Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
kesal!!


__ADS_3

negri alaric,


"tempat ini benar² indah.ambara berjalan menyelusuri desa alaric, zayden alaric sedang pergi untuk menuntut ilmu, makanya dia bisa bebas pergi kemana pun dia mau. ambara terpesona melihat pemandangan negri alaric yang sangat indah, membuat ambara tidak bisa mengalihkan pandangannya meski hanya sebentar, seolah olah kiri dan kanannya adalah surga dunia, ambara melihat ke arah pasar, tanpa berpikir panjang ambara segera kesana, ini adalah pertama kali dihidupnya, ambara baru pernah melihat orang orang yang sedang berdagang, dan juga melihat bagaimana transaksi penjualan secara langsung.



...(ilustrasi pasar di negri alaric)...


masyarakat disana tersenyum kepadanya.


"apakah kamu istri pangeran gadis cantik?


tanya ibu² penjual kue kepadanya,ambara tersenyum dan mengangguk,ibu ibu itu ikut tersenyum melihat senyumannya


Ambara menghampiri mereka sambil sesekali melihat ke sekitar, seketika sorot matanya berhenti saat melihat seorang nenek nenek sedang kesusahan mengangkat kayu bakar jualannya, ambara segera berlari untuk menolongnya


"terimakasih putri kamu benar benar baik


puji nenek itu


ambara hanya tersenyum dan membantu membawa kayu bakar itu ketempat nenek itu biasanya menjualnya. meskipun sering dimanjakan di kastil, tapi ambara cukup kuat, ia sering berlatih bela diri dan mengangkat sesuatu yang berat diam² saat di negri Lucifer.setelah selesai ambara pergi untuk membantu masyarakat yang lain, dia juga belajar banyak hal dari mereka.


"beginilah cara pembuatan pakaian putri, sangat mudah bukan?"


ucap salah satu ibu ibu penjual pakaian di pasar, ia mengajari ambara cara menjahit dan menjelaskan cara memberikan corak pada pakaian


ambara memperhatikan dengan seksama sambil sesekali mencoba untuk menjahit,


setelah cukup lelah membantu di pasar, ambara langsung disuguhkan makanan dan minuman oleh masyarakat alaric,mereka sangat menyukai dirinya,ambara pun begitu. sambil menikmati makanan yang diberikan ambara ikut mengobrol bersama masyarakat yang ada disana,


"kau tau putri?, biasanya pemuda di negri alaric ini sangat rutin dan selalu rajin untuk ikut latihan senjata.


ucap bapak bapak, penjual kopi kepadanya,


"benarkah??, dimana biasanya mereka berlatih??"


tanya ambara.


"biasanya, dihalaman kosong khusus untuk latihan pedang, tempatnya belok kiri dari pasar putri, tidak jauh saja dari sini"


ambara berpikir sejenak, pergi kesana dan ikut latihan senjata sepertinya menyenangkan, sudah lama ambara tidak berlatih senjata, pasti akan sangat keren jika dia bisa memainkan nya lagi, tanpa berpikir Ambara pun berpamitan dan langsung pergi menuju tempat berlatih senjata, benar kata bapak² tadi setelah Belok kiri dari pasar dia langsung bertemu dengan tempat berlatih senjatanya, ambara melihat banyak sekali para prajurit dan beberapa pemuda yang sedang berlatih disana,ia begitu kagum melihat permainan mereka


sewaktu kecil dia sering belajar memanah di belakang kastil secara diam²,itu benar benar menyenangkan, ambara langsung menghampiri mereka untuk meminta ijin ikut bermain.


"permisi maukah kalian mengajari ku?


tanya ambara kepada mereka


mereka disana sontak menoleh kearahnya dan segera memberikan hormat kepadanya ambara juga melakukan hal yang sama


"maaf menganggu, tapi boleh kah kalian mengajari ku cara memanah dan menggunakan senjata perang


mereka disana terdiam


"tapi putri ini cukup berbahaya


tegur salah satu dari prajurit itu


"aku akan mencobanya dulu , boleh kan?


ambara tersenyum kepada mereka,mereka terdiam melihat ambara yang seperti sangat ingin memainkannya


"baiklah putri , dipersilahkan


salah satu dari mereka meminjamkan panahnya, ambara mengambil panahnya dia mencoba lagi dan lagi,


"setelah 10 kali percobaan hanya 2 kali saja tuan putri meleset , itu keren!!


