Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
surat


__ADS_3

berhari hari telah ia lalui di negri alaric


sekitar 2 bulan dia sudah menjadi istri zayden alaric bukanya bahagia ambara malah merasa hidupnya semakin menyedihkan dan kesehatan nya mulai memburuk


tidur dilantai dilapisi kain tipis selama berbulan bulan sangat menyiksanya


ditambah lagi setiap pagi dia harus bangun sangat pagi untuk memasak sarapan untuk suaminya


setelah selesai biasanya dia akan pergi ke pasar membantu masyarakat disana dan jika dia lelah dia akan pergi berlatih senjata


saat siang hari seperti biasa dia akan berlari pulang ke kastil untuk menyiapkan makan siang untuk zayden dan juga agar tidak diketahui oleh zayden


kalau dia sering meninggalkan kastil


bisa bisa zayden akan memarahinya


tidak jarang kakinya bengkak dan keseleo tapi dia hanya bisa diam tidak tau kemana dia harus mengadu


sorenya dia akan memasak lagi dan menemani zayden mengurus kastil , memeriksa keadaan ekonomi mereka


dan malamnya dia akan selalu menangis merindukan orang tuanya


disela sela kesehariannya dia pasti akan selalu berdebat, dan bertengkar dengan suaminya


lalu ia akan mengurung diri lagi dan menangis


hampir tiap hari zayden selalu menyinggung perasaannya yang membuat mental nya semakin melemah


"putri bodoh siapkan masakan untukku!!


"apa kamu bisa membaca putri tidak berpendidikan?


"apa kamu punya bakat lain selain menangis


"lemah, jelek , kau tidak sempurna


"aku menyesal menikah denganmu sangat disesali..


"wanita seperti mu tidak pantas untuk dilahirkan


ambara sudah mulai muak,


disisi lain dia sangat menyayangi masyarakat alaric dan disisi lain dia sangat membenci zayden


...****************...


pagi ini ambara benar benar sibuk, dia ikut membantu para petani untuk memanen buah buahan dan sayuran segar mereka,


dan menjualnya ke benua benua lain


sayur dan buah negri alaric sangat disukai banyak orang , sayuran nya yang segar dan buah buahnya yang besar membuat ekonomi negri alaric meningkat


ambara mengusap keringatnya


benar benar lelah ,


zayden menghampirinya dan memberikannya air minum


ambara tersenyum tipis dan mengambil airnya dan meminumnya


"istirahatlah jika kamu lelah


ucap zayden kepadanya


kali ini ambara tidak heran dengan kebaikan zayden, ini semua semata agar masyarakat alaric tidak tahu sifat aslinya


ambara duduk dikursi didekat sana dan beristirahat


seketika ada sebuah kapal yang singgah di negri mereka


zayden menghampiri kapal itu bersama dengan beberapa prajurit


ambara menatap heran kapal itu


segerombolan pasukan turun dari kapal


ambara menghampiri mereka


"ZAYDEN!!!!!


teriak seseorang


ambara menoleh ke asal suara


seorang gadis turun dari kapal dan berlari kearah zayden dan memeluknya


seketika ambara terdiam


gadis itu memeluk zayden dengan sangat erat


"aku benar benar merindukan mu zayden..


ucap gadis itu


zayden terdiam


gadis itu melepas pelukannya


"dengan siapa kau kemari?


tanya zayden kepadanya


"aku tau kau khawatir zayden, aku sudah dewasa sekarang aku sudah berani pergi keberbagai benua sendirian tanpa ditemani orang tua ku...


jawab gadis itu


"siapa itu?


tanya ambara kepada pengawal disampingnya


"itu putri Celia dari negri aranta , dia adalah teman kecil pangeran zayden


jawab pengawal disampingnya


ambara mengangguk dan kembali melihat kearah mereka berdua


"masuklah ke kastil, kita bicara didalam aja


ucap zayden


Celia tersenyum dan memegang tangan zayden

__ADS_1


"Yo!!, oh ya pengawal bawakan barang barang ku kedalam kastil ya


suruh Celia kepada para pengawalnya


zayden dan Celia pergi meninggalkan menuju kastil


ambara terdiam, dia pergi menuju masyarakat yang sedang memanen dan membantu mereka


"putri ambara jangan sedih, pangeran zayden tidak mungkin akan menyukai putri Celia..


ucap Nenek nenek yang sedang memanen apel kepadanya


ambara tersenyum


"aku bukan memikirkan itu nek,


ucap ambara


dia membersihkan apel apel yang baru saja dipanen


"jika nanti pangeran zayden menyukai putri Celia , kami tidak akan pernah mendukungnya!!


ucap salah satu anak kecil yang sedang memakan buah buahan


ambara tertawa kecil


"nih untuk kamu habisin


ambara memberikan sekeranjang buah buahan kepada anak kecil itu


anak kecil itu mengambilnya dan langsung memakannya


"terimakasih putri ambara putri ambara yang terbaik!!


ucap anak itu sambil mengacungkan jempolnya


Ambara tersenyum


dia kembali beristirahat , dan duduk disalah satu kursi disana


sambil memakan beberapa buah buahan


"HEY KAMU!!


