Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
bakat terpendam


__ADS_3

"laki laki mana bisa bikin kue..


ucapan itu membuat ambara menyesali nya


betapa takjub nya saat ia melihat zayden yang sangat lihai membuat kue, bahkan bukan hanya satu kue zayden mampu membuat 3 jenis kue sekaligus, dalam waktu lebih cepat dari pembuatan satu kue miliknya.


ambara benar benar merasa malu


bisa bisanya ia meremehkan orang yang lebih lihai darinya


sedangkan zayden tanpa bicara apapun , dia berhasil menyelesaikan kuenya dengan sempurna





ambara meneguk Slavina nya, mbagaimana mungkin zayden bisa membuat kue secantik ini


ambara menoleh ke arah zayden yang sedang mencuci tangannya


setelah selesai zayden menghampiri ambara dan kue buatannya


"jadi kau mau tanding?


ucap zayden menantang


ambara tersenyum terpaksa


"astaga zayden aku tidak menyangka kau bisa membuat kue Sebaik ini, kau keren zayden


ambara berusaha mengalihkan pembicaraan


"wanita kok gak bisa bikin kue?


sindir zayden


ambara memalingkan wajahnya


benar benar memalukan


zayden memotong salah satu pancakes buatannya, dan memberikannya ke ambara


"buka mulutmu, biarkan lidahmu yang bicara dengan jujur


ucap zayden sambil menyodorkan kue buatannya


ambara membuka mulutnya


zayden menyuapi ambara


"gimana?


tanya zayden


saat masuk ke mulut ambara, rasanya benar benar sempurna, seperti sebuah bom yang baru saja meledak


rasanya tidak bisa diucapkan dengan kata kata, bahkan ibunya tidak bisa membuat kue seenak ini


ambara hanya diam dan sambil menikmatinya


zayden tersenyum dan ikut mencicipi kue buatannya


"jauh lebih enak dari buatanmu


lagi lagi zayden menyindirnya


ambara sekarang tidak mempedulikannya


dia hanya fokus memakan kue buatan zayden


zayden pergi kekamar dan mengambil kue buatan ambara tadi, dan duduk disamping ambara sambil menghabiskan kue milik ambara


ambara melihat kearah nya


"katanya gak enak, kenapa dimakan?!!,


tanya ambara


"aku hanya sekedar menghargai makanan, bukan menghargai mu, jangan kepedean!!


ucap zayden sambil memakan kue ambara


ambara memalingkan wajahnya dari zayden


"mana ada aku kepedean


ucap ambara sedikit kesal, padahal memang itu yang ia pikirkan tadi,


zayden tidak mengacuhkannya dan menghabiskan kue ambara dan meminum minuman yang dibuat ambara untuknya


sesekali zayden melirik ke ambara yang sedari tadi memperhatikan nya makan,


"jangan melihatku , aku risih!!


ucap zayden kesal


ambara tersenyum dan mengambil krim kuenya menggunakan jarinnya dan mengoleskan nya di wajah zayden,


zayden menatap tajam ke ambara


"kau mengotori wajahku!! , bersihkan!!


ambara tidak menghiraukannya


zayden menatap kesal ambara, ia mengambil krim kue yang banyak dan mengolesnya di wajah ambara , ambara hanya tertawa kecil melihatnya.


zayden kembali duduk dan menghabiskan kuenya, setelah selesai zayden membawa pergi bekas kue ambara dan menaruh sisa airnya yang masih ada separuh di atas meja


seketika ambara tersedak, buru buru ia mengambil air jeruk milik zayden dan meminumnya

__ADS_1


zayden kembali dan terdiam melihat ambara yang meminum airnya


"apa yang kau lakukan?


tanya zayden dan mengambil air darinya yang sudah sisa sedikit


"maaf, aku tersedak makanya aku minum air jeruk milikmu


jawab ambara santay


zayden melihat kearah gelasnya dan memutar mutar gelas ditangannya


ambara heran melihat tingkahnya


"apa yang kau lakukan?


tanya ambara


zayden menarik napas kasar


tanpa bicara ia segera pergi mencuci gelasnya


"dasar Cowo aneh!!


gumam ambara lalu kembali memakan kue zayden


seketika perutnya merasa kenyang


ia menyimpan sisa kuenya, dan pergi mencuci bekasnya


ia melihat ke arah zayden yang pergi kekamar


setelah selesai ambara mengikuti zayden


zayden berbaring dikasurnya


ambara melihat ke lantai di samping tempat tidur zayden


"menyedihkan


ucap ambara


lalu mengambil kain yang bisa ia gunakan untuk selimutnya


ia melihat ke zayden yang berbaring di bantal yang sering ia pakai


"pinjam bantal ku..


zayden tidak menghiraukan dirinya


"zayden pinjam bantal ku.. aku mau tidur


zayden memutar bola matanya malas


"lalu?


ambara kesal dan berbaring dilantai tanpa menggunakan bantal


zayden melirik kearahnya


"apa yang kau lakukan?


