
zayden terbangun ia melihat kearah ambara yang masih tertidur lelap,
zayden segera pergi membersihkan dirinya,
dan bersiap siap pergi ke sekolahnya
ia tersenyum melihat ambara yang nyenyak tidurnya
dan berlalu pergi keluar dari kamar
penjaga kamar menyapanya
"dimana putri, pangeran?
tanya penjaga kamar
"dia sedang tidur, untuk sementara jangan ganggu dia biarkan saja dia beristirahat
penjaga kamar tersenyum dan mengangguk
zayden berlalu pergi
"mereka sangat cocok
gumam penjaga kamarnya
beberapa menit kemudian zayden terhenti, Celia berlari kearahnya
"zayden....
rengeknya
"kamu mau kemana?, aku mau ikut..
Celia memeluk zayden erat
"aku mau pergi ke sekolah, minggir
zayden mendorong Pelan Celia , dan pergi berangkat menuju sekolahnya
Celia menghentakkan kakinya , kesal
"iih.. pengawal.. pengawal !!
teriaknya.
pengawalnya segera menghampirinya
"dimana istri pangeran zayden?
"kami tidak tahu putri,
sahut salah satu pengawal pribadinya
ambara semakin kesal
"cari dia!!
bentaknya kepada para pengawal miliknya
mereka bergegas mencari ambara hingga mereka berhenti didepan pintu kamar zayden dan ambara
mereka ingin membuka pintunya, tapi ditahan oleh pengawal penjaga kamar mereka
"jangan ganggu putri ambara, biarkan dia beristirahat!!
tegas sang pengawal alaric
"ini perintah dari putri Celia, kami harus menurutinya
ucap pengawal Celia
"ini bukan negri kalian, kalian tidak bisa seenaknya disini!!
bentak pengawal lagi
Celia menghampiri mereka
"biarkan aku yang membukanya
celia memegang ganggang pintu kamar
tapi dengan cepat pengawal menahan tangan Celia dan menghempaskan
"ini perintah dari pangeran zayden, jika kalian berani menggangu tidur putri ambara aku tidak akan segan segan melaporkannya kepada pangeran zayden!!
Celia menatap kesal penjaga kamar itu
Celia segera pergi dari sana
sedangkan disisi lain,
ambara masih tidur dengan nyenyak dikasur zayden setelah sekian lama akhirnya dia bisa tidur dengan nyaman, tanpa Kedinginan
hari semakin pagi,
ambara akhirnya terbangun dari tidurnya
ia kaget melihat hari yang sudah sangat pagi
ia segera bergegas pergi kedapur
sedetik kemudian hamba terdiam, melihat zayden tidak ada dikamar ia baru ingat kalau semalam zayden tidak tidur dikamar
ambara segera membersihkan diri dan pergi memasak setelah selesai ia pergi keluar kamar dan menyapa sang penjaga kamar
"selamat pagi, ee.. pengawal ada liat pangeran zayden?
tanya ambara kepadanya
"selamat pagi putri , pangeran zayden sudah berangkat menuju kesekolah
ambara mengangguk, ia berpikir
mungkin saja zayden sudah sarapan bersama Celia
tiba tiba mood nya menjadi buruk
padahal ia sudah memasak sarapan yang banyak
ia melihat kearah penjaga kamar nya
"apa kakak sudah makan?
tanya ambara kepada pengawal yang usia nya lebih tua darinya
"ee... nanti saja aku makan putri aku masih banyak kerjaan
sahut pengawal itu
__ADS_1
ambara tersenyum
"aku sudah memasak cukup banyak, mari makan bersamaku
pengawal itu sedikit kaget
"tidak usah putri, nanti saja aku masih banyak kerjaan
ambara kembali tersenyum
"Yo, masa kakak gak mau menghargai masakan aku
ucap ambara
pengawal itu terdiam
pada akhirnya pengawal itu pasrah dan mau makan bersama ambara
"tapi tuan putri aku makan disini saja, aku takut jika nanti terjadi fitnah diantara kita
ambara mengangguk
ambara menyiapkan makanan untuknya dan memberikan nya kepada pengawal
ia juga menyiapkan tempat duduk untuknya
pengawal itu tersenyum dan berterima kasih padanya
setelah selesai menunggu pengawal selesai makan ambara berlalu pergi menuju halaman kastil
dia duduk dan melamun disana
seketika seorang gadis menghampirinya
"kamu ambara kan?
ambara melihat kearahnya
"itu Celia
gumamnya dalam hati
"yakan?
tanya Celia lagi
ambara mengangguk
Celia tersenyum sinis padanya
"cepat ceraikan zayden secepatnya!!
perintah Celia
ambara menoleh bingung kearah Celia
"buat?
Celia menatap kesal ambara
"ceraikan aja secepat mungkin, ini perintah!!
ucap Celia dengan nada tegas
"aku tidak akan melakukan itu
jawab ambara
nada bicara Celia semakin tinggi
"aku tidak akan melakukan itu sebelum zayden sendiri yang menceraikan ku
Celia menatap kesal ambara
"kau tidak sadar diri apa? , kau itu jelek , tidak berpendidikan dan kau juga putri rendahan yang miskin kau pikir kau pantas dengan zayden?
