
cahaya matahari menyilaukan matanya
ambara terbangun cukup pagi,
ia melihat keluar kastil dari jendela masih sangat sunyi, ia mencoba keluar kamarnya
hanya ada satu dua pembantu yang berlalu lalang
ambara merasa bosan, ia melihat ke dalam kamarnya, matanya terhenti melihat buku masak kiriman zayden
ambara mengambil bukunya
dan melihat satu dua halaman
"terlihat enak, aku akan mencoba membuatnya
ambara keluar kamarnya sambil membawa buku itu, ia mengendap endap berjalan menuju dapur istana
sesampai nya didapur ia segera menyiapkan bahan bahan seperti di buku
"okey, ambara kamu harus buktikan kalau kamu bisa
ambara membuka resep pembuatan pie
"emm.. terlihat lezat
ambara segera membuatnya, secara pelan pelan
setelah selesai
ambara segera menyiapkan tungku untuk memanggangnya
"ambara segera memanggang kue pie nya dan menunggunya
ambara tersenyum senang
"kalau ini berhasil aku akan pamer ke zayden, siapa dia beraninya menghina kue buatan ku
salah satu pelayan dapur menghampirinya
"putri ambara ngapain?
tanyanya
ambara tersenyum kearahnya
"aku sedang memasak..
pelayan itu melihat ke arah tungku berisi kuenya
"putri ambara membuat kue? , wahh keren sekali!!
puji pelayan itu
ambara bukannya senang malah merasa canggung
takut pelayan itu banyak bertanya lagi padanya
pelayan itu tersenyum
"putri ambara keren!!
ucap pelayan itu lalu pergi ke arah tempat pencucian, dan membersihkan piring piring disana
ambara menghela napas, setelah selesai sesuai perhitungan ambara, ambara segera mengangkat kue pie nya
"terlihat sempurna!! ,
ambara segera membelah kuenya dan mencicipinya
ambara tersedak,
"kok rasanya pahit sih!!
ambara berdecak kesal, ia melihat kembali ke kuenya
"salahnya dimana coba??
ambara kembali mencicipinya
"benar benar buruk,
pelayan yang sedang mencuci piring segera menghampirinya
"kenapa putri? , ada yang salah dengan kuenya?
tanya pelayan itu
ambara merasa sedikit malu
haruskah dia jujur?
"ee.. gak papa kok, cuman kenapa kue buatan ku bisa pahit? , padahal gak gosong..
ucap ambara
pelayan itu melihat ke kue buatan ambara
"ini udah pakai selai putri?
tanya pembantu itu
ambara mengangguk
"sudah..
pembantu itu mencoba mencicipinya
pembantu itu terdiam
"putri bikin ini pakai gula?
ambara terdiam
"emang harus pakai gula?
pembantu itu tertawa kecil
"iya putri, sini biar aku ajarin putri cara bikinnya
pembantu itu mengambil bahan bahannya dan membuatnya, ambara membantunya sekalian belajar ambara juga ikut mencoba membuatnya
setelah selesai mereka segera memanggangnya
__ADS_1
mereka menunggu hingga kuenya masak
seketika ambara panik melihat ibunya sudah bangun, ia segera menyembunyikan dirinya
ia tidak mau ibunya akan berpikir macam macam jika tau ambara mulai belajar membuat kue, bisa bisa ibunya akan mengoloknya
ibunya pergi kedapur, sedangkan ambara sembunyi dibalik tungku besar dipojokkan
pembantu itu merasa bingung
"wah, tumben pagi pagi kau membuat kue
ucap ibu nya kepada pelayanan itu
pelayan itu hanya tersenyum
ibunya pergi mengambil air dan berlalu pergi keluar dapur
ambara menghela napas
"syukur...
ucapnya
"kenapa tuan putri sembunyi?
tanya pelayan itu
"gak papa kok,
jawab ambara
ambara melihat kearah tempat memanggangnya
"wah sudah matang!!
ucapnya antusias
ia segera mengeluarkan dan memotong kue buatannya
sedangkan pembantu itu tersenyum melihatnya dan ikut mengeluarkan kue buatannya
"emm... enak banget..
ambara tersenyum bahagia
dan memakan lagi kue buatannya
"makasih yah..
ucap ambara sambil memeluk pelayan itu
pelayan itu tersenyum dan memeluk balik dirinya
"sama sama putri, aku pamit dulu ya.. ,makan saja putri semua kuenya
pelayan itu tersenyum dan berlalu pergi
ambara membalas senyumannya, ia begitu senang
ia mengambil kue buatannya dan menyimpan buatan pelayan itu di lemari untuk dimakan nanti
ambara pergi ke taman , dan duduk sambil menikmati makanannya
ambara menoleh ke asal suara
ayahnya menghampirinya dan duduk disampingnya
"kau sedang apa nak?
