
pagi yang indah di negri alaric, memiliki masyarakat yang rajin dan ramah ada impian semua raja, begitu pun dengan calon raja zayden alaric. meskipun dia belum dilantik sudah banyak masyarakat yang suka memanggilnya dengan gelar raja.
pagi ini zayden dan ambara ikut melihat lihat masyarakat alaric, dan melihat bagaimana keadaan masyarakat sekarang..
setelah dilihat lebih dekat, negri alaric benar benar indah, suara burung burung berkicau dipagi hari terdengar sangat merdu,terlihat ada beberapa burung,burung merpati yang sedang memakan remah remah roti pemberian masyarakat. juga suara alunan biola yang dimainkan oleh anak anak muda memenuhi desa, tidak terlepas dari itu terlihat juga dari kejauhan ada anak anak yang sedang main kejar kejaran membawa sekantung permen disaku celana mereka, sangat menggemaskan.
banyak yang berkata hari itu, adalah hari dimana negri alaric akan menjalani kehidupan baru, atau disebut terlahir kembali.
ambara melihat kearah zayden yang sedang bermain panah, dengan para pengawal, pengawal dan juga pemuda desa, terlihat mereka sangat bahagia. ada satu hal yang sangat khas saat ini, para pengawal, pelayan istana, diperbolehkan memakai pakaian bebas dan santay layaknya masyarakat pada umumnya, masyarakat alaric juga bebas berkunjung ke kastil , untuk memasak, membuat kue, bahkan bermain, mereka juga diperbolehkan untuk tidur tiduran Disana.
itu adalah peraturan baru di negri mereka, dimana semua orang yang tinggal di negri alaric adalah sama, tidak Mandang siapa yang lebih berpangkat dan siapa yang tidak, keren bukan?, bahkan zayden dan ambara pun tidak menggunakan pakaian yang terlalu mencolok, mereka hanya memakai pakaian santai yang sama seperti masyarakat lain.
ambara duduk disalah satu kursi di dekat rumah masyarakat, sambil mengobrol dengan beberapa masyarakat disana, seketika obrolan mereka berhenti saat melihat ada seorang pemuda 30 Han sedang berdebat dengan seorang ibu muda.
"ayolah nyonya arasen, ijinkanlah.. anakmu jadi milikku!!
"tidak!! , aku tidak Sudi!!, jika gadis perempuanku, dinikahi pemuda Nakal seperti mu!!
bentak ibu muda itu
"ayolah.. walaupun aku nakal, setidaknya aku tampan, anakmu pasti akan bahagia saat bersamaku...
pemuda itu memeluk tangan ibu muda tadi, sambil mengayunkannya
"tidak!!, sampai kapanpun tidak!!!
ibu muda itu menghempaskan tangannya pelan
"kalau gitu, aku menikah denganmu saja nyonya arasen..
ucap pemuda itu lagi,
ibu muda itu menatap marah pemuda itu, dan menjijit kuat telinga pemuda itu.
pemuda itu berteriak, dan segera meminta ampun kepada ibu muda itu, dan jera mengganggunya.
ambara dan Masyarakat yang melihatnya tertawa puas menertawakan pemuda itu, ambara tertawa puas, entah kenapa dia merasa itu benar benar lucu.
pemuda itu menoleh ke segerombolan orang orang yang menertawakannya, dia menatap kesal, tapi sorot matanya berhenti saat melihat ambara, dia segera menghampirinya, dan jongkok didepan ambara sambil membawa bunga yang baru saja dia petik.
"wahai putri ambara yang cantik, bagaimana kalau kau saja yang menikah denganku..
goda pemuda itu
ambara kaget, ia sedikit tertawa melihat kelakukan pemuda itu walaupun pemuda itu jauh lebih tua darinya tapi kelakuannya sangat lucu..
"tapi, bagaimana kalau.. (terpotong)
ucapan ambara dipotong pemuda itu
"jangan khawatir dengan pangeran zayden, kita berhubungan diam diam saja....
