
zayden alaric..
sang pemenang sayembara hari ini ,dan sebagai hadiah pangeran zayden alaric, yang akan menikah dengan putri tunggal dari raja xelo dan ratu zelia..
gemuruh tepuk tangan memenuhi kastil
bukannya senang, ambara malah merasa sedih
perasaan nya begitu campur aduk, masih tidak percaya
"selamat untukmu pangeran zayden , aku harap kau bahagia bersama dengan putriku
ucap ayahnya kepada pemuda itu
sepasang raja dan ratu tersenyum senang
"kau yang terbaik nak...
puji mereka kepada pemuda itu
sedangkan yang mereka puji, hanya diam ditempatnya merenung seperti ada yang sedang ia pikirkan, ambara merasa dadanya semakin sesak mendengar tepuk tangan yang sangat bergemuruh memenuhi kastil.
"kemarilah nak..
ucap salah satu raja,
"minta restu kepada mertua mu
tambah raja itu lagi
pemuda itu mengangguk ,
mendengar perintah tadi pemuda itu menghampiri orang tua ambara dan mencium tangan mereka , untuk meminta restu
"doa terbaik untukmu
ucap ibu ambara sambil mengelus pelan kepala pemuda itu
pemuda itu tersenyum dan berterima kasih
"raja xelo, kapan kita akan melangsungkan pernikahan untuk kedua anak kita?
tanya raja itu tadi atau ayahnya zayden
"lusa mereka sudah menikah , besok persiapannya
kedua belah pihak itu mengangguk setuju
ambara yang semakin terpukul mendengar yang ayahnya katakan, segera pergi berlari kekamarnya meninggalkan acara tersebut
orang orang kaget melihat kepergian ambara
"mengapa putri ambara meninggalkan acara?
"apakah ada yang salah?
"apakah putri ambara tidak setuju untuk menikah?
tanya orang orang yang ada di acara
"ambara hanya terlalu senang, dia malu untuk menunjukkan disini, maka dari itu dia pergi
ucap ibu ambara
orang orang disana mengangguk mengerti
sedangkan ambara di kamarnya hanya terus menangis dan menangisia belum siap untuk menikah, pergi dari ayah dan ibunya, dan pergi dari negerinya. ambara menghabiskan malamnya dengan menyendiri di kamarnya , dia tidak makan juga minum hanya duduk memandangi jendela melihat kepergian orang orang disana satu persatu
...****************...
Zayden alaric putra dari raja David dan ibu Sonia yang berusia 18 tahun,
dia adalah salah satu dari 10 pangeran yang sudah memiliki kerajaan dan takhta sendiri,
dia mempunyai rakyat sendiri yang sangat menyayangi dirinya,
sifatnya yang ramah dan lembut membuat banyak orang yang menyukainya
__ADS_1
dia berasal dari benua eropa , keluarga nya termasuk kelurga bangsawan terkaya dan termakmur no 1 dipenjuru negeri
sangat cocok dengan keluarga raja xelo, yang memiliki negri termaju dan termakmur no 3 dipenjuru negeri
keluarga mereka akan semakin bagus jika bersama
.......
begitu cerita Ratu zelia kepada putrinya
"kalian akan sangat bahagia jika bersama nak..
ucap ibunya lagi
ambara yang sedari tadi berbaring dipangkuan sang ibu mengusap air matanya
"tapi ambara belum siap meninggalkan ibu, ayah dan istana.. , ambara juga belum siap meninggalkan negri ini menuju negri asing..
sang ibu tersenyum dan mengelus rambut panjang anaknya
"maka dari itu kamu harus belajar untuk berani sayang, Berani mencoba hal baru, menaungi benua Utara, untuk mencari pengalaman baru
yang menyenangkan..
ambara mencium tangan ibunya
"jika suatu hari terjadi sesuatu pada ambara, bagaimana?
"ayah akan menyuruh para prajurit ayah untuk menjemput putri ayah jika perlu ayah akan langsung kesana untuk menjemput putri ayah
ucap ayahnya yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka
ambara tersenyum bahagia
meskipun ayah dan ibunya rela melakukan apapun demi kekuasaan dan kekayaan tapi mereka selalu tidak pernah lupa kepada anak semata wayangnya..
mereka selalu menyayangi anaknya,
walau entah sampai kapankah itu akan terjadi..
"bersiaplah nak besok kau akan menikah...