puji salah satu pemuda disana


"apakah tuan putri sudah pernah memanah sebelumnya?


tanya mereka


ambara mengangguk


"sejak kecil aku sering belajar memanah sendiri


jawab ambara


mereka mengangguk paham


"putri ambara bukan hanya cantik tapi dia jago bela diri, pasti pangeran zayden sangat mencintai tuan putri


ucap salah satu prajurit disana


ambara hanya diam , dan tersenyum


ambara banyak berlatih disana bukan hanya panah dia juga berlatih menggunakan pedang dan juga berlatih bagaimana melawan musuh, ambara sangat menyukai itu. setelah beberapa jam berlatih ambara duduk untuk beristirahat, ambara terdiam dia melihat Ke matahari yang sudah muncul dengan sempurna, yang menandakan hari sudah siang,


"biasanya pangeran zayden pulang pukul berapa?


tanya ambara


"sebentar lagi, mungkin sekitar 30 menit lagi , atau mungkin 15 menit lagi


ambara kaget mendengarnya,ia segera menaruh pedangnya kembali, dan berpamitan pulang,mereka menatap dirinya bingung,ia berlari pergi melalui pasar.betapa kagetnya dia melihat zayden ada disana , masih menggunakan seragam sekolahnya


"astaga gawat!!, jangan sampai dia tahu kalau aku keluar dari istana


ambara mencari jalan pintas dan segera berlari sekuat tenaga menuju kastil, ia buru buru kekamar untuk memasakkan makan siang untuk nya dan zayden,ambara pergi kekamar mandi dan Segera membersihkan dirinya, juga riasan diwajahnya,entah mengapa dia Sekarang sangat suka menggunakan riasan diwajahnya ,setelah selesai mandi seperti biasa dia menghias kembali wajahnya


ia melihat ke zayden yang baru saja sampai, zayden menyiapkan pakainya dan pergi untuk membersihkan diri,ambara menghela napas lega ,benar benar menyenangkan.selama di negri Lucifer dia tidak bisa melakukan hal ini, dia tidak berani keluar kastil untuk bermain,apalagi ke pasar dia sangat jarang.


zayden keluar dari kamar mandi dia pergi kedapur untuk makan, ambara juga ikut makan. setelahnya, seperti biasa dia membereskan bekas mereka makan.dan zayden pergi kembali kekamar untuk membaca buku,ambara melihat kearah zayden


"dia benar² rajin

__ADS_1


gumam ambara


zayden menoleh kearahnya


"buatkan kue untukku


ucap zayden tiba tiba,ambara segera pergi kedapur untuk membuat kue,jujur seumur hidupnya dia hampir tidak pernah membuat kue , bagaimana dia bisa melakukannya ,ambara mengingat ingat cara pembuatan kue ibunya, ambara memasukan beberapa bahan membentuknya dan memanggang nya. ambara duduk di kursi makan dan menyandarkan kepalanya dimeja makan,dia kelelahan sampai dia tidak sadar dia sudah tertidur pulas.beberapa jam kemudian hidung ambara mengendus endus ada bau tidak sedap ia cium, begitu kagetnya dia saat menyadari itu adalah aroma gosong didapur, ambara teringat akan kuennya, ambara panik dan segera mengangkat kuenya,asap hitam mengepul didapur,ambara melihat kearah kuenya yang sudah berwarna kehitam hitaman


"bagiamana ini?


ambara panik


pangeran zayden pergi kedapur dan melihat kearahnya


"Astaga kenapa kamu bisa se ceroboh ini, kau lihat dapur ku jadi kotor karena mu!!


ucap zayden dengan suara tegas


Ambara terdiam


"ma-af..


zayden kesal , ia melihat ke kue ambara


"buruk sekali kue buatan mu, oh ya aku lupa kamu kan tidak berpendidikan..


ucap zayden sinis


"bersihkan tempat ini sekarang, dan makan aja kue mu itu sendirian aku gak minat,


zayden berlalu pergi meninggalkan ambara,ambara terdiam, lagi dan lagi air matanya mengalir membasahi pipinya, ia mengusap air matanya, dan segera membersihkan dapur


ambara mencoba membelah kue buatannya, dan memakannya


"gak terlalu buruk, cuman pahit dikit


ucapnya


ambara mengingat kembali ucapan zayden kepadanya


"buruk sekali kue buatan mu, oh ya aku lupa kamu kan tidak berpendidikan


ambara mengusap air matanya lagi


"gak papa kok, kamu bisa belajar lebih giat lagi


ambara membuang kue buatannya


ia berlalu pergi keluar


ia melihat dari jauh zayden sedang duduk di takhta nya sambil mendengarkan curhatan rakyatnya


terlihat senyumannya yang sangat manis


dia terlihat bahagia


"kenapa dia memperlakukan ku secara berbeda?