Celia menatap sinis ambara
ambara hanya diam
Celia tertawa sinis
"memalukan kau itu harus sadar diri ambara bodoh!!
ucap Celia lagi
ambara berdiri dari tempat duduknya, dan berdiri tepat didepan Celia
"satu hal yang harus kau tau putri Celia, aku tidak pernah mengejar zayden, tapi sebaliknya dia yang membuatku harus menikah dengannya..
ambara tersenyum sinis kepada Celia
Celia terdiam
"dan satu lagi putri Celia, meskipun aku bukan putri berpendidikan, setidaknya aku adalah putri yang punya rasa malu.. bukan seperti dirimu
Celia semakin kesal
ambara berlalu pergi meninggalkannya
Celia berteriak kesal
ambara kembali kedalam kastil alaric
seketika seorang pengawal menghampirinya
"permisi putri , pangeran Eric dari benua timur datang berkunjung..
ambara mengangguk
'"terimakasih informasinya..
pengawal itu tersenyum
ambara pergi keruang tamu kastil
ia duduk ditempatnya
disana ada pangeran Eric dan beberapa pengawalnya
"maafkan aku pangeran Eric , pangeran zayden sedang pergi , jadi aku akan menggantikan nya disini
ambara tersenyum ramah
pangeran Eric membalas senyumannya
"tidak masalah ambara, justru aku bersyukur aku bertemu denganmu disini
ucap pangeran Eric
__ADS_1
ambara kembali tersenyum
"jadi apa keperluan mu datang kemari pangeran Eric?
"sebenarnya aku ingin memesan buah dan sayur kalian, aku membutuhkan sekitar 20 jenis sayuran dan buahan untuk diantarkan ke negri ku besok, apakah bisa putri ambara?
ambara mengangguk
"tentu pangeran Eric, kami akan segera mengirimkan nya besok, ngomong ² kalian membutuhkan berapa banyak?
tanya ambara
"sekitar 50 untuk setiap jenis
jelas pangeran eric
ambara mengangguk
"kami akan mengirimkan sekitar 80 untuk setiap jenis sayur dan buah buahan
ucap ambara
"kau tidak bercanda, putri Ambara?
ambara menggeleng
"aku tidak suka bercanda
pangeran Eric mengangguk
"terimakasih banyak Putri ambara kamu memang baik
ambara tersenyum
"kau tahu ambara aku adalah salah satu Pangeran yang Pernah ikut sayembara di negri lucifer
pangeran Eric mengalihkan pembicaraan
ambara sedikit kaget mendengarnya, kenangan nya tentang sayembara itu kembali lagi muncul
seketika ia menjadi canggung
"o-oh benarkah?
hanya itu yang bisa ia ucapkan di mulutnya
"iya putri ambara, aku sangat kesal waktu itu dengan zayden karena dia berhasil mendapatkan mu, aku ingin marah tapi aku tau marah ku itu tidak dapat menghasilkan apa apa untukku
ucap pangeran Eric lagi
ambara semakin merasa canggung
"aku dapat memahami mu , aku juga tidak menyangka jika aku akan menikah dengan pangeran zayden waktu itu..
ambara tersenyum tipis
"apakah kehidupan mu Baik baik saja putri ambara?
tanya pangeran Eric
ambara mengangguk
"syukurlah, kau tau Ambara aku menyukaimu sudah sejak lama , aku merasa kau sangat sempurna ambara kau baik , kau cantik, kau manis , dan kau sangat penyayang, aku menyukaimu, tapi saat mendengar kabar kau bersama dengan zayden aku benar benar merasa terluka..
pangeran Eric menatap mata ambara dengan tulus
perasaan aneh menyelimuti ambara
ia tidak tahu harus menjawab apa
"ambara, jika ada satu hal yang harus ku lakukan seumur hidupku di dunia ini hanya satu, membuatmu menjadi milikku ambara..
ucap pangeran Eric lagi
ambara menatap wajah pangeran Eric yang sangat tulus
"maaf- (terpotong)
"dan satu hal yang harus ku lakukan seumur hidupku adalah, membuat keinginan mu itu tidak terwujud pangeran Eric..
zayden menghampiri mereka
ambara terdiam
zayden duduk disamping ambara
pangeran Eric menatap zayden dengan perasaan kesal
"zayden aku tau kau pemenang sayembara waktu itu tapi setidaknya kau tidak bisa memenangkan hati ambara
ucap pangeran Eric
zayden tersenyum sinis
"bagaimana kau bisa berpikir aku belum bisa memenangkan nya? kau tau kan aku adalah pemenang dari segalanya
pangeran Eric tertawa
"aku tau itu, tapi ambara tidak mungkin akan menyukai pria se kotor dirimu
ambara bingung dengan ucapan eric
'"kotor maksudnya?
pangeran Eric tersenyum sinis
"kau tidak tahu ambara suami mu ini adalah pria -(terpotong)
"diam kau pangeran Eric, jangan mencoba menyebar fitnah..
ucap zayden mulai kesal
pangeran Eric kembali tertawa
"malang sekali nasib mu ambara menikahi pria sepertinya
zayden berdiri dari tempat duduknya
"tutup mulutmu pangeran Eric atau kau akan ku usir dari kastil ku
ancam zayden
"baiklah aku akan pulang sendiri, selamat tinggal ambara aku akan kembali lagi untuk menjemputmu sayang...
ucap pangeran Eric sebelum pergi meninggalkan tempat itu
zayden menatap benci Eric
sedangkan ambara hanya diam ,bingung dengan situasi
__ADS_1
zayden pergi meninggalkan tempat itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...