
setelah sekian lama berada dilautan,
kini tibalah di negri yang dituju, negeri termakmur yang dipimpin oleh pangeran termuda,
negri alaric.
kata alaric diambil dari nama belakang zayden. negri itu sangat makmur, masyarakat disana ramah dan sangat bersih. banyak masyarakat yang berkumpul untuk menyambut mereka, ambara masih merasa asing dengan lingkungannya, ia melihat ke sekelilingnya, kulit putih susu masyarakat disini menjadi ciri khas tersendiri
"welcome king zayden!!
teriak anak anak disana
zayden alaric turun dari kapal dengan senyuman yang terus lekat diwajahnya ambara menatap bingung zayden "sepertinya dia hanya tidak ramah padaku. ambara menatap kosong pemandangan didepannya, ia melangkahkan kakinya untuk turun dari kapal, masyarakat disana terdiam melihatnya
"apakah itu istri pangeran zayden?
"dia cantik sekali
"bagiamana bisa pangeran zayden bisa menemukan wanita secantik itu,
bisik bisik masyarakat disana, membuat ambara tersipu malu,ambara tersenyum kepada mereka,mereka terdiam melihatnya.
"gadis cantik siapa namamu?
tanya seorang nenek nenek kepadanya
ambara tersenyum
"aku ambara azaylin, putri dari raja xelo dan ratu zelia
__ADS_1
mereka disana mengangguk mengerti
"apakah tuan putri Istri pangeran zayden?
tanya salah satu bapa bapa yang sedari tadi memperhatikan dirinya,ambara terdiam, kenyataan yang tidak bisa diterima,
tapi bagaimanapun ini adalah fakta,ambara mengangguk pelan.ambara tersenyum dan segera berlalu pergi mengikuti zayden pergi menuju kastil alaric, setelah melihat lihat ia terpesona, tanaman disana tumbuh dengan subur, buah buahan disana tumbuh dengan lebat,apalagi buah semangka yang merambat disekitar perumahan warga, besarnya seperti 2 kepala anak kecil. beberapa menit kemudiankini mereka tiba di kastil nya, ambara menatap zayden yang terus berjalan melangkah ke ruangan yang sepertinya itu adalah kamarnya, ambara hanya diam kebingungan.zayden menoleh sekilas kearahnya
"ikuti aku
Ambara sedikit kaget,akhirnya zayden mau bicara dengannya,ini artinya zayden memang orang yang ramah, mungkin waktu itu dia hanya tidak mendengar ambara segera menghampiri zayden, menuju kamarnya.saat berada didepan pintu kamar terlihat,foto zayden terpajang didepan pintu ruangan dengan senyum khasnya, ambara segera masuk kedalam menghampiri zayden
"malam ini aku tidur di ranjang dan kau di lantai,
ucap zayden dengan suara datar,ambara kaget mendengarnya"tidur dilantai? , sebagai seorang putri ini pertama kali dihidupnya. "kau serius??tanya ambara,zayden menoleh kearahnya."aku tidak pernah bercanda,jawab zayden,ambara hanya mengangguk pasrah
.zayden mengambil sebuah pena di atas lemari kecil disamping tempat tidurnya, zayden menuliskan namanya diberbagai barang barang di kamarnya, termasuk kursi, meja membaca, dan di lemarinya juga dibeberapa barang barang di kamarnya
ambara hanya bisa pasrah, dengan apa yang terjadi.
..........
langit berubah menjadi gelap ,ambara hanya bisa menatap sekitarnya bingung,dia sudah lebih awal menyiapkan tempat tidur untuk dirinya sendiri,ambara melihat dari jendela, pangeran zayden sedang membagikan banyak makanan untuk masyarakat nya,"apa yang ku duga benar, hanya aku orang yang tidak dia sukai.ambara duduk dilantai dipojokkan, ia benar benar merindukan orang tuanya sekarang, merindukan negri Lucifer, masyarakat disana dan semua yang berkaitan dengan itu,ambara kembali meneteskan air matanya"ayolah ambara jangan menangis, kamu harus belajar menjadi dewasa.ambara menyemangati dirinya sendiri.seketika langkah kaki terdengar menuju ke kamar, ambara buru buru menghapus air matanya. zayden masuk kedalam kamarnya ,dia sama sekali tidak menoleh ke arah ambara, dia pergi mengambil pakaiannya dan pergi untuk mandi,detik itu juga perutnya berbunyi. "akh.. aku lapar, ini sudah jam berapa? kenapa belum ada panggilan dari para pelayan untuk makan.ambara berdiri dari tempatnya , ia melihat ke sekitar kamar , ia menemukan sebuah pintu, memberanikan diri dia membuka nya.
