
ambara pergi kedapur, ia membuatkan beberapa makanan untuk zayden , ia juga membersihkan kamarnya dan zayden dan pergi membersihkan diri, Ambara kembali menghapus make up nya, dan kembali merias nya lagi setelah mandi, ia mengenakan dress tidur kesayangannya.
ceklek..
pintu kamarnya terbuka,
zayden masuk dan menoleh kearahnya
ambara hanya diam dan sibuk menyiapkan tempat tidurnya
"ambara.. , aku ingin bicara
ucap zayden tiba²
ambara menoleh ke arah zayden
"kenapa?
tanya ambara singkat
zayden duduk diatas kasurnya
"duduk disini
zayden menepuk kasur disampingnya
ambara menatap heran zayden
"disini tidak ada siapa² , kenapa zayden mendadak ramah padanya..
ambara segera menurutinya , dan duduk disamping zayden
zayden tersenyum kepadanya
ambara kaget
"apa yang kau lakukan?
tanya ambara
"apa maksudnya?
zayden menatap heran ambara
"disini tidak ada siapa² selain kita, kenapa kamu menjadi ramah?
zayden tersenyum lagi ,zayden mengambil selimut disampingnya dan kembali tersenyum lagi kepada ambara
ambara semakin heran dengan zayden
zayden mendekatkan wajahnya ke wajah ambara, ambara kaget dan berusaha menjauh, zayden kembali mendekatinya dan berbisik di telinganya
"kamu jelek..
ambara yang mendengarnya seketika moodnya berubah
"apa apaansih
zayden tertawa kecil melihatnya
ambara kesal dan pergi berlalu meninggalkan zayden,zayden menahan tangan ambara
"aku belum selesai bicara...
ucap zayden sambil masih tertawa kecil ,ambara melepaskan tangan zayden
"buruan ngomong...
zayden tersenyum jahil
"kamu pasti mau nangis lagi kan?
ambara mengalihkan wajahnya
"mana ada!!
zayden terkekeh
"yaudah aku serius, sini duduk lagi..
ambara kembali duduk disamping zayden
"kenapa?
zayden tersenyum lagi padanya
"ambara... kamu marah?
ambara menatap heran zayden
"marah kenapa?
zayden terdiam
"masalah Celia..
seketika emosi ambara mulai meningkat saat mendengar mana gadis itu
"gak,
ambara berdiri dan berlalu pergi kedapur
zayden menghampirinya
"makan, aku sudah menyiapkannya
ucap ambara
zayden terdiam
"katanya gak marah...
zayden berdiri disamping ambara yang sedang menyiapkan air minum untuknya ia menatap kearah wajah ambara,
"makan sana!!
perintah ambara lalu berlalu pergi
zayden menahan tangannya
__ADS_1
"cemburu ya..?
ambara menghempas tangan zayden
"cemburu sama Celia? , maaf dia gak selevel sama aku..
ucap ambara percaya diri,
zayden tertawa mendengarnya
"terus kenapa marah?
tanya zayden sambil menatap mata kecoklatan ambara, ambara menatap kesal zayden emosi nya semakin meningkat, air matanya berasa ingin menetes
"aku gak marah!!
ucapnya kesal
"gak usah bohong ambara.. ,
zayden menariknya untuk duduk dikursi disampingnya
"Yo makan..
ajak zayden
"gak aku kenyang
zayden mengambil satu sendok makanannya dan menyodorkan nya ke mulut ambara
"Aaa.... , buka mulutnya..
suruh zayden
ambara terdiam dan perlahan membuka mulutnya
"hap..
zayden melahap makanannya dan tertawa
ambara kesal dan memukul bahu zayden
"bercanda..
ucap zayden sambil tertawa kecil ,zayden mengambil satu suap lagi dan memberikannya ke ambara
ambara membuka mulutnya dan zayden menyuapi ambara.
entah kenapa , perasaan ambara menjadi sangat tenang emosinya berkurang.
mereka makan bersama , dengan penuh kedamaian malam itu
"ambara, kamu gak usah khawatir aku gak bakal suka sama Celia, dia itu cuman teman lama aku jadi aku harus menghargainya ....
ucap zayden tiba tiba
ambara menatap lekat wajah zayden
"aku gak peduli..
jawab ambara singkat
zayden menoleh kearahnya
ambara mengangguk
"yaudah aku malam ini tidur sama Celia...
entah kenapa ambara merasa terpukul
ambara terdiam
"kenapa?
tanya zayden
ambara menggelengkan pelan kepalanya, dan berlalu pergi membersihkan bekas nya makan, zayden terdiam melihat kelakuan ambara
"kelihatan banget cemburu..
gumam zayden sambil tersenyum jahil
ambara pergi ke tempatnya tidur dan segera membaringkan tubuhnya dan menutup matanya ,setelah selesai makan, zayden menghampiri ambara
"tidur aja di kasur ku malam ini, aku gak tidur disini juga malam ini...
ucap zayden
ambara tidak menghiraukannya, zayden keluar dari kamarnya ,entah kenapa ambara menjadi emosi , ia kembali menangis.
