Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
rindu


__ADS_3

byurr....


ambara kaget dan terbangun dari tidurnya, ia melihat kebajunya yang basah kuyup, ia melihat ke sampingnya, zayden berdiri disana sambil memegang teko air


"dasar pemalas!!


sindir zayden


ambara menatap kesal wajah zayden


"apa yang kau lakukan?, baju ku jadi basah kuyup..


ucap ambara dengan nada kesal


"lalu apa urusan nya denganku? , cepat buatkan sarapan untukku!!


jawab zayden dengan nada sinis, ambara berdiri dari tempat dia tidur, dia pergi menuju lemari pakaiannya dan mengambil handuk nya


zayden memperhatikan apa yang dia lakukan


"apa yang kau lakukan, aku tidak memperbolehkan mu Mandi , sebelum sarapan ku sudah ku makan


ucap zayden kepadanya


ambara melempar handuknya kekasur zayden dan pergi memasak,zayden melihat ke handuk ambara yang berada diatas kasurnya


"jauhkan handuk mu dari kasurku atau aku akan membuangnya..


ancam zayden


Ambara merasa geram


"buang saja kalau kau mau!!


ambara segera melanjutkan masakannya, zayden pergi kedapur membuka jendela dan melempar handuk ambara kebawah


ambara kaget melihatnya


"apa yang kau lakukan itu handuk ku satu satunya!!


zayden tersenyum sinis padanya


"kau juga yang menantang ku tadi


zayden berlalu pergi kekamarnya,ambara menahan emosi dan segera menyelesaikan masakannya dan menyiapkannya untu zayden


"cepat makan sudah aku siapkan


ambara segera berlalu pergi untuk turun kebawah mengambil handuknya


"ada apa tuan putri?


tanya masyarakat yang lewat disana,nambara tersenyum kepada mereka


"tidak apa apa, aku hanya ingin mengambil handukku yang terjatuh


Masyarakat itu mengangguk mengerti, ambara menoleh ke mereka dan tersenyum masyarakat yang ada disana terdiam melihat wajahnya,ambara mengambil handuknya , ia kaget melihat handuknya sangat kotor dan tidak layak dipakai,ambara segera berlari kembali kekamar dan memasukan handuknya ketempat pakaian kotor.tanpa ia sadari banyak yang memperhatikan nya sedari tadi


ambara melihat kesal ke zayden,


sedangkan zayden hanya asik memakan sarapannya


ambara segera pergi mandi


seketika ambara tidak bisa menahan emosinya


dia kembali menangis dikamar mandi


"ayah kau bilang akan menjemputku disaat aku kenapa Napa? , lalu kapan kau akan menjemputku


ucapnya disela sela tangisnya


seketika ada yang mengetuk pintu kamar mandi


"buruan!!, kalau gak aku kunci dari luar!!


suara ancaman itu mudah dikenali suaranya


ambara diam dan terus menangis


beberapa detik kemudian dia pergi membersihkan dirinya


ia merendam dirinya untuk beberapa menit dan membasahi pakaiannya agar menenangkan pikirannya


setelah selesai ambara keluar dari tempatnya berendam


ia kaget, ia baru ingat kalau handuknya kotor


ambara panik


"astaga gimana nih..


ia berpikir keras


"aku minta tolong zayden aja


tanpa berpikir panjang ambara berteriak memanggil zayden


beberapa detik kemudian ada suara zayden menyahut


"kenapa ambara?, ada perlu apa?


ambara bingung


"kenapa nada suara zayden menjadi lebih ramah


ia tetap berpikir positif


"tolong ambilkan pakaianku aku mohon...

__ADS_1


seketika zayden terdiam


Ambara mengucapkan nya sekali lagi


beberapa menit kemudian ada suara zayden didepan pintu kamar


"buka pintunya , ini pakaianmu...


ambara tersenyum dan perlahan membuka kan pintunya


zayden mengulurkan tangannya yang berisi pakaian ambara


"makasih!!!


ucap ambara kesenangan


ia langsung mengambil pakaiannya


"oh.. ya zayden boleh gak aku pinjam handuk mu bentar... nanti ku cuci


ucap ambara pelan


"iya


sahut zayden


dia pergi mengambil handuknya dan mengetuk pintunya lagi


ambara tersenyum dan menarik handuknya dari tangan zayden


tanpa sengaja pintunya terbuka lebar


ambara kaget ,


ia melihat zayden berdiri didepan pintu


dan menoleh ke arah ambara


"astaga kamu sangat cantik nak..


