Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
comeback!!


__ADS_3

setelah mendengar semua cerita yang prajurit itu katakan, ambara bergegas menyiapkan barang barangnya


tepat pukul 3 pagi


ambara berpamitan dengan ibunya, untuk kembali ke negri alaric


diantar beberapa prajurit alaric,


ambara pergi dari negri Lucifer menuju negri alaric


entah mengapa di perjalanan, ambara benar benar khawatir ,entah apa yang membuatnya benar benar khawatir.


mendengar negri alaric diserang membuatnya tidak tenang apalagi mendengar...


lupakan!!


kali ini mereka berangkat bukan menggunakan kapal, melainkan menunggangi kuda


karena menurut mereka perjalanan di darat lebih singkat dari pada di laut


dan tentu ambara dengan berat hati ibunya mengijinkan dirinya untuk menunggangi kuda sendiri


ambara sedikit senang tentang itu


bagaimana pun setelah ini sepertinya dia akan menjadi lebih bebas pergi kemanapun dia mau


sepertinya..


meskipun perjalanan yang ditempuh lebih singkat


berkuda jelas lebih melelahkan daripada menaiki kapal


mereka juga harus berhenti hampir di setiap desa yang mereka lalui untuk beristirahat


ambara merasa sangat khawatir ada perasaan tidak tenang muncul dihatinya


ia melihat ke arah para prajurit Lucifer yang sangat santay menikmati hidangan yang diberikan kepada mereka oleh para tetua desa yang mereka lalui.


ambara melihat ke arah peta tujuan mereka


"sebentar lagi negri alaric, kurang lebih 1 jam, akan tiba disana


ucap salah satu pengawal yang sedang makan kepadanya


ambara melipat peta itu dan menyimpan di tas miliknya


"sudah lah kalian lanjut saja makan biarkan aku melanjutkan perjalanan ku sendiri


ucap ambara dengan percaya diri


pengawal itu menatapnya remeh


"sudahlah putri tunggu saja kami menghabiskan makanan kami, setelah itu kita berangkat bersama


ucap salah satu dari mereka


ambara merasa sedikit kesal, memperhatikan mereka yang begitu santay menikmati makanannya


bahkan dari mereka ada yang masih menambah lauknya


ambara segera menaiki kuda ya


para pengawal lucifer menatap ke arahnya


"sudahlah putri jangan dipaksa..


ucap mereka lagi sedikit meremehkannya


ambara tidak menghiraukan mereka dan bergegas pergi dari sana


pengawal pengawal itu panik dan ingin buru buru mengejarnya


sedangkan ambara dengan kecepatan penuh menunggangi kudanya mengikuti arah peta


akibat sering mengasah diri sendiri, ambara bisa melakukan semua hal yang tidak mungkin sebelumnya


pengawal Lucifer panik, mereka kehilangan jejak ambara


mereka segera berpencar untuk mencarinya


namun tidak ditemukan


sedangkan ambara kurang lebih 40 menit dia bisa melihat negri Lucifer dari matanya


ambara tersenyum bahagia dan bergegas turun dari kudanya dan pergi kesana


ambara terdiam melihat betapa sunyi nya negri alaric, seperti tidak ada kehidupan


ambara segera bergegas berlari menuju kastil,


ia melihat kastil sangat berantakan


tanpa ia sadari matanya sudah membendung air mata


seperti ada perasaan menyesal meninggalkan negri alaric


ambara segera bergegas pergi kekamar zayden


"zay-


ambara terdiam


ia melihat wajah zayden yang sangat pucat sedang berbaring dilantai.


ambara menghampirinya


ia melihat wajah zayden sangat damai,


dan bekas luka di tubuh zayden terlihat mulai mengering


ambara mengusap air matanya


"kok bisa sih aku telat..


ucap ambara dengan suara halus ,


entah kenapa dia merasa benar benar terluka


ia memegang tangan zayden yang dipenuhi bekas robekan


ambara meneteskan air matanya,


ia benar benar merasa tertusuk

__ADS_1


"zayden.. bangun.. zayden!!!


ucapnya


"zayden bangun..


ucapnya dengan suara nya yang semakin menghilang


ambara menundukkan kepalanya , ia menangis sesenggukan


"zayden.. bangunn


ucapnya lagi


"zayden!!!


ucapnya dengan nada kesal


seketika tangan zayden bergerak


ambara tersenyum senang


"zayden..!!


ucapnya dengan suara bahagia


ambara tersenyum senang melihat tangan zayden yang ikut memegang tangannya


seketika ambara terdiam


melihat orang yang ia tangisi , mendadak tertawa terbahak-bahak


ambara terdiam dan melepaskan tangan zayden dari tangannya


zayden membuka matanya, sambil tertawa puas,


ambara manatap kesal zayden


sedangkan zayden ia melihat kearah ambara yang masih ber air mata


"kenapa khawatir ya?


tanya zayden dengan suara ngeselin khasnya


"ini cuman bohongan??!!