"tidurlah!! ,apa lagi?


ucap ambara yang masih kesal


"kau tidak punya mata ya, udah tau ada kasur malah tidur dilantai


ucapan zayden itu membuat ambara kaget


"hah?!, maksudnya?


zayden menjawab apapun


" dalam hitungan satu sampa sepuluh.


satu... , dua.... tiga.... empat...


zayden mulai menghitung


ambara panik dan segera berbaring disamping zayden


zayden berhenti berhitung , ia berbalik badan dan mematikan lampu


dan mulai tidur


ambara merasa canggung, seperti ada perasaan aneh menyelimutinya


ia rasa baru pertama kali dia tidur bersama dengan lelaki selain ayahnya , walaupun ia tau kalau zayden adalah suaminya tapi...


ambara sangat susah tidur dia merasa aneh benar benar aneh, membuat ambara tidak bisa diam


zayden yang merasa risih, menghidupkan lampu kamar


"apa yang kau lakukan?! ,cepat tidur!!


perintah zayden kepadanya


"maafkan aku tapi aku tidak bisa.. , ini pertama kali untukku


ucap ambara


zayden menghela napasnya


"lalu kau ingin aku tidur diluar? , atau kau diluar?


tanya zayden


ambara menggelengkan kepalanya


"yasudah tidur!!

__ADS_1


zayden mulai kesal


ambara resah


"tapi aku gak bis-(terpotong)


zayden menatap lekat wajah ambara


"tidur!! atau aku akan....


ancam zayden


"atau apa?


tanya ambara sedikit takut


zayden melihat ambara dari atas sampai bawah dan tersenyum licik


ambara meneguk Slavina nya


"kau mengerti kan?


tanya zayden sambil mengangkat dagu ambara


ambara segera membalikan badannya dan menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut


zayden bernapas lega


dan kembali tidur


begitupun ambara dengan terpaksa akhirnya ambara bisa tidur


................


pagi yang indah di negri alaric


ambara bangun dengan tidur yang nyenyak


ia menoleh kesamping nya


zayden masih tidur


ambara refleks tersenyum melihat wajah zayden


ambara perlahan menggerakkan tangannya untuk menyentuh rambut zayden


dengan lembut ambara mengelus kepala zayden


ambara terus tersenyum melihat wajah orang yang ia katakan ia membencinya saat disurat yang ia kirimkan


entah kenapa ambara merasa sangat damai saat melihat wajah zayden


ambara mulai menjauhkan tangannya dari rambut zayden, ambara ingin duduk dikasur ya


seketika sebuah tangan menariknya dan memeluk pinggangnya erat


ambara kaget saat menyadari itu tangan zayden


ia melihat ke zayden yang masih dalam kondisi tidur


ambara berusaha menjauhkan tangan zayden


sayangnya tangannya zayden sangat erat memeluknya


ambara pasrah , jantungnya berdegup kencang


ia melihat ke arah zayden


zayden masih tidur dengan nyenyak


ambara memiliki inisiatif


ambara perlahan menggulingkan badannya kesamping kasur


secara perlahan tubuh ambara akhirnya berhasil jatuh kelantai disamping kasur


brukh..


"aww.


ambara memegang pinggangnya yang sakit kejedot lantai


Ambara berusaha berdiri


ia melihat ke arah zayden yang terbangun oleh suara berisik darinya


"kamu ngapain??!!, berisik banget!!


ucap zayden kesal


"ohh gak papa kok, aku cuman jatuh aja


ucap ambara sambil tersenyum tertekan


"CKk.. ganggu tidur aku aja..


zayden duduk dikasurnya


"ya.. maaf, oh ya emang kamu gak sekolah?


tanya ambara


zayden menoleh kearahnya


"sekolah?, aku udah lulus..


ucap zayden lalu berlalu pergi kekamar mandi


"hah?!!


ambara kaget mendengarnya, ia menatap kosong ke arah zayden yang mulai berlalu pergi

__ADS_1


ambara masih bingung, ingin bertanya tapi ia batalkan niatnya, ia pergi kedapur untuk memasak dan menghabiskan sisa kue kemarin.


...........................


__ADS_2