Ambara mengangguk
"ayah ibu, boleh gak malam ini Ambara tidur sama ayah dan ibu?
kedua orang tuanya mengangguk mengiyakan
...****************...
detik berganti menit dan menit berganti jam,
kini tibalah yang dinanti nanti, acara pernikahan terbesar antara 2 keluarga bangsawan paling berpengaruh di seluruh negeri,
keluarga raja xelo penguasa di kerajaan lucifer
dan keluarga raja David penguasa di kerajaan adarlan. hari ini hari dimana terjalinnya hubungan baik antar 2 kerajaan tersebut
ambara dengan riasan cantiknya dan penampilannya selalu saja membuat banyak orang terpana, bahkan banyak yang menyesali karena tidak bisa memenangkan sayembara itu, mereka merasa sangat kecewa karena tidak bisa memiliki ambara.
meskipun masih banyak putri putri lain seusianya, tapi mereka malah lebih tertarik dengan ambara, entah apa alasannya
acara pun dimulai.
dengan gaun super cantik
ambara berjalan menuju kearah calon suaminya, tangannya bergetar sendiri, gugup dan cemas, dia merasa kalau hanya dia saja hari ini yang tidak bahagia..
lagi dan lagi ia merasa memiliki hidup yang tidak sama sekali beruntung seperti yang dikatakan orang tuanya
ambara berhenti didepan calon suaminya
ia mengangkat kepalanya untuk menatap wajah calon suaminya
tatapan mata yang tajam, pipi tirus, wajahnya sempurna, sangat sempurna dia tampan
tapi.. wajah tampan belum tentu bisa membuat kehidupan selalu bahagia, benarkan?
__ADS_1
semuanya bersorak heboh
acara berlangsung dengan meriah.
kini tibalah di acara terakhir, pengucapan perpisahan kepada keluarga mempelai wanita dan pria, sebelum berangkat menuju kastil tempat suaminya
ini sudah menjadi tradisi , dimana setelah menikah sang istri harus ikut suaminya ke negerinya.
ambara memeluk orang tuanya erat
"ayah janji bakal jemput aku jika sesuatu terjadi padaku?
bisik ambara ditelinga ayahnya
ayahnya mengangguk
"ayah berjanji , ayah akan menjemput mu..
ucapan ayahnya itu sedikit membuat hatinya tenang
"selamat bergabung menjadi keluarga kami nak, kami akan selalu menyayangimu
ucap ratu Sonia kepadanya
"tenang saja, zayden akan menjaga mu dengan baik
ucap raja David kepadanya
ambara tersenyum dan memeluk mertuanya
setelah acara berpamitan selesai,
ambara dan zayden bersiap siap pulang menuju benua Eropa tempat tinggal suaminya, kerajaan Lucifer terletak pada belahan bumi bagian selatan sedangkan kerajaan tempat zayden bertakhta terletak pada bagian barat, perlu menempuh perjalanan yang cukup melelahkan hingga sampai kesana
dan setelah selesai berpamitan ambara pun pergi berangkat meninggalkan negri yang ia cintai, masyarakat disana bergantian memberikan hadiah untuknya
banyak ucapan manis yang terlontar untuknya
ambara hanya bisa tersenyum dam melambaikan tangan
perjalanan mereka semakin jauh meninggalkan negri sekarang mereka berhenti sejenak dan melanjutkan perjalanan untuk pergi berlayar menuju benua Eropa
ambara hanya bisa berdiam diri, lingkungan nya sangat asing untuknya
ambara menoleh ke sekelilingnya, terlihat zayden lelaki yang baru saja ia nikahi sedang mengurung dirinya disalah satu ruangan kapal
ambara melirik kearahnya
lagi lagi ia ingin menangis, saat mengingat ia sekarang sudah pergi dari negerinya
"tenang kok ambara, ingat kata ibu kamu dia itu lelaki yang ramah
ambara memberanikan diri menghampirinya
"Hay, aku ambara
lelaki itu tidak sama sekali menoleh kearahnya
Ambara terdiam, ia mengulangi ucapannya tadi
"Hay.. aku ambara, maukah kau berteman?
ucapnya lagi
namun zayden sama sekali tidak mempedulikannya
ambara terdiam dia kembali duduk ditempatnya tadi
"kata ibu, zayden anak yang ramah dan lembut..
ambara hanya berdiam diri sendirian , hingga hari demi hari ia lalui , ia sama sekali tidak berbicara dengan suaminya, ambara hanya memilih diam, sampai suaminya dulu yang ingin mengajaknya bicara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
lanjut bab.4
semoga suka❤️
__ADS_1
tolong tinggalkan komentar positif✨