Journey Of Love Princess Ambara

Journey Of Love Princess Ambara
APA YANG TERJADI?


__ADS_3

pukul 08.00 di negri inggarla tepat dibelakang kastil, sebuah surat datang dari negeri Lucifer untuknya kebetulan sang ayah dan ibunya tau kalau dia sedang ada disini. ambara tersenyum membacanya ibunya sedang dalam keadaan bahagia, karena tau anaknya sudah jago dalam membuat kue. ambara begitu senang mendapat dukungan dari ibunya. tanpa dia sadari ada seseorang berdiri dibelakangnya sambil memperhatikan dirinya. ambara menoleh ke belakang ia tercekat kaget saat menyadari rayyan berada dibelakangnya. "mengapa raja rayyan ada disini??" tanya ambara. "tidak ada aku hanya ingin mengajak mu mengobrol" ambara mengangguk ia duduk diteras halaman belakang. "ada apa raja rayyan??" rayyan tersenyum kepadanya, dan memulai bicaranya.


"kau tau ambara aku dan zayden sudah 10 tahun lebih berteman, kami sering bermain dan berpetualang bersama, aku sangat menyukai masa masa itu" ambara terdiam mendengar ucapan rayyan membayangkan pertemanan mereka saat itu pasti sangat menyenangkan. "disaat aku berusia 11 tahun dan zayden berusia 9 tahun pertemanan kami berlangsung semakin menyenangkan, dimana kami menemukan cinta pertama kami masing masing" rayyan menghentikan percakapannya. ambara menatap heran rayyan "kenapa rayyan??, siapa cinta pertama kalian??, aku penasaran!" tanya ambara. rayyan langsung mengalihkan pembicaraan mereka "oh iya ambara besok kau ulang tahun bukan??, apa keinginan terbesar yang sedari dulu kau inginkan??" ambara tersenyum mendengar pertanyaan rayyan, dari dulu dia sangat ingin ada yang menanyakan itu padanya. "aku ingin hidup bebas, tidak dikekang, dan aku ingin hubungan ku dan zayden selalu baik baik saja.''


mendengar ucapan ambara rayyan langsung terdiam, ia tersenyum singkat "ohh semoga doamu terkabul ya.." mendengar dukungan dari rayyan ambara tersenyum bahagia.


"Dan bagaimana denganmu, apa yang raja rayyan inginkan dari dulu?" tanyanya. mendengar pertanyaan ambara seketika ekspresi rayyan langsung berubah.


"aku ingin hidup bahagia bersama dengan orang yang aku cintai seumur hidupku"jawab rayyan, "emang siapa orang yang kau cintai itu?". rayyan mengalihkan pandangannya, "entahlah.. ambara" setelah menjawab itu raja rayyan segera berlalu meninggalkannya sendirian. ambara merasa bingung dengan apa yang terjadi, seperti nya dia tidak sopan karena telah lancang bertanya hal itu kepada rayyan.

__ADS_1


(disisi lain)


rayyan menghampiri zayden yang sedang termenung di kursi taman.


"teman ada yang ingin aku bicarakan" ucap rayyan sambil duduk disamping zayden, mendengar itu, zayden langsung menoleh kearah rayyan, "pasti ini masalah perang itu kan?" tanya zayden. rayyan mengangguk


"ingat kau harus tepati janjimu teman, jika kau harus kalah dalam perang nanti!!!"


zayden mengangguk, kedua sahabat itu saling tatap sejenak, "aku merindukan masa masa itu teman" ucap zayden tiba tiba. "aku juga tapi sayangnya masa depan tidak seindah yang kita rencanakan dulu" zayden kembali terdiam mendengar ucapan rayyan. "kau ingat saat kita duduk di pinggir sungai, sambil menikmati hujan turun" rayyan melanjutkan bicaranya, "aku tidak akan pernah melupakan itu, sampai kapanpun" jawab zayden.

__ADS_1


(kembali ke 9 tahun yang lalu)