seseorang tiba tiba membentaknya


ambara terdiam dan menoleh ke asal suara


*prajurit putri Celia*


"hey, kau dengar tidak?


ucap mereka sinis kepadanya


"kenapa?


tanya ambara


"cepat siapkan 1 keranjang buah buahan untuk putri Celia.., SEKARANG!!


bentak prajurit itu lagi


ambara terdiam


ambara berdiri mengambil keranjang buah


"ya.. gitu, langsung hantarkan ke kastil pangeran zayden..


ucap prajurit itu lalu berlalu pergi


ambara pergi memetik buah buah disana


sedikit ada perasaan kesal, tapi dia berusaha menahan emosinya


"buat apa itu putri?


tanya salah satu pemuda desa alaric


"untuk putri Celia..


pemuda itu kaget


"untuk apa putri yang menyiapkan untuknya, bisa saja dia menyiapkan nya sendiri..


ambara hanya tersenyum


"biarkan dia tamu, aku harus melayani tamu dengan baik..


pemuda itu kesal


"tapi putri.... (terpotong)


"aku pamit dulu ya...


ambara kembali tersenyum , dan berlalu pergi


pemuda itu terdiam


"dia benar benar berbeda...


gumam pemuda itu


ambara pergi berjalan kaki dari kebun buah menuju kastil


"astaga putri... , putri ngapain?


tanya salah satu pengawal negri alaric


"aku hanya sekedar menyiapkan buah untuk putri Celia


pengawal itu kaget


"hah?!, sudah putri biarkan kami yang mengantarkannya


ambara menggelengkan kepalanya pelan


"mereka menyuruhku, dan aku harus bertanggung jawab atas tugasku


jawab ambara,


ambara kembali tersenyum dan masuk kedalam kastil

__ADS_1


banyak yang menyapanya dan ingin membantunya tapi dia selalu menolak


ambara berhenti


dia melihat kearah zayden yang sedang berbincang dengan ambara diruang tengah kastil


entah kenapa perasaan kesal itu tiba tiba Muncul lagi


Celia menoleh kearahnya


"good, sini pelayan taruh disini buahnya


ucap Celia seenak jidat


ambara menghampiri mereka dan menaruh buahnya


di atas meja


"thanks pelayan...


ucap Celia


"lihat zayden aku memang baik dengan pelayan pun aku mengucapkan terimakasih


ucap Celia dengan nada angkuh


zayden mengangguk,


zayden menoleh kearahnya kaget


"ambara?, kamu ngapain?


zayden menghampiri ambara


Celia terdiam


ambara menjauh dari zayden


"silahkan putri , pangeran, nikmati buahnya


ambara segera berlalu pergi


ambara pergi ke halaman belakang kastil,


entah kenapa dia menjadi merasa sangat kesal dan sedih


ambara berusaha menahan emosinya


"permisi tuan putri, ini ada surat untukmu


seorang prajurit menghampirinya


"ini datang dari negri Lucifer


ambara menatap senang surat itu , dan segera mengambilnya tidak lupa ia mengucapkan terimakasih


tanpa pikir panjang ambara segera membukanya


...----------------...


ratu zelia dari negri Lucifer,


*untuk anakku yang manis *


ambara anakku, maafkan ibu telat memberi kabar,


ibu terlalu sibuk disini, mengurus kastil dan ayahmu


*tapi ibu cukup senang saat mendengar kabar dari ratu Sonia kamu baik² saja, *


*jika sempat ibu ingin berkunjung ke negrimu *


ibu akan mengusahakannya sayangku


*ibu berharap kehidupan mu dengan zayden selalu baik baik saja *


*ingatlah pesan ibu, *


belajarlah menjadi dewasa jangan pernah mencoba membentak suamimu jika dia salah padamu, karena hanya dia satu satunya yang bisa menjagamu dan menemani mu sekarang


*berhutang budilah padanya *


jangan pernah kamu menyakiti perasaannya..


...----------------...


ambara menutup surat dari ibunya,


perasaan senang menyelimuti dirinya


dia segera bergegas mengambil kertas menulis surat disana dan menitipkannya kepada para prajurit


...----------------...


*ambara azaylin , *


dari negri alaric


...ibu, aku dapat memahami mu,...


mendapat surat dari mu sudah membuat senyumku mengambang, aku merindukan mu ibu


*cepat lah berkunjung aku tidak sabar bertemu dengan kalian berdua, ayah dan ibu *


*kau akan kaget melihat anakmu sudah dewasa, *


*dia sudah mandiri , dia sudah mulai bisa mengontrol emosinya , aku merasa aku banyak berubah ibu.. *


*tentang aku dan zayden kami selalu baik² saja *


kami selalu dalam keadaan baik dan rumah tangga kami tidak pernah bermasalah


*aku harap ayah dan ibu juga selalu baik² saja *


aku akan selalu menanti kalian berdua disini di negri alaric yang sangat makmur ini...


...----------------...


ambara juga mengirimkan beberapa buah buahan untuk orang tuanya


dia begitu senang, tidak bisa dipungkiri dia sangat bahagia saat itu..

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2