tanya ambara tidak percaya


"menurut mu?


tanya zayden balik


ambara kesal ia memukul kuat bahu zayden


"aww...


zayden memegang bahunya yang ditampar ambara


"kenapa, aku nampar nya kuat kah?


tanya ambara , khawatir


"ngga bukan itu, tamparan kamu terlalu lemah buat aku, dasar cewek lemah..


mendengarnya ambara semakin kesal dan kembali menampar zayden


zayden hanya tertawa melihatnya,


tiba tiba di luar kamar ada suara orang orang heboh


"kejutan!!!


ambara menoleh ke mereka


ada para pengawal dan Masyarakat alaric, membawakan buket buket bunga, dan beberapa kue dan buah buahan


"selamat datang kembali putri ambara!!


ucap mereka dengan suara lantang


ambara merasa terharu melihatnya


"yo..


zayden berdiri dan menarik tangan ambara mengikutinya, menghampiri para pengawal dan masyarakat itu


Masyarakat alaric tersenyum melihatnya


dan memberikan bunga bunga itu untuknya


"jangan pergi lagi putri ambara..


ucap mereka dengan nada sedih


mereka memeluk ambara bergantian


ambara tersenyum melihatnya


"terimakasih semuanya!!


ucap ambara bahagia


ambara mencicipi kue yang dibawa masyarakat alaric untuknya


"enak banget...,


ambara juga menikmati kue kue yang lain


jujur ini jauh lebih daripada yang ia buat


seketika dia lupa untuk marah dengan zayden


mereka mengadakan pesta kecil antar masyarakat alaric termasuk ambara


acara berlangsung dengan meriah, hingga akhirnya menjelang sore ambara pergi kembali kekamar setelah acara selesai


ia melihat ke arah zayden yang sedang duduk di kasurnya


ambara menghela napas dan pergi untuk membersihkan diri


zayden menoleh kearahnya


"buatkan aku kue pie strawberry

__ADS_1


ucap zayden dengan suara datar


ambara menghela napas kasar


dan segera membersihkan dirinya


setelah selesai ambara segera kedapur untuk menyiapkan bahan bahannya


ia sesekali menoleh ke zayden yang sedang berbaring santay di kasur


"tumben dia tidak baca buku?


gumam ambara


setelah selesai,ambara segera memanggang kue Pie nya , dan pergi menghampiri zayden sambil menunggu pie nya matang


"tumben gak belajar?


tanya ambara


zayden menoleh kearahnya


"sudah kuenya?


zayden mengalihkan pembicaraan


"lagi dipanggang..


jawab ambara


zayden yang mendengarnya kembali bersantai di kasurnya


ambara menatap zayden bingung


ia melihat ke arah zayden yang sangat santai


seketika muncul banyak pertanyaan dipikirannya


ia mencoba untuk memberanikan diri bertanya dengan zayden


"zayden.. , kenapa Celia pulang gitu aja, kenapa dia gak lama aja tinggal disini?


tanya ambara berhati hati, takut apa yang ia ucapkan salah


"kenapa?, kamu mau dia disini?


tanya zayden


ambara menggelengkan kepalanya


"kalau dia disini, ntar pemilik rumah ini minggat lagi dari rumahnya


ucap zayden santai


ambara sedikit kaget mendengar jawaban zayden


"maksudnya?


tanyanya lagi


zayden menoleh ke ambara yang duduk disampingnya


"pikir aja sendiri


jawab zayden


ambara terdiam,


seketika ia teringat akan kue yang ia buat, buru buru ia mengangkatnya dan menghidangkan untuk zayden


"nah, maaf kalau gak enak


ucap ambara sambil membawa kue pie, dan air perasan jeruk untuk zayden


zayden duduk dikasur nya, dan mulai mencobanya


ambara tersenyum senang melihatnya


tidak sabar mendengar zayden memujinya, atau mungkin bertanya kapan dia belajar membuat kue yang membuat dirinya merasa bangga


ambara menatap lekat ke wajah zayden menunggu zayden untuk mengucapkan apa yang ia harapkan


sedangkan zayden mulai mencoba sepotong kuenya


"eemm... biasa aja


ucap zayden dan kembali berbaring setelah menghabiskan sepotong kue itu


ambara merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengan, ambara rasa ini adalah kue terbaik yang pernah ia buat


"menyebalkan..


ucap ambara dengan suara halus tapi terdengar


zayden menoleh ke arahnya


"kau melihat resep dari buku yang ku kasih?


tanya zayden


ambara mengangguk


"ya.. itu hasilnya


ucap ambara seadanya


"lalu kenapa buatan ku jauh lebih enak?


ucap zayden sedikit sinis


ambara tertawa kecil mendengarnya


"laki laki mana bisa bikin kue


ambara balik menyindir


zayden menatapnya dengan tatapan sombong


"kau mau adu skill?


ucap zayden lalu pergi berlalu kedapur


........................

__ADS_1


__ADS_2