
byurr....
ambara kaget dan terbangun dari tidurnya, ia melihat kebajunya yang basah kuyup, ia melihat ke sampingnya, zayden berdiri disana sambil memegang teko air
"dasar pemalas!!
sindir zayden
ambara menatap kesal wajah zayden
"apa yang kau lakukan?, baju ku jadi basah kuyup..
ucap ambara dengan nada kesal
"lalu apa urusan nya denganku? , cepat buatkan sarapan untukku!!
jawab zayden dengan nada sinis, ambara berdiri dari tempat dia tidur, dia pergi menuju lemari pakaiannya dan mengambil handuk nya
zayden memperhatikan apa yang dia lakukan
"apa yang kau lakukan, aku tidak memperbolehkan mu Mandi , sebelum sarapan ku sudah ku makan
ucap zayden kepadanya
ambara melempar handuknya kekasur zayden dan pergi memasak,zayden melihat ke handuk ambara yang berada diatas kasurnya
"jauhkan handuk mu dari kasurku atau aku akan membuangnya..
ancam zayden
Ambara merasa geram
"buang saja kalau kau mau!!
ambara segera melanjutkan masakannya, zayden pergi kedapur membuka jendela dan melempar handuk ambara kebawah
ambara kaget melihatnya
"apa yang kau lakukan itu handuk ku satu satunya!!
zayden tersenyum sinis padanya
"kau juga yang menantang ku tadi
zayden berlalu pergi kekamarnya,ambara menahan emosi dan segera menyelesaikan masakannya dan menyiapkannya untu zayden
"cepat makan sudah aku siapkan
ambara segera berlalu pergi untuk turun kebawah mengambil handuknya
"ada apa tuan putri?
tanya masyarakat yang lewat disana,nambara tersenyum kepada mereka
"tidak apa apa, aku hanya ingin mengambil handukku yang terjatuh
Masyarakat itu mengangguk mengerti, ambara menoleh ke mereka dan tersenyum masyarakat yang ada disana terdiam melihat wajahnya,ambara mengambil handuknya , ia kaget melihat handuknya sangat kotor dan tidak layak dipakai,ambara segera berlari kembali kekamar dan memasukan handuknya ketempat pakaian kotor.tanpa ia sadari banyak yang memperhatikan nya sedari tadi
ambara melihat kesal ke zayden,
sedangkan zayden hanya asik memakan sarapannya
ambara segera pergi mandi
seketika ambara tidak bisa menahan emosinya
dia kembali menangis dikamar mandi
"ayah kau bilang akan menjemputku disaat aku kenapa Napa? , lalu kapan kau akan menjemputku
ucapnya disela sela tangisnya
seketika ada yang mengetuk pintu kamar mandi
"buruan!!, kalau gak aku kunci dari luar!!
suara ancaman itu mudah dikenali suaranya
ambara diam dan terus menangis
beberapa detik kemudian dia pergi membersihkan dirinya
ia merendam dirinya untuk beberapa menit dan membasahi pakaiannya agar menenangkan pikirannya
setelah selesai ambara keluar dari tempatnya berendam
ia kaget, ia baru ingat kalau handuknya kotor
ambara panik
"astaga gimana nih..
ia berpikir keras
"aku minta tolong zayden aja
tanpa berpikir panjang ambara berteriak memanggil zayden
beberapa detik kemudian ada suara zayden menyahut
"kenapa ambara?, ada perlu apa?
ambara bingung
"kenapa nada suara zayden menjadi lebih ramah
ia tetap berpikir positif
"tolong ambilkan pakaianku aku mohon...
__ADS_1
seketika zayden terdiam
Ambara mengucapkan nya sekali lagi
beberapa menit kemudian ada suara zayden didepan pintu kamar
"buka pintunya , ini pakaianmu...
ambara tersenyum dan perlahan membuka kan pintunya
zayden mengulurkan tangannya yang berisi pakaian ambara
"makasih!!!
ucap ambara kesenangan
ia langsung mengambil pakaiannya
"oh.. ya zayden boleh gak aku pinjam handuk mu bentar... nanti ku cuci
ucap ambara pelan
"iya
sahut zayden
dia pergi mengambil handuknya dan mengetuk pintunya lagi
ambara tersenyum dan menarik handuknya dari tangan zayden
tanpa sengaja pintunya terbuka lebar
ambara kaget ,
ia melihat zayden berdiri didepan pintu
dan menoleh ke arah ambara
"astaga kamu sangat cantik nak..