"pangeran zayden memang benar benar tampan ya putri..


ucap seorang pelayan yang berdiri disamping


ambara mengalihkan penglihatannya


ambara hanya diam dan tersenyum


"kalian berdua benar benar cocok, kalian serasi


ambara diam dan melihat ke arah zayden


"boleh kah aku bertanya sesuatu?


ucap ambara


"kenapa tuan putri?


pelayan itu tersenyum kepada ambara


"bukankah dia bertakhta disini, tapi kenapa dia tidak dipanggil raja?


pelayan itu tertawa kecil


"itu karena usia Pangeran masih sangat dini, dia belum genap 20 tahun, jadi dia belum bisa dipanggil raja,


ambara mengangguk mengerti


seketika seorang pelayan menghampirinya


"putri ambara, pangeran zayden memanggil tuan putri


ambara heran


"mengapa dia memanggilku?


tanya ambara


"entahlah tuan putri,


jawab pelayan itu singkat


ambara menghampiri zayden


"kenapa?


tanya ambara singkat


dihatinya masih ada rasa kesal , karena semua hal yang telah terjadi

__ADS_1


"duduklah, disini


ucap zayden sambil menepuk kursi disampingnya, ambara menatap heran zayden, tanpa berpikir panjang ia segera duduk disana. ambara menemani zayden mendengarkan cerita masyarakat di negri alaric, sesekali masyarakat disana juga menggoda mereka berdua,


zayden membalas godaan tersebut hanya dangan senyumannya


dan ambara masih menatap heran lelaki disampingnya


Berjam jam berlalu


masyarakat Masyarakat itu kembali pulang kerumah mereka masing masing


zayden menoleh kearah ambara


wajah zayden kembali menjadi datar


"tidak usah memperhatikan ku secara berlebihan,


aku tau aku sempurna


ucap zayden tiba tiba


ambara kaget mendengar apa yang zayden katakan


"kau terlalu pede,


jawab ambara singkat


"ini fakta, dan aku tidak suka kau melihatku seperti itu, jika kau melakukannya lagi maka aku akan membelah kedua bola matamu,


ancam zayden


ambara terdiam dan mengalihkan pandangannya


seketika salah satu pengawal datang


"pangeran , raja dan ratu akan datang besok untuk mampir


zayden mengangguk


"baiklah, terimakasih informasinya


zayden kembali tersenyum


entah kenapa ambara bete melihatnya, dia tidak suka dilakukan berbeda


pengawal tersenyum melihat mereka berdua dan pamit pergi


ambara langsung pergi untuk kembali kekamar


zayden hanya diam menatap kepergian ambara


ia berdiri dari tempat duduknya dan ikut kekamarnya


ambara segera berbaring dan menutup kedua matanya


sedangkan zayden kembali mengambil buku dan membacanya


ambara menatap kesal zayden


kalimat zayden saat didapur tadi menghantui pikirannya


merasa ditatap zayden menoleh ke arah ambara


"mengapa kau masih melihatku? , kau ingin matamu ku bagi delapan?


ancam zayden lagi


ambara segera membalikan badannya dan menutup wajahnya menggunakan kain tipis yang ia gunakan sebagai selimut


"kenapa kamu tidur masih menggunakan riasan di wajahmu?


tanya zayden


"terserah aku lah, selagi aku suka tidak masalah


jawab ambara lantang


"hapus riasan di wajahmu itu menganggu pengelihatan ku


sindir zayden


"kalau gitu tidak usah melihatku..


jawab ambara lagi


"hapus gak? , atau kamu mau wajahmu aku robek sampai sisa tulangnya?


ancam zayden lagi


ambara memutar bola matanya malas, pergi kekamar mandi dan membersihkan riasan wajahnya


dan kembali tidur


zayden menoleh kearahnya


"malah semakin jelek


sindir zayden lagi


ambara menatap kesal zayden


"gak usah dilihat kalau jelek!!


ambara kembali menutup wajahnya menggunakan kain tipis dan pergi tidur


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


lanjut bab. 6


semoga suka❤️


__ADS_2