
setelah mendengar semua cerita yang prajurit itu katakan, ambara bergegas menyiapkan barang barangnya
tepat pukul 3 pagi
ambara berpamitan dengan ibunya, untuk kembali ke negri alaric
diantar beberapa prajurit alaric,
ambara pergi dari negri Lucifer menuju negri alaric
entah mengapa di perjalanan, ambara benar benar khawatir ,entah apa yang membuatnya benar benar khawatir.
mendengar negri alaric diserang membuatnya tidak tenang apalagi mendengar...
lupakan!!
kali ini mereka berangkat bukan menggunakan kapal, melainkan menunggangi kuda
karena menurut mereka perjalanan di darat lebih singkat dari pada di laut
dan tentu ambara dengan berat hati ibunya mengijinkan dirinya untuk menunggangi kuda sendiri
ambara sedikit senang tentang itu
bagaimana pun setelah ini sepertinya dia akan menjadi lebih bebas pergi kemanapun dia mau
sepertinya..
meskipun perjalanan yang ditempuh lebih singkat
berkuda jelas lebih melelahkan daripada menaiki kapal
mereka juga harus berhenti hampir di setiap desa yang mereka lalui untuk beristirahat
ambara merasa sangat khawatir ada perasaan tidak tenang muncul dihatinya
ia melihat ke arah para prajurit Lucifer yang sangat santay menikmati hidangan yang diberikan kepada mereka oleh para tetua desa yang mereka lalui.
ambara melihat ke arah peta tujuan mereka
"sebentar lagi negri alaric, kurang lebih 1 jam, akan tiba disana
ucap salah satu pengawal yang sedang makan kepadanya
ambara melipat peta itu dan menyimpan di tas miliknya
"sudah lah kalian lanjut saja makan biarkan aku melanjutkan perjalanan ku sendiri
ucap ambara dengan percaya diri
pengawal itu menatapnya remeh
"sudahlah putri tunggu saja kami menghabiskan makanan kami, setelah itu kita berangkat bersama
ucap salah satu dari mereka
ambara merasa sedikit kesal, memperhatikan mereka yang begitu santay menikmati makanannya
bahkan dari mereka ada yang masih menambah lauknya
ambara segera menaiki kuda ya
para pengawal lucifer menatap ke arahnya
"sudahlah putri jangan dipaksa..
ucap mereka lagi sedikit meremehkannya
ambara tidak menghiraukan mereka dan bergegas pergi dari sana
pengawal pengawal itu panik dan ingin buru buru mengejarnya
sedangkan ambara dengan kecepatan penuh menunggangi kudanya mengikuti arah peta
akibat sering mengasah diri sendiri, ambara bisa melakukan semua hal yang tidak mungkin sebelumnya
pengawal Lucifer panik, mereka kehilangan jejak ambara
mereka segera berpencar untuk mencarinya
namun tidak ditemukan
sedangkan ambara kurang lebih 40 menit dia bisa melihat negri Lucifer dari matanya
ambara tersenyum bahagia dan bergegas turun dari kudanya dan pergi kesana
ambara terdiam melihat betapa sunyi nya negri alaric, seperti tidak ada kehidupan
ambara segera bergegas berlari menuju kastil,
ia melihat kastil sangat berantakan
tanpa ia sadari matanya sudah membendung air mata
seperti ada perasaan menyesal meninggalkan negri alaric
ambara segera bergegas pergi kekamar zayden
"zay-
ambara terdiam
ia melihat wajah zayden yang sangat pucat sedang berbaring dilantai.
ambara menghampirinya
ia melihat wajah zayden sangat damai,
dan bekas luka di tubuh zayden terlihat mulai mengering
ambara mengusap air matanya
"kok bisa sih aku telat..
ucap ambara dengan suara halus ,
entah kenapa dia merasa benar benar terluka
ia memegang tangan zayden yang dipenuhi bekas robekan
ambara meneteskan air matanya,
ia benar benar merasa tertusuk
__ADS_1
"zayden.. bangun.. zayden!!!
ucapnya
"zayden bangun..
ucapnya dengan suara nya yang semakin menghilang
ambara menundukkan kepalanya , ia menangis sesenggukan
"zayden.. bangunn
ucapnya lagi
"zayden!!!
ucapnya dengan nada kesal
seketika tangan zayden bergerak
ambara tersenyum senang
"zayden..!!
ucapnya dengan suara bahagia
ambara tersenyum senang melihat tangan zayden yang ikut memegang tangannya
seketika ambara terdiam
melihat orang yang ia tangisi , mendadak tertawa terbahak-bahak
ambara terdiam dan melepaskan tangan zayden dari tangannya
zayden membuka matanya, sambil tertawa puas,
ambara manatap kesal zayden
sedangkan zayden ia melihat kearah ambara yang masih ber air mata
"kenapa khawatir ya?
tanya zayden dengan suara ngeselin khasnya
"ini cuman bohongan??!!
