
setelah Berjam jam dilaut, kini tibalah mereka di negri INGARLA tempat rayyan berada, mereka disambut dengan ramah oleh masyarakat disana, mereka mempersembahkan berbagai tarian dengan mereka, dan juga beberapa jamuan yang sangat khas dengan aroma rempah-rempah yang menyengat. ambara terpesona dengan kecantikan alami dari gadis gadis disini, kulit kuning Langsat mereka manjadi khas tersendiri.
orang yang ditunggu tunggu akhirnya tiba, Yap dia adalah panggeran rayyan. rambut hitam pekatnya senyum manis lesung pipinya, dia tampan dan manis.
rayyan menghampiri zayden dan memeluknya erat, mereka benar benar seperti saudara yang sudah lama tidak bertemu. "lama tidak melihatmu.." zayden tersenyum. rayyan menoleh ke ambara yang berada disamping zayden, ia terdiam beberapa detik dan tersenyum, "hai queen ambara azaylin, perkenalkan aku rayyan" sapa rayyan sambil tersenyum, ambara membalas senyumannya. "hai rayyan senang berjumpa denganmu. rayyan hanya tersenyum, ia kembali terdiam. "sebaiknya kita mengobrol bersama di kastil, mari ikut aku" ajak rayyan. mendengar ajakan rayyan tanpa berpikir panjang zayden dan ambara langsung mengikutinya.
tibalah di kastil yang dituju, kekayaan alam di negri mereka tidak bisa diragukan, sepanjang jalan ambara terus saja terpesona dengan pemandangan di negri INGARLA. mereka mengikuti rayyan masuk kedalam kastil. mereka duduk diatas kursi sambil berbincang bincang.
__ADS_1
"biarlah kalian menginap disini dalam beberapa hari, aku dengar cuaca di negri alaric sangat dingin bukan??" .zayden mengangguk"tapi.. teman apa kau tau tentang perang antara negri ku dan negri raja Arthur??" rayyan mengangguk, "sebelum kau mengatakannya, aku sudah lebih banyak tau teman" jawab rayyan. zayden tersenyum tipis ke temannya. "tenanglah teman aku akan membantumu, sepenuh hatiku" ucap rayyan lagi. zayden menganggukkan kepalanya. rayyan menoleh ke ambara "ambara bagaimana kabarmu??, apa kau bahagia bersama dengan zayden??" tanya rayyan. ambara terdiam, ia mengangguk. "aku sangat bahagia, sulit untuk diceritakan" jawab ambara, zayden terdiam mendengar, rayyan kembali menanyakan pertanyaan lain ke ambara, "syukurlah, oh iya ambara, 2 hari lagi ulang tahunmu bukan??, bagiamana jika kita merayakannya disini saja?". ambara kaget, bagaimana bisa rayyan tau tentang itu, padahal ia berusaha menyembunyikan semuanya dari siapapun, "darimana kau tau raja rayyan?" tanya ambara dengan halus. "suamimu yang memberitahukannya padaku" jawab rayyan, ambara menoleh ke zayden sedangkan zayden hanya terdiam, "zayden tahu kapan dia ulang tahun??"tidak diduga, ambara tersenyum.
"ambara sepertinya kau sedang kelelahan, bagaimana jika kau beristirahat??, suruh zayden. ambara menggelengkan kepalanya, "aku belum merasa lelah, aku terlalu menikmati pemandangan disini, mereka sangat indah" jawab ambara. rayyan menyunggingkan senyumnya. "bagaimana jika, ratu ambara berjalan jalan disekitar sini?? tawar rayyan, ambara berpikir sejenak,"baiklah tapi siapa yang akan menemaniku??" tanyanya. "quley bisa menemanimu, dia sudah sering kesini, dan sudah hapal tempat tempat yang ada disini" ucap zayden, ambara terdiam, "kamu tidak ikut??" tanya ambara ke zayden. zayden menggelengkan kepalanya ia menoleh ke rayyan, "aku dan rayyan akan membahas sesuatu yang penting" ucap rayyan, "mari, aku akan membawa kalian berjalan jalan bersama" rayyan tersenyum, ambara tersenyum senang ia langsung menarik tangan zayden untuk mengikuti rayyan.
mereka berjalan menelusuri kastil, mereka berhenti dihalaman belakang kastil. "lihatlah ambara, indah bukan??" rayyan menunjuk air terjun yang mengalir di sungai di halaman belakang kastil, ambara membelalakkan matanya takjub, ambara tidak bisa berkata kata, ia menoleh ke arah rayyan. "bolehkah kita kesana??" tanya ambara. rayyan tersenyum, "silahkan.." ambara kesenangan, ia langsung menghampiri air terjun bersama dengan rayyan dan zayden. ambara benar benar terharu, air terjunnya benar benar indah, sungai juga sangat jernih dan bersih. ini pertama kali dihidupnya melihat air terjun. "kau ingin mandi disana??" tanya zayden saat melihat ambara yang terlihat sangat ingin mencelupkan kakinya di sungai. ambara terdiam ia menoleh ke rayyan, "silahkan kau bebas melakukan apapun disini ambara" ucap rayyan. ambara tidak bisa berhenti tersenyum, ia benar benar sangat bahagia.