*hujan turun semakin lebat mengenai kepala kedua bocah yang sedang bermain dipinggir sungai, "ayolah zayden, tetaplah disini, hujan tidak akan membunuhmu juga" si kecil zayden mengangguk dan duduk disamping temannya. *


baju mereka semakin basah, tapi keduanya tidak mempedulikannya, sikecil zayden meloncat ke sungai dan membasahi seluruh tubuhnya, "apa yang kau lakukan??, bukankah kau tidak bisa berenang??" tanya rayyan sedikit berteriak. "aku akan memaksanya, aku harus bisa!!" teriak zayden penuh semangat sambil berusaha agar tubuhnya bisa dia bawa menuju tepian. "kau gila, itu akan membunuhmu!!!" teriak rayyan, ia berdiri dan perlahan-lahan menghampiri zayden yang sedang berusaha belajar berenang, namun sayang bukannya bisa, zayden malah hampir tenggelam didanau itu, buru buru temannya rayyan menangkapnya namun sayang karena tubuh mereka yang sama sama masih kecil, membuat rayyan sedikit kesusahan untuk menolongnya, yang membuat rayyan hampir saja ikut tenggelam, namun sebuah tangan segera menahan mereka , ia menarik dengan bersusah payah agar rayyan dan zayden bisa terselamatkan. dan syukurnya mereka selamat. rayyan berusaha menyadarkan temannya yang sedang pingsan. tepat saat ia terbangun, zayden langsung menoleh ke arah sosok yang baru saja menyelamatkan mereka, hatinya berdegup kencang saat menyadari sosok itu adalah seorang gadis berambut pendek yang memiliki senyum yang sangat manis. "terimakasih putri zella" ucap rayyan, gadis itu tersenyum dan berlalu pergi begitu saja, wangi parfum gadis itu masih bisa tercium meskipun dia sudah tidak ada disini. zayden terdiam ada perasaan aneh yang menyelimutinya. "dia siapa?" tanya zayden. "dia adalah putri dari raja Arthur, dia bernama zella taleshia" jawab rayyan. "kenapa kau suka padanya??" tanya rayyan. ZAYDEN menggelengkan kepalanya pelan, "entahlah". rayyan tersenyum "dia sering ke sungai ini untuk bermain, jadi jika kau ingin bertemu lagi dengannya kemarilah" ucap rayyan.


setelah kejadian itu, zayden selalu hampir setiap saat mengajak rayyan untuk bermain bersama, walau hujan lebat, kemarau tiba tetap saja mereka harus kesana. rayyan yang mengerti perasaan temannya dengan rela hati setiap hari menemani temannya kemari. namun sayangnya berhari hari gadis itu tidak pernah lagi mereka temui, hingga akhirnya suatu hari, mereka akhirnya bertemu, dan saling berkenalan satu sama lain, namun sayang zayden mendadak menjadi pria yang pemalu, dia seperti patung saat bertemu dengan zella tidak berani bicara sepatah katapun, hingga akhirnya zella pergi dari sana. tapi zayden tidak menyerah setiap hari dia rela setiap pagi dan sore pergi kesana.


hingga suatu saat dia dan rayyan sedang mengobrol bersama. tiba tiba sebuah panas secara tidak sengaja hampir mengenai kepala mereka. seorang gadis kecil berambut keriting panjang menghampiri mereka, "astaga maafkan aku, aku tidak sengaja" melihat seorang wanita mereka berdua berniat untuk tidak memarahinya. "baiklah tidak papa, lain kali berhati hatilah" ucap rayyan. gadis itu mengangguk dengan antusias lalu tersenyum dengan manis. "terimakasih kak!!" ucapnya "hah kak?, mengapa kau memanggil kami dengan kakak??" tanya rayyan. gadis itu tersenyum. "karena kalian lebih tua makanya aku panggil kakak", "yaudah kak aku pamit dulu". gadis itu melambaikan tangannya dengan manis" melihat itu mendadak rayyan tersenyum sendiri. perasaan aneh menyelimutinya. berbeda dengannya zayden justru menatap benci gadis itu. "apa kau mengenalnya??" tanya rayyan setelah melihat ekspresi temannya. "iya aku mengenalnya, dia adalah putri ambara azaylin dari negri Lucifer" jawab zayden. mendengarnya rayyan mengangguk. "kenapa kau seperti tidak menyukainya". zayden menghela napas kasar "itu karena ibuku selalu saja hampir setiap hari, membahas tentang dirinya" ucap zayden dengan nada kesal. rayyan terkekeh mendengarnya. "lalu kenapa kau tersenyum sendiri saat melihatnya?" tanya zayden. rayyan terdiam beberapa detik. "sepertinya aku menyukainya" mendengar itu zayden sedikit kaget. "bukankah kau juga menyukai zella?" tanya rayyan. mendengar itu zayden pun menganggukan kepalanya, mereka berdua saling tatap bahagia. "kalau begitu kita harus saling berjanji jika suatu saat kau akan bersama dengan zella taleshia dan aku harus bersama dengan ambara azaylin. hingga kita akan hidup bahagia bersama" mendengar itu zayden pun menyetujuinya. dan mereka berdua pun saling berjanji satu sama lain, agar suatu saat tidak ada yang ada yang berkhianat.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2