"benar saja itu dapur
ambara segera pergi kesana mencek makanan apa saja yang bisa ia masak, ambara mulai meracik rempah rempah khas negeri nya, mencampur semuanya dalam satu wadah mengaduknya dan memasukan beberapa potong daging kedalamnya
sekitar 5 menit berlalu
__ADS_1
aroma masakan ambara menyebar ke seluruh ruangan kamar,"ini sempurna!!.Ambara pergi untuk menyiapkan untuk nya makan
dan juga untuk suaminya, meskipun suaminya tidak menyukainya, setidaknya dia harus berhutang Budi karena sudah numpang tinggal disini, setelah semuanya siap ambara pergi kembali kekamar, ia melihat kearah zayden yang sedang membaca buku-buku miliknya."makanlah, aku sudah menyiapkannya,ucap ambara, zayden hanya diam, "jika kau tidak suka padaku setidaknya kau harus menghargai masakan ku.ucap ambara lagi, zayden menoleh kearahnya, seketika zayden langsung berdiri dan menaruh kembali buku bukunya,ia pergi kedapur untuk makan. ambara tersenyum senang, setidaknya ini bisa membuat kami berdua lebih dekat.mereka berdua duduk didapur, dan menyantap makanan mereka, zayden hanya diam tidak merespon apa apa tentang masakan ambara, ambara tidak peduli yang penting zayden sudah bisa menghargai masakannya, itu cukup membuatnya senang.setelah selesai ambara langsung membereskan bekas mereka makan, setelah selesai ia kembali ke tempatnya tidur dan membaringkan badannya disana,sedangkan zayden hanya asik membaca buku"apa kau suka membaca?tanya ambara, "tidak semua pelajar menyukai buku, ini semua terpaksa.jawab zayden .ambara diam"kamu masih sekolah?
zayden mengangguk,"kau tidak sekolah? tanya pangeran zayden kepadanya.ambara diam, dia menganggukkan kepalanya "astaga ternyata aku telah menikah dengan putri yang tidak berpendidikan,ucapan zayden itu cukup membuatnya terpukul.ambara mengingat ucapan ibunya yang mengatakan padanya bahwa tidak ada orang yang akan berani menghina nya seperti itu , ibunya salah,ambara pergi beranjak untuk tidur, matanya sudah cukup menahan air mata, sebuah kain tipis sebagai penyelimut badannya, dan lantai sebagai alasnya, sungguh menyedihkan,setelah melihat zayden tidur, ambara akhirnya meneteskan air matanya lagi kehidupan barunya sekarang sangat menyedihkan, tidak layak untuk diceritakan.
......................
cahaya matahari menembus masuk kedalam kamar mereka"hey bangun, jangan malas!!, cepat buatkan sarapan untukku !!.suara pangeran zayden membangunkan tidurnya, Ambara segera berdiri dan membersihkan tempat tidurnya,dan berlalu pergi kedapur untuk memasak, setelah selesai ia segera mengambil barang barangnya dan pergi untuk mandi
"tempat ini sangat tidak layak disebut kastil, dia terlalu mandiri tinggal disini
gumam ambara
setelah selesai ambara mengambil air bersih dan membersihkan wajahnya yang selama ini ia selalu ia gunakan hiasan, semua itu karena suruhan para pelayan istana Lucifer , karena mereka bilang itu akan membuat , zayden menyukainya, namun apalah ini sia sia, ambara mengambil handuk dan membersihkan wajahnya
"astaga dress ku ketinggalan,
ambara melihat kedalam kamar, zayden tidak ada disana, buru buru dia keluar dengan menggunakan handuk, dia segera mengambil dress nya, tiba tiba zayden masuk kedalam kamar, ia terdiam melihat ambara
"astaga maafkan aku pangeran , aku minta maaf
ambara segera berlari kekamar mandi, sedangkan zayden hanya diam,jantungnya berdetak kencang
"wajahnya terlihat berbeda saat tidak menggunakan hiasan wajah, wajahnya terlihat lebih...
zayden mengalihkan pikirannya,dia segera pergi kedapur untuk makan,sedangkan ambara dikamar mandi menahan malu
"malu maluin kamu ambara,
__ADS_1
ambara segera mengenakan pakaiannya.
...****************...