tanya ambara tidak percaya
"menurut mu?
tanya zayden balik
ambara kesal ia memukul kuat bahu zayden
"aww...
zayden memegang bahunya yang ditampar ambara
"kenapa, aku nampar nya kuat kah?
tanya ambara , khawatir
"ngga bukan itu, tamparan kamu terlalu lemah buat aku, dasar cewek lemah..
mendengarnya ambara semakin kesal dan kembali menampar zayden
zayden hanya tertawa melihatnya,
tiba tiba di luar kamar ada suara orang orang heboh
"kejutan!!!
ambara menoleh ke mereka
ada para pengawal dan Masyarakat alaric, membawakan buket buket bunga, dan beberapa kue dan buah buahan
"selamat datang kembali putri ambara!!
ucap mereka dengan suara lantang
ambara merasa terharu melihatnya
"yo..
zayden berdiri dan menarik tangan ambara mengikutinya, menghampiri para pengawal dan masyarakat itu
Masyarakat alaric tersenyum melihatnya
dan memberikan bunga bunga itu untuknya
"jangan pergi lagi putri ambara..
ucap mereka dengan nada sedih
mereka memeluk ambara bergantian
ambara tersenyum melihatnya
"terimakasih semuanya!!
ucap ambara bahagia
ambara mencicipi kue yang dibawa masyarakat alaric untuknya
"enak banget...,
ambara juga menikmati kue kue yang lain
jujur ini jauh lebih daripada yang ia buat
seketika dia lupa untuk marah dengan zayden
mereka mengadakan pesta kecil antar masyarakat alaric termasuk ambara
acara berlangsung dengan meriah, hingga akhirnya menjelang sore ambara pergi kembali kekamar setelah acara selesai
ia melihat ke arah zayden yang sedang duduk di kasurnya
ambara menghela napas dan pergi untuk membersihkan diri
zayden menoleh kearahnya
"buatkan aku kue pie strawberry
__ADS_1
ucap zayden dengan suara datar
ambara menghela napas kasar
dan segera membersihkan dirinya
setelah selesai ambara segera kedapur untuk menyiapkan bahan bahannya
ia sesekali menoleh ke zayden yang sedang berbaring santay di kasur
"tumben dia tidak baca buku?
gumam ambara
setelah selesai,ambara segera memanggang kue Pie nya , dan pergi menghampiri zayden sambil menunggu pie nya matang
"tumben gak belajar?
tanya ambara
zayden menoleh kearahnya
"sudah kuenya?
zayden mengalihkan pembicaraan
"lagi dipanggang..
jawab ambara
zayden yang mendengarnya kembali bersantai di kasurnya
ambara menatap zayden bingung
ia melihat ke arah zayden yang sangat santai
seketika muncul banyak pertanyaan dipikirannya
ia mencoba untuk memberanikan diri bertanya dengan zayden
"zayden.. , kenapa Celia pulang gitu aja, kenapa dia gak lama aja tinggal disini?
tanya ambara berhati hati, takut apa yang ia ucapkan salah
"kenapa?, kamu mau dia disini?
tanya zayden
ambara menggelengkan kepalanya
"kalau dia disini, ntar pemilik rumah ini minggat lagi dari rumahnya
ucap zayden santai
ambara sedikit kaget mendengar jawaban zayden
"maksudnya?
tanyanya lagi
zayden menoleh ke ambara yang duduk disampingnya
"pikir aja sendiri
jawab zayden
ambara terdiam,
seketika ia teringat akan kue yang ia buat, buru buru ia mengangkatnya dan menghidangkan untuk zayden
"nah, maaf kalau gak enak
ucap ambara sambil membawa kue pie, dan air perasan jeruk untuk zayden
zayden duduk dikasur nya, dan mulai mencobanya
ambara tersenyum senang melihatnya
tidak sabar mendengar zayden memujinya, atau mungkin bertanya kapan dia belajar membuat kue yang membuat dirinya merasa bangga
ambara menatap lekat ke wajah zayden menunggu zayden untuk mengucapkan apa yang ia harapkan
sedangkan zayden mulai mencoba sepotong kuenya
"eemm... biasa aja
ucap zayden dan kembali berbaring setelah menghabiskan sepotong kue itu
ambara merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengan, ambara rasa ini adalah kue terbaik yang pernah ia buat
"menyebalkan..
ucap ambara dengan suara halus tapi terdengar
zayden menoleh ke arahnya
"kau melihat resep dari buku yang ku kasih?
tanya zayden
ambara mengangguk
"ya.. itu hasilnya
ucap ambara seadanya
"lalu kenapa buatan ku jauh lebih enak?
ucap zayden sedikit sinis
ambara tertawa kecil mendengarnya
"laki laki mana bisa bikin kue
ambara balik menyindir
zayden menatapnya dengan tatapan sombong
"kau mau adu skill?
ucap zayden lalu pergi berlalu kedapur
........................
__ADS_1