Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
benci


__ADS_3

zayden terbangun ia melihat kearah ambara yang masih tertidur lelap,


zayden segera pergi membersihkan dirinya,


dan bersiap siap pergi ke sekolahnya


ia tersenyum melihat ambara yang nyenyak tidurnya


dan berlalu pergi keluar dari kamar


penjaga kamar menyapanya


"dimana putri, pangeran?


tanya penjaga kamar


"dia sedang tidur, untuk sementara jangan ganggu dia biarkan saja dia beristirahat


penjaga kamar tersenyum dan mengangguk


zayden berlalu pergi


"mereka sangat cocok


gumam penjaga kamarnya


beberapa menit kemudian zayden terhenti, Celia berlari kearahnya


"zayden....


rengeknya


"kamu mau kemana?, aku mau ikut..


Celia memeluk zayden erat


"aku mau pergi ke sekolah, minggir


zayden mendorong Pelan Celia , dan pergi berangkat menuju sekolahnya


Celia menghentakkan kakinya , kesal


"iih.. pengawal.. pengawal !!


teriaknya.


pengawalnya segera menghampirinya


"dimana istri pangeran zayden?


"kami tidak tahu putri,


sahut salah satu pengawal pribadinya


ambara semakin kesal


"cari dia!!


bentaknya kepada para pengawal miliknya


mereka bergegas mencari ambara hingga mereka berhenti didepan pintu kamar zayden dan ambara


mereka ingin membuka pintunya, tapi ditahan oleh pengawal penjaga kamar mereka


"jangan ganggu putri ambara, biarkan dia beristirahat!!


tegas sang pengawal alaric


"ini perintah dari putri Celia, kami harus menurutinya


ucap pengawal Celia


"ini bukan negri kalian, kalian tidak bisa seenaknya disini!!


bentak pengawal lagi


Celia menghampiri mereka


"biarkan aku yang membukanya


celia memegang ganggang pintu kamar


tapi dengan cepat pengawal menahan tangan Celia dan menghempaskan


"ini perintah dari pangeran zayden, jika kalian berani menggangu tidur putri ambara aku tidak akan segan segan melaporkannya kepada pangeran zayden!!


Celia menatap kesal penjaga kamar itu


Celia segera pergi dari sana


sedangkan disisi lain,


ambara masih tidur dengan nyenyak dikasur zayden setelah sekian lama akhirnya dia bisa tidur dengan nyaman, tanpa Kedinginan


hari semakin pagi,


ambara akhirnya terbangun dari tidurnya


ia kaget melihat hari yang sudah sangat pagi


ia segera bergegas pergi kedapur


sedetik kemudian hamba terdiam, melihat zayden tidak ada dikamar ia baru ingat kalau semalam zayden tidak tidur dikamar


ambara segera membersihkan diri dan pergi memasak setelah selesai ia pergi keluar kamar dan menyapa sang penjaga kamar


"selamat pagi, ee.. pengawal ada liat pangeran zayden?


tanya ambara kepadanya


"selamat pagi putri , pangeran zayden sudah berangkat menuju kesekolah


ambara mengangguk, ia berpikir


mungkin saja zayden sudah sarapan bersama Celia


tiba tiba mood nya menjadi buruk


padahal ia sudah memasak sarapan yang banyak


ia melihat kearah penjaga kamar nya


"apa kakak sudah makan?


tanya ambara kepada pengawal yang usia nya lebih tua darinya


"ee... nanti saja aku makan putri aku masih banyak kerjaan


sahut pengawal itu

__ADS_1


ambara tersenyum


"aku sudah memasak cukup banyak, mari makan bersamaku


pengawal itu sedikit kaget


"tidak usah putri, nanti saja aku masih banyak kerjaan


ambara kembali tersenyum


"Yo, masa kakak gak mau menghargai masakan aku


ucap ambara


pengawal itu terdiam


pada akhirnya pengawal itu pasrah dan mau makan bersama ambara


"tapi tuan putri aku makan disini saja, aku takut jika nanti terjadi fitnah diantara kita


ambara mengangguk


ambara menyiapkan makanan untuknya dan memberikan nya kepada pengawal


ia juga menyiapkan tempat duduk untuknya


pengawal itu tersenyum dan berterima kasih padanya


setelah selesai menunggu pengawal selesai makan ambara berlalu pergi menuju halaman kastil


dia duduk dan melamun disana


seketika seorang gadis menghampirinya


"kamu ambara kan?


ambara melihat kearahnya


"itu Celia


gumamnya dalam hati


"yakan?


tanya Celia lagi


ambara mengangguk


Celia tersenyum sinis padanya


"cepat ceraikan zayden secepatnya!!


perintah Celia


ambara menoleh bingung kearah Celia


"buat?


Celia menatap kesal ambara


"ceraikan aja secepat mungkin, ini perintah!!


ucap Celia dengan nada tegas


"aku tidak akan melakukan itu


jawab ambara


nada bicara Celia semakin tinggi


"aku tidak akan melakukan itu sebelum zayden sendiri yang menceraikan ku


Celia menatap kesal ambara


"kau tidak sadar diri apa? , kau itu jelek , tidak berpendidikan dan kau juga putri rendahan yang miskin kau pikir kau pantas dengan zayden?