"kenapa aku nangis?, kenapa aku harus peduli tentangnya? , ayolah berhenti menangis...
ambara berusaha mengusap air matanya tapi air matanya tetap saja terus mengalir
ambara pergi ke kasur zayden dan tidur disana
(disisi lain)
zayden pergi ke kamar Celia
"aku hanya menemanimu sebentar saja malam ini
zayden duduk di kursi dikamar Celia
"ayolah zayden, tega sekali kau padaku, bukankah kau tau aku sangat penakut, bagaimana jika malam nanti aku mimpi buruk, siapa yang akan ku peluk..
ucap Celia sambil duduk ditempat tidurnya
"bukankah kau bilang kau sudah dewasa? , sudah berani pergi ke antar benua tanpa ditemani orang tua? , masa, tidur sendiri kamu gak bisa..
Celia menghela napas kasar
"kamu berubah zayden semenjak kamu menikah,
ucap Celia dengan nada kesal
"aku tidak pernah berubah
jawab zayden singkat
__ADS_1
"zayden!!, aku ada ide supaya kamu tidak jahat lagi denganku... , ceraikan wanita mu itu zayden dan mari menikah..
zayden menoleh kearah Celia heran
"aku tidak masalah zayden meskipun kamu sudah menjadi bekas suaminya, aku tidak mempermasalahkan nya
zayden tersenyum sinis ke Celia
"sepertinya kamu lagi kecapean , mending kamu istirahat supaya pikiran mu kembali normal
ucap zayden
"aku tidak sedang bercanda zayden cepatlah bercerai agar kita bisa menikah dan membangun keluarga yang sangat harmonis...
celia tersenyum kepada zayden
"benarkan?
tanya Celia
zayden berdiri dari tempat duduknya
"jangan bersikap kekanak-kanakan , aku tidak akan pernah bercerai dengan ambara sampai kapanpun..
Celia menatap kesal zayden
"kau bodoh zayden, untuk apa kamu mempertahankan wanita tidak berpendidikan seperti itu, dia lemah, dia juga tidak cantik.., dia tidak sempurna dan dia sangat membosankan!!
hina Celia
zayden menatap tajam ke arah Celia
"lebih bodoh lagi jika aku meninggalkannya dan memilih menikah denganmu..
sindir zayden
Celia terdiam
"cepatlah kamu tidur aku sudah muak melihat wajahmu..
Celia semakin tersinggung dengan ucapan zayden
ia membaringkan tubuhnya dikasur dan memaksa untuk tidur
"lihat saja nanti ambara aku akan membuatmu tersiksa.. , dan sebentar lagi kalian akan bercerai
zayden melihat kearah Celia , setelah melihatnya sudah tertidur zayden segera keluar dari kamar
salah satu pengawal menghampirinya
"pangeran zayden.. ada kunjungan datang dari raja Criss dari negri closter
zayden segera menghampirinya
"begini pangeran zayden, aku datang kemari untuk bertanya Masalah hasil panen kalian, apakah masih banyak? aku ingin memesan 100 buah apel kalian dan juga aku ingin memesan bibitnya
ucap raja Criss memulai topik
zayden mengangguk
"stok kami masih banyak besok kami akan segera mengirimkannya 200 buah apel anggap saja 100 nya karena raja Criss telah melalukan perjalanan jauh dari negri raja ke negri ku
raja Criss tersenyum
"terimakasih pangeran zayden, kamu memang baik..
zayden tersenyum
"aku tidak sebaik itu, aku hanya melakukan sesuatu yang pantas ku lakukan sebagai pangeran negri Lucifer.
raja Criss mengangguk
"oh ya aku dengar kau sudah menikah ,dimana istrimu? , kenapa dia tidak menemanimu?
seketika zayden mengingat wajah kesal ambara tadi
zayden terdiam
"dia sedang tertidur, dia sedang kelelahan, seharian membantu ku memanen
raja Criss mengangguk
"oh ya kau tau pangeran zayden anakku kemaren ikut sayembara itu, dia begitu cemburu denganmu yang berhasil mendapatkan gadis secantik dan sebaik putri ambara..
zayden tertawa kecil
"semoga anakmu mendapatkan yang lebih baik dan cantik dari ambara...
"tidak usah bercanda, memang ada putri muda yang jauh lebih cantik dari ambara, dan dia juga tergolong langka kau tau kan anak tunggal perempuan itu sangat susah didapatkan...
sahut raja Criss
zayden terdiam
"jagalah istrimu dengan baik, jangan pernah tinggalkan dia atau tidak kau akan menyesal, gadis seperti dia sangat susah dicari..
ucap raja Criss kepadanya
zayden kembali tersenyum
"aku tidak akan pernah meninggalkannya..
raja Criss tersenyum.
zayden malam itu sangat sibuk, mengurus banyak hal tentang kastilnya, apalagi besok dia harus berangkat menuntut ilmu, jadi zayden harus menyiapkan perlengkapannya, dia lebih sering turun kesekolah sekarang, karena sebentar lagi adalah hari kelulusannya.
ia begitu senang karena setelah hari kelulusannya dia akan dilantik menjadi raja resmi negri alaric
tepat tengah malam
semua pekerjaannya selesai , dia harus kembali kekamarnya dan beristirahat
saat masuk kamar ia melihat ambara sudah tertidur lelap dia kasurnya
ia tersenyum melihat ambara
zayden pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri
setelah selesai ia segera pergi tidur disamping ambara
__ADS_1
meskipun terasa aneh karena ini adalah pertama kalinya dia tidur satu kasur dengan seorang gadis, tapi dia akan mencoba untuk membiasakan diri, apalagi dia menyadari kalau ambara adalah istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...