ambara melepas alas kakinya, kini kaki putihnya yang menyatu dengan rerumputan, perlahan ia mencelupkan kakinya kedalam sungai, kakinya dapat merasakan hangatnya air sungai yang segar, ambara melihat ke air terjun yang berada didepannya, kakinya ingin mencoba melangkah menghampirinya. baru saja melangkah tapi karena arus yang sangat deras membuat hampir terjatuh, zayden dengan sigap ingin menangkap ambara namun kalah cepat dengan rayyan, dengan cepat rayyan menangkap tubuh mungil ambara, ambara kaget, "ter-terimakasih raja rayyan" ambara tersenyum dan menoleh ke arah zayden yang hanya diam memperhatikannya, suasana seketika sunyi. ambara kembali melangkahkan kakinya , lagi dia ingin terjatuh kali ini zayden yang memegang tangannya, "hati-hati" tegur zayden, ambara tersenyum dan mengangguk. ia mulai perlahan melangkahkan kakinya ke air terjun itu, akhirnya air terjunnya tepat berada didepannya ambara perlahan ingin masuk ke sela sela air terjunnya, baru saja kakinya mulai melangkah, tubuhnya tiba tiba ingin terjatuh, terkena hempasan air terjun, melihat ambara yang ingin terjatuh, rayyan dan zayden dengan sigap menghampirinya dan memegang tangannya. "hati hati ambara" tegur rayyan dengan wajah khawatir, ambara hanya diam, "Yo kami temenin" ajak rayyan, yang disetujui zayden, ambara mengangguk. sambil berpegang tangan mereka masuk di sela sela air terjunnya, ambara berteriak kesenangan, saat air nya sudah bisa ia rasakan jatuh dengan deras diatas kepalanya.
__ADS_1
ambara hari ini benar benar bahagia, senyumnya seakan tidak bisa lepas dari wajahnya. ambara duduk dikursi kayu yang berada di kamarnya dan zayden. ambara menghirup udara segar sore hari sambil menikmati pemandangan dari balik jendela. ambara kembali mengingat ingat kejadian tadi benar benar membuat ambara merasa malu, saat zayden menatap kesal dirinya saat dia disentuh oleh rayyan, disaat zayden yang dengan sigap menggenggam tangannya, dan saat bermain air bersama, atau kenangan saat dikapal saat zayden membangunkan untuk melihat ratusan lumba lumba, disaat zayden kembali mengejeknya. ambara menutup malu wajahnya, benar benar bahagia rasanya saat dia bisa sedekat itu dengan pria yang selama ini berstatus sebagai suaminya.
ceklek....
orang yang baru saja ia pikirkan masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar, ambara berusaha menghilangkan senyum diwajahnya bukannya hilang malah pipinya ikut nge-blush~, zayden menatap heran ke arahnya, "kau kenapa??" tanya zayden, ambara dengan cepat menggelengkan kepalanya, zayden tidak menghiraukannya dan duduk di atas kasur, ambara menoleh kearahnya dan kembali tersenyum. melihat senyuman ambara zayden semakin kebingungan. "jangan senyum² begitu aku tidak suka" tegur zayden. ambara berhenti tersenyum ia menghampiri zayden, dan berdiri didepannya, "lalu kau suka yang seperti apa??" tanya ambara sambil berkacak pinggang. zayden menatap sinis ambara. "aku suka jika kau tidak ada di depanku!" ucap zayden sedikit tegas. ambara kembali tersenyum dan duduk disamping zayden, "kalau begini??, kau suka??" ambara menatap lekat mata zayden, entah kesambet setan apa ambara hingga membuatnya salah tingkah. zayden berusaha tidak menghiraukannya dan pergi menuju kekursi tempat ambara tadi duduk, ambara mengikutinya. "ambara kau kenapa??, jangan mengikutiku mengerti??" zayden mulai kesal. ambara tidak menghiraukannya, dia menghampiri zayden dan memeluknya dengan erat, zayden terdiam didalam pelukan ambara, seketika jantungnya berdetak kencang. "terimakasih" ucap ambara lalu melepas pelukannya. "untuk apa?" tanya zayden. "karena kau telah membuat hidupku banyak berubah, terimakasih sudah menemaniku sampai sekarang, dan memberikanku kebebasan dan keberanian" ucap ambara dengan penuh senyuman. zayden dan ambara saling tatap satu sama lain, jantung mereka berdetak semakin tidak beritme. "terserah" jawab zayden singkat lalu meninggalkan ambara untuk pergi tidur, ambara menghela napasnya dengan perasaan sedikit kesal.
...****************...
__ADS_1
...(prince rayyan )...