Celia menatap sinis ambara


ambara hanya diam


Celia tertawa sinis


"memalukan kau itu harus sadar diri ambara bodoh!!


ucap Celia lagi


ambara berdiri dari tempat duduknya, dan berdiri tepat didepan Celia


"satu hal yang harus kau tau putri Celia, aku tidak pernah mengejar zayden, tapi sebaliknya dia yang membuatku harus menikah dengannya..


ambara tersenyum sinis kepada Celia


Celia terdiam


"dan satu lagi putri Celia, meskipun aku bukan putri berpendidikan, setidaknya aku adalah putri yang punya rasa malu.. bukan seperti dirimu


Celia semakin kesal


ambara berlalu pergi meninggalkannya


Celia berteriak kesal


ambara kembali kedalam kastil alaric


seketika seorang pengawal menghampirinya


"permisi putri , pangeran Eric dari benua timur datang berkunjung..


ambara mengangguk


'"terimakasih informasinya..


pengawal itu tersenyum


ambara pergi keruang tamu kastil


ia duduk ditempatnya


disana ada pangeran Eric dan beberapa pengawalnya


"maafkan aku pangeran Eric , pangeran zayden sedang pergi , jadi aku akan menggantikan nya disini


ambara tersenyum ramah


pangeran Eric membalas senyumannya


"tidak masalah ambara, justru aku bersyukur aku bertemu denganmu disini


ucap pangeran Eric

__ADS_1


ambara kembali tersenyum


"jadi apa keperluan mu datang kemari pangeran Eric?


"sebenarnya aku ingin memesan buah dan sayur kalian, aku membutuhkan sekitar 20 jenis sayuran dan buahan untuk diantarkan ke negri ku besok, apakah bisa putri ambara?


ambara mengangguk


"tentu pangeran Eric, kami akan segera mengirimkan nya besok, ngomong ² kalian membutuhkan berapa banyak?


tanya ambara


"sekitar 50 untuk setiap jenis


jelas pangeran eric


ambara mengangguk


"kami akan mengirimkan sekitar 80 untuk setiap jenis sayur dan buah buahan


ucap ambara


"kau tidak bercanda, putri Ambara?


ambara menggeleng


"aku tidak suka bercanda


pangeran Eric mengangguk


"terimakasih banyak Putri ambara kamu memang baik


ambara tersenyum


"kau tahu ambara aku adalah salah satu Pangeran yang Pernah ikut sayembara di negri lucifer


pangeran Eric mengalihkan pembicaraan


ambara sedikit kaget mendengarnya, kenangan nya tentang sayembara itu kembali lagi muncul


seketika ia menjadi canggung


"o-oh benarkah?


hanya itu yang bisa ia ucapkan di mulutnya


"iya putri ambara, aku sangat kesal waktu itu dengan zayden karena dia berhasil mendapatkan mu, aku ingin marah tapi aku tau marah ku itu tidak dapat menghasilkan apa apa untukku


ucap pangeran Eric lagi


ambara semakin merasa canggung


"aku dapat memahami mu , aku juga tidak menyangka jika aku akan menikah dengan pangeran zayden waktu itu..


ambara tersenyum tipis


"apakah kehidupan mu Baik baik saja putri ambara?


tanya pangeran Eric


ambara mengangguk


"syukurlah, kau tau Ambara aku menyukaimu sudah sejak lama , aku merasa kau sangat sempurna ambara kau baik , kau cantik, kau manis , dan kau sangat penyayang, aku menyukaimu, tapi saat mendengar kabar kau bersama dengan zayden aku benar benar merasa terluka..


pangeran Eric menatap mata ambara dengan tulus


perasaan aneh menyelimuti ambara


ia tidak tahu harus menjawab apa


"ambara, jika ada satu hal yang harus ku lakukan seumur hidupku di dunia ini hanya satu, membuatmu menjadi milikku ambara..


ucap pangeran Eric lagi


ambara menatap wajah pangeran Eric yang sangat tulus


"maaf- (terpotong)


"dan satu hal yang harus ku lakukan seumur hidupku adalah, membuat keinginan mu itu tidak terwujud pangeran Eric..


zayden menghampiri mereka


ambara terdiam


zayden duduk disamping ambara


pangeran Eric menatap zayden dengan perasaan kesal


"zayden aku tau kau pemenang sayembara waktu itu tapi setidaknya kau tidak bisa memenangkan hati ambara


ucap pangeran Eric


zayden tersenyum sinis


"bagaimana kau bisa berpikir aku belum bisa memenangkan nya? kau tau kan aku adalah pemenang dari segalanya


pangeran Eric tertawa


"aku tau itu, tapi ambara tidak mungkin akan menyukai pria se kotor dirimu


ambara bingung dengan ucapan eric


'"kotor maksudnya?


pangeran Eric tersenyum sinis


"kau tidak tahu ambara suami mu ini adalah pria -(terpotong)


"diam kau pangeran Eric, jangan mencoba menyebar fitnah..


ucap zayden mulai kesal


pangeran Eric kembali tertawa


"malang sekali nasib mu ambara menikahi pria sepertinya


zayden berdiri dari tempat duduknya


"tutup mulutmu pangeran Eric atau kau akan ku usir dari kastil ku


ancam zayden


"baiklah aku akan pulang sendiri, selamat tinggal ambara aku akan kembali lagi untuk menjemputmu sayang...


ucap pangeran Eric sebelum pergi meninggalkan tempat itu


zayden menatap benci Eric


sedangkan ambara hanya diam ,bingung dengan situasi

__ADS_1


zayden pergi meninggalkan tempat itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2