannya


"mulai hari ini aku akan mulai kehidupan baru yang sangat menyenangkan seperti yang ku harapkan sejak dulu


saat melihat bulan sudah muncul dengan sempurna


ambara bergegas bersiap siap


ia menyiapkan beberapa bekal makanan, dan menyembunyikannya didalam tas berukuran sedang


ambara mengambil beberapa pakaiannya yang sudah ia siapkan, ia berlalu pergi lewat jendela dengan menggunakan tali yang sudah ia siapkan


ambara segera bergegas menuju tempat buah buahan yang sudah disiapkan untuk orang tuannya


sesampainya disana


ia melihat para pengawal yang sudah ingin berangkat bersama buah buahan itu


ambara diam diam memasukkan barang barangnya kedalam tumpukan Buah buahan itu


setelah menyiapkan segalanya para prajurit pergi membawa buah buahan itu menuju pelabuhan


ambara mengikuti mereka menggunakan kuda yang sudah ia siapkan sore tadi


sesampainya disana , disaat yang lain lengah, ambara masuk kedalam ruangan tempat mereka menyembunyikan buah buahan di kapal


para prajurit yang tidak menyadarinya


segera mengunci pintu ruangan itu, agar buah buahan didalamnya tetap aman sampai tujuan


ambara yang sudah berada didalam merasa sangat damai dan tenang , dia menyembunyikan dirinya di sela sela tumpukan buah buahan


agar tidak ada para prajurit yang melihatnya saat mereka men cek buah buahan yang ingin diantarkan


ia juga menutup tubuhnya menggunakan kain penutup buah buahan


agar semakin aman.


beberapa menit kemudian ,kapal berlalu pergi meninggalkan negri alaric menuju negri lucifer


ambara begitu senang, entah kenapa ia merasa sangat bahagia dan tanpa ia akui ada perasaan sedih yang ia rasakan saat meninggalkan negri alaric

__ADS_1


namun ia berusaha menutupi segalanya


kapal mereka meneruskan perjalanan hingga sampai ke tujuan


sepertinya ambara sedang beruntung, tidak ada satupun pengawal yang men cek keadaan buah buahan itu.


sehingga tidak ada yang mengetahui jika Ambara telah ikut di dalam kapal


ambara menghabiskan malam malam nya dilautan sambil melihat pemandangan dari jendela kecil yang terdapat di ruangan itu


melihat bulan yang indah menyinari malam dilautan


ia merasa senang


terkadang juga dia melihat beberapa hewan laut yang tidak pernah ia lihat sebelumnya


tapi entah kenapa dibalik semua kesenangan nya, ada perasaan yang selalu menghantuinya


seakan ingin menyeretnya kembali ke negri alaric


entah perasaan apakah itu?


.........


(disisi lain)


di kastil alaric


"aku sudah bilang sampai kapan pun aku tidak ingin meninggalkan ambara,


ucap zayden ke Celia yang sedari tadi membujuknya untuk bercerai dengan ambara


Celia kesal


"tapi kenapa zayden bukannya kau bilang jika kau tidak mencintai ambara, lalu kenapa kau tidak mau berpisah dengannya zayden??!


Celia menatap lekat kedua mata zayden


"aku memang tidak mencintai ambara, ini semua karena aku tidak ingin melawan perintah kedua orang tua ku,


Celia memalingkan wajahnya


"zayden kau benar benar jahat zayden!!, AKU MEMBENCIMU ZAYDEN!!!


Celia pergi meninggalkan zayden sendirian


zayden menghela napasnya


ia melihat kearah bulan yang semakin terang menyinari malam itu


zayden melihat ke arah kertas kelulusannya, yang tergelatak di atas meja dikamar Celia


ia mengambilnya


ada perasaan senang yang menyelimutinya


bertahun tahun lamanya menempuh pendidikan, akhirnya kertas kelulusan itu kini berada ditangannya


zayden tersenyum,


seketika ia teringat jika dia belum memberitahukan hal ini kepada ambara, dia ingin menyombongkan nya kepada ambara, ingin melihat ekspresi kesal ambara dan mendengar ambara mengoceh kepadanya


pasti menyenangkan


zayden keluar dari kamar celia dan ingin kekamarnya


tapi langkahnya berhenti, mengingat ambara yang mengusir yang terakhir kali,


zayden terdiam dan mengurungkan niatnya


ia memilih untuk pergi ke keluar kastil untuk merayakan pesta bersama masyarakat yang lain


dan berpikir untuk membiarkan ambara menyendiri di kamarnya


sedangkan Celia bergegas menyiapkan barang barangnya, untuk pulang ke negerinya


dia sudah putus asa, dan ingin menyerah karena tidak bisa mengambil hati zayden, setelah berhari hari tinggal di negri alaric


dia merencanakan besok pagi akan berangkat sebelum acara pelantikan dilaksanakan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2