Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
sepupu


__ADS_3

cahaya matahari menyilaukan matanya


ambara terbangun cukup pagi,


ia melihat keluar kastil dari jendela masih sangat sunyi, ia mencoba keluar kamarnya


hanya ada satu dua pembantu yang berlalu lalang


ambara merasa bosan, ia melihat ke dalam kamarnya, matanya terhenti melihat buku masak kiriman zayden


ambara mengambil bukunya


dan melihat satu dua halaman


"terlihat enak, aku akan mencoba membuatnya


ambara keluar kamarnya sambil membawa buku itu, ia mengendap endap berjalan menuju dapur istana


sesampai nya didapur ia segera menyiapkan bahan bahan seperti di buku


"okey, ambara kamu harus buktikan kalau kamu bisa


ambara membuka resep pembuatan pie


"emm.. terlihat lezat


ambara segera membuatnya, secara pelan pelan


setelah selesai


ambara segera menyiapkan tungku untuk memanggangnya


"ambara segera memanggang kue pie nya dan menunggunya


ambara tersenyum senang


"kalau ini berhasil aku akan pamer ke zayden, siapa dia beraninya menghina kue buatan ku


salah satu pelayan dapur menghampirinya


"putri ambara ngapain?


tanyanya


ambara tersenyum kearahnya


"aku sedang memasak..


pelayan itu melihat ke arah tungku berisi kuenya


"putri ambara membuat kue? , wahh keren sekali!!


puji pelayan itu


ambara bukannya senang malah merasa canggung


takut pelayan itu banyak bertanya lagi padanya


pelayan itu tersenyum


"putri ambara keren!!


ucap pelayan itu lalu pergi ke arah tempat pencucian, dan membersihkan piring piring disana


ambara menghela napas, setelah selesai sesuai perhitungan ambara, ambara segera mengangkat kue pie nya



"terlihat sempurna!! ,


ambara segera membelah kuenya dan mencicipinya


ambara tersedak,


"kok rasanya pahit sih!!


ambara berdecak kesal, ia melihat kembali ke kuenya


"salahnya dimana coba??


ambara kembali mencicipinya


"benar benar buruk,


pelayan yang sedang mencuci piring segera menghampirinya


"kenapa putri? , ada yang salah dengan kuenya?


tanya pelayan itu


ambara merasa sedikit malu


haruskah dia jujur?


"ee.. gak papa kok, cuman kenapa kue buatan ku bisa pahit? , padahal gak gosong..


ucap ambara


pelayan itu melihat ke kue buatan ambara


"ini udah pakai selai putri?


tanya pembantu itu


ambara mengangguk


"sudah..


pembantu itu mencoba mencicipinya


pembantu itu terdiam


"putri bikin ini pakai gula?


ambara terdiam


"emang harus pakai gula?


pembantu itu tertawa kecil


"iya putri, sini biar aku ajarin putri cara bikinnya


pembantu itu mengambil bahan bahannya dan membuatnya, ambara membantunya sekalian belajar ambara juga ikut mencoba membuatnya


setelah selesai mereka segera memanggangnya

__ADS_1


mereka menunggu hingga kuenya masak


seketika ambara panik melihat ibunya sudah bangun, ia segera menyembunyikan dirinya


ia tidak mau ibunya akan berpikir macam macam jika tau ambara mulai belajar membuat kue, bisa bisa ibunya akan mengoloknya


ibunya pergi kedapur, sedangkan ambara sembunyi dibalik tungku besar dipojokkan


pembantu itu merasa bingung


"wah, tumben pagi pagi kau membuat kue


ucap ibu nya kepada pelayanan itu


pelayan itu hanya tersenyum


ibunya pergi mengambil air dan berlalu pergi keluar dapur


ambara menghela napas


"syukur...


ucapnya


"kenapa tuan putri sembunyi?


tanya pelayan itu


"gak papa kok,


jawab ambara


ambara melihat kearah tempat memanggangnya


"wah sudah matang!!


ucapnya antusias


ia segera mengeluarkan dan memotong kue buatannya


sedangkan pembantu itu tersenyum melihatnya dan ikut mengeluarkan kue buatannya


"emm... enak banget..


ambara tersenyum bahagia


dan memakan lagi kue buatannya


"makasih yah..


ucap ambara sambil memeluk pelayan itu


pelayan itu tersenyum dan memeluk balik dirinya


"sama sama putri, aku pamit dulu ya.. ,makan saja putri semua kuenya


pelayan itu tersenyum dan berlalu pergi


ambara membalas senyumannya, ia begitu senang


ia mengambil kue buatannya dan menyimpan buatan pelayan itu di lemari untuk dimakan nanti


ambara pergi ke taman , dan duduk sambil menikmati makanannya


ambara menoleh ke asal suara


ayahnya menghampirinya dan duduk disampingnya


"kau sedang apa nak?


