
setelah berhari Hari di lautan kini kapal tempatnya numpang, telah tiba di sebuah negri tercintanya
ia melihat dari jendela kapal,
Masyarakat Lucifer sangat terlihat sibuk
ambara tidak terlalu memperdulikannya,
ia mengambil tas kecil miliknya dan barang barang miliknya dan memasukan nya kedalam kain yang sudah ia siapkan , dan mengikatnya
ambara memantau para prajurit alaric, yang sibuk satu persatu turun dari kapal
tiba tiba dua prajurit datang menghampiri ruangan tempatnya bersembunyi, dan membuka pintunya
ambara dengan sigap menutup wajahnya menggunakan syal miliknya, dan berlari menembus para prajurit dan pergi ke desa Lucifer dengan sekuat tenaga
para prajurit yang melihatnya kaget, dan segera mengejarnya
"HEI!!!, SIAPA ITU?
"TANGKAP DIA!!!!
seru prajurit prajurit itu
ambara menembus kerumunan di desa lucifer , Masyarakat disana heran melihatnya, ada yang berusaha menangkapnya
karena mendengar perintah prajurit alaric.
ambara tanpa alas kaki bersusah payah agar tidak bisa ditangkap oleh mereka
hingga akhirnya ,
kastil megah tempat dia dilahirkan kini berada didepannya , kastil dengan warna khas abu abu yang menjulang tinggi sekarang tepat berada didepannya
ambara tepat berada didepan gerbang kastil Lucifer
air mata ambara mulai jatuh satu persatu
muncul perasaan senang dihatinya
perjuangannya tidak sia sia,
ambara tanpa sengaja menjatuhkan barang barangnya ,
ambara tersungkur ditanah
ia memegang erat pagar kastil
ia menangis dan terus menangis
penjaga kastil yang melihatnya ,menatapnya heran
"HEI, siapa kau??
tanya salah satu penjaga kastil kepadanya
ambara tanpa berbicara satu katapun hanya bisa terus menangis , tanpa ia sadari segerombolan pengawal alaric sudah ada dibelakangnya
menodongkan senjata
ambara menoleh kebelakang
syal yang menutup wajahnya terbuka,
ambara hanya bisa menangis
pengawal alaric kaget dan terdiam melihatnya
"TURUNKAN SENJATA KALIAN!!, INI PUTRI AMBARA!!
teriak salah satu pengawal disana memberi perintah
pengawal Lucifer yang berada dibalik gerbang melihat ke arahnya
mereka kaget saat menyadari siapa dia
"PRINCESS Ambara itu kau?
tanya mereka antusias
ambara hanya diam dan menangis
pengawal negri Lucifer segera membukakan gerbang kastil, dan membiarkan ambara masuk
"princess ambara mengapa kau bisa disini?
tanya salah satu pengawal alaric kepadanya
ambara hanya tetap diam
seketika sorot mata ambara berhenti melihat ke salah satu jendela kastil
terlihat didalamnya sedang terjadi pesta besar
ambara mengamati perlahan orang orang yang ia lihat disana
seketika ia terdiam , melihat orang tuanya sedang menari nari bahagia dibalik jendela
"bukankah mereka sedang ada masalah? , apa yang mereka lakukan? , kenapa mereka bisa bisanya menari nari bahagia? pesta apa itu?
__ADS_1
banyak pertanyaan muncul di benaknya
seketika perasaan kecewa menyelimuti nya
dadanya menjadi sesak
ambara berdiri dari tempatnya duduk, mengambil barang barangnya dan pergi memasuki kastil tanpa perintah
pesta yang sangat heboh itu seketika menjadi sunyi melihat kehadirannya
ayah dan ibunya yang sedang menari dilantai satu, ikut berhenti menari saat melihatnya
suasana menjadi sangat sunyi
tanpa berbicara sepatah katapun
ambara masuk kedalam kamarnya,dan menguncinya rapat
orang tuanya yang melihatnya segera mengikutinya dan mengetuk pintu kamarnya
"ambara buka pintunya sayang...
"kami bisa jelaskan, apa yang terjadi..
ambara tidak menghiraukannya
ambara menahan tangis di kamarnya
benar benar menyakitkan.
"apakah ini kesibukan orang tuanya sampai tidak bisa menjenguk dirinya?
ambara berbaring di kasurnya dan berusaha memejamkan matanya, berharap bisa mengontrol emosi nya.
.
.
.
.