__ADS_1
Goda pemuda itu lagi
"heh, kamu ini menggoda istri orang, tidak boleh!!
bentak salah satu ibu ibu disamping ambara
"ini hanya tentang aku dan ambara, yang lain tidak diperbolehkan ikut campur,
jawab pemuda itu
seketika ada suara yang memotong pembicaraan mereka
"kalau aku ikut campur boleh?
mereka menoleh ke asal suara, itu pangeran zayden!! , pemuda itu buru buru membuang bunga tadi, tersenyum dan segera berlalu pergi, sedangkan ambara masih tertawa puas melihatnya, dia tidak bisa membuat tawanya berhenti, membuat tertawanya nular ke masyarakat alaric yang ada disana.
zayden melihat ke ambara yang tertawa puas,zayden menghampirinya dan duduk disampingnya, pagi ini mereka mulai berdamai, berdamai belum tentu tidak bertengkar. zayden manatap sinis ambara
"bahagia banget kayanya..
sindir zayden
ambara berhenti tertawa
"kalau iya, emang kenapa?!!
ambara menatap balik zayden, mereka berdua saling tatap tatapan. ambara juga menatap sinis zayden, ibu ibu yang ada didekat ambara tertawa kecil melihatnya, mereka geram melihat hubungan ambara dan zayden yang menurut mereka sangat lucu.
"pangeran zayden , ini busur yang baru udah kami ambil pangeran!!
ucap salah satu pemuda itu sambil memegang beberapa busur
"tunggu, lain kali jangan ketawa lagi ya, mengganggu soalnya..
ucap zayden sebelum berlalu pergi
ambara menatap sinis zayden, sedangkan zayden tertawa kecil melihat ekspresi nya, ambara melihat ke pemuda pemuda itu yang ikut berlalu pergi
"tunggu!! ,kalian mau ngapain??
tanya ambara ke mereka, merasa dipanggil mereka membalikan badannya menoleh ke ambara.
"kami mau bermain panah putri, putri mau ikut?
tawar mereka
ambara mengangguk mantab, dan segera menghampiri mereka, beberapa menit kemudian mereka tiba di lapangan tempat mereka bermain panah, ambara melihat ke zayden yang bermain panah meleset dari sasaran, ambara tertawa melihatnya, mendengar ada yang menertawakannya, zayden menoleh ke asal suara.
"kamu ngapain disini?!, gak usah sok, merasa paling hebat!!
ucap zayden sambil mengambil busur yang baru lagi
"mau tanding??
__ADS_1
ambara menantang zayden, merasa ditantang ambara, zayden tertawa kecil.
tanpa bicara ambara mengambil 3 busur sekaligus dan memanahnya dalam satu kali percobaan, dan dengan sempurna tepat pada sasaran, ambara menatap remeh zayden, sedangkan zayden tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya, zayden hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa, sedangkan ambara masih asik menertawakannya.
"meskipun aku tidak bisa membuat kue Sejago kamu, tapi setidaknya dalam hal memanah aku bisa lebih jago,
ucap ambara sambil tertawa puas menghina zayden
zayden menatap kesal ambara
"setidaknya aku bisa lebih jago dari pangeran pangeran yang ikut sayembara waktu itu,
ucap zayden tetap membanggakan diri
ambara menghentikan tawanya
"jika kau saja yang paling hebat waktu itu, lalu bagaimana denganku?
ambara tersenyum sinis kepada zayden, zayden menatap kesal ambara dan berusaha menahan emosinya, ambara benar benar bahagia sekarang, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"sudahlah jangan bertengkar, kalian ini selalu saja bertengkar,
ucap ketua pimpinan perang di negri alaric, Januar namanya. dia berusia 45 tahun, tubuhnya gagah, dan dia juga sangat tinggi.
merasa ditegur zayden ambara berhenti berdebat, dan kembali melanjutkan permainan mereka.
setelah merasa kecapean , mereka kembali ke desa alaric disana para ibu ibu desa , sudah menyiapkan berbagai hidangan yang sangat enak dan mengenyangkan. ambara dengan cepat duduk disana dan ikut makan, begitupun zayden.
"putri ambara, pangeran zayden, kapan acara pelantikan kalian?
tanya salah satu masyarakat disana
zayden terdiam sejenak, ia menoleh ke ambara yang asik makan.
"kemungkinan besok,
jawab zayden
masyarakat yang mendengarnya bersorak heboh, mereka memeluk zayden dan ambara, entah kenapa mereka sangat senang
"biar aku dan pengawal yang lain mengundang orang tua pangeran dan putri dan beberapa tamu lainnya besok!!!
seru salah satu pengawal
zayden tersenyum
"silahkan,
hari itu seluruh masyarakat alaric sangat bahagia, kalau kalian jadi mereka, apa kalian juga merasa bahagia??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1