tanya ayahnya


ambara tersenyum dan melihat ke arah kuenya


ayahnya mengangguk mengerti


"ayah hari ini berkunjung ke negri mertuamu.. , kau mau ikut?


tanya ayahnya lagi


ambara terdiam


"tempat raja David?


ayahnya mengangguk


ambara segera menggelengkan kepalanya


"kapan kapan aja yah..


ucapnya


"kenapa?


ayahnya menatap bingung ambara


"ambara lagi mau senang senang disini


ayahnya mengangguk mengerti dan segera berpamitan,ambara melihat ayahnya yang semakin menjauh


"semoga ratu Sonia tidak tau, kalau aku pergi dari negri alaric


gumamnya ,sambil terus menghabiskan makanannya


"hey ambara!!


ambara melihat ke asal suara yang memanggilnya


"siapa itu?


ambara melihat kearah Cowo berbadan tegap yang menghampirinya


"perkenalkan aku pangeran arzar, dari negri xuren


pria itu tersenyum padanya


ambara hanya membalas nya dengan senyuman


pria itu mendadak duduk disampingnya


ambara sedikit kaget melihatnya


"ambara, dimana suamimu zayden?


ambara menoleh ke arahnya

__ADS_1


"di negerinya sendiri


pangeran arzar menatap bingung ke arahnya


"dia tidak ikut kemari?


tanya arzar


ambara menggelengkan kepalanya


"dia sibuk


jawabnya singkat


arzar mengangguk


"kenapa kau canggung ambara?


ucap ibunya yang sedari tadi mengamati nya


ambara kaget melihat ibunya , ia menggelengkan kepalanya


"itu sepupu mu ambara... anak dari Tante Adelia


ambara semakin kaget mendengarnya


ibunya menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi


arzar tertawa kecil


"kau baru tau ya punya sepupu?


tanya arzar sambil tertawa


ambara mengangguk


"aku juga sama, dan bodohnya aku malah ikut acara sayembara waktu itu karena aku menyukaimu


ucap arzar mendadak


ambara hanya membalas dengan senyuman canggung


"dan lucunya lagi, aku tergila gila dengan sepupuku satu ini, aku merasa kecewa saat aku tau kami sepupu


arzar menatap langit biru yang sangat indah


"ma-af


hanya itu yang bisa ambara ucapkan


arzar menoleh kearahnya


"untuk apa?


ambara terdiam, mengapa dia minta maaf, dia sendiri heran mengapa dia mengatakan itu arzar tertawa melihat ekspresi wajahnya,mendadak arzar mencubit pipinya


"kau lucu ambara


arzar mencubit pipinya


ambara terdiam dan menoleh kearah arzar


arzar tersenyum kepadanya


mereka saling tatap satu sama lain


"arzar!! , yok pulang!!


teriakan seorang wanita paruh baya berhasil memecah lamunan mereka


seorang ratu menghampiri mereka


"Tante Adelia,


ambara berdiri dari duduknya


yang disebut namanya tersenyum kepada ambara


"kalian sudah ngobrolnya,Tante mau pulang dulu sama arzar kapan² lagi kami mampir


arzar berdiri dari duduknya


"Yo mah, ambara jaga diri baik² ya nanti aku mampir ke negri alaric, bye!!


ucap arzar kepadanya


ambara hanya bisa diam dan tersenyum, tidak tahu merespon apa


ibu arzar tersenyum padanya


"kami pamit dulu ya nak,


ucap ratu Adelia sebelum benar benar pergi


ambara masih terpaku ditempatnya


ia baru pernah didekati dan disentuh wajahnya oleh lelaki selain ayahnya, hatinya berdegup kencang


tanpa ambara sadari pipinya mulai memerah


ambara menghapus semua kejadian tadi di ingatannya


ambara kembali kedalam kastil


ia berhenti saat melihat ada salah satu pengawal alaric yang terlihat lusuh berlari ke arahnya


ia menghampiri ambara


ambara menatap heran pengawal itu


"tuan.. putri... , pangeran.. pangeran...


ucapnya terbata bata


mata ambara seketika membulat sempurna


"kenapa?, ada apa dengan zayden?!


tanyanya panik


"pangeran.. dia telah disekap oleh pasukan negri asing...


ucap pengawal itu dengan suara kelelahan, ambara terdiam, mendengarnya


...****************...

__ADS_1


__ADS_2