
"laki laki mana bisa bikin kue..
ucapan itu membuat ambara menyesali nya
betapa takjub nya saat ia melihat zayden yang sangat lihai membuat kue, bahkan bukan hanya satu kue zayden mampu membuat 3 jenis kue sekaligus, dalam waktu lebih cepat dari pembuatan satu kue miliknya.
ambara benar benar merasa malu
bisa bisanya ia meremehkan orang yang lebih lihai darinya
sedangkan zayden tanpa bicara apapun , dia berhasil menyelesaikan kuenya dengan sempurna
ambara meneguk Slavina nya, mbagaimana mungkin zayden bisa membuat kue secantik ini
ambara menoleh ke arah zayden yang sedang mencuci tangannya
setelah selesai zayden menghampiri ambara dan kue buatannya
"jadi kau mau tanding?
ucap zayden menantang
ambara tersenyum terpaksa
"astaga zayden aku tidak menyangka kau bisa membuat kue Sebaik ini, kau keren zayden
ambara berusaha mengalihkan pembicaraan
"wanita kok gak bisa bikin kue?
sindir zayden
ambara memalingkan wajahnya
benar benar memalukan
zayden memotong salah satu pancakes buatannya, dan memberikannya ke ambara
"buka mulutmu, biarkan lidahmu yang bicara dengan jujur
ucap zayden sambil menyodorkan kue buatannya
ambara membuka mulutnya
zayden menyuapi ambara
"gimana?
tanya zayden
saat masuk ke mulut ambara, rasanya benar benar sempurna, seperti sebuah bom yang baru saja meledak
rasanya tidak bisa diucapkan dengan kata kata, bahkan ibunya tidak bisa membuat kue seenak ini
ambara hanya diam dan sambil menikmatinya
zayden tersenyum dan ikut mencicipi kue buatannya
"jauh lebih enak dari buatanmu
lagi lagi zayden menyindirnya
ambara sekarang tidak mempedulikannya
dia hanya fokus memakan kue buatan zayden
zayden pergi kekamar dan mengambil kue buatan ambara tadi, dan duduk disamping ambara sambil menghabiskan kue milik ambara
ambara melihat kearah nya
"katanya gak enak, kenapa dimakan?!!,
tanya ambara
"aku hanya sekedar menghargai makanan, bukan menghargai mu, jangan kepedean!!
ucap zayden sambil memakan kue ambara
ambara memalingkan wajahnya dari zayden
"mana ada aku kepedean
ucap ambara sedikit kesal, padahal memang itu yang ia pikirkan tadi,
zayden tidak mengacuhkannya dan menghabiskan kue ambara dan meminum minuman yang dibuat ambara untuknya
sesekali zayden melirik ke ambara yang sedari tadi memperhatikan nya makan,
"jangan melihatku , aku risih!!
ucap zayden kesal
ambara tersenyum dan mengambil krim kuenya menggunakan jarinnya dan mengoleskan nya di wajah zayden,
zayden menatap tajam ke ambara
"kau mengotori wajahku!! , bersihkan!!
ambara tidak menghiraukannya
zayden menatap kesal ambara, ia mengambil krim kue yang banyak dan mengolesnya di wajah ambara , ambara hanya tertawa kecil melihatnya.
zayden kembali duduk dan menghabiskan kuenya, setelah selesai zayden membawa pergi bekas kue ambara dan menaruh sisa airnya yang masih ada separuh di atas meja
seketika ambara tersedak, buru buru ia mengambil air jeruk milik zayden dan meminumnya
__ADS_1
zayden kembali dan terdiam melihat ambara yang meminum airnya
"apa yang kau lakukan?
tanya zayden dan mengambil air darinya yang sudah sisa sedikit
"maaf, aku tersedak makanya aku minum air jeruk milikmu
jawab ambara santay
zayden melihat kearah gelasnya dan memutar mutar gelas ditangannya
ambara heran melihat tingkahnya
"apa yang kau lakukan?
tanya ambara
zayden menarik napas kasar
tanpa bicara ia segera pergi mencuci gelasnya
"dasar Cowo aneh!!
gumam ambara lalu kembali memakan kue zayden
seketika perutnya merasa kenyang
ia menyimpan sisa kuenya, dan pergi mencuci bekasnya
ia melihat ke arah zayden yang pergi kekamar
setelah selesai ambara mengikuti zayden
zayden berbaring dikasurnya
ambara melihat ke lantai di samping tempat tidur zayden
"menyedihkan
ucap ambara
lalu mengambil kain yang bisa ia gunakan untuk selimutnya
ia melihat ke zayden yang berbaring di bantal yang sering ia pakai
"pinjam bantal ku..
zayden tidak menghiraukan dirinya
"zayden pinjam bantal ku.. aku mau tidur
zayden memutar bola matanya malas
"lalu?
ambara kesal dan berbaring dilantai tanpa menggunakan bantal
zayden melirik kearahnya
"apa yang kau lakukan?
