
berhari hari telah ia lalui di negri alaric
sekitar 2 bulan dia sudah menjadi istri zayden alaric bukanya bahagia ambara malah merasa hidupnya semakin menyedihkan dan kesehatan nya mulai memburuk
tidur dilantai dilapisi kain tipis selama berbulan bulan sangat menyiksanya
ditambah lagi setiap pagi dia harus bangun sangat pagi untuk memasak sarapan untuk suaminya
setelah selesai biasanya dia akan pergi ke pasar membantu masyarakat disana dan jika dia lelah dia akan pergi berlatih senjata
saat siang hari seperti biasa dia akan berlari pulang ke kastil untuk menyiapkan makan siang untuk zayden dan juga agar tidak diketahui oleh zayden
kalau dia sering meninggalkan kastil
bisa bisa zayden akan memarahinya
tidak jarang kakinya bengkak dan keseleo tapi dia hanya bisa diam tidak tau kemana dia harus mengadu
sorenya dia akan memasak lagi dan menemani zayden mengurus kastil , memeriksa keadaan ekonomi mereka
dan malamnya dia akan selalu menangis merindukan orang tuanya
disela sela kesehariannya dia pasti akan selalu berdebat, dan bertengkar dengan suaminya
lalu ia akan mengurung diri lagi dan menangis
hampir tiap hari zayden selalu menyinggung perasaannya yang membuat mental nya semakin melemah
"putri bodoh siapkan masakan untukku!!
"apa kamu bisa membaca putri tidak berpendidikan?
"apa kamu punya bakat lain selain menangis
"lemah, jelek , kau tidak sempurna
"aku menyesal menikah denganmu sangat disesali..
"wanita seperti mu tidak pantas untuk dilahirkan
ambara sudah mulai muak,
disisi lain dia sangat menyayangi masyarakat alaric dan disisi lain dia sangat membenci zayden
...****************...
pagi ini ambara benar benar sibuk, dia ikut membantu para petani untuk memanen buah buahan dan sayuran segar mereka,
dan menjualnya ke benua benua lain
sayur dan buah negri alaric sangat disukai banyak orang , sayuran nya yang segar dan buah buahnya yang besar membuat ekonomi negri alaric meningkat
ambara mengusap keringatnya
benar benar lelah ,
zayden menghampirinya dan memberikannya air minum
ambara tersenyum tipis dan mengambil airnya dan meminumnya
"istirahatlah jika kamu lelah
ucap zayden kepadanya
kali ini ambara tidak heran dengan kebaikan zayden, ini semua semata agar masyarakat alaric tidak tahu sifat aslinya
ambara duduk dikursi didekat sana dan beristirahat
seketika ada sebuah kapal yang singgah di negri mereka
zayden menghampiri kapal itu bersama dengan beberapa prajurit
ambara menatap heran kapal itu
segerombolan pasukan turun dari kapal
ambara menghampiri mereka
"ZAYDEN!!!!!
teriak seseorang
ambara menoleh ke asal suara
seorang gadis turun dari kapal dan berlari kearah zayden dan memeluknya
seketika ambara terdiam
gadis itu memeluk zayden dengan sangat erat
"aku benar benar merindukan mu zayden..
ucap gadis itu
zayden terdiam
gadis itu melepas pelukannya
"dengan siapa kau kemari?
tanya zayden kepadanya
"aku tau kau khawatir zayden, aku sudah dewasa sekarang aku sudah berani pergi keberbagai benua sendirian tanpa ditemani orang tua ku...
jawab gadis itu
"siapa itu?
tanya ambara kepada pengawal disampingnya
"itu putri Celia dari negri aranta , dia adalah teman kecil pangeran zayden
jawab pengawal disampingnya
ambara mengangguk dan kembali melihat kearah mereka berdua
"masuklah ke kastil, kita bicara didalam aja
ucap zayden
Celia tersenyum dan memegang tangan zayden
__ADS_1
"Yo!!, oh ya pengawal bawakan barang barang ku kedalam kastil ya
suruh Celia kepada para pengawalnya
zayden dan Celia pergi meninggalkan menuju kastil
ambara terdiam, dia pergi menuju masyarakat yang sedang memanen dan membantu mereka
"putri ambara jangan sedih, pangeran zayden tidak mungkin akan menyukai putri Celia..
ucap Nenek nenek yang sedang memanen apel kepadanya
ambara tersenyum
"aku bukan memikirkan itu nek,
ucap ambara
dia membersihkan apel apel yang baru saja dipanen
"jika nanti pangeran zayden menyukai putri Celia , kami tidak akan pernah mendukungnya!!
ucap salah satu anak kecil yang sedang memakan buah buahan
ambara tertawa kecil
"nih untuk kamu habisin
ambara memberikan sekeranjang buah buahan kepada anak kecil itu
anak kecil itu mengambilnya dan langsung memakannya
"terimakasih putri ambara putri ambara yang terbaik!!
ucap anak itu sambil mengacungkan jempolnya
Ambara tersenyum
dia kembali beristirahat , dan duduk disalah satu kursi disana
sambil memakan beberapa buah buahan
"HEY KAMU!!