ambara menoleh ke asal suara
ambara terlonjak kaget
ia melihat ada ratu Sonia yang sedang duduk dikasur zayden sambil tersenyum melihatnya
kamar mandi zayden memang khusus dibuat khusus didalam kamarnya
pipinya tiba tiba memerah karena malu
ia segera menutup tubuhnya yang mengenakan dress yang sudah basah kuyup
ambara segera menutup pintunya
"astaga dimana aku menaruh muka ku...
ambara menutup kedua wajahnya menggunakan tangan
ia menjemurnya
ambara keluar kamar mandi ia melihat disana kosong tidak ada orang
ambara segera mengenakan riasan di wajahnya
dan memberanikan diri keluar kamar
ambara melihat kearah ruang tengah kastil
ada raja David, ratu Sonia dan zayden yang sedang mengobrol disana
ambara menghampiri mereka
"anakku sudah selesai mandi, sini sayang..
ucap ratu Sonia kepadanya
ambara tersenyum ia melihat kesamping zayden
"duduk aja nak, gak usah malu malu..
ucap raja David kepadanya
ambara tersenyum dan duduk disamping zayden
ia tidak berani melihat wajah zayden
mengingat kejadian tadi benar benar memalukan
"kalian berdua sangat lucu, sudah kami duga kalian pasti akan sangat cocok
ucap ratu Sonia memulai topik
ambara hanya tersenyum terpaksa
"cocok?, cocok dari mana aku tersiksa!!
teriak batin ambara
"ayah dan ibu mau nginab malam ini disini boleh?
tanya raja David
Ambara mengangguk
"tentu.. yah..
zayden melihat kearahnya
ambara terdiam
__ADS_1
"ayolah nak, kami cuman menginap tidak menganggu hubungan kalian juga
ratu Sonia tertawa kecil
zayden terdiam
"jadi gimana?
tanya ratu Sonia
ambara menoleh ke arah zayden
zayden mengangguk
ratu Sonia kembali tertawa
"kami cuman bercanda nak, sore ini kami akan pulang kami kesini cuman mampir
ratu Sonia dan raja David tersenyum senang
"oh ya ambara sayang, ayah dan ibu mu bagaimana kabarnya mereka udah pernah mengirim surat?
ambara terdiam
sudah berhari hari dia Disini, tapi mengapa dia tidak pernah melihat orang tuanya mengirim surat
"kenapa sayang belum ya?
tanya ratu Sonia
ambara mengangguk
"yasudah mungkin orang tua mu lagi sibuk
ucap ratu Sonia
ambara tersenyum dan mengangguk
seharian mereka berbincang bincang hingga hari menjelang sore hingga akhirnya orang tua zayden pulang
setelah orang tua zayden pulang ambara hanya mengurung dirinya dikamar
dia benar benar merindukan orang tuanya
seketika zayden masuk kekamar
ambara menoleh ke zayden, sedangkan zayden tidak
zayden pergi kedapur dan mengambil beberapa cemilan
"zayden...
panggil ambara
zayden tidak menghiraukan dirinya
"zayden.. aku mau bertanya sesuatu..
ucapnya lagi
sedang zayden hanya asik dengan cemilannya sama sekali tidak menoleh kearahnya
"zayden aku boleh gak pulang ke negri Lucifer..
zayden sontak melihat kearahnya
"gak.
zayden menaruh cemilannya dan ingin pergi keluar kamarnya
"tapi zayden aku rindu orang tuaku, aku ingin pulang...
zayden menoleh kearahnya dan menghampirinya
ambara terdiam
"kamu tuli ya? , aku bilang gak, berarti gak!!
ucap zayden dengan nada sinis
"kumohon zayden kali ini aja aku mau berkunjung ke negri Lucifer...
zayden menatap lekat wajah ambara
"jika kau berani melakukannya jangan harap kau akan aku ampuni..
ancam zayden
ambara berusaha menahan emosinya
"tapi kenapa?, apa alasannya? , kenapa aku gak boleh berkunjung ke tempat kelahiranku?
zayden menghela napas kasar , tangan zayden seketika langsung menjambak rambut ambara kuat
"AKU BILANG GAK, BERARTI NGGAK, NGERTI BODOH?!!
ambara berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh
"lepasin aku zayden... rambut aku sakit zayden...
zayden semakin menjambak kuat rambut ambara
ambara meneteskan air matanya
zayden melepaskan tangganya dari rambut ambara dan berlalu pergi
ambara meringkuk sambil memegang rambutnya
air matanya mengalir dengan deras
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...