ambara menoleh ke asal suara


ambara terlonjak kaget


ia melihat ada ratu Sonia yang sedang duduk dikasur zayden sambil tersenyum melihatnya


kamar mandi zayden memang khusus dibuat khusus didalam kamarnya


pipinya tiba tiba memerah karena malu


ia segera menutup tubuhnya yang mengenakan dress yang sudah basah kuyup


ambara segera menutup pintunya


"astaga dimana aku menaruh muka ku...


ambara menutup kedua wajahnya menggunakan tangan


ia menjemurnya


ambara keluar kamar mandi ia melihat disana kosong tidak ada orang


ambara segera mengenakan riasan di wajahnya


dan memberanikan diri keluar kamar


ambara melihat kearah ruang tengah kastil


ada raja David, ratu Sonia dan zayden yang sedang mengobrol disana


ambara menghampiri mereka


"anakku sudah selesai mandi, sini sayang..


ucap ratu Sonia kepadanya


ambara tersenyum ia melihat kesamping zayden


"duduk aja nak, gak usah malu malu..


ucap raja David kepadanya


ambara tersenyum dan duduk disamping zayden


ia tidak berani melihat wajah zayden


mengingat kejadian tadi benar benar memalukan


"kalian berdua sangat lucu, sudah kami duga kalian pasti akan sangat cocok


ucap ratu Sonia memulai topik


ambara hanya tersenyum terpaksa


"cocok?, cocok dari mana aku tersiksa!!


teriak batin ambara


"ayah dan ibu mau nginab malam ini disini boleh?


tanya raja David


Ambara mengangguk


"tentu.. yah..


zayden melihat kearahnya


ambara terdiam

__ADS_1


"ayolah nak, kami cuman menginap tidak menganggu hubungan kalian juga


ratu Sonia tertawa kecil


zayden terdiam


"jadi gimana?


tanya ratu Sonia


ambara menoleh ke arah zayden


zayden mengangguk


ratu Sonia kembali tertawa


"kami cuman bercanda nak, sore ini kami akan pulang kami kesini cuman mampir


ratu Sonia dan raja David tersenyum senang


"oh ya ambara sayang, ayah dan ibu mu bagaimana kabarnya mereka udah pernah mengirim surat?


ambara terdiam


sudah berhari hari dia Disini, tapi mengapa dia tidak pernah melihat orang tuanya mengirim surat


"kenapa sayang belum ya?


tanya ratu Sonia


ambara mengangguk


"yasudah mungkin orang tua mu lagi sibuk


ucap ratu Sonia


ambara tersenyum dan mengangguk


seharian mereka berbincang bincang hingga hari menjelang sore hingga akhirnya orang tua zayden pulang


setelah orang tua zayden pulang ambara hanya mengurung dirinya dikamar


dia benar benar merindukan orang tuanya


seketika zayden masuk kekamar


ambara menoleh ke zayden, sedangkan zayden tidak


zayden pergi kedapur dan mengambil beberapa cemilan


"zayden...


panggil ambara


zayden tidak menghiraukan dirinya


"zayden.. aku mau bertanya sesuatu..


ucapnya lagi


sedang zayden hanya asik dengan cemilannya sama sekali tidak menoleh kearahnya


"zayden aku boleh gak pulang ke negri Lucifer..


zayden sontak melihat kearahnya


"gak.


zayden menaruh cemilannya dan ingin pergi keluar kamarnya


"tapi zayden aku rindu orang tuaku, aku ingin pulang...


zayden menoleh kearahnya dan menghampirinya


ambara terdiam


"kamu tuli ya? , aku bilang gak, berarti gak!!


ucap zayden dengan nada sinis


"kumohon zayden kali ini aja aku mau berkunjung ke negri Lucifer...


zayden menatap lekat wajah ambara


"jika kau berani melakukannya jangan harap kau akan aku ampuni..


ancam zayden


ambara berusaha menahan emosinya


"tapi kenapa?, apa alasannya? , kenapa aku gak boleh berkunjung ke tempat kelahiranku?


zayden menghela napas kasar , tangan zayden seketika langsung menjambak rambut ambara kuat


"AKU BILANG GAK, BERARTI NGGAK, NGERTI BODOH?!!


ambara berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh


"lepasin aku zayden... rambut aku sakit zayden...


zayden semakin menjambak kuat rambut ambara


ambara meneteskan air matanya


zayden melepaskan tangganya dari rambut ambara dan berlalu pergi


ambara meringkuk sambil memegang rambutnya


air matanya mengalir dengan deras

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2