seseorang tiba tiba membentaknya
ambara terdiam dan menoleh ke asal suara
*prajurit putri Celia*
"hey, kau dengar tidak?
ucap mereka sinis kepadanya
"kenapa?
tanya ambara
"cepat siapkan 1 keranjang buah buahan untuk putri Celia.., SEKARANG!!
bentak prajurit itu lagi
ambara terdiam
ambara berdiri mengambil keranjang buah
"ya.. gitu, langsung hantarkan ke kastil pangeran zayden..
ucap prajurit itu lalu berlalu pergi
ambara pergi memetik buah buah disana
sedikit ada perasaan kesal, tapi dia berusaha menahan emosinya
"buat apa itu putri?
tanya salah satu pemuda desa alaric
"untuk putri Celia..
pemuda itu kaget
"untuk apa putri yang menyiapkan untuknya, bisa saja dia menyiapkan nya sendiri..
ambara hanya tersenyum
"biarkan dia tamu, aku harus melayani tamu dengan baik..
pemuda itu kesal
"tapi putri.... (terpotong)
"aku pamit dulu ya...
ambara kembali tersenyum , dan berlalu pergi
pemuda itu terdiam
"dia benar benar berbeda...
gumam pemuda itu
ambara pergi berjalan kaki dari kebun buah menuju kastil
"astaga putri... , putri ngapain?
tanya salah satu pengawal negri alaric
"aku hanya sekedar menyiapkan buah untuk putri Celia
pengawal itu kaget
"hah?!, sudah putri biarkan kami yang mengantarkannya
ambara menggelengkan kepalanya pelan
"mereka menyuruhku, dan aku harus bertanggung jawab atas tugasku
jawab ambara,
ambara kembali tersenyum dan masuk kedalam kastil
__ADS_1
banyak yang menyapanya dan ingin membantunya tapi dia selalu menolak
ambara berhenti
dia melihat kearah zayden yang sedang berbincang dengan ambara diruang tengah kastil
entah kenapa perasaan kesal itu tiba tiba Muncul lagi
Celia menoleh kearahnya
"good, sini pelayan taruh disini buahnya
ucap Celia seenak jidat
ambara menghampiri mereka dan menaruh buahnya
di atas meja
"thanks pelayan...
ucap Celia
"lihat zayden aku memang baik dengan pelayan pun aku mengucapkan terimakasih
ucap Celia dengan nada angkuh
zayden mengangguk,
zayden menoleh kearahnya kaget
"ambara?, kamu ngapain?
zayden menghampiri ambara
Celia terdiam
ambara menjauh dari zayden
"silahkan putri , pangeran, nikmati buahnya
ambara segera berlalu pergi
ambara pergi ke halaman belakang kastil,
entah kenapa dia menjadi merasa sangat kesal dan sedih
ambara berusaha menahan emosinya
"permisi tuan putri, ini ada surat untukmu
seorang prajurit menghampirinya
"ini datang dari negri Lucifer
ambara menatap senang surat itu , dan segera mengambilnya tidak lupa ia mengucapkan terimakasih
tanpa pikir panjang ambara segera membukanya
...----------------...
ratu zelia dari negri Lucifer,
*untuk anakku yang manis *
ambara anakku, maafkan ibu telat memberi kabar,
ibu terlalu sibuk disini, mengurus kastil dan ayahmu
*tapi ibu cukup senang saat mendengar kabar dari ratu Sonia kamu baik² saja, *
*jika sempat ibu ingin berkunjung ke negrimu *
ibu akan mengusahakannya sayangku
*ibu berharap kehidupan mu dengan zayden selalu baik baik saja *
*ingatlah pesan ibu, *
belajarlah menjadi dewasa jangan pernah mencoba membentak suamimu jika dia salah padamu, karena hanya dia satu satunya yang bisa menjagamu dan menemani mu sekarang
*berhutang budilah padanya *
jangan pernah kamu menyakiti perasaannya..
...----------------...
ambara menutup surat dari ibunya,
perasaan senang menyelimuti dirinya
dia segera bergegas mengambil kertas menulis surat disana dan menitipkannya kepada para prajurit
...----------------...
*ambara azaylin , *
dari negri alaric
...ibu, aku dapat memahami mu,...
mendapat surat dari mu sudah membuat senyumku mengambang, aku merindukan mu ibu
*cepat lah berkunjung aku tidak sabar bertemu dengan kalian berdua, ayah dan ibu *
*kau akan kaget melihat anakmu sudah dewasa, *
*dia sudah mandiri , dia sudah mulai bisa mengontrol emosinya , aku merasa aku banyak berubah ibu.. *
*tentang aku dan zayden kami selalu baik² saja *
kami selalu dalam keadaan baik dan rumah tangga kami tidak pernah bermasalah
*aku harap ayah dan ibu juga selalu baik² saja *
aku akan selalu menanti kalian berdua disini di negri alaric yang sangat makmur ini...
...----------------...
ambara juga mengirimkan beberapa buah buahan untuk orang tuanya
dia begitu senang, tidak bisa dipungkiri dia sangat bahagia saat itu..
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...