"tidurlah!! ,apa lagi?
ucap ambara yang masih kesal
"kau tidak punya mata ya, udah tau ada kasur malah tidur dilantai
ucapan zayden itu membuat ambara kaget
"hah?!, maksudnya?
zayden menjawab apapun
" dalam hitungan satu sampa sepuluh.
satu... , dua.... tiga.... empat...
zayden mulai menghitung
ambara panik dan segera berbaring disamping zayden
zayden berhenti berhitung , ia berbalik badan dan mematikan lampu
dan mulai tidur
ambara merasa canggung, seperti ada perasaan aneh menyelimutinya
ia rasa baru pertama kali dia tidur bersama dengan lelaki selain ayahnya , walaupun ia tau kalau zayden adalah suaminya tapi...
ambara sangat susah tidur dia merasa aneh benar benar aneh, membuat ambara tidak bisa diam
zayden yang merasa risih, menghidupkan lampu kamar
"apa yang kau lakukan?! ,cepat tidur!!
perintah zayden kepadanya
"maafkan aku tapi aku tidak bisa.. , ini pertama kali untukku
ucap ambara
zayden menghela napasnya
"lalu kau ingin aku tidur diluar? , atau kau diluar?
tanya zayden
ambara menggelengkan kepalanya
"yasudah tidur!!
__ADS_1
zayden mulai kesal
ambara resah
"tapi aku gak bis-(terpotong)
zayden menatap lekat wajah ambara
"tidur!! atau aku akan....
ancam zayden
"atau apa?
tanya ambara sedikit takut
zayden melihat ambara dari atas sampai bawah dan tersenyum licik
ambara meneguk Slavina nya
"kau mengerti kan?
tanya zayden sambil mengangkat dagu ambara
ambara segera membalikan badannya dan menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut
zayden bernapas lega
dan kembali tidur
begitupun ambara dengan terpaksa akhirnya ambara bisa tidur
................
pagi yang indah di negri alaric
ambara bangun dengan tidur yang nyenyak
ia menoleh kesamping nya
zayden masih tidur
ambara refleks tersenyum melihat wajah zayden
ambara perlahan menggerakkan tangannya untuk menyentuh rambut zayden
dengan lembut ambara mengelus kepala zayden
ambara terus tersenyum melihat wajah orang yang ia katakan ia membencinya saat disurat yang ia kirimkan
entah kenapa ambara merasa sangat damai saat melihat wajah zayden
ambara mulai menjauhkan tangannya dari rambut zayden, ambara ingin duduk dikasur ya
seketika sebuah tangan menariknya dan memeluk pinggangnya erat
ambara kaget saat menyadari itu tangan zayden
ia melihat ke zayden yang masih dalam kondisi tidur
ambara berusaha menjauhkan tangan zayden
sayangnya tangannya zayden sangat erat memeluknya
ambara pasrah , jantungnya berdegup kencang
ia melihat ke arah zayden
zayden masih tidur dengan nyenyak
ambara memiliki inisiatif
ambara perlahan menggulingkan badannya kesamping kasur
secara perlahan tubuh ambara akhirnya berhasil jatuh kelantai disamping kasur
brukh..
"aww.
ambara memegang pinggangnya yang sakit kejedot lantai
Ambara berusaha berdiri
ia melihat ke arah zayden yang terbangun oleh suara berisik darinya
"kamu ngapain??!!, berisik banget!!
ucap zayden kesal
"ohh gak papa kok, aku cuman jatuh aja
ucap ambara sambil tersenyum tertekan
"CKk.. ganggu tidur aku aja..
zayden duduk dikasurnya
"ya.. maaf, oh ya emang kamu gak sekolah?
tanya ambara
zayden menoleh kearahnya
"sekolah?, aku udah lulus..
ucap zayden lalu berlalu pergi kekamar mandi
"hah?!!
ambara kaget mendengarnya, ia menatap kosong ke arah zayden yang mulai berlalu pergi
__ADS_1
ambara masih bingung, ingin bertanya tapi ia batalkan niatnya, ia pergi kedapur untuk memasak dan menghabiskan sisa kue kemarin.
...........................