tanya ayahnya
ambara tersenyum dan melihat ke arah kuenya
ayahnya mengangguk mengerti
"ayah hari ini berkunjung ke negri mertuamu.. , kau mau ikut?
tanya ayahnya lagi
ambara terdiam
"tempat raja David?
ayahnya mengangguk
ambara segera menggelengkan kepalanya
"kapan kapan aja yah..
ucapnya
"kenapa?
ayahnya menatap bingung ambara
"ambara lagi mau senang senang disini
ayahnya mengangguk mengerti dan segera berpamitan,ambara melihat ayahnya yang semakin menjauh
"semoga ratu Sonia tidak tau, kalau aku pergi dari negri alaric
gumamnya ,sambil terus menghabiskan makanannya
"hey ambara!!
ambara melihat ke asal suara yang memanggilnya
"siapa itu?
ambara melihat kearah Cowo berbadan tegap yang menghampirinya
"perkenalkan aku pangeran arzar, dari negri xuren
pria itu tersenyum padanya
ambara hanya membalas nya dengan senyuman
pria itu mendadak duduk disampingnya
ambara sedikit kaget melihatnya
"ambara, dimana suamimu zayden?
ambara menoleh ke arahnya
__ADS_1
"di negerinya sendiri
pangeran arzar menatap bingung ke arahnya
"dia tidak ikut kemari?
tanya arzar
ambara menggelengkan kepalanya
"dia sibuk
jawabnya singkat
arzar mengangguk
"kenapa kau canggung ambara?
ucap ibunya yang sedari tadi mengamati nya
ambara kaget melihat ibunya , ia menggelengkan kepalanya
"itu sepupu mu ambara... anak dari Tante Adelia
ambara semakin kaget mendengarnya
ibunya menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi
arzar tertawa kecil
"kau baru tau ya punya sepupu?
tanya arzar sambil tertawa
ambara mengangguk
"aku juga sama, dan bodohnya aku malah ikut acara sayembara waktu itu karena aku menyukaimu
ucap arzar mendadak
ambara hanya membalas dengan senyuman canggung
"dan lucunya lagi, aku tergila gila dengan sepupuku satu ini, aku merasa kecewa saat aku tau kami sepupu
arzar menatap langit biru yang sangat indah
"ma-af
hanya itu yang bisa ambara ucapkan
arzar menoleh kearahnya
"untuk apa?
ambara terdiam, mengapa dia minta maaf, dia sendiri heran mengapa dia mengatakan itu arzar tertawa melihat ekspresi wajahnya,mendadak arzar mencubit pipinya
"kau lucu ambara
arzar mencubit pipinya
ambara terdiam dan menoleh kearah arzar
arzar tersenyum kepadanya
mereka saling tatap satu sama lain
"arzar!! , yok pulang!!
teriakan seorang wanita paruh baya berhasil memecah lamunan mereka
seorang ratu menghampiri mereka
"Tante Adelia,
ambara berdiri dari duduknya
yang disebut namanya tersenyum kepada ambara
"kalian sudah ngobrolnya,Tante mau pulang dulu sama arzar kapan² lagi kami mampir
arzar berdiri dari duduknya
"Yo mah, ambara jaga diri baik² ya nanti aku mampir ke negri alaric, bye!!
ucap arzar kepadanya
ambara hanya bisa diam dan tersenyum, tidak tahu merespon apa
ibu arzar tersenyum padanya
"kami pamit dulu ya nak,
ucap ratu Adelia sebelum benar benar pergi
ambara masih terpaku ditempatnya
ia baru pernah didekati dan disentuh wajahnya oleh lelaki selain ayahnya, hatinya berdegup kencang
tanpa ambara sadari pipinya mulai memerah
ambara menghapus semua kejadian tadi di ingatannya
ambara kembali kedalam kastil
ia berhenti saat melihat ada salah satu pengawal alaric yang terlihat lusuh berlari ke arahnya
ia menghampiri ambara
ambara menatap heran pengawal itu
"tuan.. putri... , pangeran.. pangeran...
ucapnya terbata bata
mata ambara seketika membulat sempurna
"kenapa?, ada apa dengan zayden?!
tanyanya panik
"pangeran.. dia telah disekap oleh pasukan negri asing...
ucap pengawal itu dengan suara kelelahan, ambara terdiam, mendengarnya
...****************...
__ADS_1