(disisi lain)
"bugh!!
zayden menampar kuat dinding kamarnya, ia tidak pernah menduga jika ambara akan benar benar pergi dari negerinya
"bagaimana bisa dia berani melakukan itu?
tanya zayden dibenaknya
suasana kastil berubah seketika
zayden menghela napas kasar
dia duduk di atas kasurnya
"batalkan saja acara pelantikan hari ini!!
perintah zayden kepada para pengawalnya
para pengawal yang mendengarnya segera memberitahukan nya kepada para masyarakat yang ada
zayden melirik ke arah dress mewah dan cantik yang ia bawakan untuk ambara
zayden terdiam
dia berpikir sesuatu ,
"sudah pasti dia ke negri Lucifer, dia pasti diam² ikut para prajurit yang membawa buah buahan untuk orang tuanya,
gumam zayden
Celia dia tidak menahu tentang ini, dia pagi pagi sudah berangkat pulang meninggalkan negri alaric
karena kesal, dan tidak ingin melihat ambara dilantik menjadi ratu negri alaric.
zayden pergi mengambil kertas kosong dan menuliskan surat untuk ambara
melipat nya dan menitipkan nya kepada pengawal istana, pengawal istana dengan cepat berangkat untuk mengantarkannya
sedangkan zayden masih berdiam dikamar
ada perasaan menyesal menyelimutinya
andai ambara tahu
setiap malam zayden tidak pernah tidur dengan Celia, ia selalu pergi kekamar ambara untuk tidur se kasur dengan ambara, dan saat ambara belum bangun dia pergi kembali kekamar Celia,
dia sengaja mengatakan dia tidur bersama celia ,agar ambara tidak canggung tidur di kasurnya,dan mereka bisa tidur bersama
sarapan? , zayden memang tidak pernah memakan masakan ambara lagi karena tidak ingin ambara kelelahan karena harus membuat kan masakan untuknya setiap hari..
andai ambara tahu semua itu
zayden menghela napas kasar
...****************...
__ADS_1
di kamar ambara
ambara memeluk tubuhnya sendiri, dia tidak keluar seharian, dia hanya mengurung dirinya beberapa hari dikamar, tidak mau makan dia hanya meminum air bekal nya waktu itu
ambara bahkan tidak menghiraukan ucapan orang tuanya
dia masih kesal
tapi orang tuanya, setiap hari tidak pernah berhenti membujuknya
hingga hari ke 4 di negri Lucifer ambara mulai kelaparan, ia keluar dari kamarnya dan pergi sarapan
ibunya mengajak nya bicara tapi dia tidak mempedulikannya
"kami tidak bisa menjenguk mu karena, banyak sekali kunjungan dari negri lain, ke negri Lucifer nak, kami harus melayani mereka
ucap ibunya dengan suara lembut, berharap ambara bisa mengerti
"apa yang ibu mu katakan, benar adanya nak, percayalah..
tambah sang ayah
ambara tidak mempedulikannya , dan segera menghabiskan makanannya dan kembali ke kamar
ia duduk di atas ranjang super empuknya,
ia teringat dimana ia terakhir kali menangis , saat ingin dijodohkan dengan zayden, dan sekarang ia kembali lagi dikamar yang sama dan dengan kondisi yang sama
ambara merenung di kamarnya , saat ingin menutup pintu, betapa kagetnya dia melihat ada salah satu pengawal alaric yang melatih senjata datang menghampirinya ,bersama dengan beberapa gerombolan prajurit yang lain
ambara terdiam melihatnya
"bukankah prajurit alaric yang mengantar buah sudah pulang, lantas mengapa mereka kemari?
gumamnya
mereka berhenti didepan ambara
"putri ambara, ini ada surat untukmu, dari pangeran zayden
pengawal itu memberikan kertas surat kepadanya
ambara terdiam, dan ingin kembali kekamarnya
"tunggu putri, dengarkan kami dulu!!
salah satu pengawal menahan tangannya,
ambara melihat kearah mereka
"putri ambara, pulanglah, pangeran zayden sangat merasa kehilangan dirimu putri, dia tidak bisa mengontrol emosinya saat tau kau telah kabur dari negri alaric,
ucap pengawal yang menahan tangannya
ambara tersenyum tipis
"kehilangan?, sungguh lucu, dia mungkin tidak peduli lagi denganku sekarang, sudahlah terimakasih suratnya
ambara mengambil surat dari mereka , tersenyum dan kembali kekamar
pengawal pengawal itu terlihat resah, bingung apalagi yang harus mereka lakukan
ambara menutup pintu kamarnya
ia duduk di atas kasurnya dan membuka suratnya
...****************...
Zayden alaric dari negri alaric
*ambara, kau pikir kau bisa bahagia disana? *
jangan terlalu berharap ambara....
pernah kan aku bilang padamu?
aku tidak akan mengampuni mu jika kau pergi.
oh ya, jika kau tidak kembali dalam waktu 3 hari lagi,
*lihat saja apa yang akan terjadi pada negrimu *
aku tidak akan mengampuni mu ambara
kau mengerti?
...--------------...
ambara meremas kesal kertas itu
"aku benci ancaman mu zayden!!, kau pikir aku akan menurutimu? , jangan harap!!
ambara mengambil kertas surat di kamarnya, dan menuliskan surat untuk zayden, dan meminta para prajurit untuk mengantarkannya
ambara geram
"bisa bisanya dia sempat sempatnya mengancam ku?, dia pikir kali ini aku takut?
ambara masih kesal
__ADS_1
dia segera pergi untuk membersihkan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...